4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
February 8, 2026
in Panggung
Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Kadek Suardana, karya, dan krew-nya (Repro Buku Srenggi) (Foto-foto Putu Suasta).

PERINGATAN 70 tahun kelahiran seniman teater Bali, Kadek Suardana (7 Februari 1956), digelar melalui acara “Tribute to Kadek Suardana” pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, di Kalangan Ayodhya, Art Centre Denpasar. Acara ini menjadi momen penting karena sejak kepergian Kadek Suardana Oktober 2013, belum pernah diselenggarakan agenda khusus yang secara kolektif memberi penghormatan atas kiprah dan warisan keseniannya.

Legasi Kadek Suardana dalam berkesenian bisa dirumuskan dengan kutipan “sing melah sing masolah” atau “tak pentas kalau belum pantas”; atau “sebelum baik tak akan tampil di publik”. Rumusan ini merefleksikan betapa Kadek menghargai proses dan kerja keras penuh integritas dalam laku berkesenian, langkah yang mesti dijalani untuk menjadi seniman.

Tribute tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh seniman dan budayawan Bali lintas bidang, termasuk pelukis, sastrawan, akademisi, dan pegiat seni pertunjukan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dosen agama Dr. I Ketut Donder, Agus Maha Usada Ketua NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali, Gde Yudane, Agung Rai ARMA, aktivis Putu Suasta, pelukis Made Budhiana, serta Rektor ISI Bali Prof. Kun Adnyana. Ada juga lawyer (pengacara) yang dulu waktu muda menjadi bagian dari Sanggar Putih Kadek Suardana.

Membahas buku persembahan untuk Kadek Suardana: Prof. IDG Palguna, Fajar Arcana, Joni Suhartawan, dan moderator Prof. Darma Putra (kanan)

Acara berlangsung hangat dan reflektif, diisi dengan berbagai pentas seni seperti pembacaan puisi, monolog, dan teater, serta kolaborasi tari, puisi, dan seni rupa. Selain itu, ditampilkan pula enggang-enggung nukilan puisi Gambuh Masutasoma yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer, sebuah wilayah kreatif yang lekat dengan perjalanan artistik Kadek Suardana.

Salah satu agenda utama dalam tribute ini adalah peluncuran dan diskusi buku Srenggi: Ibadah Seni Kadek Suardana yang memotret sosok Kadek Suardana dan dunia kreatifnya. Diskusi buku menghadirkan editor Fajar Arcana, penulis Joni Suhartawan, serta Prof. I Dewa Gede Palguna, dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan dipandu oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Enggang Enggung Nukilan Puisi Gambuh Masutasoma, Sanggar Bumi Bajra (Foto-foto Putu Suasta)

Sebagai moderator, Darma Putra menjelaskan bahwa buku Srenggi mengupas perjalanan Kadek Suardana dan kreativitasnya dalam dunia seni teater Bali selama hampir empat dekade, sejak 1980-an hingga 2010-an. Kiprah tersebut terutama melalui Sanggar Putih yang didirikannya dan kemudian berlanjut melalui Yayasan Arti atau Arti Foundation. Proses berkesenian dan karya-karya yang dihasilkan dibahas secara mendalam oleh para penulis buku, antara lain Ketut Yuliarsa, Dr. Agung Mas Ruscitadewi, Prof. Wayan Dibia, Joni Suhartawan, Gde Yudane, dan Gde Aryantha Soethama. Dua puisi juga dimuat masing-masing karya Warih Wisatsana berjudul “Simpang Jalan” dan puisi berbahasa Bali Mas Ruscitadewi “Bli Kadek, Galahe Masolah” (Bli Kadek, Saatnya Pentas).

Menurut Darma Putra, walau buku sudah dengan ringkas padat dan baik menyajikan sosok Kadek Suardana dan karya-karyanya, namun tentu masih banyak aspek kehidupan, proses kreatif, dan legasi Kadek Suardana yang perlu dibahas. Menyinggung hal tersebut, Ketut Yuliarsa (Ketua Panitia Trubute) dan Fajar Arcana (editor buku) akan melihat kemungkinan untuk menerbitkan edisi berikutnya dengan menambah sumbangan tulisan dari para penulis.

Tulisan-ulasan tentang Kadek Suardana, menurut Darma Putra, tidak akan menjadi potret tentang Kadek semata tetapi menjadi ilanskap perkembangan teater di Bali dari sosok Kadek Suardana dan karyanya.

Jejak brosur Lomba Drama Modern yang dilaksanakan senat mahasiswa Fakultas Sastra Unud

Darma Putra juga mengingat kembali relasi personal dan historisnya dengan Sanggar Putih. Ia merupakan Ketua Panitia Lomba Drama Modern Fakultas Sastra Universitas Udayana tahun 1983. Dalam ajang tersebut, Sanggar Putih berhasil meraih juara II, sedangkan juara I diraih oleh Sanggar Nyuh Gading.

Dalam kiprah selanjutnya, Sanggar Putih tampil sebagai salah satu kelompok teater terdepan di Bali, dengan Kadek Suardana hadir dalam berbagai pementasan penting, baik di Bali maupun di luar Bali. Karya-karya monumentalnya yang memadukan tradisi dan modern adalah Gambuh Macbet dan Sri Tanjung. Karya ini merangsang pelaksanaan festival Gambuh di Bali, semuanya inisiatif dan hasil kreativitas Kadek Suardana dan tim-nya di Sanggar Putih/ Arti Foundation.

Selain aktif di dunia teater, Kadek Suardana juga terlibat dalam produksi film. Ia tercatat menyusun musik untuk film “Api Cinta Antonio Blanco” pada 1999–2000 dan ikut bermain dalam film “Noesa Penida: Pelangi Cinta Pandansari” pada 1988, yang menunjukkan kelenturan pencapaian artistiknya lintas medium.

Menutup diskusi buku, Darma Putra merumuskan konsep berkesenian Kadek Suardana dalam ungkapan bahasa Bali “Sing melah, sing masolah”, yang bermakna jika belum baik, tidak akan dipentaskan di ruang publik; atau “kalau belum pantas jangan dulu pentas”.

Prinsip inilah yang menjelaskan mengapa setiap pentas Kadek Suardana selalu tampil kuat dan memikat, karena proses persiapan dan latihan dijalani dengan total sungguh-sungguh, dan karya hanya dihadirkan ke hadapan publik ketika telah mencapai kualitas yang diyakini matang atau ‘pantas’. Seperti apa ‘pantas’ itu, mungkin bisa ditangkap sepintas dari sajak Mas Ruscitadewi:

Yang kiri adalah bait pembuka, yang kanan bait penutup. Bait pertama melukiskan kesungguhan awal belajar masolah, bait terakhir melukiskan siap tampil, pantas pentas, karena semuanya sudah menjadi, seperti irama seruling sudah indah memukau; laksana cahaya yang sudah berapi-api.

Jika diringkaskan, kiranya sajak ini menegaskan bahwa pentas hanya bisa dilakukan kalau segalanya sudah pantas, seperti teladan dari para pragina (penari, seniman) Bali dahulu. Yang jadi hanya yang nadi; atau yang nadi hanya yang jadi. Taksu tak pernah kesusu.

Tribute ini tidak hanya menjadi peringatan hari kelahiran, tetapi juga penegasan kembali posisi Kadek Suardana sebagai figur penting dalam sejarah teater Bali modern, seorang seniman dengan integritas dan komitmen artistik yang meninggalkan jejak panjang dalam dunia kesenian dan kebudayaan Bali.

Kesedihan kerabat dan pengagumnya atas kepergian Kadek Suardana yang begitu cepat diobati dengan legasinya yang terus hidup dalam bentuk spirit berkesenian yang cemerlang. [T]

Tags: BukuSanggar PutihTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Uye: Menguatkan Harmoni dan Kearifan Lokal

Next Post

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co