6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
July 9, 2025
in Ulas Musik
Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Baskara Putra | Foto: Pinterest

DI tengah hingar-bingar industri musik Indonesia, satu nama hadir tak sekadar membawa lagu, melainkan membawa suara. Bukan suara vokal semata, tetapi suara hati, suara masyarakat, bahkan suara dunia yang kerap luput dari perhatian. Nama itu adalah Baskara Putra. Ia meniti langkahnya melalui tiga entitas musik yang berbeda rupa tapi sejiwa: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir.

Dalam Hindia, Baskara menyanyikan melodi yang nyaris seperti bisikan hati sendiri. Lirik-liriknya menggambarkan kegelisahan anak muda urban, krisis identitas, keresahan atas ekspektasi, dan kejujuran tentang luka-luka yang tak selalu terlihat. Lagu-lagu seperti catatan harian yang akhirnya dinyanyikan dengan getir tapi indah. Ini adalah Baskara yang reflektif, personal, dan melodius—di sinilah melodi bersuara lirih.

Namun suara itu berubah menjadi teriakan ketika ia berdiri sebagai vokalis .Feast. Di sini, melodi bukan lagi tentang diri sendiri, tapi tentang orang banyak. Tentang keadilan yang tak merata, tentang kebisingan politik, tentang masyarakat yang kerap lupa siapa dirinya. .Feast seperti ruang panggung bagi Baskara untuk berseru, bukan merayu. Musiknya keras, cepat, dan penuh amarah. Tapi bukan tanpa alasan. Ia mengajak pendengar untuk bangun, untuk bertanya, dan untuk menolak diam.

Baskara Putra saat di Hindia | Foto: Pinterest

Lalu, di satu ruang lain, ada Lomba Sihir—wadah bagi eksperimen dan kebebasan musikal yang nyaris seperti mimpi. Jika Hindia berbicara tentang hati, dan .Feast tentang nurani sosial, maka Lomba Sihir adalah permainan yang menyuarakan kegembiraan, keanehan, dan kadang kegilaan. Melodi dalam Lomba Sihir tidak terikat, bahkan cenderung menari bebas. Tapi di situlah letak pesonanya. Baskara tidak hanya berpikir keras, ia juga membiarkan dirinya bermain.

Ketiga proyek ini seperti tiga bagian dari satu simfoni besar. Hindia adalah adagio—lambat, dalam, dan kontemplatif. .Feast adalah allegro—cepat, kuat, dan menantang. Lomba Sihir adalah scherzo—ringan, jenaka, dan penuh kejutan. Ketiganya memiliki tempo berbeda, tapi dimainkan oleh satu konduktor yang sama: Baskara Putra.

Baskara Putra bersama .Feast | Foto: Pinterest

Apa yang membuat Baskara begitu menarik adalah keberaniannya untuk menaruh dirinya dalam berbagai bentuk. Ia tidak membatasi peran hanya sebagai penyanyi, melainkan juga penulis lagu, produser, dan pemikir musikal. Dalam setiap proyeknya, ia bukan sekadar tampil; ia membentuk, membangun, dan menyuarakan sesuatu yang lebih besar dari sekadar musik.

Melodi dalam Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir bukan hanya karya audio, tapi juga karya naratif. Setiap lirik seperti potongan kisah. Ada cerita tentang pertemanan, perpisahan, kota yang penuh tekanan, bahkan tentang harapan dan kehilangan. Semuanya tidak hadir sebagai jargon, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa kita alami sendiri.

Baskara Putra bersama .Feast | Foto: Pinterest

Sebagai Hindia, Baskara menghadirkan ruang yang nyaris terapi. Banyak pendengarnya merasa dimengerti tanpa perlu berbicara. Lagu-lagunya memberi kata pada rasa yang sulit diungkap. Maka tak heran jika konser Hindia terasa seperti ruang bersama, di mana setiap orang datang dengan kisahnya, lalu pulang dengan kelegaan.

Sebaliknya, .Feast adalah medan tempur musikal. Ia tidak mengajak untuk merenung, tapi untuk melawan. Dalam era yang penuh distraksi dan pengalihan isu, suara .Feast hadir sebagai pengingat bahwa tidak semua harus dibiarkan. Baskara menyuarakan keresahan yang tak semua orang punya keberanian untuk ucapkan.

Kemudian datang Lomba Sihir, dengan lirik-lirik yang lebih imajinatif dan bebas. Musik di sini tak lagi menempel pada logika, tetapi melayang bersama rasa dan intuisi. Lagu-lagunya mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tapi justru itulah kekuatannya. Dalam dunia yang serba seragam, Lomba Sihir hadir sebagai penolakan atas kejenuhan.

Melalui ketiga proyek ini, Baskara Putra tidak hanya membuktikan dirinya sebagai musisi, tapi juga sebagai pelaku budaya. Ia memanfaatkan musik untuk berbicara tentang kehidupan, masyarakat, dan bahkan absurditas eksistensi manusia. Ia tahu kapan harus berbisik, kapan harus berteriak, dan kapan harus tertawa.

Baskara Putra bersama Lomba Sihir | Foto: Pinterest

Yang membuat karya-karyanya begitu melekat di hati pendengar adalah karena ia jujur. Ia tidak memoles kenyataan, tapi juga tidak menjual kesedihan. Ia hadir dengan segala kompleksitasnya, dan itulah yang membuat suaranya begitu tulus. Di balik kesuksesannya, Baskara tetap menjadi manusia biasa yang menulis dari tempat yang nyata.

Bagi generasi muda, Baskara adalah suara yang merepresentasikan mereka: kadang takut, kadang marah, kadang ingin melarikan diri. Tapi yang pasti, selalu ingin dimengerti. Dan dalam dunia yang semakin cepat dan bising, karya Baskara adalah jeda yang diperlukan untuk berpikir dan merasa.

Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir telah menjadi lebih dari sekadar nama proyek musik. Mereka adalah manifestasi dari tiga sisi manusia: pribadi, sosial, dan kreatif. Dalam satu perjalanan musik, Baskara berhasil menjahit ketiganya menjadi satu karya yang utuh dan terus berkembang.

Pada akhirnya, langkah Baskara Putra bukan hanya meninggalkan jejak di industri musik, tapi juga dalam kehidupan pendengarnya. Melodi-melodi yang ia ciptakan bukan hanya untuk didengar, tapi untuk direnungi, diperjuangkan, dan dinikmati.

Dalam Hindia ia bicara lembut, dalam .Feast ia bersuara lantang, dan dalam Lomba Sihir ia tertawa lepas. Semua itu bukan kontradiksi, melainkan harmoni. Harmoni dari seorang manusia yang memilih menyuarakan dunianya dengan jujur dan berani.[T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Tulus dan Pesona Lirik Puitis: Menelusuri Jiwa Remaja dalam “Tujuh Belas”
Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik Lagu “Guru Oemar Bakrie” Karya Iwan Fals
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Musik Legendaris untuk Kita Tetap Waras
Tags: .FeastBaskara PutraHindiaLomba Shirmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ODGJ Bisa Pulih, Mengapa Sulit Percaya?

Next Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails

The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 1, 2026
0
The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan...

Read moreDetails

‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

by Radha Dwi Pradnyani
February 23, 2026
0
‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

“Kenapa baru memberikan bunga ketika orang itu sudah membiru…?” Kalimat ini dilontarkan oleh pacar saya setelah dirinya melewati hari yang...

Read moreDetails

Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 18, 2026
0
Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

"Yang paling dalam tidak pernah berisik, ia tahu kapan harus berbunyi, dan kapan memberi jeda" * SAYA pertama kali memegang...

Read moreDetails

Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

by Ahmad Sihabudin
February 16, 2026
0
Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

DALAM hidup setiap manusia adalah seorang desperado. Pengembara  yang menempuh jalan panjang antara keinginan untuk bebas dan kebutuhan untuk dicintai....

Read moreDetails

‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 13, 2026
0
‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

“Look for the Silver Lining” lahir dari kegelapan, merayap seperti bisikan yang mengubah cara kita mendengar kesedihan. Chet Baker tidak...

Read moreDetails

‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 8, 2026
0
‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

Bayangkan sebuah suara yang lahir dari tubuh yang tak lagi bisa bergerak, namun justru bergerak paling jauh, menembus dinding waktu,...

Read moreDetails

‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 5, 2026
0
‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

Ada lagu yang tidak untuk mengguncang, melainkan berbicara tenang menemani kita. 'Another Day' adalah bisikan pelan di tengah hiruk-pikuk album Images...

Read moreDetails

‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 31, 2026
0
‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

"Leaving on a Jet Plane” karya John Denver bukan sekadar lagu tentang bandara dan koper yang ditutup rapat. Ia adalah...

Read moreDetails

Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 29, 2026
0
Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

Dunia jarang benar-benar sunyi. Ia dipenuhi suara, tuntutan, berita buruk, dan kegelisahan yang tak kunjung reda. Namun, di sela kebisingan...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co