22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suara dalam Keheningan: Takarir “Sore: Istri dari Masa Depan” Bisa menjadi Pelajaran Penting bagi Sinema Indonesia

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 18, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

FILM Sore: Istri dari Masa Depan sedang menjadi topik hangat di jagat sinema Indonesia. Hampir semua timeline media sosial saya mengulas Sore dari berbagai perspektif. Dua minggu setelah rilis saya akhirnya berkesempatan menontonnya di bioskop depan kampus. Penuh dengan ekspektasi, karena orang-orang memberikan review bagus untuk film ini, dan saya mengakui kemampuan Yandy Laurens dalam menciptakan film dan series-series sebelumnya.

Setelah menonton, saya tidak lagi tertarik untuk mengungkapkan apakah film ini bagus atau tidaknya karena hal tersebut sangat melekat dengan resepsi dan selera penonton. Meskipun begitu, ada hal lain yang terus berputar di otak saya, bagaimana film Sore: Istri dari Masa Depan memiliki takarir yang sangat inklusif, khususnya untuk teman tuli. Takarir yang ditampilkan selama film tersebut saya tonton sangatlah detail, hingga saya sepertinya tidak pernah terlepas dari membaca detail takarir selama tayang,

Takarir yang detail dan inklusif ini sayangnya tidak banyak disadari dalam produksi film pada umumnya, padahal hal tersebut memiliki dampak besar terhadap aksesibilitas untuk semua kalangan. Takarir yang inklusif harusnya tidak sekedar subtitle dialog, namun juga mencakup seluruh suara dan nuansa emosi dalam setiap scene-scenenya.

Audiodeskripsi haruslah detail, menyertakan informasi nonverbal seperti suara latar, musik, dan identifikasi pembicara. Minimnya kesadaran untuk membuat takarir yang inklusif menjadikan banyak film tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh teman tuli, membatasi jangkauan dan dampak cerita yang ingin disampaikan.

Inklusivitas Takarir

Takarir yang inklusif ini sangat esnsial untuk teman tuli dalam menikmati dan memahami film sepenuhnya. Dengan ketiadaan takarir yang memadai, teman tuli akan kehilangan banyak aspek penting dalam menonton film yang disampaikan melalui media suara. Bayangkan menonton film tanpa bisa mendengar dialog, efek suara, nuansa musik dan emosi yang membangun suasana.

Takarir yang inklusif dan detail menjadi jembatan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan, transkripsi dialog, tidak hanya sekedar subtitle namun juga close caption (cc). Subtitle adalah hal dasar untuk memastikan setiap kata yang diucapkan dapat dibaca. Semua dialog yang diucapkan aktor dituliskan di subtitle. Identifikasikan siapa yang berbicara terutama dalama adegan dengan banyak karakter.

Deskripsikan suara nonverbal, baik itu suara diagetic maupun non diagetic. Hal ini adalah kunci. Suara seperti ‘klik kamera,’ ‘daun berjatuhan,’ ‘gesekan sepatu,’ ‘musik sedih’, ‘tawa renyah’ untuk memberikan konteks emosi dan informasi plot yang krusial. Dengan hilangnya detail ini, teman tuli tidak akan memahami konteks karakter dama bereaksi tertentu atau emosi apa yang membangun suasana tersebut sebagai latar belakang.

Informasi musik untuk mengetahui kapan musik dimainkan dan bagaimana nuansanya juga sangat penting, seperti dalam film Sore musik tidak hanya ditampilkan sebatas lirik lagu, namun juga nuansa musik yang terjadi seperti ‘musik sedih mengalun’ untuk membantu memahami suasan hati adegan.

Detail takarir dalam film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil menjembatani kesenjangan aksesibilitas kepada teman disabilitas karena Yandy Laurens telah menciptakan pengalaman menonton yang setara.

Teman tuli tidak lagi menjadi penonton pasif yang hanya melihat gambar dan estetika visual namun juga bisa berpartisipasi penuh dalam narasi, emosi dan detail artistik suara yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Hal ini merupakan langkah maju yang signifikan menuju industri film yang lebih inklusif, memastikan bahwa cerita dapat dinikmati oleh semua orang.

Tantangan dan Harapan untuk Industri Film yang Lebih Inklusif

Dalam industri film, sebagai medium penceritaan yang paling kuat, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kisah-kisah yang disajikan dapat diakses oleh semua kalangan. Sayangnya, aspek penting tersebut seperti takarir yang inklusif masih dianggap sebagai fitur tambahan, bukan default kepentingan bersama.

Tantangan dalam membuat takarir yang detail dan komprehensif tidak bisa dipandang mudah karena ia menuntut waktu, dedikasi dan kebutuhan biaya yang lebih besar. Prosesnya pun melibatkan lebih dari sekadar transkripsi dialog. Biaya tambahan untuk SDM, teknologi dan audit kualitas akan terasa membebani di awal, namun manfaat jangka panjangnya baik secara sosial dan ekonomis akan melampaui investasi di awal.

Hal ini bisa menjadi panggilan untuk pembuat film, produser, PH, agar menggeser sudut pandang dalam praktik pembuatan takarir yang inklusif dari yang awalnya berstatus pengecualian menjadi standar nasional di industri sinema Indonesia. Hal ini bukanlah sekadar memenuhi regulasi atau tuntutan aktivis, namun juga kesadaran akan aksesibilitas adalah fondasi dari seni yang universal.

Waktu di mana kreator film menyadari bahwa takarir yang inklusif sama pentingnya dengan sinematografi, penyuntingan, barulah kita dapat melihat perubahan yang signifikan. Mengintegrasikan perencanaan takarir yang inklusif sejak tahap pra produksi, melibatkan ahli, dan mengalokasikan anggaran lebih untuk takarir adalah langkah nyata yang harus diambil. Ini adalah investasi pada masa depan penceritaan film Indonesia yang lebih kaya.

Melampaui perubahan teknis, pentingnya kesadaran yang lebih luas tentang isu inklusivitas ini harus didorong dalam seluruh rantai produksi film. Harus diawali dengan bagaimana penulis skenario memulai untuk memikirkan bagaimana suara dapat diterjemahkan ke dalam teks, sutradara yang mempertimbangkan visual untuk melengkapi infomasi audio, hingga tim pasca produksi yang memproses takarir.

Kesadaran ini harus meresap dari puncak hierarki hingga ke level paling bawah dalam semua lapisan tim pembuat film. Sering melakukan workshop atau pelatihan dan berkolaborasi dengan komunitas disabilitas dapat menjadi cara untuk membangun pemahaman serta empati yang diperlukan untuk mewujudkan inklusivitas dalam seni sinema.

Dampak jangka panjang dari adanya takarir yang inklusif akan memperkaya industri film secara keseluruhan. Tidak hanya memenuhi kewajiban sosial tapi juga membuka pasar penonton yang jauh lebih luas. Banyak teman tuli yang sebelumnya teraleniasi kini bisa menjadi bagian penonton yang berbahagia ikut merasakan pengalaman sinematik dari film yang inklusif. Ini berarti potensi pendapatan yang lebih besar, peningkatan loyalitas penonton, dan reputasi positif bagi studio dan pembuat film yang memimpin perubahan ini. Industri film yang inklusif adalah industri yang kuat, relevan, dan mampu mencerminkan keragaman dunia yang kita tinggali.

Sore: Istri dari Masa Depan telah membuat standar baru dalam bagaimana seharusnya film inklusif khususnya untuk teman tuli. Semoga dengan kesadaran Yandy Laurens dalam membuat takarir yang inklusif di filmnya bisa menjadi pemantik untuk teman kreator sinema lain dan mengikuti jejak baik tersebut. “Kalau harus mengulang seribu kali pun, aku akan tetap membuat takarir yang inklusif.”[T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Jaswanto

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia
Tags: filmInklusivitasSore: Istri dari Masa DepanYandy Laurens
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menziarahi Van der Tuuk

Next Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co