14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi by Karst Mawardi
February 8, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Karst Mawardi

AKTUAL

preseden dan prediksi
jadi 2 sisi koin logam
mereka lemparkan itu
bukan buat ditangkap

peristiwa jadi genting
tatkala koin mendarat
memaksa kita berpikir
melulu soal modalitas

ada satu hal kita luput
bahwa ruang sampel
dari asumsi simultan
cenderung jadi politis

akibat tak lain jebakan
pas kontradiksi ∈ opsi
sebelum kita percaya
setiap koin ∈ distraksi

 

RESIDU

asumsikan satu huruf
adalah inisial sesuatu
yang dilarang disebut
kendati itu mendesak

selanjutnya: topologi
sedikit variasi antara
E dan F atau V dan Z
sebagai penyamaran

dengar: ini mendesis
timbul dari konsonan
yang saling berimpit
apa yang ia ungkap?

perihal remeh-temeh
terserak antara kaki
tetapi ini pun realitas
menuntut kita Bicara

MULTIPLE EXPOSURE

setuju—itu mutlak!
kalau tidak, jelaslah
ada kebencian yang
tengah ditunjukkan

tidak perlu berdalih
orang-orang seperti
kalian memang tak
kan paham soal ini

tetaplah diam serta
doa memohon agar
diperhatikan; lihat!
itulah tabiat kalian

mengira perubahan
hadir dari selembar
kulit pisang terinjak
tanpa sengaja, lalu

menara babel rubuh
dengan satu-satunya
bukti logis bahwa itu
rubuh karena rubuh

tetapi, mari luruskan
kembali: jika burung
bisa mengepak jauh
mengapa kita tidak?

ini lucu bahwa area
seluas ini tak pernah
kalian jelajah sebab
semua jelas kolektif

silakan saja masuki
tempat terlarang itu
akses terbuka lebar
tentu dengan syarat

maka mengepak &
janganlah menolak
sehingga kebebasan
setara umur unggas

 

INSET

saat nama ini kusebut
apakah itu: integritas
bahwa suatu gagasan
divalidasi sumbernya

saat nama ini kusebut
lalu, tiba-tiba muncul
rasa “aku di pihakmu”
apa data menjadi bias

orientasi dalam tindak
kuakui: tidak konstan
dan kontribusi sebesar
0,01 tentu tak relevan

jika pencantuman ini
melegitimasi citramu
pada perspektif yang
lebih dalam—bahkan

bingkai terluas dunia
dari sudut pandangku
akankah hal itu justru
mengaburkan literal?

jika menyebut terjadi
tanpa rasa, signifikasi
sekadar embus angin
enggan kepada spora

saat kuraba namamu
pada dimensi terbatas
itu tak cuma kerataan
tetapi satu sisi berlian

 

BIJEKSI

data ini diterima tanpa makna
perlu kategori untuk pemetaan
internalisasi nilai dan identitas
sehingga presisi sebagai index

menjangkarkan diri pada liyan
dan menemu “≈” dalam relasi
agaknya proximity dari gestalt
membawa unit pada himpunan

persepsi hidup dalam komune
dan kesetaraan sebagai standar
menjadikan sepuluh jemariku
segenap sepuluh jari milikmu

ambiguitas telah dinegasikan
setiap nilai kini setara—tiada
hierarki dari “<” ataupun “>”
saat tangan bertangkup tangan

lewat sepuluh menuju sepuluh
satu simbiosis dimulai; begitu
kudistribusikan seluruh adaku
tepat ke lingkup tabula rasamu

 

SALJU

Koch barangkali tak sependapat
lebih suka terjebak dalam iterasi
komplex, lantas bertualang, alih-
alih menyekanya dengan jemari

dan engkau, dalam mantel bulu
dengan euforia bak anak-anak
(tiada berbeda dengan mereka)
menyambut salju secara girang

putih dan literal: ia ada, terindra
halus dan tanpa beban metafora
mendarat tepat di ujung hidung
kemudian leleh oleh temperatur

hamparan putih dan kosong ini
aku pun menginjaknya sekarang
hadir di dalamnya, tanpa intensi
menjadi subjek di selembar foto

ambient bergeser—lebih intens
dari datar: beranjak sentimental
kala tampak pola semilingkaran
di tempatmu berbaring, tertawa

mengibas-ngibaskan dua tangan
seolah-olah inilah sayap Ikarus
masih saja mengepak pas jatuh
atas salju: geometri tak selesai

lupakan!—aku akan revisi satu
atau beberapa pikiran, juga niat
kembali dingin, lebih pragmatis
memandang aku sebagai diriku

meski dalam juxtaposisi warna
di tengah limpahan efek albedo
dirimulah yang pertama kuindra
: gelapmu tiada menolak cahaya

tiba-tiba terpikir kembali olehku
pada Koch mungkin kukatakan
bahwa aku tak bisa menjangkau
sebentuk ∞ dalam area terbatas

seperti sekeping salju lekas cair
sebelum detailnya bisa kuamati
dan begitu pula tawamu lenyap
bertukar efek Doppler kereta

tapi kau menyatu lanskap, kigo
sebelum sempurna hening haiku
tiada duka dalam kalimat Basho
selain siklus ada-dan-alpa salju

 

TERAPAN

i

dimungkinkan ukuran gaya
hingga objek berubah arah
dan berhenti via hambatan
: τ kontrol dominan subjek

ditentukan relativitas jarak
dari apa yang diperkirakan
menuju hal yang dilakukan
: χ medan vis-a-vis medan

dipertimbangkan relevansi
di antara domain-kodomain
ialah relasi antarhimpunan
R:A→B = {(mata, cahaya)}

ii

itu berarti mesin dihidupkan
roda bergulir semakin cepat
denging bertambah nyaring
sehingga lepas dari landasan

itu berarti bentang dua sayap
menentang hambatan udara
berarti berat dan daya angkat
menyatu dalam resultan gaya

iii

seperti halnya suatu lingkaran
sering dinilai wujud keutuhan
tanpa tahu tali busur, apotema
parsial, spesifik—tapi integral

seperti halnya aturan isometri
dipandang sekadar spontanitas
peralihan A ke B adalah lazim
sebelum jadi kuas de Kooning

iv

terapan ≠ menyederhanakan
kata-kata serta kerumitannya
beranjak dari teori ke tindak
puisi pun sublim sebagai Δ

 .


GLOSARIUM

≈ : hampir sama dengan, kira-kira sama dengan, mendekati

< : kurang dari

> : lebih dari

∈ : bagian dari, elemen dari, anggota dari

∞ : tak terhingga, infinity

τ (tau) : menyatakan torsi atau ukuran pengaruh gaya terhadap perubahan gerak

χ (chi) : suseptibilitas magnetik, nilai yang menunjukkan respons material terhadap magnet

Δ (delta) : perbedaan nilai, perubahan nilai antara dua titik, selisih nilai antara dua keadaan

R:A→B : relasi R memetakan himpunan A ke himpunan B

apotema : garis tegak lurus yang menghubungkan pusat lingkaran ke tali busur

bijeksi : korespondensi satu-ke-satu, fungsi yang memetakan setiap elemen di himpunan asal (domain) ke setiap elemen unik di himpunan tujuan (kodomain), sehingga setiap elemen sama-sama memiliki satu pasangan (tidak ada yang lebih atau tidak memiliki pasangan)

efek albedo : ukuran kemampuan suatu permukaan untuk memantulkan kembali radiasi matahari, dinyatakan sebagai fraksi atau persentase, di mana nilai 1 (atau 100%) berarti seluruh cahaya dipantulkan (sangat putih) dan 0 berarti tidak ada yang dipantulkan (sangat gelap)

efek Doppler : fenomena perubahan frekuensi gelombang (bunyi, cahaya, dll.) yang diterima oleh pengamat akibat adanya gerakan relatif antara sumber gelombang dan pengamat. Sederhananya, ketika sumber gelombang mendekat, frekuensi terasa lebih tinggi; saat menjauh, frekuensi terasa lebih rendah

gestalt : aliran psikologi yang menerangkan bahwa manusia memahami sesuatu secara menyeluruh dan bukan sebagai bagian-bagian terpisah, melalui prinsip kedekatan (proximity), kesamaan (similarity), kontinuitas (continuation), ketertutupan (closure), dan sosok/latar (figure/ground)

isometri : transformasi geometri yang menjaga jarak antar titik tetap sama, sehingga bentuk dan ukuran objek tidak berubah, hanya posisi atau orientasinya

iterasi : dalam kontex fraktal, adalah proses pengulangan suatu fungsi atau aturan geometris terhadap suatu kondisi awal, di mana hasil dari setiap pengulangan digunakan sebagai masukan bagi pengulangan berikutnya, sehingga menghasilkan struktur yang bersifat self-similar dan komplex pada berbagai skala

kigo : kata atau frasa dalam puisi tradisional Jepang (seperti Haiku dan Renga) yang mengacu pada musim tertentu, berfungsi sebagai penanda waktu dan memperkaya nuansa puisi. Kigo bisa berupa tanaman, hewan, fenomena alam, festival, atau bahkan makanan yang khas dari suatu musim

Koch : Helge von Koch (1870–1924) adalah seorang matematikawan Swedia yang terkenal dengan penemuannya tentang kurva fraktal, terutama Kurva Bunga Salju

liyan : atau “yang lain”, entitas yang berbeda dari “diri/aku”, berguna untuk mendefinisikan identitas melalui kontras

proximity : salah satu prinsip dalam teori gestalt, bahwa beberapa objek yang letaknya berdekatan cenderung dipersepsikan sebagai kesatuan

relasi : sebuah aturan yang menghubungkan anggota himpunan A ke anggota himpunan B

ruang sampel : himpunan semua kemungkinan hasil yang dapat terjadi dari suatu percobaan acak, misalnya pelemparan koin memiliki ruang sampel {Angka, Gambar} atau {A, G}, pelemparan dadu memiliki ruang sampel {1, 2, 3, 4, 5, 6}

tali busur : garis lurus yang menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran

topologi : cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat ruang yang tidak berubah meskipun objeknya diregangkan, diputar, atau dibengkokkan

.

Penulis: Karst Mawardi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Next Post

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Karst Mawardi

Karst Mawardi

Lahir di Banjarmasin pada 28 Juni 1999. Ia bekerja pada sebuah sekolah dasar di kota kelahirannya.

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co