24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi by Karst Mawardi
February 8, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi

AKTUAL

preseden dan prediksi
jadi 2 sisi koin logam
mereka lemparkan itu
bukan buat ditangkap

peristiwa jadi genting
tatkala koin mendarat
memaksa kita berpikir
melulu soal modalitas

ada satu hal kita luput
bahwa ruang sampel
dari asumsi simultan
cenderung jadi politis

akibat tak lain jebakan
pas kontradiksi ∈ opsi
sebelum kita percaya
setiap koin ∈ distraksi

 

RESIDU

asumsikan satu huruf
adalah inisial sesuatu
yang dilarang disebut
kendati itu mendesak

selanjutnya: topologi
sedikit variasi antara
E dan F atau V dan Z
sebagai penyamaran

dengar: ini mendesis
timbul dari konsonan
yang saling berimpit
apa yang ia ungkap?

perihal remeh-temeh
terserak antara kaki
tetapi ini pun realitas
menuntut kita Bicara

MULTIPLE EXPOSURE

setuju—itu mutlak!
kalau tidak, jelaslah
ada kebencian yang
tengah ditunjukkan

tidak perlu berdalih
orang-orang seperti
kalian memang tak
kan paham soal ini

tetaplah diam serta
doa memohon agar
diperhatikan; lihat!
itulah tabiat kalian

mengira perubahan
hadir dari selembar
kulit pisang terinjak
tanpa sengaja, lalu

menara babel rubuh
dengan satu-satunya
bukti logis bahwa itu
rubuh karena rubuh

tetapi, mari luruskan
kembali: jika burung
bisa mengepak jauh
mengapa kita tidak?

ini lucu bahwa area
seluas ini tak pernah
kalian jelajah sebab
semua jelas kolektif

silakan saja masuki
tempat terlarang itu
akses terbuka lebar
tentu dengan syarat

maka mengepak &
janganlah menolak
sehingga kebebasan
setara umur unggas

 

INSET

saat nama ini kusebut
apakah itu: integritas
bahwa suatu gagasan
divalidasi sumbernya

saat nama ini kusebut
lalu, tiba-tiba muncul
rasa “aku di pihakmu”
apa data menjadi bias

orientasi dalam tindak
kuakui: tidak konstan
dan kontribusi sebesar
0,01 tentu tak relevan

jika pencantuman ini
melegitimasi citramu
pada perspektif yang
lebih dalam—bahkan

bingkai terluas dunia
dari sudut pandangku
akankah hal itu justru
mengaburkan literal?

jika menyebut terjadi
tanpa rasa, signifikasi
sekadar embus angin
enggan kepada spora

saat kuraba namamu
pada dimensi terbatas
itu tak cuma kerataan
tetapi satu sisi berlian

 

BIJEKSI

data ini diterima tanpa makna
perlu kategori untuk pemetaan
internalisasi nilai dan identitas
sehingga presisi sebagai index

menjangkarkan diri pada liyan
dan menemu “≈” dalam relasi
agaknya proximity dari gestalt
membawa unit pada himpunan

persepsi hidup dalam komune
dan kesetaraan sebagai standar
menjadikan sepuluh jemariku
segenap sepuluh jari milikmu

ambiguitas telah dinegasikan
setiap nilai kini setara—tiada
hierarki dari “<” ataupun “>”
saat tangan bertangkup tangan

lewat sepuluh menuju sepuluh
satu simbiosis dimulai; begitu
kudistribusikan seluruh adaku
tepat ke lingkup tabula rasamu

 

SALJU

Koch barangkali tak sependapat
lebih suka terjebak dalam iterasi
komplex, lantas bertualang, alih-
alih menyekanya dengan jemari

dan engkau, dalam mantel bulu
dengan euforia bak anak-anak
(tiada berbeda dengan mereka)
menyambut salju secara girang

putih dan literal: ia ada, terindra
halus dan tanpa beban metafora
mendarat tepat di ujung hidung
kemudian leleh oleh temperatur

hamparan putih dan kosong ini
aku pun menginjaknya sekarang
hadir di dalamnya, tanpa intensi
menjadi subjek di selembar foto

ambient bergeser—lebih intens
dari datar: beranjak sentimental
kala tampak pola semilingkaran
di tempatmu berbaring, tertawa

mengibas-ngibaskan dua tangan
seolah-olah inilah sayap Ikarus
masih saja mengepak pas jatuh
atas salju: geometri tak selesai

lupakan!—aku akan revisi satu
atau beberapa pikiran, juga niat
kembali dingin, lebih pragmatis
memandang aku sebagai diriku

meski dalam juxtaposisi warna
di tengah limpahan efek albedo
dirimulah yang pertama kuindra
: gelapmu tiada menolak cahaya

tiba-tiba terpikir kembali olehku
pada Koch mungkin kukatakan
bahwa aku tak bisa menjangkau
sebentuk ∞ dalam area terbatas

seperti sekeping salju lekas cair
sebelum detailnya bisa kuamati
dan begitu pula tawamu lenyap
bertukar efek Doppler kereta

tapi kau menyatu lanskap, kigo
sebelum sempurna hening haiku
tiada duka dalam kalimat Basho
selain siklus ada-dan-alpa salju

 

TERAPAN

i

dimungkinkan ukuran gaya
hingga objek berubah arah
dan berhenti via hambatan
: τ kontrol dominan subjek

ditentukan relativitas jarak
dari apa yang diperkirakan
menuju hal yang dilakukan
: χ medan vis-a-vis medan

dipertimbangkan relevansi
di antara domain-kodomain
ialah relasi antarhimpunan
R:A→B = {(mata, cahaya)}

ii

itu berarti mesin dihidupkan
roda bergulir semakin cepat
denging bertambah nyaring
sehingga lepas dari landasan

itu berarti bentang dua sayap
menentang hambatan udara
berarti berat dan daya angkat
menyatu dalam resultan gaya

iii

seperti halnya suatu lingkaran
sering dinilai wujud keutuhan
tanpa tahu tali busur, apotema
parsial, spesifik—tapi integral

seperti halnya aturan isometri
dipandang sekadar spontanitas
peralihan A ke B adalah lazim
sebelum jadi kuas de Kooning

iv

terapan ≠ menyederhanakan
kata-kata serta kerumitannya
beranjak dari teori ke tindak
puisi pun sublim sebagai Δ

 .


GLOSARIUM

≈ : hampir sama dengan, kira-kira sama dengan, mendekati

< : kurang dari

> : lebih dari

∈ : bagian dari, elemen dari, anggota dari

∞ : tak terhingga, infinity

τ (tau) : menyatakan torsi atau ukuran pengaruh gaya terhadap perubahan gerak

χ (chi) : suseptibilitas magnetik, nilai yang menunjukkan respons material terhadap magnet

Δ (delta) : perbedaan nilai, perubahan nilai antara dua titik, selisih nilai antara dua keadaan

R:A→B : relasi R memetakan himpunan A ke himpunan B

apotema : garis tegak lurus yang menghubungkan pusat lingkaran ke tali busur

bijeksi : korespondensi satu-ke-satu, fungsi yang memetakan setiap elemen di himpunan asal (domain) ke setiap elemen unik di himpunan tujuan (kodomain), sehingga setiap elemen sama-sama memiliki satu pasangan (tidak ada yang lebih atau tidak memiliki pasangan)

efek albedo : ukuran kemampuan suatu permukaan untuk memantulkan kembali radiasi matahari, dinyatakan sebagai fraksi atau persentase, di mana nilai 1 (atau 100%) berarti seluruh cahaya dipantulkan (sangat putih) dan 0 berarti tidak ada yang dipantulkan (sangat gelap)

efek Doppler : fenomena perubahan frekuensi gelombang (bunyi, cahaya, dll.) yang diterima oleh pengamat akibat adanya gerakan relatif antara sumber gelombang dan pengamat. Sederhananya, ketika sumber gelombang mendekat, frekuensi terasa lebih tinggi; saat menjauh, frekuensi terasa lebih rendah

gestalt : aliran psikologi yang menerangkan bahwa manusia memahami sesuatu secara menyeluruh dan bukan sebagai bagian-bagian terpisah, melalui prinsip kedekatan (proximity), kesamaan (similarity), kontinuitas (continuation), ketertutupan (closure), dan sosok/latar (figure/ground)

isometri : transformasi geometri yang menjaga jarak antar titik tetap sama, sehingga bentuk dan ukuran objek tidak berubah, hanya posisi atau orientasinya

iterasi : dalam kontex fraktal, adalah proses pengulangan suatu fungsi atau aturan geometris terhadap suatu kondisi awal, di mana hasil dari setiap pengulangan digunakan sebagai masukan bagi pengulangan berikutnya, sehingga menghasilkan struktur yang bersifat self-similar dan komplex pada berbagai skala

kigo : kata atau frasa dalam puisi tradisional Jepang (seperti Haiku dan Renga) yang mengacu pada musim tertentu, berfungsi sebagai penanda waktu dan memperkaya nuansa puisi. Kigo bisa berupa tanaman, hewan, fenomena alam, festival, atau bahkan makanan yang khas dari suatu musim

Koch : Helge von Koch (1870–1924) adalah seorang matematikawan Swedia yang terkenal dengan penemuannya tentang kurva fraktal, terutama Kurva Bunga Salju

liyan : atau “yang lain”, entitas yang berbeda dari “diri/aku”, berguna untuk mendefinisikan identitas melalui kontras

proximity : salah satu prinsip dalam teori gestalt, bahwa beberapa objek yang letaknya berdekatan cenderung dipersepsikan sebagai kesatuan

relasi : sebuah aturan yang menghubungkan anggota himpunan A ke anggota himpunan B

ruang sampel : himpunan semua kemungkinan hasil yang dapat terjadi dari suatu percobaan acak, misalnya pelemparan koin memiliki ruang sampel {Angka, Gambar} atau {A, G}, pelemparan dadu memiliki ruang sampel {1, 2, 3, 4, 5, 6}

tali busur : garis lurus yang menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran

topologi : cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat ruang yang tidak berubah meskipun objeknya diregangkan, diputar, atau dibengkokkan

.

Penulis: Karst Mawardi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Next Post

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Karst Mawardi

Karst Mawardi

Lahir di Banjarmasin pada 28 Juni 1999. Ia bekerja pada sebuah sekolah dasar di kota kelahirannya.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co