26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [22]: Mahasiswa Tersandera di Toilet

Chusmeru by Chusmeru
July 3, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

JIKA ada pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman, tentu benar adanya. Kebersihan menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia. Bahkan semua agama menganjurkan agar manusia senantiasa menjaga kebersihan.

            Kebersihan juga dapat dipandang sebagai bagian dari kepribadian seseorang. Orang yang disiplin, tertib, dan rapi akan mengutamakan kebersihan, baik kebersihan untuk tubuhnya maupun lingkungannya.

            Begitu pula dengan tempat maupun rumah. Siapa dan bagaimana pemilik rumah itu akan dapat dilihat dari kebersihan di tempat tinggalnya. Rumah yang jorok pasti dihuni oleh orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, acuh terhadap keadaan sekitarnya.

            Kantor, sekolah, dan kampus dapat pula dinilai dari kebersihannya. Kampus yang sehat adalah kampus yang bersih. Kampus yang nyaman dan bersih akan membuat mahasiswa betah berada di lingkungan kampus. Tidak heran bila banyak kampus yang mempekerjakan cleaning service untuk menjaga kebersihan setiap harinya.

            Menilai kampus yang bersih tidaklah sulit. Kampus yang mudah ditemukan adanya tempat sampah pastilah sangat memperhatikan kebersihan. Toilet juga kerap menjadi patokan kebersihan. Kampus yang memiliki toilet yang bersih tentunya menjunjung tinggi hidup bersih dan sehat.

            Salah satu perguruan tinggi di kota Purwokerto sangat menjaga kebersihan toiletnya. Setiap fakultas dan jurusan memiliki toilet dengan standar hotel berbintang. Rapi, bersih, harum, dan terdapat perlengkapan di dalam toilet, seperti tisu dan sabun cuci tangan. Pria dan wanita memiliki toilet masing-masing. Petugas akan selalu membersihkan toilet setiap satu jam sekali.

            Meski toilet di kampus sangat bersih, namun beredar kabar tentang cerita mistis di dalam toilet. Itu tidak terlepas dari kampus itu sendiri yang sering disebut sebagai sarang hantu. Banyak kejadian aneh, misterius, dan menyeramkan yang terjadi di kampus. Begitu pun kejadian di dalam toilet kampus yang dialami mahasiswa.

                                                                        ***

            Kuliah Komunikasi Internasional dari dosen Shanti Prastiani baru berjalan 30 menit, tiba-tiba Adinda Melisa kebelet buang air. Mahasiswa yang cantik, lincah dan cerewet ini memang seringkali minta izin ke dosen untuk ke toilet setiap kuliah. Tergopoh-gopoh Adinda berlari menuju toilet yang berjarak sekitar 20 meter dari ruang kuliah.

            Kebetulan toilet sedang sepi, sehingga Adinda Melisa tidak harus mengantre. Biasanya pada jam tidak ada perkuliahan banyak mahasiswa yang ke toilet. Tak terbersit perasaan apa pun pada diri Adinda ketika memasuki toilet, karena seperti biasanya ia sering ke toilet.

            Saat Adinda selesai buang air kecil, lampu di toilet mendadak kedap-kedip seperti hendak padam. Perasaan Adinda mulai tidak enak. Adinda menengok ke atas. Betapa terkejut dia. Bukan lampu yang ia lihat, tapi suara orang menjerit dari arah lampu di atas toilet. Suara seorang perempuan. Tidak tampak wajah, namun terdengar jelas perempuan menjerit dan menangis.

            Adinda merinding. Cepat-cepat ia buka pintu toilet. Sialnya, pintu toilet itu tidak dapat dibuka. Adinda terkunci di dalam toilet. Suara jeritan dan tangisan perempuan semakin keras. Keringat dingin mengucur dari kening dan leher Adinda. Berulang kali ia mencoba membuka pintu toilet, namun tetap tak dapat dibuka.

            Adinda Melisa terkurung dan tersandera di dalam toilet. Lampu masih berkedip-kedip diiringi suara tangisan perempuan. Adinda berteriak menggedor-gedor pintu. Ia memanggil siapa pun yang lewat di depan toilet. Beruntung Satpam fakultas mendengarnya. Bersama mahasiswa dan disaksikan pegawai lain, Satpam mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkkk…!!!” pintu toilet terbuka dengan menimbulkan suara keras.

            Tampak Adinda pucat dan berkeringat. Wajahnya sangat ketakutan setelah hampir setengah jam ia tersandera di toilet. Berbarengan dengan terbukanya pintu toilet, lampu di dalam pun kembali menyala seperti biasa. Suara tangisan dan jeritan perempuan juga lenyap.

            Kabar tentang Adinda yang disandera hantu di toilet menyebar ke seluruh mahasiswa. Meski begitu tak membuat ciut nyali Farel Jovano. Ia menganggap Adinda hanya berhalusinasi. Karenanya ia tak memiliki perasaan atau firasat apa pun saat ke toilet. Sudah sejak tadi Farel menahan buang air ketika kuliah Kampanye dan Propaganda dengan dosen Kristoper Heri.

            Saat berada di depan kloset, tiba-tiba lampu toilet meredup. Penurunan daya, pikir Farel Jovano. Namun pada waktu selesai buang air dan menutup kembali resleting celananya, Farel dikejutkan oleh suara tawa laki-laki dari atap toilet. Suara tertawa yang tidak begitu keras, tetapi terdengar aneh. Seperti suara teratawa dan mengerang. Farel kaget. Ia mencari asal suara itu. Lampu kembali meredup disertai suara tawa dan erangan laki-laki.

            Farel Jovano mulai ketakutan. Cerita tentang hantu di toilet kini nyata ia temui. Bergegas ia buka pintu toilet. Terkunci. Toilet tidak dapat dibuka. Farel menarik dengan keras pintu toilet. Tetap saja terkunci. Farel tersandera di dalam toilet. Sementara suara tawa dan mengerang kian keras terdengar. Farel habis akal. Dia berteriak ke luar toilet. Beberapa pegawai dan mahasiswa mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkk…!!!” pintu toilet terbuka. Farel tampak berdiri ketakutan di pojok tembok toilet.

            Kampus semakin mencekam. Mahasiswa wanita banyak yang menahan diri untuk tidak pergi ke toilet kampus. Apalagi bila kuliah malam hari. Tak ada satu pun mahasiswa yang berani pergi ke toilet. Mereka sudah mempersiapkan diri sebelum kuliah untuk buang air kecil terlebih dahulu di rumah atau di tempat kost.

            Pintu toilet yang rusak juga sudah diperbaiki dengan mengganti kunci dan grendel yang mudah untuk dibuka. Lampu kamar mandi juga ditambah watt-nya, sehingga kelihatan lebih terang. Beberapa mahasiswa sudah mulai berani menggunakan toilet. Tampaknya biasa-biasa saja. Tidak ada peristiwa yang menghebohkan.

                                                                        ***

            Sore hari, kuliah Manajemen Kehumasan dari Dina Bestiari. Mahasiswa tampak menikmati kuliah yang memang asyik dengan dosen yang cantik. Ayu Herawati ingin buang air kecil. Padahal tadi ia sudah ke toilet dulu di kost sebelum berangkat ke kampus. Terbayang pada cerita tentang hantu di toilet kampus, Ayu ragu-ragu. Tetapi ia tidak dapat lagi menahan buang air. Ia minta ditemani Bunga Rosiana, kawan duduk sebelahnya.

            Lampu toilet terlihat terang saat Ayu Herawati masuk ke toilet. Sementara Bunga Rosiana menungguinya di luar, depan pintu toilet. Tatkala hendak merapikan pakaiannya, lampu toilet padam. Ayu Herawati kaget. Terdengar suara perempuan yang menangis dan meronta-ronta dari atas dinding toilet. Ayu Herawati menjerit ketakutan. Ia membuka pintu toilet. Terkunci.

            “Bungaaaa… tolong aku..!” teriak Ayu Herawati meminta pertolongan Bunga Rosiana yang berdiri di depan pintu.

            Bunga Rosiana mencoba mendobrak pintu toilet, tetapi tak bisa. Sementara di dalam toilet Ayu Herawati semakin ketakutan. Suasana tambah mencekam. Kali ini terdengar pula suara tawa perempuan dari atas toilet. Lampu masih padam. Gelap. Ayu Herawati gemetaran menahan takut. Pintu toilet belum juga bisa dibuka.

            Suara tangisan dan tawa perempuan semakin mendekat di telinga Ayu Herawati. Di luar toilet,  Bunga Rosiana berteriak memanggil-manggil namanya. Ayu Herawti menggedor-gedor pintu. Bunga Rosiana pun menggedor pintu. Mereka saling gedor, tetapi pintu masih saja terkunci. Ayu Herawati tersandera di dalam toilet.

            Suara gedoran pintu toilet membuat pengurus himpunan mahasiswa, Arya Pamungkas berlari menghampiri toilet. Arya Pamungkas menendang keras pintu toilet. Terbuka. Lampu kembali menyala. Suara-suara hantu perempuan menghilang. Ayu Herawati segera keluar dan memeluk Bunga Rosiana sambil menangis ketakutan.

            Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Triasih Wulan merasa prihatin dengan kondisi kampus yang mencekam, khususnya kejadian mencekam di dalam toilet. Ia sedang mencari upaya untuk mengatasi hantu yang sering menyandera mahasiswa di toilet.

            Triasih Wulan dapat saran dari Satpam kampus untuk menemui Mbah Kuncoro, sesepuh masyarakat yang tinggal di dekat kampus. Mbah Kuncoro termasuk orang yang menjadi saksi awal mula kampus berdiri. Ia tahu persis seluk-beluk tanah dan tempat-tempat yang keramat di kampus. Mbah Kuncoro juga kadang diminta pihak kampus untuk menjadi pawang hujan saat kampus mengadakan kegiatan malam hari.

            “Mereka adalah roh halus yang pada zaman dahulu meninggal tak wajar,” kata Mbah Kuncoro saat menerima kedatangan Triasih Wulan.

            “Mengapa mereka tinggal di kampus, Mbah?” tanya Triasih Wulan.

            “Dulu kampus itu hutan belukar, tempat bersemayam arwah gentayangan,” jawab Mbah Kuncoro.

            “Terus bagaimana agar mahasiswa tidak diganggu, Mbah?” tanya Triasih Wulan lagi.

            “Yang penting saat mau masuk toilet berdoa sesuai agama masing-masing. Kemudian ucapkan ini: amit-amit dhemit ora ndulit, setan ora doyan. Setan dhemit aja ngganggu anak putu Wangsadinaya,” jelas Mbah Kuncoro.

Sebuah kalimat dalam bahasa Jawa Banyumasan yang artinya, amit-amit dedemit tidak menyentuh, setan tidak doyan. Setan dan dedemit jangan ganggu anak cucu Wangsadinaya.

Mbah Kuncoro pun menjelaskan siapa yang dimaksud Wangsadinaya dalam bacaan tersebut. Wangsadinaya adalah tokoh sakti dan terkenal di masa lalu yang memiliki ilmu kanuragan sekaligus ilmu kebatinan. Bukan hanya manusia, setan dan iblis pun takut kepada Wangsadinaya.

Tokoh Wangsadinaya ternyata bukan hanya sakti pada zamannya. Untuk saat ini pun nama Wangsadinaya masih ditakuti oleh setan, iblis, dan hantu. Buktinya, sejak mahasiswa mengucapkan nama Wangsadinaya, tidak pernah lagi ada kejadian menyeramkan mahasiswa tersandera di dalam toilet. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Pulau Surga yang Lelah

Next Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Kemping yang Mencekam

by Chusmeru
October 15, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co