23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menentang Dominasi Hallyu, Sakaguchi Kentaro sebagai “Soft Power”Jepang

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 20, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

HALLYU wave atau gelombang Korea sudah mendominasi lini kehidupan dan budaya popular di Indonesia. Hallyu wave bukan lagi hanya tren, namun juga kekuatan ekonomi, budaya, serta media. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana awalnya musik K-Pop yang mendominasi, kemudian film dan drama Korea, industri kecantikan hingga makanan Korea menjadi tren di Indonesia.

Saya berfokus pada bagaimana industri sinema dan drama Korea telah popular dan mendominasi Indonesia. Sebut saja film Exhuma yang telah berhasil membuat rekor ditonton sebanyak 2 juta penonton di Indonesia pada tahun 2024, belum lagi drama Korea yang menempati top 10 tayangan regional Indonesia di aplikasi OTT seperti Netflix, Viu, Video, dll.

Di tengah era gempuran budaya Hallyu yang telah menjamur di Asia, muncul sebuah nama yang telah berhasil menciptakan fenomena baru yang menarik dan berhasil menciptakan arus baru yaitu Sakaguchi Kentaro, seorang aktor dan model berasal dari Jepang. Sakaken (nama singkatan Sakaguchi Kentaro) telah berhasil membangun basis fans yang kuat di luar Jepang, bahkan sampai ke Korea. Filmografi Sakaken seperti pada remake drama Korea berjudul Signal (2018) yang sangat populer di Korea dan yang terbaru series kerjasama antara Korea dan Jepang yaitu What Comes After Love (2024) telah menjadikan Sakaken sebagai sosok yang bisa dibilang menjembatani dua budaya pop raksasa di Asia.

Bukan sekedar aktor biasa, Sakaken telah berhasil mengembalikan kekuatan dan daya tarik J-drama atau dorama kepada penonton internasional. Keberhasilan ia membawa piala sebagai pemenang di ajang bergengsi Asia Artist Awards 2023 telah memperlihatkan bagaimana ia diakui oleh penonton global. Sakaken membuktikan bahwa dorama masih dinikmati oleh penonton internasional dan bahkan mengukuhkan kedudukannya di tengah terpaan drama Korea.

***

Filmografi Sakaken yang banyak tayang di OTT membuatnya mudah diakses oleh penonton global. Berikut adalah filmografi Sakaken di OTT yaitu Netflix seperti Beyond Goodbye, The Parades, Hell Dogs, kemudian di Viu ada What Comes After Love, Signal, Hiru, dll. Proyek yang masuk OTT ini membuat penonton drama Korea secara pelan-pelan mulai tertarik untuk eksplorasi dorama dan membuat Sakaken sebagai wajah baru dorama yang diakui oleh khalayak.

Kentaro berhasil menarik penonton bukan dengan image sebagai “idola pria sempurna” ala drama Korea, melainkan ia menggambarkan persona yang lebih terhubung dan natural dengan keadaan penonton. Ia tidak memberikan fantasi berlebihan kepada audiens melainkan sebuah cerminan bagaimana laki-laki Jepang dalam kesehariannya yang realistis.

Wajah tampan diiringi senyum yang menonjolkan lesung pipi, serta penampilan dia yang apa adanya tanpa make up menonjol justru membuat ia semakin digemari. Peran-peran yang diambil Sakaken pun lebih membumi. Hal tersebutlah yang berhasil membuat Sakaguchi Kentaro sebagai sosok yang menjembatani keunikan dirinya dan memikat audiens dengan sifat realistisnya di tengah representasi budaya pop yang penuh glamor.

Hal yang berhasil dibawakan oleh Sakaken adalah bagaimana ia berhasil berakting dengan gaya naturali, subtle dan minimalis. Tanpa melakukan ekspresi berlebihan, ia mengandalkan tatapan mata, nada suara yang tenang untuk menyampaikan emosi dan bahasa tubuh yang sudah menjadi ciri khas film dan dorama Jepang.

Fleksibilitas ia dalam menjalankan peran juga menjadi daya tarik tersendiri, contoh bagaimana ia menjadi pria romantis dan lembut dalam film The Last 10 Years, dokter ambisius dalam dr. Storks serta jurnalis idealis di MIU404. Karakter yang beragam ini memperlihatkan kemampuan aktingnya yang luas dan menjadikan kesempatan lebar untuk Sakaken semakin mendapatkan audiens yang luas.

Dorama biasanya menampilkan estetika visual yang berbeda dan kontras dengan drama Korea yang cenderung glamor dan penuh warna. Dorama biasanya memiliki palet warna yang lebih lembut, mengandalkan pencahayaan alami, memanfaatkan keheningan sebagai emosi yang membangun suasana. Gaya tersebut telah berhasil menjadi ciri khas dorama Jepang yang memiliki nuansa tenang, puitis serta introspektif.

Selain itu, dorama juga biasanya menampilkan narasi yang tidak konvesional, seperti berfokus pada perkembangan karakter yang lambat serta eksplorasi isu sosial. Contoh dalam dorama The Journalist yang membahas tentang isu korupsi politik. Plot seperti itu jarang ditemui dalam drama Korea romantis populer yang mendapatkan banyak penonton di Indonesia, meskipun sebenarnya drama Korea pun memiliki banyak genre yang spesifik dan mengangkat isu sosial, hanya saja tidak berhasil mendapatkan antusiasme penonton.

Ada satu hal yang kemungkinan dihadapi oleh industri hiburan Korea dan menjadi kesempatan untuk industri hiburan Jepang, yaitu adanya potensi penonton jenuh terhadap formula drama dan film Korea yang terus berulang. Dorama berhasil membawa angin segar bagi penonton dengan gaya akting yang natural, estetika visual yang tenang dan plot yang membawa isu sosial. Hal ini bukan sekedar bagaimana Jepang menggantikan Hallyu, namun lebih kepada bagaimana ia melengkapi industri hiburan Asia dengan pilihan yang lebih beragam. Fakta dan potensi ini memberikan ruang untuk budaya pop Jepang yang masih bisa menarik lebih banyak penggemar.

***

Populernya Sakaken di ranah internasional bukan sekedar anomali biasa dan cepat seperti FYP TikTok, namun merupakan cerminan strategi yang adaptif dan daya tarik industri hiburan Jepang. Kemunculan OTT menjadi salah satu kunci penting Sakaken bisa menembus pasar global tanpa perlu bersaing head to head dengan dominasi drama Korea di media TV tradisional.

 Adanya OTT seperti Netflix, Disney+, Viu, telah menjadi kunci bagi kebangkitan dorama Jepang. Adanya OTT membuat dorama bisa menjangkau penonton global melampaui batasan geografi, kemudahan akses di segala ruang dan tidak adanya kebutuhan jam tayang di waktu utama yang biasanya menjadi kunci di TV tradisional.

Contoh mudah dengan filmografi Sakaken seperti Beyond Goodbye, The Parades (Netflix) dan What Comes After Love (Viu) yang tersedia secara internasional dan bisa diakses kapan pun, di mana pun, memungkinkan penggemar drama Korea yang sudah memiliki kebiasaan menonton di OTT menjadi terpapar dengan konten dorama dan sinema Jepang. Maka, dengan fakta di atas bisa dibilang Sakaken menjadi pintu gerbang bagi audiens global untuk mulai mengeksplorasi industri film dan drama Jepang yang menonjolkan estetika serta narasi yang berbeda dari drama Korea.

Lebih dari sekadar aktor, Sakaken telah berhasil menjadi ikon serta jembatan budaya. Kemunculan Sakaken di kancah internasional adalah bagaimana keberhasilan merayakan keunikan dan keterbaruan. Dengan adanya Kentaro, audiens global bisa mulai mengkonsumsi hiburan dan mengenal budaya, estetika visual serta isu sosial yang sedang relevan dengan kondisi di Jepang.

Industri film dan dorama Jepang tidak perlu meniru formula Hallyu untuk bisa bersaing di kancah global. Mereka memiliki kekuatan sendiri, yaitu identitas dan keunikan mereka. Sakaken telah menjadi bukti bahwa orisinilitas menjadi pendekatan yang efektif. Dorama telah berhasil menemukan penontonnya sendiri tanpa harus melakukan copy paste formula drama Korea. Ini merupakan jalan yang baik menuju keberlanjutan serta relevansi global budaya pop Jepang yang diharapkan akan sustain. [T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Suara dalam Keheningan: Takarir “Sore: Istri dari Masa Depan” Bisa menjadi Pelajaran Penting bagi Sinema Indonesia
Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia
Batas Budaya: Transnasionalisme Semu dalam Proyek Film dan Drama Jepang-Korea
Estetika dalam Film Dokumenter: Kunci Visual untuk Bercerita
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie
Tags: drama jepangdrama koreafilm jepangfilm koreaJepang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahkan Mencintai Dicurigai

Next Post

Jose Rizal Manua: Membuka Gerbang Imajinasi Anak dari Emperan TIM ke Panggung Dunia

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Jose Rizal Manua: Membuka Gerbang Imajinasi Anak dari Emperan TIM ke Panggung Dunia

Jose Rizal Manua: Membuka Gerbang Imajinasi Anak dari Emperan TIM ke Panggung Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co