2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Batas Budaya: Transnasionalisme Semu dalam Proyek Film dan Drama Jepang-Korea

Syfa Amelia by Syfa Amelia
July 31, 2025
in Esai
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie

Syfa Amelia

JIKA mengamati tren drama Korea akhir-akhir ini, penonton mungkin akan menyadari bahwa industri hiburan sinema dan drama di Korea semakin banyak bekerjasama dengan Jepang. Fenomena ini bukan sekedar pertukaran konten namun juga sampai di proses produksinya yang digodok oleh tim bauran Korea dan Jepang.

Hal tersebut menumbuhkan satu pertanyaan di kepala saya: bagaimana Korea dan Jepang mengintegrasikan dan menegosiasikan elemen-elemen budaya yang sudah dibawa dari awal oleh masing-masing negara seperti ciri khas narasi, visual dan karakter. Apakah ada upaya untuk menyatukan budaya dan melahirkan budaya baru dengan identitas sinema Asia Timur yang bersifat transnasionalisme atau justru tetap memperkuat budaya masing-masing negara. Esai ini berasal dari pertanyaan saya mau dibawa kemana ciri khas budaya sinema dan drama hasil kolaborasi ini, apakah akan berpadu dalam harmoni meskipun harus melalui proses yang syarat kepentingan.

Bila kita membaca secara teoritis, produksi kolaboratif industri hiburan antara Jepang dan Korea Selatan seyogyanya membuka ruang baru untuk peleburan budaya yang harmonis, melahirkan produk tontonan yang merefleksikan kekayaan budaya transnasional dan menonjolkan aspek Asia Timur. Namun dalam realita, usaha integrasi tersebut seringkali bersifat transaksional dan syarat kepentingan strategis.

Produk sinema Korea biasanya memiliki gaya visual yang menojol, penulisan script yang disertai riset panjang dan mandalam, seringkali mengangkat isu dinamika sosial modern, dengan estetika visual yang cerah, penekanan emosi yang mendalam. Belum lagi kita membicarakan modal yang besar untuk produksi drama dan sinema Korea.

Di sisi lain, Jepang mayoritas membuat drama atau sinema dengan lebih teliti, narasinya yang lebih lembut, kemiripan dengan dunia nyata yang menjadi kunci aspek sinema Jepang serta biaya produksi yang lebih rendah dari industri hiburan di Korea Selatan. Di kancah internasional, Jepang baru akhir-akhir ini menampakkan diri di kancah internasional dengan mulai banyak bekerja sama dengan OTT Netflix untuk menayangkan produk-produknya yang dulu susah sekali untuk mendapatkan akses secara legal.

Jika kita membicarakan integrasi, maka kita akan terpikirkan pada bagaimana adaptasi dari satu budaya ke budaya lain. Contoh dalam drama adaptasi baik itu drama Korea atau dorama Jepang, elemen budaya lokal akan tetap dipertahankan, seperti cara makan yang berbeda antara Korea dan Jepang, tatanan sosial, penyebutan keluarga dll.

Bahkan ketika aktor dari negara lain bekerja sama di proyek kolaboratif tersebut, aktor akan tetap mengadaptasi budaya setempat seperti dialek, norma sosial dll. Hal ini tidaklah bisa menelurkan integrasi budaya baru yang melahirkan ciri khas khusus Asia Timur namun justru memperkuat lokalisasi budaya untuk mempertegas budaya nasional.

 Dari segi visual, kolaborasi harusnya menunjukkan kesamaan dalam sektor produksi, namun kenyataannya gaya visual drama Korea dan dorama Jepang tetap memiliki ciri khas yang menonjol masing-masing seperti drama Korea dengan palet warna cerah serta mise-en-scene yang modern bahkan ketika syutingnya dilakukan di Jepang. Sedangkan dorama Jepang meskipun dia adaptasi drama Korea seperti dorama Marry My Husband akan memiliki estetika yang menonjol pada aspek naturalis dan minimalis.

Contoh proyek kolaborasi bukan adaptasi, yang melibatkan aktor, sutradara dan kru dari kedua negara, meskipun banyak integrasi interaksi di proses produksi, pada akhirnya tetap terlihat sebagai produk yang sangat Korea dengan sentuhan Jepang atau sebaliknya. Film dari director Jepang, Koreeda Hirokazu yang berkolaborasi dengan Korea seperti Broker, meskipun diperankan oleh aktor-aktor Korea dan diproduksi di Korea namun identitas Jepangnya masih sangat kuat, khas penyutradaraan Koreeda, seperti hanya ditambahi bumbu MSG dari Korea.

Di sisi lain drama Korea yang menggandeng aktor Jepang seperti Sakaguchi Kentaro dalam What Comes after Love masih didominasi dengan sentuhan-sentuhan yang sangat Korea seperti plot narasi, visualisasi, mise-en scene. Hasil observasi saya ini menunjukkan bahwa negosiasi identitas budaya dalam proyek kolaborasi antara Korea dan Jepang lebih sering berakhir dengan koeksistensi yang berbeda daripada peleburan budaya yang utuh dan melahirkan budaya baru Asia Timur yang bersifat transnasionalisme.

Kesimpulannya, proyek kolaboratif antara Korea dan Jepang masih merupakan bentuk kolaborasi untuk mendongkrak strategi pasar dan pertukaran sumber daya daripada bertujuan untuk melahirkan budaya baru. Identitas nasional masih tetap menonjol dalam proyek kolaborasi dua negara tersebut.

Untuk menciptakan budaya transnasional yang merepresentasikan budaya Asia Timur secara utuh dan terintegritas sepertinya masih jauh dan membutuhkan usaha meskipun dua pilar besar industri di Asia Timur yaitu Korea Selatan dan Jepang telah melakukan banyak proyek kerjasama.  [T]

Penulis: Syfa Amelia
Editor: Adnyana Ole

Estetika dalam Film Dokumenter: Kunci Visual untuk Bercerita
Demokratisasi Sinema: TikTok dan “Reels” sebagai Panggung Baru Film Pendek Indie
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: drama koreafilmJepang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival  2025: Cara Mahima Mengimplementasikan Resep Buda Kecapi — Catatan dari Pengunjung

Next Post

Bongkar Pasang Andre Syahreza dalam Novel “Semua Karena Nirankara”

Syfa Amelia

Syfa Amelia

Dosen Prodi Kajian Film, TV dan Media, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ( UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bongkar Pasang Andre Syahreza dalam Novel “Semua Karena Nirankara”

Bongkar Pasang Andre Syahreza dalam Novel "Semua Karena Nirankara"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co