26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [22]: Mahasiswa Tersandera di Toilet

Chusmeru by Chusmeru
July 3, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

JIKA ada pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman, tentu benar adanya. Kebersihan menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia. Bahkan semua agama menganjurkan agar manusia senantiasa menjaga kebersihan.

            Kebersihan juga dapat dipandang sebagai bagian dari kepribadian seseorang. Orang yang disiplin, tertib, dan rapi akan mengutamakan kebersihan, baik kebersihan untuk tubuhnya maupun lingkungannya.

            Begitu pula dengan tempat maupun rumah. Siapa dan bagaimana pemilik rumah itu akan dapat dilihat dari kebersihan di tempat tinggalnya. Rumah yang jorok pasti dihuni oleh orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, acuh terhadap keadaan sekitarnya.

            Kantor, sekolah, dan kampus dapat pula dinilai dari kebersihannya. Kampus yang sehat adalah kampus yang bersih. Kampus yang nyaman dan bersih akan membuat mahasiswa betah berada di lingkungan kampus. Tidak heran bila banyak kampus yang mempekerjakan cleaning service untuk menjaga kebersihan setiap harinya.

            Menilai kampus yang bersih tidaklah sulit. Kampus yang mudah ditemukan adanya tempat sampah pastilah sangat memperhatikan kebersihan. Toilet juga kerap menjadi patokan kebersihan. Kampus yang memiliki toilet yang bersih tentunya menjunjung tinggi hidup bersih dan sehat.

            Salah satu perguruan tinggi di kota Purwokerto sangat menjaga kebersihan toiletnya. Setiap fakultas dan jurusan memiliki toilet dengan standar hotel berbintang. Rapi, bersih, harum, dan terdapat perlengkapan di dalam toilet, seperti tisu dan sabun cuci tangan. Pria dan wanita memiliki toilet masing-masing. Petugas akan selalu membersihkan toilet setiap satu jam sekali.

            Meski toilet di kampus sangat bersih, namun beredar kabar tentang cerita mistis di dalam toilet. Itu tidak terlepas dari kampus itu sendiri yang sering disebut sebagai sarang hantu. Banyak kejadian aneh, misterius, dan menyeramkan yang terjadi di kampus. Begitu pun kejadian di dalam toilet kampus yang dialami mahasiswa.

                                                                        ***

            Kuliah Komunikasi Internasional dari dosen Shanti Prastiani baru berjalan 30 menit, tiba-tiba Adinda Melisa kebelet buang air. Mahasiswa yang cantik, lincah dan cerewet ini memang seringkali minta izin ke dosen untuk ke toilet setiap kuliah. Tergopoh-gopoh Adinda berlari menuju toilet yang berjarak sekitar 20 meter dari ruang kuliah.

            Kebetulan toilet sedang sepi, sehingga Adinda Melisa tidak harus mengantre. Biasanya pada jam tidak ada perkuliahan banyak mahasiswa yang ke toilet. Tak terbersit perasaan apa pun pada diri Adinda ketika memasuki toilet, karena seperti biasanya ia sering ke toilet.

            Saat Adinda selesai buang air kecil, lampu di toilet mendadak kedap-kedip seperti hendak padam. Perasaan Adinda mulai tidak enak. Adinda menengok ke atas. Betapa terkejut dia. Bukan lampu yang ia lihat, tapi suara orang menjerit dari arah lampu di atas toilet. Suara seorang perempuan. Tidak tampak wajah, namun terdengar jelas perempuan menjerit dan menangis.

            Adinda merinding. Cepat-cepat ia buka pintu toilet. Sialnya, pintu toilet itu tidak dapat dibuka. Adinda terkunci di dalam toilet. Suara jeritan dan tangisan perempuan semakin keras. Keringat dingin mengucur dari kening dan leher Adinda. Berulang kali ia mencoba membuka pintu toilet, namun tetap tak dapat dibuka.

            Adinda Melisa terkurung dan tersandera di dalam toilet. Lampu masih berkedip-kedip diiringi suara tangisan perempuan. Adinda berteriak menggedor-gedor pintu. Ia memanggil siapa pun yang lewat di depan toilet. Beruntung Satpam fakultas mendengarnya. Bersama mahasiswa dan disaksikan pegawai lain, Satpam mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkkk…!!!” pintu toilet terbuka dengan menimbulkan suara keras.

            Tampak Adinda pucat dan berkeringat. Wajahnya sangat ketakutan setelah hampir setengah jam ia tersandera di toilet. Berbarengan dengan terbukanya pintu toilet, lampu di dalam pun kembali menyala seperti biasa. Suara tangisan dan jeritan perempuan juga lenyap.

            Kabar tentang Adinda yang disandera hantu di toilet menyebar ke seluruh mahasiswa. Meski begitu tak membuat ciut nyali Farel Jovano. Ia menganggap Adinda hanya berhalusinasi. Karenanya ia tak memiliki perasaan atau firasat apa pun saat ke toilet. Sudah sejak tadi Farel menahan buang air ketika kuliah Kampanye dan Propaganda dengan dosen Kristoper Heri.

            Saat berada di depan kloset, tiba-tiba lampu toilet meredup. Penurunan daya, pikir Farel Jovano. Namun pada waktu selesai buang air dan menutup kembali resleting celananya, Farel dikejutkan oleh suara tawa laki-laki dari atap toilet. Suara tertawa yang tidak begitu keras, tetapi terdengar aneh. Seperti suara teratawa dan mengerang. Farel kaget. Ia mencari asal suara itu. Lampu kembali meredup disertai suara tawa dan erangan laki-laki.

            Farel Jovano mulai ketakutan. Cerita tentang hantu di toilet kini nyata ia temui. Bergegas ia buka pintu toilet. Terkunci. Toilet tidak dapat dibuka. Farel menarik dengan keras pintu toilet. Tetap saja terkunci. Farel tersandera di dalam toilet. Sementara suara tawa dan mengerang kian keras terdengar. Farel habis akal. Dia berteriak ke luar toilet. Beberapa pegawai dan mahasiswa mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkk…!!!” pintu toilet terbuka. Farel tampak berdiri ketakutan di pojok tembok toilet.

            Kampus semakin mencekam. Mahasiswa wanita banyak yang menahan diri untuk tidak pergi ke toilet kampus. Apalagi bila kuliah malam hari. Tak ada satu pun mahasiswa yang berani pergi ke toilet. Mereka sudah mempersiapkan diri sebelum kuliah untuk buang air kecil terlebih dahulu di rumah atau di tempat kost.

            Pintu toilet yang rusak juga sudah diperbaiki dengan mengganti kunci dan grendel yang mudah untuk dibuka. Lampu kamar mandi juga ditambah watt-nya, sehingga kelihatan lebih terang. Beberapa mahasiswa sudah mulai berani menggunakan toilet. Tampaknya biasa-biasa saja. Tidak ada peristiwa yang menghebohkan.

                                                                        ***

            Sore hari, kuliah Manajemen Kehumasan dari Dina Bestiari. Mahasiswa tampak menikmati kuliah yang memang asyik dengan dosen yang cantik. Ayu Herawati ingin buang air kecil. Padahal tadi ia sudah ke toilet dulu di kost sebelum berangkat ke kampus. Terbayang pada cerita tentang hantu di toilet kampus, Ayu ragu-ragu. Tetapi ia tidak dapat lagi menahan buang air. Ia minta ditemani Bunga Rosiana, kawan duduk sebelahnya.

            Lampu toilet terlihat terang saat Ayu Herawati masuk ke toilet. Sementara Bunga Rosiana menungguinya di luar, depan pintu toilet. Tatkala hendak merapikan pakaiannya, lampu toilet padam. Ayu Herawati kaget. Terdengar suara perempuan yang menangis dan meronta-ronta dari atas dinding toilet. Ayu Herawati menjerit ketakutan. Ia membuka pintu toilet. Terkunci.

            “Bungaaaa… tolong aku..!” teriak Ayu Herawati meminta pertolongan Bunga Rosiana yang berdiri di depan pintu.

            Bunga Rosiana mencoba mendobrak pintu toilet, tetapi tak bisa. Sementara di dalam toilet Ayu Herawati semakin ketakutan. Suasana tambah mencekam. Kali ini terdengar pula suara tawa perempuan dari atas toilet. Lampu masih padam. Gelap. Ayu Herawati gemetaran menahan takut. Pintu toilet belum juga bisa dibuka.

            Suara tangisan dan tawa perempuan semakin mendekat di telinga Ayu Herawati. Di luar toilet,  Bunga Rosiana berteriak memanggil-manggil namanya. Ayu Herawti menggedor-gedor pintu. Bunga Rosiana pun menggedor pintu. Mereka saling gedor, tetapi pintu masih saja terkunci. Ayu Herawati tersandera di dalam toilet.

            Suara gedoran pintu toilet membuat pengurus himpunan mahasiswa, Arya Pamungkas berlari menghampiri toilet. Arya Pamungkas menendang keras pintu toilet. Terbuka. Lampu kembali menyala. Suara-suara hantu perempuan menghilang. Ayu Herawati segera keluar dan memeluk Bunga Rosiana sambil menangis ketakutan.

            Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Triasih Wulan merasa prihatin dengan kondisi kampus yang mencekam, khususnya kejadian mencekam di dalam toilet. Ia sedang mencari upaya untuk mengatasi hantu yang sering menyandera mahasiswa di toilet.

            Triasih Wulan dapat saran dari Satpam kampus untuk menemui Mbah Kuncoro, sesepuh masyarakat yang tinggal di dekat kampus. Mbah Kuncoro termasuk orang yang menjadi saksi awal mula kampus berdiri. Ia tahu persis seluk-beluk tanah dan tempat-tempat yang keramat di kampus. Mbah Kuncoro juga kadang diminta pihak kampus untuk menjadi pawang hujan saat kampus mengadakan kegiatan malam hari.

            “Mereka adalah roh halus yang pada zaman dahulu meninggal tak wajar,” kata Mbah Kuncoro saat menerima kedatangan Triasih Wulan.

            “Mengapa mereka tinggal di kampus, Mbah?” tanya Triasih Wulan.

            “Dulu kampus itu hutan belukar, tempat bersemayam arwah gentayangan,” jawab Mbah Kuncoro.

            “Terus bagaimana agar mahasiswa tidak diganggu, Mbah?” tanya Triasih Wulan lagi.

            “Yang penting saat mau masuk toilet berdoa sesuai agama masing-masing. Kemudian ucapkan ini: amit-amit dhemit ora ndulit, setan ora doyan. Setan dhemit aja ngganggu anak putu Wangsadinaya,” jelas Mbah Kuncoro.

Sebuah kalimat dalam bahasa Jawa Banyumasan yang artinya, amit-amit dedemit tidak menyentuh, setan tidak doyan. Setan dan dedemit jangan ganggu anak cucu Wangsadinaya.

Mbah Kuncoro pun menjelaskan siapa yang dimaksud Wangsadinaya dalam bacaan tersebut. Wangsadinaya adalah tokoh sakti dan terkenal di masa lalu yang memiliki ilmu kanuragan sekaligus ilmu kebatinan. Bukan hanya manusia, setan dan iblis pun takut kepada Wangsadinaya.

Tokoh Wangsadinaya ternyata bukan hanya sakti pada zamannya. Untuk saat ini pun nama Wangsadinaya masih ditakuti oleh setan, iblis, dan hantu. Buktinya, sejak mahasiswa mengucapkan nama Wangsadinaya, tidak pernah lagi ada kejadian menyeramkan mahasiswa tersandera di dalam toilet. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Pulau Surga yang Lelah

Next Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co