3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GUS — Memperingati 16 Tahun Wafat Gus Dur

Hartanto by Hartanto
December 24, 2025
in Esai
GUS — Memperingati 16 Tahun Wafat Gus Dur

Gus Dur mengenakan pakaian Tionghoa | Foto dari Instagram Yenny Wahid

 JIKA kali ini langit warna kelabu, dan gerimis menepis tepi daun – bau tanah basah jadi penanda. Ada duka tak terkata. Duka itu milik kita semua. Milik setiap insan yang cinta akan kebersamaan dalam aneka perbedaan.

Milik para pecinta kedamaian. Ya, Gus Dur telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Beliau berpulang, untuk duduk disisiNYA pada 30 Desember 2009.

Gus Dur adalah  ‘samudra tanpa dasar’. Ia, senantiasa memberi ‘setetes rasa damai’ bagi yang terpinggirkan, tersisih, teraniaya, dan segala ‘ter’ yang berkonotasi tekanan.

Karena ia adalah samudra yang tak terukur kedalamannya, maka ‘tetesan rasa damai’ itu tak pernah habis sampai akhir hayatnya. Pemikiran-pemikirannya yang genial dan visioner, masih tetap bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, hingga kini.

Gus, meski kepercayaan kita berbeda, tapi saya senantiasa menganggap bahwa anda adalah ‘kyai’ saya. Anda adalah ‘maha guru’ saya dalam soal pemikiran. Karena anda adalah cendikiawan sejati, yang selalu terlibat dalam masalah-masalah aktual di masyarakat, dan tidak hanya menyuarakan kebenaran dari ketinggian menara. Meski engkau sedang duduk di singgasana istana sekalipun.

Ketika itu, seluruh isi alam semesta pasti berduka dengan kepergianmu. Ini, kubaca dari airmata sekawanan burung camar yang melintas di atas laut Sanur. Cericitnya, adalah ‘nyanyian duka’ yang mewakili jerit hati setiap insan pecinta kedamaian.

Aku juga ‘terguncang’ menatap garis pantai yang nun di Timur pantai Sanur. Sekawanan burung camar itu, menuju arah Karangasem. Mungkin, ia ingin mengabarkan kepergianmu pada seorang ’sahabat baikmu’ Gus.

Disana, di Karangasem, telah beberapa lama seorang sahabat baikmu ‘istirah’. Ibu Gedong Oka ‘batu karang dari Karangasem’. Hanya dia Gus, satu orang yang tetap berdiri di gedung DPR RI untuk tetap loyal padamu. Ketika semua orang yang ada di gedung itu meninggalkanmu.

Sejak saat itu, saya jadi lebih menghormati beliau Gus, meski dalam beberapa pemikiran kami acap berbeda. Dengan memahami sahabat sahabatmu, aku jadi semakin paham akan dirimu Gus.

Kepergianmu, mengingatkanku pada proses awal demokrasi yang sebenarnya di negeri ini. Ketika engkau memilih mendirikan *Forum Demokrasi* di tahun 91, manakala ‘kekuasaan’ menciptakan ‘homogenitas’ kaum cendikiawan.

Yang sebenarnya justru merupakan pengingkaran pada prinsip kaum cendikiawan. Disinilah Gus, engkau dan teman-temanmu, 45 intelektual dari berbagai komunitas religius dan social, telah merintis reformasi pemikiran yang sebenarnya. Paling tidak, tentang demokrasi dan jiwa merdeka.

Lewat seorang sahabat, selaku bendahara Forum Demokrasi, yang juga atasanku — redaktur pelaksana  di majalah Matra –  Kemala Atmodjo,  aku bisa bersentuhan dengan  makna demokrasi yang sesungguhnya. Aku kian bisa mengenal pemikiran pemikiran mu dan juga teman-temanmu, para cendikiawan terbaik di negeri ini.

Aku cukup beruntung Gus, sebab ketika aku acap bermalam di Wisma Seni Taman Ismail Marzuki, aku bisa berkesempatan menghadiri diskusi diskusi Forum Demokrasi, Sebab, TIM  tidak jauh dari Jl. Gondangdia, tempat Fordem acap menyelenggarakan diskusi.

Semula Gus, aku tetaplah penakut. Manakala hadir dalam diskusi-diskusi Fordem, aku selalu memilih tempat dekat pintu. Alasannya Gus, agar aku bisa cepat mangkir ketika polisi datang. ‘Tekanan kekuasaan’ pada minoritas berpuluh-puluh tahun, membuatku jadi kerdil dan penakut. Itu realita Gus.

Demikian juga saat acara halal-bihalal FORDEM di TIM tahun 1992. Saat itu, Kemala Atmodjo jadi ketua panitia acara tersebut. Aku tetap menepi di pintu keluar saat Kemala di interograsi polisi yang membubarkan acara itu.

Aku tetap penakut. Aku tak seberani Putu Wirata sahabatku. Ia, berani sendirian bersikukuh mendirikan A;iansi Jurnalis Independen di Bali ketika kekuasaan begitu kuat menekannya.

Tapi, lama kelamaan mengikuti diskusi diskusimu, aku kian sadar Gus. Rasa takut, bukan anasir yang mesti dipelihara oleh setiap mahluk di bumi ini.

Aku juga kian paham Gus, kaum cendekiawan tak berada di kelas tersendiri, tetapi berlaku bagi siapa saja yang melakukan perjuangan menegakkan kebenaran guna mewujudkan keadilan, kebebasan, dan demokrasi.

Gus, aku mulai berani duduk di depan dan tak lagi di dekat pintu keluar ketika acara diskusimu di LBH Jakarta tahun 1993. Saat itu, engkau bersama Adnan Buyung dan Franz Magnis Suseno sebagai pembicara.

Itu lah Gus, betapa banyak pelajaran yang saya timba dari dirimu. Yang paling penting dari seluruh proses itu Gus, adalah aku dapat belajar banyak mengatasi rasa takut dalam memperjuangkan kebenaran.

Gus, gerimis kali ini,  mungkin merupakan tangis dari alam semesta atas kepergianmu. Kami, senantiasa merindukanmu. Juga merindukan sosok sepertimu yang mampu menebarkan ‘kabar baik’ bahwa kepercayaan yang kau peluk, adalah pemberi damai bagi setiap mahluk yang hidup di jagat raya ini.

Gus, bagiku, anda adalah ‘maha kyai’ bagi seluruh umat yang hidup di jagat raya ini. Akhir kata Gus, aku ingin memetik kata-kata penyair Umbu Landu Paranggi, sebagai tanda hormatku pada mu ;_”Selamat Jalan Gus, sampai ketemu di Kemah Ibrahim”. [T]

Penulis: Hartanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gus Dur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Destinasi Wisata Dunia Harus Mewaspadai Krisis Lingkungan

Next Post

Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co