16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [22]: Mahasiswa Tersandera di Toilet

Chusmeru by Chusmeru
July 3, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

JIKA ada pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman, tentu benar adanya. Kebersihan menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia. Bahkan semua agama menganjurkan agar manusia senantiasa menjaga kebersihan.

            Kebersihan juga dapat dipandang sebagai bagian dari kepribadian seseorang. Orang yang disiplin, tertib, dan rapi akan mengutamakan kebersihan, baik kebersihan untuk tubuhnya maupun lingkungannya.

            Begitu pula dengan tempat maupun rumah. Siapa dan bagaimana pemilik rumah itu akan dapat dilihat dari kebersihan di tempat tinggalnya. Rumah yang jorok pasti dihuni oleh orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, acuh terhadap keadaan sekitarnya.

            Kantor, sekolah, dan kampus dapat pula dinilai dari kebersihannya. Kampus yang sehat adalah kampus yang bersih. Kampus yang nyaman dan bersih akan membuat mahasiswa betah berada di lingkungan kampus. Tidak heran bila banyak kampus yang mempekerjakan cleaning service untuk menjaga kebersihan setiap harinya.

            Menilai kampus yang bersih tidaklah sulit. Kampus yang mudah ditemukan adanya tempat sampah pastilah sangat memperhatikan kebersihan. Toilet juga kerap menjadi patokan kebersihan. Kampus yang memiliki toilet yang bersih tentunya menjunjung tinggi hidup bersih dan sehat.

            Salah satu perguruan tinggi di kota Purwokerto sangat menjaga kebersihan toiletnya. Setiap fakultas dan jurusan memiliki toilet dengan standar hotel berbintang. Rapi, bersih, harum, dan terdapat perlengkapan di dalam toilet, seperti tisu dan sabun cuci tangan. Pria dan wanita memiliki toilet masing-masing. Petugas akan selalu membersihkan toilet setiap satu jam sekali.

            Meski toilet di kampus sangat bersih, namun beredar kabar tentang cerita mistis di dalam toilet. Itu tidak terlepas dari kampus itu sendiri yang sering disebut sebagai sarang hantu. Banyak kejadian aneh, misterius, dan menyeramkan yang terjadi di kampus. Begitu pun kejadian di dalam toilet kampus yang dialami mahasiswa.

                                                                        ***

            Kuliah Komunikasi Internasional dari dosen Shanti Prastiani baru berjalan 30 menit, tiba-tiba Adinda Melisa kebelet buang air. Mahasiswa yang cantik, lincah dan cerewet ini memang seringkali minta izin ke dosen untuk ke toilet setiap kuliah. Tergopoh-gopoh Adinda berlari menuju toilet yang berjarak sekitar 20 meter dari ruang kuliah.

            Kebetulan toilet sedang sepi, sehingga Adinda Melisa tidak harus mengantre. Biasanya pada jam tidak ada perkuliahan banyak mahasiswa yang ke toilet. Tak terbersit perasaan apa pun pada diri Adinda ketika memasuki toilet, karena seperti biasanya ia sering ke toilet.

            Saat Adinda selesai buang air kecil, lampu di toilet mendadak kedap-kedip seperti hendak padam. Perasaan Adinda mulai tidak enak. Adinda menengok ke atas. Betapa terkejut dia. Bukan lampu yang ia lihat, tapi suara orang menjerit dari arah lampu di atas toilet. Suara seorang perempuan. Tidak tampak wajah, namun terdengar jelas perempuan menjerit dan menangis.

            Adinda merinding. Cepat-cepat ia buka pintu toilet. Sialnya, pintu toilet itu tidak dapat dibuka. Adinda terkunci di dalam toilet. Suara jeritan dan tangisan perempuan semakin keras. Keringat dingin mengucur dari kening dan leher Adinda. Berulang kali ia mencoba membuka pintu toilet, namun tetap tak dapat dibuka.

            Adinda Melisa terkurung dan tersandera di dalam toilet. Lampu masih berkedip-kedip diiringi suara tangisan perempuan. Adinda berteriak menggedor-gedor pintu. Ia memanggil siapa pun yang lewat di depan toilet. Beruntung Satpam fakultas mendengarnya. Bersama mahasiswa dan disaksikan pegawai lain, Satpam mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkkk…!!!” pintu toilet terbuka dengan menimbulkan suara keras.

            Tampak Adinda pucat dan berkeringat. Wajahnya sangat ketakutan setelah hampir setengah jam ia tersandera di toilet. Berbarengan dengan terbukanya pintu toilet, lampu di dalam pun kembali menyala seperti biasa. Suara tangisan dan jeritan perempuan juga lenyap.

            Kabar tentang Adinda yang disandera hantu di toilet menyebar ke seluruh mahasiswa. Meski begitu tak membuat ciut nyali Farel Jovano. Ia menganggap Adinda hanya berhalusinasi. Karenanya ia tak memiliki perasaan atau firasat apa pun saat ke toilet. Sudah sejak tadi Farel menahan buang air ketika kuliah Kampanye dan Propaganda dengan dosen Kristoper Heri.

            Saat berada di depan kloset, tiba-tiba lampu toilet meredup. Penurunan daya, pikir Farel Jovano. Namun pada waktu selesai buang air dan menutup kembali resleting celananya, Farel dikejutkan oleh suara tawa laki-laki dari atap toilet. Suara tertawa yang tidak begitu keras, tetapi terdengar aneh. Seperti suara teratawa dan mengerang. Farel kaget. Ia mencari asal suara itu. Lampu kembali meredup disertai suara tawa dan erangan laki-laki.

            Farel Jovano mulai ketakutan. Cerita tentang hantu di toilet kini nyata ia temui. Bergegas ia buka pintu toilet. Terkunci. Toilet tidak dapat dibuka. Farel menarik dengan keras pintu toilet. Tetap saja terkunci. Farel tersandera di dalam toilet. Sementara suara tawa dan mengerang kian keras terdengar. Farel habis akal. Dia berteriak ke luar toilet. Beberapa pegawai dan mahasiswa mendobrak pintu toilet.

            “Braaakkk…!!!” pintu toilet terbuka. Farel tampak berdiri ketakutan di pojok tembok toilet.

            Kampus semakin mencekam. Mahasiswa wanita banyak yang menahan diri untuk tidak pergi ke toilet kampus. Apalagi bila kuliah malam hari. Tak ada satu pun mahasiswa yang berani pergi ke toilet. Mereka sudah mempersiapkan diri sebelum kuliah untuk buang air kecil terlebih dahulu di rumah atau di tempat kost.

            Pintu toilet yang rusak juga sudah diperbaiki dengan mengganti kunci dan grendel yang mudah untuk dibuka. Lampu kamar mandi juga ditambah watt-nya, sehingga kelihatan lebih terang. Beberapa mahasiswa sudah mulai berani menggunakan toilet. Tampaknya biasa-biasa saja. Tidak ada peristiwa yang menghebohkan.

                                                                        ***

            Sore hari, kuliah Manajemen Kehumasan dari Dina Bestiari. Mahasiswa tampak menikmati kuliah yang memang asyik dengan dosen yang cantik. Ayu Herawati ingin buang air kecil. Padahal tadi ia sudah ke toilet dulu di kost sebelum berangkat ke kampus. Terbayang pada cerita tentang hantu di toilet kampus, Ayu ragu-ragu. Tetapi ia tidak dapat lagi menahan buang air. Ia minta ditemani Bunga Rosiana, kawan duduk sebelahnya.

            Lampu toilet terlihat terang saat Ayu Herawati masuk ke toilet. Sementara Bunga Rosiana menungguinya di luar, depan pintu toilet. Tatkala hendak merapikan pakaiannya, lampu toilet padam. Ayu Herawati kaget. Terdengar suara perempuan yang menangis dan meronta-ronta dari atas dinding toilet. Ayu Herawati menjerit ketakutan. Ia membuka pintu toilet. Terkunci.

            “Bungaaaa… tolong aku..!” teriak Ayu Herawati meminta pertolongan Bunga Rosiana yang berdiri di depan pintu.

            Bunga Rosiana mencoba mendobrak pintu toilet, tetapi tak bisa. Sementara di dalam toilet Ayu Herawati semakin ketakutan. Suasana tambah mencekam. Kali ini terdengar pula suara tawa perempuan dari atas toilet. Lampu masih padam. Gelap. Ayu Herawati gemetaran menahan takut. Pintu toilet belum juga bisa dibuka.

            Suara tangisan dan tawa perempuan semakin mendekat di telinga Ayu Herawati. Di luar toilet,  Bunga Rosiana berteriak memanggil-manggil namanya. Ayu Herawti menggedor-gedor pintu. Bunga Rosiana pun menggedor pintu. Mereka saling gedor, tetapi pintu masih saja terkunci. Ayu Herawati tersandera di dalam toilet.

            Suara gedoran pintu toilet membuat pengurus himpunan mahasiswa, Arya Pamungkas berlari menghampiri toilet. Arya Pamungkas menendang keras pintu toilet. Terbuka. Lampu kembali menyala. Suara-suara hantu perempuan menghilang. Ayu Herawati segera keluar dan memeluk Bunga Rosiana sambil menangis ketakutan.

            Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Triasih Wulan merasa prihatin dengan kondisi kampus yang mencekam, khususnya kejadian mencekam di dalam toilet. Ia sedang mencari upaya untuk mengatasi hantu yang sering menyandera mahasiswa di toilet.

            Triasih Wulan dapat saran dari Satpam kampus untuk menemui Mbah Kuncoro, sesepuh masyarakat yang tinggal di dekat kampus. Mbah Kuncoro termasuk orang yang menjadi saksi awal mula kampus berdiri. Ia tahu persis seluk-beluk tanah dan tempat-tempat yang keramat di kampus. Mbah Kuncoro juga kadang diminta pihak kampus untuk menjadi pawang hujan saat kampus mengadakan kegiatan malam hari.

            “Mereka adalah roh halus yang pada zaman dahulu meninggal tak wajar,” kata Mbah Kuncoro saat menerima kedatangan Triasih Wulan.

            “Mengapa mereka tinggal di kampus, Mbah?” tanya Triasih Wulan.

            “Dulu kampus itu hutan belukar, tempat bersemayam arwah gentayangan,” jawab Mbah Kuncoro.

            “Terus bagaimana agar mahasiswa tidak diganggu, Mbah?” tanya Triasih Wulan lagi.

            “Yang penting saat mau masuk toilet berdoa sesuai agama masing-masing. Kemudian ucapkan ini: amit-amit dhemit ora ndulit, setan ora doyan. Setan dhemit aja ngganggu anak putu Wangsadinaya,” jelas Mbah Kuncoro.

Sebuah kalimat dalam bahasa Jawa Banyumasan yang artinya, amit-amit dedemit tidak menyentuh, setan tidak doyan. Setan dan dedemit jangan ganggu anak cucu Wangsadinaya.

Mbah Kuncoro pun menjelaskan siapa yang dimaksud Wangsadinaya dalam bacaan tersebut. Wangsadinaya adalah tokoh sakti dan terkenal di masa lalu yang memiliki ilmu kanuragan sekaligus ilmu kebatinan. Bukan hanya manusia, setan dan iblis pun takut kepada Wangsadinaya.

Tokoh Wangsadinaya ternyata bukan hanya sakti pada zamannya. Untuk saat ini pun nama Wangsadinaya masih ditakuti oleh setan, iblis, dan hantu. Buktinya, sejak mahasiswa mengucapkan nama Wangsadinaya, tidak pernah lagi ada kejadian menyeramkan mahasiswa tersandera di dalam toilet. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Pulau Surga yang Lelah

Next Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co