Di tengah riuhnya layar gadget, video pendek yang tak ada habisnya, dan game online yang membuat lupa waktu, hadir satu sosok boneka kayu yang mengajak anak-anak dan orang dewasa kembali ke dunia imajinasi. Bukan Pinocchio, bukan Si Unyil tapi, Begol seorang anak dari pemilik usaha ikan bakar yang tinggal di pesisir selatan pulau Bali.
Begol memiliki rahasia yang disimpannya sendiri. Rahasia yang membuatnya tidak diejek lagi oleh saudara-saudaranya dan rahasia yang membuat usaha ikan bakar orang tuanya kian ramai.
Begol dan Rahasianya adalah pementasan teater boneka karya Kacak Kicak Puppet Theater. Sebelum bercerita lebih jauh tentang Begol, kita kenalan dulu dengan Kacak Kicak, kelompok teater boneka berbasis di Bali yang sejak awal konsisten mengeksplorasi cerita anak-anak dan fabel lokal. Tapi jangan bayangkan cerita klasik yang kaku. Kacak Kicak justru tumbuh dari proses pengamatan lingkungan sekitar. Cerita lahir dari apa yang dekat, apa yang dilihat sehari-hari, dan apa yang dirasakan bersama.

Kacak Kicak tidak hanya bercerita tentang anak-anak, tapi juga bercerita bersama anak-anak. Mereka kerap berkolaborasi langsung dengan anak-anak, mulai dari menyusun cerita hingga mementaskannya. Proses ini membuat setiap karya terasa jujur, lugu, dan penuh sudut pandang khas dunia anak.
Hal lain yang membuat Kacak Kicak berbeda adalah material yang mereka gunakan. Kacak Kicak sedang aktif mengeksplorasi limbah kayu pantai sebagai bahan utama pembuatan boneka dan properti pertunjukan. Begitu pula Begol dan keluarganya, mereka semua terbuat dari kayu-kayu sisa yang terdampar di pantai.
Lewat pilihan material ini, Kacak Kicak ingin menyampaikan pesan sederhana tapi penting: bahwa benda yang dianggap sisa, tak bernilai, bahkan tak berguna secara ekonomi, masih bisa hidup kembali sebagai karya seni. Bahkan, bisa bercerita dan menghibur banyak orang.
Di tengah minimnya pementasan teater boneka untuk anak-anak di Bali, Kacak Kicak hadir membawa sesuatu yang segar. Pendekatan pertunjukan yang hangat, penggunaan limbah sebagai bahan baku, serta cerita yang dekat dengan keseharian membuat anak-anak seperti diajak pulang ke dunia mereka sendiri, dunia imajinasi, tawa, dan rasa ingin tahu.
Tak hanya lewat pertunjukan, Kacak Kicak juga rutin mengadakan workshop membuat kerajinan dari limbah kayu. Aktivitas ini bukan hanya seru, tapi juga membuka wawasan tentang kreativitas, lingkungan, dan cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Pada tahun 2023, pendiri Kacak Kicak Puppet Theater, Jong Santiasa Putra, bersama dua seniman lainnya mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Cush Cush Gallery, LagiLagi, serta enam desa di Bali. Kolaborasi ini diwujudkan dalam rangkaian workshop bersama anak-anak di enam desa tersebut.
Dari proses itu lahirlah sebuah antologi cerita berjudul Tell Me Tales. Buku ini merangkum nilai, pengalaman, dan cerita yang sangat lekat dengan lingkungan masing-masing desa. Alam, kehidupan sehari-hari, hubungan antar manusia, hingga nilai moral dan tema kehidupan dikemas dengan sederhana namun bermakna.
Salah satu cerita dalam antologi ini adalah “Begol dan Rahasianya”, yang ditulis oleh Jong. Cerita ini kemudian dialihwahanakan menjadi pertunjukan teater boneka dan di sinilah Begol mulai berpetualang lebih jauh.
Sejak menjadi pertunjukan, Begol tidak hanya tinggal di satu tempat. Ia sudah berkeliling, bahkan sempat tampil di Gulali Festival di Yogyakarta. Di tahun 2024, Begol hadir dalam format pementasan online, lalu kembali menyapa penonton secara langsung lewat pementasan offline pada Oktober 2025.

Dan perjalanan Begol belum berhenti. Tepat pada 21 Desember 2025, Begol kembali tampil menghibur warga Jembrana, Bali, dalam rangka Jegog Spirit Festival. Sebuah perjalanan yang cukup jauh untuk sebuah boneka kayu, apalagi boneka yang lahir dari cerita desa.
Untuk memperkenalkan teater boneka dan Begol ke lebih banyak orang, Kacak Kicak menggandeng Seka Rare, sebuah Kids Camp yang diadakan di Tegal Temu Space yang memberi ruang kepada anak-anak untuk berada di alam dan menjadi dirinya sendiri, serta menghubungkan kembali anak-anak dengan bumi dan lingkungannya.
Kesamaan visi dan misi di antara dua kelompok ini menjadi cikal bakal hadirnya pentas solo Begol di sepanjang hari Minggu di bulan Januari, tepatnya pada tanggal 4, 11, 18, dan 25 Januari 2026, bertempat di Studio 1930 Tegal Temu Space, Batubulan.

Karena rahasia kadang tak hanya hadir lewat cerita di atas panggung, pengalaman di sekelilingnya pun ikut melengkapinya. Bukan hanya pertunjukan, acara ini juga dimeriahkan dengan workshop, sehingga cocok dijadikan pilihan quality time bersama keluarga. Menonton, berkreasi, dan berbagi cerita berlangsung dalam satu ruang yang ramah anak. Di sana, pengunjung bisa mampir ke lapak buku anak dari Penerbit Partikular, menemukan buku Tell Me Tales versi bahasa Inggris dan Indonesia dari Cush Cush Gallery dan LagiLagi, serta melihat buah tangan khas dari Kacak Kicak. Siapa tahu, rahasia Begol justru ikut pulang dalam bentuk buku, karya kecil, atau keinginan untuk kembali menyimak ceritanya lagi.
Wah seru sekali ya..
Mau tahu keseruan lainnya dan rahasia apa yang disimpan oleh Begol?

Daripada penasaran, lebih baik datang langsung beramai-ramai. Segera amankan tiketmu dan pesan di bit.ly/tiketbegol.
Kita ketemu Begol, duduk bareng, tertawa, dan sama-sama mencari tahu rahasianya. [T]
Penulis: Devy Gita
Editor: Adnyana Ole



























