15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi by Karst Mawardi
February 8, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi

AKTUAL

preseden dan prediksi
jadi 2 sisi koin logam
mereka lemparkan itu
bukan buat ditangkap

peristiwa jadi genting
tatkala koin mendarat
memaksa kita berpikir
melulu soal modalitas

ada satu hal kita luput
bahwa ruang sampel
dari asumsi simultan
cenderung jadi politis

akibat tak lain jebakan
pas kontradiksi ∈ opsi
sebelum kita percaya
setiap koin ∈ distraksi

 

RESIDU

asumsikan satu huruf
adalah inisial sesuatu
yang dilarang disebut
kendati itu mendesak

selanjutnya: topologi
sedikit variasi antara
E dan F atau V dan Z
sebagai penyamaran

dengar: ini mendesis
timbul dari konsonan
yang saling berimpit
apa yang ia ungkap?

perihal remeh-temeh
terserak antara kaki
tetapi ini pun realitas
menuntut kita Bicara

MULTIPLE EXPOSURE

setuju—itu mutlak!
kalau tidak, jelaslah
ada kebencian yang
tengah ditunjukkan

tidak perlu berdalih
orang-orang seperti
kalian memang tak
kan paham soal ini

tetaplah diam serta
doa memohon agar
diperhatikan; lihat!
itulah tabiat kalian

mengira perubahan
hadir dari selembar
kulit pisang terinjak
tanpa sengaja, lalu

menara babel rubuh
dengan satu-satunya
bukti logis bahwa itu
rubuh karena rubuh

tetapi, mari luruskan
kembali: jika burung
bisa mengepak jauh
mengapa kita tidak?

ini lucu bahwa area
seluas ini tak pernah
kalian jelajah sebab
semua jelas kolektif

silakan saja masuki
tempat terlarang itu
akses terbuka lebar
tentu dengan syarat

maka mengepak &
janganlah menolak
sehingga kebebasan
setara umur unggas

 

INSET

saat nama ini kusebut
apakah itu: integritas
bahwa suatu gagasan
divalidasi sumbernya

saat nama ini kusebut
lalu, tiba-tiba muncul
rasa “aku di pihakmu”
apa data menjadi bias

orientasi dalam tindak
kuakui: tidak konstan
dan kontribusi sebesar
0,01 tentu tak relevan

jika pencantuman ini
melegitimasi citramu
pada perspektif yang
lebih dalam—bahkan

bingkai terluas dunia
dari sudut pandangku
akankah hal itu justru
mengaburkan literal?

jika menyebut terjadi
tanpa rasa, signifikasi
sekadar embus angin
enggan kepada spora

saat kuraba namamu
pada dimensi terbatas
itu tak cuma kerataan
tetapi satu sisi berlian

 

BIJEKSI

data ini diterima tanpa makna
perlu kategori untuk pemetaan
internalisasi nilai dan identitas
sehingga presisi sebagai index

menjangkarkan diri pada liyan
dan menemu “≈” dalam relasi
agaknya proximity dari gestalt
membawa unit pada himpunan

persepsi hidup dalam komune
dan kesetaraan sebagai standar
menjadikan sepuluh jemariku
segenap sepuluh jari milikmu

ambiguitas telah dinegasikan
setiap nilai kini setara—tiada
hierarki dari “<” ataupun “>”
saat tangan bertangkup tangan

lewat sepuluh menuju sepuluh
satu simbiosis dimulai; begitu
kudistribusikan seluruh adaku
tepat ke lingkup tabula rasamu

 

SALJU

Koch barangkali tak sependapat
lebih suka terjebak dalam iterasi
komplex, lantas bertualang, alih-
alih menyekanya dengan jemari

dan engkau, dalam mantel bulu
dengan euforia bak anak-anak
(tiada berbeda dengan mereka)
menyambut salju secara girang

putih dan literal: ia ada, terindra
halus dan tanpa beban metafora
mendarat tepat di ujung hidung
kemudian leleh oleh temperatur

hamparan putih dan kosong ini
aku pun menginjaknya sekarang
hadir di dalamnya, tanpa intensi
menjadi subjek di selembar foto

ambient bergeser—lebih intens
dari datar: beranjak sentimental
kala tampak pola semilingkaran
di tempatmu berbaring, tertawa

mengibas-ngibaskan dua tangan
seolah-olah inilah sayap Ikarus
masih saja mengepak pas jatuh
atas salju: geometri tak selesai

lupakan!—aku akan revisi satu
atau beberapa pikiran, juga niat
kembali dingin, lebih pragmatis
memandang aku sebagai diriku

meski dalam juxtaposisi warna
di tengah limpahan efek albedo
dirimulah yang pertama kuindra
: gelapmu tiada menolak cahaya

tiba-tiba terpikir kembali olehku
pada Koch mungkin kukatakan
bahwa aku tak bisa menjangkau
sebentuk ∞ dalam area terbatas

seperti sekeping salju lekas cair
sebelum detailnya bisa kuamati
dan begitu pula tawamu lenyap
bertukar efek Doppler kereta

tapi kau menyatu lanskap, kigo
sebelum sempurna hening haiku
tiada duka dalam kalimat Basho
selain siklus ada-dan-alpa salju

 

TERAPAN

i

dimungkinkan ukuran gaya
hingga objek berubah arah
dan berhenti via hambatan
: τ kontrol dominan subjek

ditentukan relativitas jarak
dari apa yang diperkirakan
menuju hal yang dilakukan
: χ medan vis-a-vis medan

dipertimbangkan relevansi
di antara domain-kodomain
ialah relasi antarhimpunan
R:A→B = {(mata, cahaya)}

ii

itu berarti mesin dihidupkan
roda bergulir semakin cepat
denging bertambah nyaring
sehingga lepas dari landasan

itu berarti bentang dua sayap
menentang hambatan udara
berarti berat dan daya angkat
menyatu dalam resultan gaya

iii

seperti halnya suatu lingkaran
sering dinilai wujud keutuhan
tanpa tahu tali busur, apotema
parsial, spesifik—tapi integral

seperti halnya aturan isometri
dipandang sekadar spontanitas
peralihan A ke B adalah lazim
sebelum jadi kuas de Kooning

iv

terapan ≠ menyederhanakan
kata-kata serta kerumitannya
beranjak dari teori ke tindak
puisi pun sublim sebagai Δ

 .


GLOSARIUM

≈ : hampir sama dengan, kira-kira sama dengan, mendekati

< : kurang dari

> : lebih dari

∈ : bagian dari, elemen dari, anggota dari

∞ : tak terhingga, infinity

τ (tau) : menyatakan torsi atau ukuran pengaruh gaya terhadap perubahan gerak

χ (chi) : suseptibilitas magnetik, nilai yang menunjukkan respons material terhadap magnet

Δ (delta) : perbedaan nilai, perubahan nilai antara dua titik, selisih nilai antara dua keadaan

R:A→B : relasi R memetakan himpunan A ke himpunan B

apotema : garis tegak lurus yang menghubungkan pusat lingkaran ke tali busur

bijeksi : korespondensi satu-ke-satu, fungsi yang memetakan setiap elemen di himpunan asal (domain) ke setiap elemen unik di himpunan tujuan (kodomain), sehingga setiap elemen sama-sama memiliki satu pasangan (tidak ada yang lebih atau tidak memiliki pasangan)

efek albedo : ukuran kemampuan suatu permukaan untuk memantulkan kembali radiasi matahari, dinyatakan sebagai fraksi atau persentase, di mana nilai 1 (atau 100%) berarti seluruh cahaya dipantulkan (sangat putih) dan 0 berarti tidak ada yang dipantulkan (sangat gelap)

efek Doppler : fenomena perubahan frekuensi gelombang (bunyi, cahaya, dll.) yang diterima oleh pengamat akibat adanya gerakan relatif antara sumber gelombang dan pengamat. Sederhananya, ketika sumber gelombang mendekat, frekuensi terasa lebih tinggi; saat menjauh, frekuensi terasa lebih rendah

gestalt : aliran psikologi yang menerangkan bahwa manusia memahami sesuatu secara menyeluruh dan bukan sebagai bagian-bagian terpisah, melalui prinsip kedekatan (proximity), kesamaan (similarity), kontinuitas (continuation), ketertutupan (closure), dan sosok/latar (figure/ground)

isometri : transformasi geometri yang menjaga jarak antar titik tetap sama, sehingga bentuk dan ukuran objek tidak berubah, hanya posisi atau orientasinya

iterasi : dalam kontex fraktal, adalah proses pengulangan suatu fungsi atau aturan geometris terhadap suatu kondisi awal, di mana hasil dari setiap pengulangan digunakan sebagai masukan bagi pengulangan berikutnya, sehingga menghasilkan struktur yang bersifat self-similar dan komplex pada berbagai skala

kigo : kata atau frasa dalam puisi tradisional Jepang (seperti Haiku dan Renga) yang mengacu pada musim tertentu, berfungsi sebagai penanda waktu dan memperkaya nuansa puisi. Kigo bisa berupa tanaman, hewan, fenomena alam, festival, atau bahkan makanan yang khas dari suatu musim

Koch : Helge von Koch (1870–1924) adalah seorang matematikawan Swedia yang terkenal dengan penemuannya tentang kurva fraktal, terutama Kurva Bunga Salju

liyan : atau “yang lain”, entitas yang berbeda dari “diri/aku”, berguna untuk mendefinisikan identitas melalui kontras

proximity : salah satu prinsip dalam teori gestalt, bahwa beberapa objek yang letaknya berdekatan cenderung dipersepsikan sebagai kesatuan

relasi : sebuah aturan yang menghubungkan anggota himpunan A ke anggota himpunan B

ruang sampel : himpunan semua kemungkinan hasil yang dapat terjadi dari suatu percobaan acak, misalnya pelemparan koin memiliki ruang sampel {Angka, Gambar} atau {A, G}, pelemparan dadu memiliki ruang sampel {1, 2, 3, 4, 5, 6}

tali busur : garis lurus yang menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran

topologi : cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat ruang yang tidak berubah meskipun objeknya diregangkan, diputar, atau dibengkokkan

.

Penulis: Karst Mawardi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Next Post

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Karst Mawardi

Karst Mawardi

Lahir di Banjarmasin pada 28 Juni 1999. Ia bekerja pada sebuah sekolah dasar di kota kelahirannya.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co