4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
February 8, 2026
in Panggung
Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Kadek Suardana, karya, dan krew-nya (Repro Buku Srenggi) (Foto-foto Putu Suasta).

PERINGATAN 70 tahun kelahiran seniman teater Bali, Kadek Suardana (7 Februari 1956), digelar melalui acara “Tribute to Kadek Suardana” pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, di Kalangan Ayodhya, Art Centre Denpasar. Acara ini menjadi momen penting karena sejak kepergian Kadek Suardana Oktober 2013, belum pernah diselenggarakan agenda khusus yang secara kolektif memberi penghormatan atas kiprah dan warisan keseniannya.

Legasi Kadek Suardana dalam berkesenian bisa dirumuskan dengan kutipan “sing melah sing masolah” atau “tak pentas kalau belum pantas”; atau “sebelum baik tak akan tampil di publik”. Rumusan ini merefleksikan betapa Kadek menghargai proses dan kerja keras penuh integritas dalam laku berkesenian, langkah yang mesti dijalani untuk menjadi seniman.

Tribute tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh seniman dan budayawan Bali lintas bidang, termasuk pelukis, sastrawan, akademisi, dan pegiat seni pertunjukan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dosen agama Dr. I Ketut Donder, Agus Maha Usada Ketua NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali, Gde Yudane, Agung Rai ARMA, aktivis Putu Suasta, pelukis Made Budhiana, serta Rektor ISI Bali Prof. Kun Adnyana. Ada juga lawyer (pengacara) yang dulu waktu muda menjadi bagian dari Sanggar Putih Kadek Suardana.

Membahas buku persembahan untuk Kadek Suardana: Prof. IDG Palguna, Fajar Arcana, Joni Suhartawan, dan moderator Prof. Darma Putra (kanan)

Acara berlangsung hangat dan reflektif, diisi dengan berbagai pentas seni seperti pembacaan puisi, monolog, dan teater, serta kolaborasi tari, puisi, dan seni rupa. Selain itu, ditampilkan pula enggang-enggung nukilan puisi Gambuh Masutasoma yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer, sebuah wilayah kreatif yang lekat dengan perjalanan artistik Kadek Suardana.

Salah satu agenda utama dalam tribute ini adalah peluncuran dan diskusi buku Srenggi: Ibadah Seni Kadek Suardana yang memotret sosok Kadek Suardana dan dunia kreatifnya. Diskusi buku menghadirkan editor Fajar Arcana, penulis Joni Suhartawan, serta Prof. I Dewa Gede Palguna, dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan dipandu oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Enggang Enggung Nukilan Puisi Gambuh Masutasoma, Sanggar Bumi Bajra (Foto-foto Putu Suasta)

Sebagai moderator, Darma Putra menjelaskan bahwa buku Srenggi mengupas perjalanan Kadek Suardana dan kreativitasnya dalam dunia seni teater Bali selama hampir empat dekade, sejak 1980-an hingga 2010-an. Kiprah tersebut terutama melalui Sanggar Putih yang didirikannya dan kemudian berlanjut melalui Yayasan Arti atau Arti Foundation. Proses berkesenian dan karya-karya yang dihasilkan dibahas secara mendalam oleh para penulis buku, antara lain Ketut Yuliarsa, Dr. Agung Mas Ruscitadewi, Prof. Wayan Dibia, Joni Suhartawan, Gde Yudane, dan Gde Aryantha Soethama. Dua puisi juga dimuat masing-masing karya Warih Wisatsana berjudul “Simpang Jalan” dan puisi berbahasa Bali Mas Ruscitadewi “Bli Kadek, Galahe Masolah” (Bli Kadek, Saatnya Pentas).

Menurut Darma Putra, walau buku sudah dengan ringkas padat dan baik menyajikan sosok Kadek Suardana dan karya-karyanya, namun tentu masih banyak aspek kehidupan, proses kreatif, dan legasi Kadek Suardana yang perlu dibahas. Menyinggung hal tersebut, Ketut Yuliarsa (Ketua Panitia Trubute) dan Fajar Arcana (editor buku) akan melihat kemungkinan untuk menerbitkan edisi berikutnya dengan menambah sumbangan tulisan dari para penulis.

Tulisan-ulasan tentang Kadek Suardana, menurut Darma Putra, tidak akan menjadi potret tentang Kadek semata tetapi menjadi ilanskap perkembangan teater di Bali dari sosok Kadek Suardana dan karyanya.

Jejak brosur Lomba Drama Modern yang dilaksanakan senat mahasiswa Fakultas Sastra Unud

Darma Putra juga mengingat kembali relasi personal dan historisnya dengan Sanggar Putih. Ia merupakan Ketua Panitia Lomba Drama Modern Fakultas Sastra Universitas Udayana tahun 1983. Dalam ajang tersebut, Sanggar Putih berhasil meraih juara II, sedangkan juara I diraih oleh Sanggar Nyuh Gading.

Dalam kiprah selanjutnya, Sanggar Putih tampil sebagai salah satu kelompok teater terdepan di Bali, dengan Kadek Suardana hadir dalam berbagai pementasan penting, baik di Bali maupun di luar Bali. Karya-karya monumentalnya yang memadukan tradisi dan modern adalah Gambuh Macbet dan Sri Tanjung. Karya ini merangsang pelaksanaan festival Gambuh di Bali, semuanya inisiatif dan hasil kreativitas Kadek Suardana dan tim-nya di Sanggar Putih/ Arti Foundation.

Selain aktif di dunia teater, Kadek Suardana juga terlibat dalam produksi film. Ia tercatat menyusun musik untuk film “Api Cinta Antonio Blanco” pada 1999–2000 dan ikut bermain dalam film “Noesa Penida: Pelangi Cinta Pandansari” pada 1988, yang menunjukkan kelenturan pencapaian artistiknya lintas medium.

Menutup diskusi buku, Darma Putra merumuskan konsep berkesenian Kadek Suardana dalam ungkapan bahasa Bali “Sing melah, sing masolah”, yang bermakna jika belum baik, tidak akan dipentaskan di ruang publik; atau “kalau belum pantas jangan dulu pentas”.

Prinsip inilah yang menjelaskan mengapa setiap pentas Kadek Suardana selalu tampil kuat dan memikat, karena proses persiapan dan latihan dijalani dengan total sungguh-sungguh, dan karya hanya dihadirkan ke hadapan publik ketika telah mencapai kualitas yang diyakini matang atau ‘pantas’. Seperti apa ‘pantas’ itu, mungkin bisa ditangkap sepintas dari sajak Mas Ruscitadewi:

Yang kiri adalah bait pembuka, yang kanan bait penutup. Bait pertama melukiskan kesungguhan awal belajar masolah, bait terakhir melukiskan siap tampil, pantas pentas, karena semuanya sudah menjadi, seperti irama seruling sudah indah memukau; laksana cahaya yang sudah berapi-api.

Jika diringkaskan, kiranya sajak ini menegaskan bahwa pentas hanya bisa dilakukan kalau segalanya sudah pantas, seperti teladan dari para pragina (penari, seniman) Bali dahulu. Yang jadi hanya yang nadi; atau yang nadi hanya yang jadi. Taksu tak pernah kesusu.

Tribute ini tidak hanya menjadi peringatan hari kelahiran, tetapi juga penegasan kembali posisi Kadek Suardana sebagai figur penting dalam sejarah teater Bali modern, seorang seniman dengan integritas dan komitmen artistik yang meninggalkan jejak panjang dalam dunia kesenian dan kebudayaan Bali.

Kesedihan kerabat dan pengagumnya atas kepergian Kadek Suardana yang begitu cepat diobati dengan legasinya yang terus hidup dalam bentuk spirit berkesenian yang cemerlang. [T]

Tags: BukuSanggar PutihTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Uye: Menguatkan Harmoni dan Kearifan Lokal

Next Post

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co