2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suara dalam Keheningan: Takarir “Sore: Istri dari Masa Depan” Bisa menjadi Pelajaran Penting bagi Sinema Indonesia

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 18, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

FILM Sore: Istri dari Masa Depan sedang menjadi topik hangat di jagat sinema Indonesia. Hampir semua timeline media sosial saya mengulas Sore dari berbagai perspektif. Dua minggu setelah rilis saya akhirnya berkesempatan menontonnya di bioskop depan kampus. Penuh dengan ekspektasi, karena orang-orang memberikan review bagus untuk film ini, dan saya mengakui kemampuan Yandy Laurens dalam menciptakan film dan series-series sebelumnya.

Setelah menonton, saya tidak lagi tertarik untuk mengungkapkan apakah film ini bagus atau tidaknya karena hal tersebut sangat melekat dengan resepsi dan selera penonton. Meskipun begitu, ada hal lain yang terus berputar di otak saya, bagaimana film Sore: Istri dari Masa Depan memiliki takarir yang sangat inklusif, khususnya untuk teman tuli. Takarir yang ditampilkan selama film tersebut saya tonton sangatlah detail, hingga saya sepertinya tidak pernah terlepas dari membaca detail takarir selama tayang,

Takarir yang detail dan inklusif ini sayangnya tidak banyak disadari dalam produksi film pada umumnya, padahal hal tersebut memiliki dampak besar terhadap aksesibilitas untuk semua kalangan. Takarir yang inklusif harusnya tidak sekedar subtitle dialog, namun juga mencakup seluruh suara dan nuansa emosi dalam setiap scene-scenenya.

Audiodeskripsi haruslah detail, menyertakan informasi nonverbal seperti suara latar, musik, dan identifikasi pembicara. Minimnya kesadaran untuk membuat takarir yang inklusif menjadikan banyak film tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh teman tuli, membatasi jangkauan dan dampak cerita yang ingin disampaikan.

Inklusivitas Takarir

Takarir yang inklusif ini sangat esnsial untuk teman tuli dalam menikmati dan memahami film sepenuhnya. Dengan ketiadaan takarir yang memadai, teman tuli akan kehilangan banyak aspek penting dalam menonton film yang disampaikan melalui media suara. Bayangkan menonton film tanpa bisa mendengar dialog, efek suara, nuansa musik dan emosi yang membangun suasana.

Takarir yang inklusif dan detail menjadi jembatan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan, transkripsi dialog, tidak hanya sekedar subtitle namun juga close caption (cc). Subtitle adalah hal dasar untuk memastikan setiap kata yang diucapkan dapat dibaca. Semua dialog yang diucapkan aktor dituliskan di subtitle. Identifikasikan siapa yang berbicara terutama dalama adegan dengan banyak karakter.

Deskripsikan suara nonverbal, baik itu suara diagetic maupun non diagetic. Hal ini adalah kunci. Suara seperti ‘klik kamera,’ ‘daun berjatuhan,’ ‘gesekan sepatu,’ ‘musik sedih’, ‘tawa renyah’ untuk memberikan konteks emosi dan informasi plot yang krusial. Dengan hilangnya detail ini, teman tuli tidak akan memahami konteks karakter dama bereaksi tertentu atau emosi apa yang membangun suasana tersebut sebagai latar belakang.

Informasi musik untuk mengetahui kapan musik dimainkan dan bagaimana nuansanya juga sangat penting, seperti dalam film Sore musik tidak hanya ditampilkan sebatas lirik lagu, namun juga nuansa musik yang terjadi seperti ‘musik sedih mengalun’ untuk membantu memahami suasan hati adegan.

Detail takarir dalam film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil menjembatani kesenjangan aksesibilitas kepada teman disabilitas karena Yandy Laurens telah menciptakan pengalaman menonton yang setara.

Teman tuli tidak lagi menjadi penonton pasif yang hanya melihat gambar dan estetika visual namun juga bisa berpartisipasi penuh dalam narasi, emosi dan detail artistik suara yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Hal ini merupakan langkah maju yang signifikan menuju industri film yang lebih inklusif, memastikan bahwa cerita dapat dinikmati oleh semua orang.

Tantangan dan Harapan untuk Industri Film yang Lebih Inklusif

Dalam industri film, sebagai medium penceritaan yang paling kuat, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kisah-kisah yang disajikan dapat diakses oleh semua kalangan. Sayangnya, aspek penting tersebut seperti takarir yang inklusif masih dianggap sebagai fitur tambahan, bukan default kepentingan bersama.

Tantangan dalam membuat takarir yang detail dan komprehensif tidak bisa dipandang mudah karena ia menuntut waktu, dedikasi dan kebutuhan biaya yang lebih besar. Prosesnya pun melibatkan lebih dari sekadar transkripsi dialog. Biaya tambahan untuk SDM, teknologi dan audit kualitas akan terasa membebani di awal, namun manfaat jangka panjangnya baik secara sosial dan ekonomis akan melampaui investasi di awal.

Hal ini bisa menjadi panggilan untuk pembuat film, produser, PH, agar menggeser sudut pandang dalam praktik pembuatan takarir yang inklusif dari yang awalnya berstatus pengecualian menjadi standar nasional di industri sinema Indonesia. Hal ini bukanlah sekadar memenuhi regulasi atau tuntutan aktivis, namun juga kesadaran akan aksesibilitas adalah fondasi dari seni yang universal.

Waktu di mana kreator film menyadari bahwa takarir yang inklusif sama pentingnya dengan sinematografi, penyuntingan, barulah kita dapat melihat perubahan yang signifikan. Mengintegrasikan perencanaan takarir yang inklusif sejak tahap pra produksi, melibatkan ahli, dan mengalokasikan anggaran lebih untuk takarir adalah langkah nyata yang harus diambil. Ini adalah investasi pada masa depan penceritaan film Indonesia yang lebih kaya.

Melampaui perubahan teknis, pentingnya kesadaran yang lebih luas tentang isu inklusivitas ini harus didorong dalam seluruh rantai produksi film. Harus diawali dengan bagaimana penulis skenario memulai untuk memikirkan bagaimana suara dapat diterjemahkan ke dalam teks, sutradara yang mempertimbangkan visual untuk melengkapi infomasi audio, hingga tim pasca produksi yang memproses takarir.

Kesadaran ini harus meresap dari puncak hierarki hingga ke level paling bawah dalam semua lapisan tim pembuat film. Sering melakukan workshop atau pelatihan dan berkolaborasi dengan komunitas disabilitas dapat menjadi cara untuk membangun pemahaman serta empati yang diperlukan untuk mewujudkan inklusivitas dalam seni sinema.

Dampak jangka panjang dari adanya takarir yang inklusif akan memperkaya industri film secara keseluruhan. Tidak hanya memenuhi kewajiban sosial tapi juga membuka pasar penonton yang jauh lebih luas. Banyak teman tuli yang sebelumnya teraleniasi kini bisa menjadi bagian penonton yang berbahagia ikut merasakan pengalaman sinematik dari film yang inklusif. Ini berarti potensi pendapatan yang lebih besar, peningkatan loyalitas penonton, dan reputasi positif bagi studio dan pembuat film yang memimpin perubahan ini. Industri film yang inklusif adalah industri yang kuat, relevan, dan mampu mencerminkan keragaman dunia yang kita tinggali.

Sore: Istri dari Masa Depan telah membuat standar baru dalam bagaimana seharusnya film inklusif khususnya untuk teman tuli. Semoga dengan kesadaran Yandy Laurens dalam membuat takarir yang inklusif di filmnya bisa menjadi pemantik untuk teman kreator sinema lain dan mengikuti jejak baik tersebut. “Kalau harus mengulang seribu kali pun, aku akan tetap membuat takarir yang inklusif.”[T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Jaswanto

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia
Tags: filmInklusivitasSore: Istri dari Masa DepanYandy Laurens
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menziarahi Van der Tuuk

Next Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co