26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
February 8, 2026
in Panggung
Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Kadek Suardana, karya, dan krew-nya (Repro Buku Srenggi) (Foto-foto Putu Suasta).

PERINGATAN 70 tahun kelahiran seniman teater Bali, Kadek Suardana (7 Februari 1956), digelar melalui acara “Tribute to Kadek Suardana” pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, di Kalangan Ayodhya, Art Centre Denpasar. Acara ini menjadi momen penting karena sejak kepergian Kadek Suardana Oktober 2013, belum pernah diselenggarakan agenda khusus yang secara kolektif memberi penghormatan atas kiprah dan warisan keseniannya.

Legasi Kadek Suardana dalam berkesenian bisa dirumuskan dengan kutipan “sing melah sing masolah” atau “tak pentas kalau belum pantas”; atau “sebelum baik tak akan tampil di publik”. Rumusan ini merefleksikan betapa Kadek menghargai proses dan kerja keras penuh integritas dalam laku berkesenian, langkah yang mesti dijalani untuk menjadi seniman.

Tribute tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh seniman dan budayawan Bali lintas bidang, termasuk pelukis, sastrawan, akademisi, dan pegiat seni pertunjukan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dosen agama Dr. I Ketut Donder, Agus Maha Usada Ketua NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali, Gde Yudane, Agung Rai ARMA, aktivis Putu Suasta, pelukis Made Budhiana, serta Rektor ISI Bali Prof. Kun Adnyana. Ada juga lawyer (pengacara) yang dulu waktu muda menjadi bagian dari Sanggar Putih Kadek Suardana.

Membahas buku persembahan untuk Kadek Suardana: Prof. IDG Palguna, Fajar Arcana, Joni Suhartawan, dan moderator Prof. Darma Putra (kanan)

Acara berlangsung hangat dan reflektif, diisi dengan berbagai pentas seni seperti pembacaan puisi, monolog, dan teater, serta kolaborasi tari, puisi, dan seni rupa. Selain itu, ditampilkan pula enggang-enggung nukilan puisi Gambuh Masutasoma yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer, sebuah wilayah kreatif yang lekat dengan perjalanan artistik Kadek Suardana.

Salah satu agenda utama dalam tribute ini adalah peluncuran dan diskusi buku Srenggi: Ibadah Seni Kadek Suardana yang memotret sosok Kadek Suardana dan dunia kreatifnya. Diskusi buku menghadirkan editor Fajar Arcana, penulis Joni Suhartawan, serta Prof. I Dewa Gede Palguna, dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan dipandu oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Enggang Enggung Nukilan Puisi Gambuh Masutasoma, Sanggar Bumi Bajra (Foto-foto Putu Suasta)

Sebagai moderator, Darma Putra menjelaskan bahwa buku Srenggi mengupas perjalanan Kadek Suardana dan kreativitasnya dalam dunia seni teater Bali selama hampir empat dekade, sejak 1980-an hingga 2010-an. Kiprah tersebut terutama melalui Sanggar Putih yang didirikannya dan kemudian berlanjut melalui Yayasan Arti atau Arti Foundation. Proses berkesenian dan karya-karya yang dihasilkan dibahas secara mendalam oleh para penulis buku, antara lain Ketut Yuliarsa, Dr. Agung Mas Ruscitadewi, Prof. Wayan Dibia, Joni Suhartawan, Gde Yudane, dan Gde Aryantha Soethama. Dua puisi juga dimuat masing-masing karya Warih Wisatsana berjudul “Simpang Jalan” dan puisi berbahasa Bali Mas Ruscitadewi “Bli Kadek, Galahe Masolah” (Bli Kadek, Saatnya Pentas).

Menurut Darma Putra, walau buku sudah dengan ringkas padat dan baik menyajikan sosok Kadek Suardana dan karya-karyanya, namun tentu masih banyak aspek kehidupan, proses kreatif, dan legasi Kadek Suardana yang perlu dibahas. Menyinggung hal tersebut, Ketut Yuliarsa (Ketua Panitia Trubute) dan Fajar Arcana (editor buku) akan melihat kemungkinan untuk menerbitkan edisi berikutnya dengan menambah sumbangan tulisan dari para penulis.

Tulisan-ulasan tentang Kadek Suardana, menurut Darma Putra, tidak akan menjadi potret tentang Kadek semata tetapi menjadi ilanskap perkembangan teater di Bali dari sosok Kadek Suardana dan karyanya.

Jejak brosur Lomba Drama Modern yang dilaksanakan senat mahasiswa Fakultas Sastra Unud

Darma Putra juga mengingat kembali relasi personal dan historisnya dengan Sanggar Putih. Ia merupakan Ketua Panitia Lomba Drama Modern Fakultas Sastra Universitas Udayana tahun 1983. Dalam ajang tersebut, Sanggar Putih berhasil meraih juara II, sedangkan juara I diraih oleh Sanggar Nyuh Gading.

Dalam kiprah selanjutnya, Sanggar Putih tampil sebagai salah satu kelompok teater terdepan di Bali, dengan Kadek Suardana hadir dalam berbagai pementasan penting, baik di Bali maupun di luar Bali. Karya-karya monumentalnya yang memadukan tradisi dan modern adalah Gambuh Macbet dan Sri Tanjung. Karya ini merangsang pelaksanaan festival Gambuh di Bali, semuanya inisiatif dan hasil kreativitas Kadek Suardana dan tim-nya di Sanggar Putih/ Arti Foundation.

Selain aktif di dunia teater, Kadek Suardana juga terlibat dalam produksi film. Ia tercatat menyusun musik untuk film “Api Cinta Antonio Blanco” pada 1999–2000 dan ikut bermain dalam film “Noesa Penida: Pelangi Cinta Pandansari” pada 1988, yang menunjukkan kelenturan pencapaian artistiknya lintas medium.

Menutup diskusi buku, Darma Putra merumuskan konsep berkesenian Kadek Suardana dalam ungkapan bahasa Bali “Sing melah, sing masolah”, yang bermakna jika belum baik, tidak akan dipentaskan di ruang publik; atau “kalau belum pantas jangan dulu pentas”.

Prinsip inilah yang menjelaskan mengapa setiap pentas Kadek Suardana selalu tampil kuat dan memikat, karena proses persiapan dan latihan dijalani dengan total sungguh-sungguh, dan karya hanya dihadirkan ke hadapan publik ketika telah mencapai kualitas yang diyakini matang atau ‘pantas’. Seperti apa ‘pantas’ itu, mungkin bisa ditangkap sepintas dari sajak Mas Ruscitadewi:

Yang kiri adalah bait pembuka, yang kanan bait penutup. Bait pertama melukiskan kesungguhan awal belajar masolah, bait terakhir melukiskan siap tampil, pantas pentas, karena semuanya sudah menjadi, seperti irama seruling sudah indah memukau; laksana cahaya yang sudah berapi-api.

Jika diringkaskan, kiranya sajak ini menegaskan bahwa pentas hanya bisa dilakukan kalau segalanya sudah pantas, seperti teladan dari para pragina (penari, seniman) Bali dahulu. Yang jadi hanya yang nadi; atau yang nadi hanya yang jadi. Taksu tak pernah kesusu.

Tribute ini tidak hanya menjadi peringatan hari kelahiran, tetapi juga penegasan kembali posisi Kadek Suardana sebagai figur penting dalam sejarah teater Bali modern, seorang seniman dengan integritas dan komitmen artistik yang meninggalkan jejak panjang dalam dunia kesenian dan kebudayaan Bali.

Kesedihan kerabat dan pengagumnya atas kepergian Kadek Suardana yang begitu cepat diobati dengan legasinya yang terus hidup dalam bentuk spirit berkesenian yang cemerlang. [T]

Tags: BukuSanggar PutihTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Uye: Menguatkan Harmoni dan Kearifan Lokal

Next Post

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co