13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suara dalam Keheningan: Takarir “Sore: Istri dari Masa Depan” Bisa menjadi Pelajaran Penting bagi Sinema Indonesia

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 18, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

FILM Sore: Istri dari Masa Depan sedang menjadi topik hangat di jagat sinema Indonesia. Hampir semua timeline media sosial saya mengulas Sore dari berbagai perspektif. Dua minggu setelah rilis saya akhirnya berkesempatan menontonnya di bioskop depan kampus. Penuh dengan ekspektasi, karena orang-orang memberikan review bagus untuk film ini, dan saya mengakui kemampuan Yandy Laurens dalam menciptakan film dan series-series sebelumnya.

Setelah menonton, saya tidak lagi tertarik untuk mengungkapkan apakah film ini bagus atau tidaknya karena hal tersebut sangat melekat dengan resepsi dan selera penonton. Meskipun begitu, ada hal lain yang terus berputar di otak saya, bagaimana film Sore: Istri dari Masa Depan memiliki takarir yang sangat inklusif, khususnya untuk teman tuli. Takarir yang ditampilkan selama film tersebut saya tonton sangatlah detail, hingga saya sepertinya tidak pernah terlepas dari membaca detail takarir selama tayang,

Takarir yang detail dan inklusif ini sayangnya tidak banyak disadari dalam produksi film pada umumnya, padahal hal tersebut memiliki dampak besar terhadap aksesibilitas untuk semua kalangan. Takarir yang inklusif harusnya tidak sekedar subtitle dialog, namun juga mencakup seluruh suara dan nuansa emosi dalam setiap scene-scenenya.

Audiodeskripsi haruslah detail, menyertakan informasi nonverbal seperti suara latar, musik, dan identifikasi pembicara. Minimnya kesadaran untuk membuat takarir yang inklusif menjadikan banyak film tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh teman tuli, membatasi jangkauan dan dampak cerita yang ingin disampaikan.

Inklusivitas Takarir

Takarir yang inklusif ini sangat esnsial untuk teman tuli dalam menikmati dan memahami film sepenuhnya. Dengan ketiadaan takarir yang memadai, teman tuli akan kehilangan banyak aspek penting dalam menonton film yang disampaikan melalui media suara. Bayangkan menonton film tanpa bisa mendengar dialog, efek suara, nuansa musik dan emosi yang membangun suasana.

Takarir yang inklusif dan detail menjadi jembatan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan, transkripsi dialog, tidak hanya sekedar subtitle namun juga close caption (cc). Subtitle adalah hal dasar untuk memastikan setiap kata yang diucapkan dapat dibaca. Semua dialog yang diucapkan aktor dituliskan di subtitle. Identifikasikan siapa yang berbicara terutama dalama adegan dengan banyak karakter.

Deskripsikan suara nonverbal, baik itu suara diagetic maupun non diagetic. Hal ini adalah kunci. Suara seperti ‘klik kamera,’ ‘daun berjatuhan,’ ‘gesekan sepatu,’ ‘musik sedih’, ‘tawa renyah’ untuk memberikan konteks emosi dan informasi plot yang krusial. Dengan hilangnya detail ini, teman tuli tidak akan memahami konteks karakter dama bereaksi tertentu atau emosi apa yang membangun suasana tersebut sebagai latar belakang.

Informasi musik untuk mengetahui kapan musik dimainkan dan bagaimana nuansanya juga sangat penting, seperti dalam film Sore musik tidak hanya ditampilkan sebatas lirik lagu, namun juga nuansa musik yang terjadi seperti ‘musik sedih mengalun’ untuk membantu memahami suasan hati adegan.

Detail takarir dalam film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil menjembatani kesenjangan aksesibilitas kepada teman disabilitas karena Yandy Laurens telah menciptakan pengalaman menonton yang setara.

Teman tuli tidak lagi menjadi penonton pasif yang hanya melihat gambar dan estetika visual namun juga bisa berpartisipasi penuh dalam narasi, emosi dan detail artistik suara yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Hal ini merupakan langkah maju yang signifikan menuju industri film yang lebih inklusif, memastikan bahwa cerita dapat dinikmati oleh semua orang.

Tantangan dan Harapan untuk Industri Film yang Lebih Inklusif

Dalam industri film, sebagai medium penceritaan yang paling kuat, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kisah-kisah yang disajikan dapat diakses oleh semua kalangan. Sayangnya, aspek penting tersebut seperti takarir yang inklusif masih dianggap sebagai fitur tambahan, bukan default kepentingan bersama.

Tantangan dalam membuat takarir yang detail dan komprehensif tidak bisa dipandang mudah karena ia menuntut waktu, dedikasi dan kebutuhan biaya yang lebih besar. Prosesnya pun melibatkan lebih dari sekadar transkripsi dialog. Biaya tambahan untuk SDM, teknologi dan audit kualitas akan terasa membebani di awal, namun manfaat jangka panjangnya baik secara sosial dan ekonomis akan melampaui investasi di awal.

Hal ini bisa menjadi panggilan untuk pembuat film, produser, PH, agar menggeser sudut pandang dalam praktik pembuatan takarir yang inklusif dari yang awalnya berstatus pengecualian menjadi standar nasional di industri sinema Indonesia. Hal ini bukanlah sekadar memenuhi regulasi atau tuntutan aktivis, namun juga kesadaran akan aksesibilitas adalah fondasi dari seni yang universal.

Waktu di mana kreator film menyadari bahwa takarir yang inklusif sama pentingnya dengan sinematografi, penyuntingan, barulah kita dapat melihat perubahan yang signifikan. Mengintegrasikan perencanaan takarir yang inklusif sejak tahap pra produksi, melibatkan ahli, dan mengalokasikan anggaran lebih untuk takarir adalah langkah nyata yang harus diambil. Ini adalah investasi pada masa depan penceritaan film Indonesia yang lebih kaya.

Melampaui perubahan teknis, pentingnya kesadaran yang lebih luas tentang isu inklusivitas ini harus didorong dalam seluruh rantai produksi film. Harus diawali dengan bagaimana penulis skenario memulai untuk memikirkan bagaimana suara dapat diterjemahkan ke dalam teks, sutradara yang mempertimbangkan visual untuk melengkapi infomasi audio, hingga tim pasca produksi yang memproses takarir.

Kesadaran ini harus meresap dari puncak hierarki hingga ke level paling bawah dalam semua lapisan tim pembuat film. Sering melakukan workshop atau pelatihan dan berkolaborasi dengan komunitas disabilitas dapat menjadi cara untuk membangun pemahaman serta empati yang diperlukan untuk mewujudkan inklusivitas dalam seni sinema.

Dampak jangka panjang dari adanya takarir yang inklusif akan memperkaya industri film secara keseluruhan. Tidak hanya memenuhi kewajiban sosial tapi juga membuka pasar penonton yang jauh lebih luas. Banyak teman tuli yang sebelumnya teraleniasi kini bisa menjadi bagian penonton yang berbahagia ikut merasakan pengalaman sinematik dari film yang inklusif. Ini berarti potensi pendapatan yang lebih besar, peningkatan loyalitas penonton, dan reputasi positif bagi studio dan pembuat film yang memimpin perubahan ini. Industri film yang inklusif adalah industri yang kuat, relevan, dan mampu mencerminkan keragaman dunia yang kita tinggali.

Sore: Istri dari Masa Depan telah membuat standar baru dalam bagaimana seharusnya film inklusif khususnya untuk teman tuli. Semoga dengan kesadaran Yandy Laurens dalam membuat takarir yang inklusif di filmnya bisa menjadi pemantik untuk teman kreator sinema lain dan mengikuti jejak baik tersebut. “Kalau harus mengulang seribu kali pun, aku akan tetap membuat takarir yang inklusif.”[T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Jaswanto

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia
Tags: filmInklusivitasSore: Istri dari Masa DepanYandy Laurens
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menziarahi Van der Tuuk

Next Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co