23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GUS — Memperingati 16 Tahun Wafat Gus Dur

Hartanto by Hartanto
December 24, 2025
in Esai
GUS — Memperingati 16 Tahun Wafat Gus Dur

Gus Dur mengenakan pakaian Tionghoa | Foto dari Instagram Yenny Wahid

 JIKA kali ini langit warna kelabu, dan gerimis menepis tepi daun – bau tanah basah jadi penanda. Ada duka tak terkata. Duka itu milik kita semua. Milik setiap insan yang cinta akan kebersamaan dalam aneka perbedaan.

Milik para pecinta kedamaian. Ya, Gus Dur telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Beliau berpulang, untuk duduk disisiNYA pada 30 Desember 2009.

Gus Dur adalah  ‘samudra tanpa dasar’. Ia, senantiasa memberi ‘setetes rasa damai’ bagi yang terpinggirkan, tersisih, teraniaya, dan segala ‘ter’ yang berkonotasi tekanan.

Karena ia adalah samudra yang tak terukur kedalamannya, maka ‘tetesan rasa damai’ itu tak pernah habis sampai akhir hayatnya. Pemikiran-pemikirannya yang genial dan visioner, masih tetap bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, hingga kini.

Gus, meski kepercayaan kita berbeda, tapi saya senantiasa menganggap bahwa anda adalah ‘kyai’ saya. Anda adalah ‘maha guru’ saya dalam soal pemikiran. Karena anda adalah cendikiawan sejati, yang selalu terlibat dalam masalah-masalah aktual di masyarakat, dan tidak hanya menyuarakan kebenaran dari ketinggian menara. Meski engkau sedang duduk di singgasana istana sekalipun.

Ketika itu, seluruh isi alam semesta pasti berduka dengan kepergianmu. Ini, kubaca dari airmata sekawanan burung camar yang melintas di atas laut Sanur. Cericitnya, adalah ‘nyanyian duka’ yang mewakili jerit hati setiap insan pecinta kedamaian.

Aku juga ‘terguncang’ menatap garis pantai yang nun di Timur pantai Sanur. Sekawanan burung camar itu, menuju arah Karangasem. Mungkin, ia ingin mengabarkan kepergianmu pada seorang ’sahabat baikmu’ Gus.

Disana, di Karangasem, telah beberapa lama seorang sahabat baikmu ‘istirah’. Ibu Gedong Oka ‘batu karang dari Karangasem’. Hanya dia Gus, satu orang yang tetap berdiri di gedung DPR RI untuk tetap loyal padamu. Ketika semua orang yang ada di gedung itu meninggalkanmu.

Sejak saat itu, saya jadi lebih menghormati beliau Gus, meski dalam beberapa pemikiran kami acap berbeda. Dengan memahami sahabat sahabatmu, aku jadi semakin paham akan dirimu Gus.

Kepergianmu, mengingatkanku pada proses awal demokrasi yang sebenarnya di negeri ini. Ketika engkau memilih mendirikan *Forum Demokrasi* di tahun 91, manakala ‘kekuasaan’ menciptakan ‘homogenitas’ kaum cendikiawan.

Yang sebenarnya justru merupakan pengingkaran pada prinsip kaum cendikiawan. Disinilah Gus, engkau dan teman-temanmu, 45 intelektual dari berbagai komunitas religius dan social, telah merintis reformasi pemikiran yang sebenarnya. Paling tidak, tentang demokrasi dan jiwa merdeka.

Lewat seorang sahabat, selaku bendahara Forum Demokrasi, yang juga atasanku — redaktur pelaksana  di majalah Matra –  Kemala Atmodjo,  aku bisa bersentuhan dengan  makna demokrasi yang sesungguhnya. Aku kian bisa mengenal pemikiran pemikiran mu dan juga teman-temanmu, para cendikiawan terbaik di negeri ini.

Aku cukup beruntung Gus, sebab ketika aku acap bermalam di Wisma Seni Taman Ismail Marzuki, aku bisa berkesempatan menghadiri diskusi diskusi Forum Demokrasi, Sebab, TIM  tidak jauh dari Jl. Gondangdia, tempat Fordem acap menyelenggarakan diskusi.

Semula Gus, aku tetaplah penakut. Manakala hadir dalam diskusi-diskusi Fordem, aku selalu memilih tempat dekat pintu. Alasannya Gus, agar aku bisa cepat mangkir ketika polisi datang. ‘Tekanan kekuasaan’ pada minoritas berpuluh-puluh tahun, membuatku jadi kerdil dan penakut. Itu realita Gus.

Demikian juga saat acara halal-bihalal FORDEM di TIM tahun 1992. Saat itu, Kemala Atmodjo jadi ketua panitia acara tersebut. Aku tetap menepi di pintu keluar saat Kemala di interograsi polisi yang membubarkan acara itu.

Aku tetap penakut. Aku tak seberani Putu Wirata sahabatku. Ia, berani sendirian bersikukuh mendirikan A;iansi Jurnalis Independen di Bali ketika kekuasaan begitu kuat menekannya.

Tapi, lama kelamaan mengikuti diskusi diskusimu, aku kian sadar Gus. Rasa takut, bukan anasir yang mesti dipelihara oleh setiap mahluk di bumi ini.

Aku juga kian paham Gus, kaum cendekiawan tak berada di kelas tersendiri, tetapi berlaku bagi siapa saja yang melakukan perjuangan menegakkan kebenaran guna mewujudkan keadilan, kebebasan, dan demokrasi.

Gus, aku mulai berani duduk di depan dan tak lagi di dekat pintu keluar ketika acara diskusimu di LBH Jakarta tahun 1993. Saat itu, engkau bersama Adnan Buyung dan Franz Magnis Suseno sebagai pembicara.

Itu lah Gus, betapa banyak pelajaran yang saya timba dari dirimu. Yang paling penting dari seluruh proses itu Gus, adalah aku dapat belajar banyak mengatasi rasa takut dalam memperjuangkan kebenaran.

Gus, gerimis kali ini,  mungkin merupakan tangis dari alam semesta atas kepergianmu. Kami, senantiasa merindukanmu. Juga merindukan sosok sepertimu yang mampu menebarkan ‘kabar baik’ bahwa kepercayaan yang kau peluk, adalah pemberi damai bagi setiap mahluk yang hidup di jagat raya ini.

Gus, bagiku, anda adalah ‘maha kyai’ bagi seluruh umat yang hidup di jagat raya ini. Akhir kata Gus, aku ingin memetik kata-kata penyair Umbu Landu Paranggi, sebagai tanda hormatku pada mu ;_”Selamat Jalan Gus, sampai ketemu di Kemah Ibrahim”. [T]

Penulis: Hartanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gus Dur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Destinasi Wisata Dunia Harus Mewaspadai Krisis Lingkungan

Next Post

Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Begol dan Rahasianya: Ketika Limbah Kayu Pantai Punya Cerita Rahasia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co