2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemerdekaan Perempuan di Layar Kaca: Refleksi Umur dan Nasib Korea Selatan – Indonesia

Syfa Amelia by Syfa Amelia
August 14, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

ADA yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini. Pada bulan September nanti akan tayang 4 drama Korea female centric di Netflix dan platform streaming lainnya. Yang membuat saya tertarik karena 4 drama ini memiliki satu kesamaan benang merah yaitu narasi yang berpusat pada perempuan.

Pertama, drama Aema yang berkisah tentang dunia aktris pada tahun 1980 dengan segala intriknya, kemudian You and Everything Else, sebuah kisah persahabatan di tengah kondisi sakit parah. Lalu  ada A Hundred Memories yang bercerita tentang kisah hangat persahabatan dua kondektur bus di tahun 1980, dan ada Project Y, drama dengan genre aksi noir perihal dua sahabat yang bertekad mencuri emas 80 miliar won untuk mengubah nasib.

Fenomena di atas membuat saya melakukan refleksi bahwa satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia dan Korea, empat drama di atas tayang seolah menjadi simbol sebuah perjuangan yang juga penting, yaitu kemerdekaan perempuan di layer kaca. Korea dengan lingkungannya yang sangat patriarki dan misoginis, adanya drama female centric ini seperti menjadi harapan bahwa industri sinema di Korea telah berhasil berubah, tidak lagi berfokus pada laki-laki sebagai tumpuan utama.

Beberapa tahun terakhir Korea Selatan telah menunjukkan perubahan di industri hiburan mereka. My Name yang dibintangi Han So Hee sebagai gangster tangguh dan The Glory yang dibintangi Song Hye Kyo yang merencakan pembalasan dendam tanpa ada sosok lelaki sebagai pahlawan. Ada juga Little Women yang berfokus pada kisah 3 kakak beradik perempuan.

Munculnya drama-drama di atas bukan sekadar tren, namun respons atas meningkatnya kesadaran akan isu sosial dan gender di Korea Selatan. Penonton cenderung lebih kritis, menginginkan cerita yang kompleks, berani dan inspiratif. Penonton ingin perempuan adalah sebuah pribadi yang bisa menentukan nasibnya sendiri. Laku kerasnya drama tersebut dan pujian dari kritikus membuktikan bahwa narasi yang berpusat pada perempuan memiliki pasar luas dan menguntungkan.

Dari kasus di atas otomatis saya terpikir pada industri hiburan di Indonesia. Kita memiliki film Yuni karya Kamila Andini yang menjadi contoh film female centric, di mana ia tidak hanya menempatkan Yuni sebagai karakter utama, namun juga menggunakan perspektif yang mengkritik norma sosial yang membatasi kemerdekaan perempuan. Ada juga film seperti Athirah dan Kartini dengan nada serupa.

Namun jika dibandingkan dengan jumlah produksi di Korea Selatan, Indonesia terasa masih berada di tahap awal. Masih banyak karakter perempuan di film atau sinetron Indonesia yang terjebak stereotip, seperti ibu yang berkorban, istri tersakiti atau objek nafsu. Dominasi narasi laki-laki masih sangat rekat, terutama di genre aksi. Perempuan sering hanya menjadi gadis yang harus diselamatkan laki-laki.

***

Saya jadi melakukan refleksi kenapa Indonesia masih di posisi itu padahal kemerdekaan kita dan Korea hanya beda berapa hari. Saya merunut beberapa alasan yang menurut saya menjadi faktor dari fenomena tersebut yaitu pertama, resistensi pasar. Produser ragu untuk membuat karya female centric, karena takut tidak laku. Formula lama seperti film horor atau romansa laki-laki dan aksi laki-laki masih dianggap menjual di pasar Indonesia.

Padahal Korea sudah menunjukkan keberanian eksperimen genre telah berhasil membuka pasar baru. Kedua, minimnya perempuan di balik layar. Memang Indonesia mengalami pertambahan jumlah perempuan di industri hiburan, namun representasinya masih tetap kecil dibanding laki-laki. Cerita yang lahir dari perspektif laki-laki akan membatasi kedalaman karakter perempuan. Akhirnya narasi perempuan akan dangkal dan penuh stereotip.

Kemerdekaan kita setiap Agustus bijaknya dimaknai tidak hanya sebagai kebebasan dari penjajahan fisik, namun juga sebagai momentum untuk membebaskan dari belenggu stereotip gender. Di industri film dan serial, artinya bisa menempatkan perempuan di ruang sebagai subjek utama yang menggerakkan narasi bukan hanya pelengkap.

Banyaknya representasi perempuan dan cerita tentang perempuan, seperti perempuan yang memiliki ambisi di Aema, perempuan yang merayakan persahabatan di You and Everything Else dan A Hundred Memories serta perempuan yang melangkah penuh keberanian mengambil risiko sepeti di Project Y. Karya tersebut tidak hanya menghibur namun juga menginspirasi. Bukti bahwa perempuan adalah pribadi yang kompleks, memiliki banyak sisi dan kisah mereka layak diceritakan.

Semoga refleksi dari industri Korea ini menjadi cambuk bagi sineas dan produser di Indonesia. Sudah saatnya kita memberikan lebih banyak kemerdekaan untuk perempuan di layar kaca—bukan hanya sebagai bintang, tapi juga sebagai pencerita, penulis, dan sutradara yang bisa menyuarakan narasi autentik tentang pengalaman perempuan. Dengan begitu, layar kaca kita tidak hanya akan menjadi cermin dari realitas yang ada, tapi juga jendela menuju masa depan yang lebih setara. [T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Batas Budaya: Transnasionalisme Semu dalam Proyek Film dan Drama Jepang-Korea
Estetika dalam Film Dokumenter: Kunci Visual untuk Bercerita
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmIndonesiaKorea SelatanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Next Post

“Rahasia Bapak”,  Pertunjukan Tari Penuh Kekacauan — Catatan Menonton Karya Ujian Mahasiswa Pascasarjana ISI Surakarta di Desa Aan

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
“Rahasia Bapak”,  Pertunjukan Tari Penuh Kekacauan — Catatan Menonton Karya Ujian Mahasiswa Pascasarjana ISI Surakarta di Desa Aan

“Rahasia Bapak”,  Pertunjukan Tari Penuh Kekacauan -- Catatan Menonton Karya Ujian Mahasiswa Pascasarjana ISI Surakarta di Desa Aan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co