23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
in Kuliner
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Berbagai macam sambal kerajaan di di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal Chili Festival 2025. Ada yang  tampak kebingungan harus memilih jenis sambal yang mana; ada yang langsung mencoba dari satu deret ke deret berikutnya; ada yang hanya memilih jenis sambal yang diketahuinya; dan ada pula yang melihat-lihat tanpa mencoba sama sekali.

Sambal yang disajikan memang bukan satu atau dua jenis. Jumlah sambal yang dipamerkan sebanyak 70 jenis dan merupakan sambal khas kerajaan dari 9 puri di Pulau Dewata. Sambal ini disajikan dalam 4 stand yang ditata dengan nuansa tradisional Bali. Setiap sambal diisi nama dan bahan yang digunakan. Bagi mereka yang lahir di tahun 70-90an, mencicipi berbagai jenis sambal tempo dulu itu sebagai ajang untuk bernostalgia.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal. Kami berharap, Bali Royal Chili ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Bali, tidak hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi kuliner kelas dunia,” kata Alexander Zulkarnain selaku ACT Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia Group.

Sambal pangi di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Sambal-sambal itu tak semuanya lumrah. Artinya, tidak banyak dikenal oleh masyarakat kini. Mereka lebih banyak mencicipi sambal yang biasa ditemui sehari-hari, seperti sambal goring, sambal bongkot, sambal kecicang megoreng, dan lainnya. Berbeda halnya dengan para orang tua, lebih banyak mencoba sambal yang jarang ditemukan, seperti sambal pangi, sambak encal metunu, dan lainnya. Mereka mencicipi sambal itu untuk mengenang masa lalunya.

Bali Royal Chili Festival 2025 merupakan inisiatif Taman Safari Indonesia yang menjadi festival kuliner dan budaya. Festival ini berlangsung mulai 28 Agustus hingga 7 September 2025 bertempat di UMA Restaurant dan bertujuan untuk mempromosikan sekaligus melestarikan berbagai resep tradisional—sambal dari dapur istana Kerajaan Bali. “Tahun ini kami menampilkan kurang lebih 70 jenis sambal autentik dari 9 puri di Bali,” tegas Alexander Zulkarnain.

Festival ini mengajak pengunjung menjelajahi kekayaan budaya Bali melalui pameran kuliner budaya yang interaktif di Bale Banjar. Pameran ini akan menampilkan keindahan kain kerajaan dengan motif dan teknik tenun tradisional, musik kerajaan yang dimainkan dengan instrumen tradisional Bali, dan pengalaman mencicipi kopi kerajaan, di mana varian kopi pilihan akan disajikan secara istimewa.

Sambal encak matunu di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Selain itu, akan ada layanan kopi oleh barista profesional serta lokakarya bagi mereka yang ingin belajar membuat kopi sendiri. Kain kerajaan, kopi kerajaan, dan musik kerajaan masing-masing akan memiliki area ‘istana’ khusus mereka sendiri, menciptakan tampilan yang istimewa dan imersif.

“Melalui Bali Royal Chili 2025, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya unik tetapi juga sarat makna budaya adiluhung Indonesia,” ucapnya.

Festival ini merupakan wujud komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung pelestarian warisan kuliner nusantara, khususnya resep sambal kerajaan yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Festival ini melibatkan berbagai elemen budaya seperti tarian, musik, kain tradisional, hingga kopi Bali.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal,” ujar Alexander Zulkarnain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya yang mewakili Gubernur Bali pada pembukaan festival tersebut mengatakan, Bali Royal Chili Festival 2025 ini wujud pengingatan terhadap warisan rasa dan tradisi Bali, khususnya budaya Bali. Festival ini mengangkat warisan nilai dari segi teknik memasak maupum hidangan.

Sambal bongkot di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur khususnya bidang kuliner yang sudah dilakukan secara turun-temurin. “Budaya tak hanya untuk dikenal, tetapi diwarisakan dan dikembangkan,” imbuhnya.

Perwakilan Puri Karangasem, Anak Agung Made Dewandra Jelantik mengatakan, sambal salah satu jenis makanan ini hampir ada di seluruh nusantara. Kalau makan mesti ada sambal untuk memberikan rasa yang autentik. Pada festival sebelumnya hanya menyajikan 30 sambal, namun kali ini jumlahnya meningkat setelah melakukan kurasi di beberap puri di Bali.

“Terima kasih Bali Safari yang menjaga dan melestarikan sambal luluhur kami. Kami berharap festival ini bisa dikembangkan di daerah lain, sehingga sambal ini bisa menjadi budaya mempersatukan nusantara,” harap Dewandra Jelantik.

Bondres gedebong goyang mencicipi sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Perwakilan Puri Karangasem ini menyampaikan, festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya Bali. Resep sambal kerajaan yang diwariskan turun-temurun kini dapat dinikmati masyarakat luas dalam suasana penuh kearifan lokal.

Dengan semangat pelestarian dan perayaan kuliner kerajaan, Bali Royal Chili 2025 mengajak masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan keunikan sambal Kerajaan Bali.

Festival ini harus memberikan kontribusi positif kepada Bali. Even tahunan berbasis kearifan lokal ini dapat mendorong keterlibatan aktif usaha lokal. Festival ini menjadi atraksi budaya yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Legendari kuliner puri I Gusti Nyoman Darta demo buat sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Lebih dari sekadar festival makanan, acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi, budaya, dan pengalaman wisata, menghadirkan Bali sebagai destinasi yang kaya rasa, penuh makna, dan tak terlupakan,” ungkap Dewandra Jelantik.

Sebelum Bali Royal Chili Festival 2025 ini dibuka secara resmi, Bondres Gedebong Goyang memaparkan sambal sebagai kearifan lokal yang patut dilestarikan. Pemaparannya itu tentu dilakukan melalui “gegonjakan” di atas panggung, lucu, menarik dan sarat pesan. Meski mereka berdua merupakan bule, tetapi mereka menggunakan bahasa Bali lumbrah—bahkan bahasa Bali halus.

Acara pembukaan kemudian diakhir dengan demo masak oleh legendari kuliner I Gusti Nyoman Darta yang membuat sambal kukus dan sambal paya.[T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bali Royal Chili FestivalBali Royal Chili Festival 2025kerajaan balikerjaankulinerpurisambal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Next Post

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co