14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suara dalam Keheningan: Takarir “Sore: Istri dari Masa Depan” Bisa menjadi Pelajaran Penting bagi Sinema Indonesia

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 18, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

FILM Sore: Istri dari Masa Depan sedang menjadi topik hangat di jagat sinema Indonesia. Hampir semua timeline media sosial saya mengulas Sore dari berbagai perspektif. Dua minggu setelah rilis saya akhirnya berkesempatan menontonnya di bioskop depan kampus. Penuh dengan ekspektasi, karena orang-orang memberikan review bagus untuk film ini, dan saya mengakui kemampuan Yandy Laurens dalam menciptakan film dan series-series sebelumnya.

Setelah menonton, saya tidak lagi tertarik untuk mengungkapkan apakah film ini bagus atau tidaknya karena hal tersebut sangat melekat dengan resepsi dan selera penonton. Meskipun begitu, ada hal lain yang terus berputar di otak saya, bagaimana film Sore: Istri dari Masa Depan memiliki takarir yang sangat inklusif, khususnya untuk teman tuli. Takarir yang ditampilkan selama film tersebut saya tonton sangatlah detail, hingga saya sepertinya tidak pernah terlepas dari membaca detail takarir selama tayang,

Takarir yang detail dan inklusif ini sayangnya tidak banyak disadari dalam produksi film pada umumnya, padahal hal tersebut memiliki dampak besar terhadap aksesibilitas untuk semua kalangan. Takarir yang inklusif harusnya tidak sekedar subtitle dialog, namun juga mencakup seluruh suara dan nuansa emosi dalam setiap scene-scenenya.

Audiodeskripsi haruslah detail, menyertakan informasi nonverbal seperti suara latar, musik, dan identifikasi pembicara. Minimnya kesadaran untuk membuat takarir yang inklusif menjadikan banyak film tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh teman tuli, membatasi jangkauan dan dampak cerita yang ingin disampaikan.

Inklusivitas Takarir

Takarir yang inklusif ini sangat esnsial untuk teman tuli dalam menikmati dan memahami film sepenuhnya. Dengan ketiadaan takarir yang memadai, teman tuli akan kehilangan banyak aspek penting dalam menonton film yang disampaikan melalui media suara. Bayangkan menonton film tanpa bisa mendengar dialog, efek suara, nuansa musik dan emosi yang membangun suasana.

Takarir yang inklusif dan detail menjadi jembatan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan, transkripsi dialog, tidak hanya sekedar subtitle namun juga close caption (cc). Subtitle adalah hal dasar untuk memastikan setiap kata yang diucapkan dapat dibaca. Semua dialog yang diucapkan aktor dituliskan di subtitle. Identifikasikan siapa yang berbicara terutama dalama adegan dengan banyak karakter.

Deskripsikan suara nonverbal, baik itu suara diagetic maupun non diagetic. Hal ini adalah kunci. Suara seperti ‘klik kamera,’ ‘daun berjatuhan,’ ‘gesekan sepatu,’ ‘musik sedih’, ‘tawa renyah’ untuk memberikan konteks emosi dan informasi plot yang krusial. Dengan hilangnya detail ini, teman tuli tidak akan memahami konteks karakter dama bereaksi tertentu atau emosi apa yang membangun suasana tersebut sebagai latar belakang.

Informasi musik untuk mengetahui kapan musik dimainkan dan bagaimana nuansanya juga sangat penting, seperti dalam film Sore musik tidak hanya ditampilkan sebatas lirik lagu, namun juga nuansa musik yang terjadi seperti ‘musik sedih mengalun’ untuk membantu memahami suasan hati adegan.

Detail takarir dalam film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil menjembatani kesenjangan aksesibilitas kepada teman disabilitas karena Yandy Laurens telah menciptakan pengalaman menonton yang setara.

Teman tuli tidak lagi menjadi penonton pasif yang hanya melihat gambar dan estetika visual namun juga bisa berpartisipasi penuh dalam narasi, emosi dan detail artistik suara yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Hal ini merupakan langkah maju yang signifikan menuju industri film yang lebih inklusif, memastikan bahwa cerita dapat dinikmati oleh semua orang.

Tantangan dan Harapan untuk Industri Film yang Lebih Inklusif

Dalam industri film, sebagai medium penceritaan yang paling kuat, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kisah-kisah yang disajikan dapat diakses oleh semua kalangan. Sayangnya, aspek penting tersebut seperti takarir yang inklusif masih dianggap sebagai fitur tambahan, bukan default kepentingan bersama.

Tantangan dalam membuat takarir yang detail dan komprehensif tidak bisa dipandang mudah karena ia menuntut waktu, dedikasi dan kebutuhan biaya yang lebih besar. Prosesnya pun melibatkan lebih dari sekadar transkripsi dialog. Biaya tambahan untuk SDM, teknologi dan audit kualitas akan terasa membebani di awal, namun manfaat jangka panjangnya baik secara sosial dan ekonomis akan melampaui investasi di awal.

Hal ini bisa menjadi panggilan untuk pembuat film, produser, PH, agar menggeser sudut pandang dalam praktik pembuatan takarir yang inklusif dari yang awalnya berstatus pengecualian menjadi standar nasional di industri sinema Indonesia. Hal ini bukanlah sekadar memenuhi regulasi atau tuntutan aktivis, namun juga kesadaran akan aksesibilitas adalah fondasi dari seni yang universal.

Waktu di mana kreator film menyadari bahwa takarir yang inklusif sama pentingnya dengan sinematografi, penyuntingan, barulah kita dapat melihat perubahan yang signifikan. Mengintegrasikan perencanaan takarir yang inklusif sejak tahap pra produksi, melibatkan ahli, dan mengalokasikan anggaran lebih untuk takarir adalah langkah nyata yang harus diambil. Ini adalah investasi pada masa depan penceritaan film Indonesia yang lebih kaya.

Melampaui perubahan teknis, pentingnya kesadaran yang lebih luas tentang isu inklusivitas ini harus didorong dalam seluruh rantai produksi film. Harus diawali dengan bagaimana penulis skenario memulai untuk memikirkan bagaimana suara dapat diterjemahkan ke dalam teks, sutradara yang mempertimbangkan visual untuk melengkapi infomasi audio, hingga tim pasca produksi yang memproses takarir.

Kesadaran ini harus meresap dari puncak hierarki hingga ke level paling bawah dalam semua lapisan tim pembuat film. Sering melakukan workshop atau pelatihan dan berkolaborasi dengan komunitas disabilitas dapat menjadi cara untuk membangun pemahaman serta empati yang diperlukan untuk mewujudkan inklusivitas dalam seni sinema.

Dampak jangka panjang dari adanya takarir yang inklusif akan memperkaya industri film secara keseluruhan. Tidak hanya memenuhi kewajiban sosial tapi juga membuka pasar penonton yang jauh lebih luas. Banyak teman tuli yang sebelumnya teraleniasi kini bisa menjadi bagian penonton yang berbahagia ikut merasakan pengalaman sinematik dari film yang inklusif. Ini berarti potensi pendapatan yang lebih besar, peningkatan loyalitas penonton, dan reputasi positif bagi studio dan pembuat film yang memimpin perubahan ini. Industri film yang inklusif adalah industri yang kuat, relevan, dan mampu mencerminkan keragaman dunia yang kita tinggali.

Sore: Istri dari Masa Depan telah membuat standar baru dalam bagaimana seharusnya film inklusif khususnya untuk teman tuli. Semoga dengan kesadaran Yandy Laurens dalam membuat takarir yang inklusif di filmnya bisa menjadi pemantik untuk teman kreator sinema lain dan mengikuti jejak baik tersebut. “Kalau harus mengulang seribu kali pun, aku akan tetap membuat takarir yang inklusif.”[T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Jaswanto

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia
Tags: filmInklusivitasSore: Istri dari Masa DepanYandy Laurens
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menziarahi Van der Tuuk

Next Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co