23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
April 19, 2025
in Esai
Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

PEMAHAMAN dan penguasaan literasi pada masa kini, menjadi bagian penting dari perubahan zaman. Seyogianya, penguatan dan edukasi literasi tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan formal. Tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan sepele, mengingat perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu deras. Kemajuan iptek ini menjadi pergerakan simultan yang membawa dampak sangat besar dalam kehidupan manusia. Sementara, gejala yang muncul kian menggerus akar-akar literasi kita. Benarkah kita sedang mengalami darurat literasi?

Apakah karena pemahaman dan penguasaan literasi di masyarakat begitu rendah, sehingga komunikasi dan informasi di pelbagai sektoral, sering mengalami interaksi sosial yang salah? Lantas, bagaimana kalau ini terjadi di dunia pendidikan? Maka tentu akan berimbas pada kehidupan sosial, meski ini begitu subjektif dan tidak bisa dijadikan ukuran normatif. Tidak bisa lagi, kita hanya mengandalkan lembaga pendidikan semata, demi mencukupi kebutuhan literasi kepada anak. Harus ada cara inklusif (termasuk keseluruhan) untuk memenuhi kebutuhan dan tanggung jawab sosial.

 Tentu kita sangat prihatin, dengan meningkatnya jumlah kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan. Apakah nilai-nilai budaya semakin terkikis, hingga menjadi dampak sebab-akibat dari persoalan ini. Tentu banyak aspek yang memengaruhi kasus-kasus semacam ini. Tetapi persoalan penting yang kita hadapi adalah meluruskan tujuan pendidikan demi terwujudnya cita-cita mencerdaskan anak bangsa.

Bergesernya tantangan zaman, tentu membawa perubahan dalam etika dan estetika sosial. Ini akan memunculkan gesekan-gesekan teori, yang berpotensi pada aspek budaya. Sebagaimana kita ketahui, bahwa budaya (termasuk tradisi lokal) menjadi fundamen dalam membangun kerangka kebangsaan. Apakah sejauh ini nilai-nilai dasar dari cerminan kehidupan sosial tetap terawat, sesuai dengan diksi norma-norma falsafah negara! Atau karena konsepsi pemikiran manusia dihadapkan pada situasi yang lebih kritis? Kian derasnya arus utama (mainstream) globalisasi yang memicu tumbuhnya karakter-karakter baru.

Jika kita telisik persoalan-persoalan sosial, ada banyak residu membekas dan menumpuk  yang kemudian memunculkan persoalan baru. Sehingga salah satu dampak sosial, sangat rentan dengan kondisi psikologis yang membenturkan karakter lingkungan. Antara pendidik dan peserta didik; antara lingkungan formal dengan lingkungan non-formal yang memiliki basis karakter berbeda. Maka disini, makna tekstual dari pengurangan kekerasan (moderasi) harus ada titik temu.

Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan bermartabat, kita juga membutuhkan ekonomi yang kuat. Apakah pendidikan bermartabat itu bisa tumbuh secara alami, dan membiarkan larut dalam proses alam yang mampu mengatasi problematik dari transformasi, transisi dan edukasi dalam sistem pendidikan? Tentu tidak! Konteks ini tentu membutuhkan penataan instrumen infrastruktur dan suprastruktur yang berbasis anggaran, serta regulasi yang bagus.

Persoalan yang dihadapi dan terus mengganjal, adalah bagaimana sistem pendidikan berjalan sesuai dengan fungsinya dan asas-asasnya. Di sini tentu harus ada metode dan konsep desain yang bagus agar nilai-nilai pendidikan tetap berada pada pilihan-pilihan yang melahirkan konsep-konsep budaya. Ada stigma, bahwa kehilangan bahasa akan berdampak pada hilangnya tradisi (budaya). Jika tradisi hilang, itu artinya nilai-nilai sosial pendidikan tidak lagi bermartabat. Penawaran konsep deep learning harus diartikan sebagai sebuah cara atau metode yang menjadi alat bantu dalam pendidikan. Bukan instrumen yang sejajar dengan kurikulum.

Dalam profesi keguruan, tentu hal-hal terkait kekerasan harus dihindari dan ditekan seminimal mungkin, mengingat lembaga pendidikan formal selalu dianalogikan sebagai tempat untuk melahirkan kaum intelektual dan berakhlak. Sungguh ironis dan miris, jika angka kekerasan di lingkungan pendidikan terus meningkat. Munculnya skeptisisme dengan alibi pembenaran akibat transformasi peradaban yang kian maju. Sehingga esensi peradaban menjadi ambivalen maknanya.

Dengan berbagai kasus per kasus yang terjadi, muncul pertanyaan apakah ada yang salah dalam sistem pendidikan kini? Persoalan ini tentu harus dilihat dalam perspektif luas. Tidak semata karena sistem pendidikan berbasis kurikulum kemudian dianggap biang masalah, tanpa ada analisis sebab-akibat yang konkret. Jika kita mengamati perubahan ini, adanya gejala sosial yang menjadi efek negatif pertentangan tanpa disadari oleh masyarakat pengguna sosial media. Hampir setiap hari kita temukan fenomena sosial yang buruk. Tidak jarang terjadi pertengkaran dalam jejaring sosial, yang disebabkan karena kedua belah pihak tidak paham dengan apa yang dipertentangkan. Sebagian besar masyarakat masih rendah dalam memahami literasi digital yang digunakan dalam berinteraksi.

Masyarakat begitu mudah terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak valid dan tidak akurat. Situasi ini terus berjalan tanpa ada edukasi yang baik. Persoalan ini akan terus berlangsung, jika tidak ada penanganan yang tepat dan lebih serius. Fenomena sosial yang senantiasa menggerus akar-akar tradisi, akan menimbulkan kerusakan budaya. Maka, diperlukan sinergitas kuat antara pendidikan formal dan non-formal. Harus ada keseimbangan, dan tidak semata-mata semua beban tanggung jawab dibebankan kepada lembaga pendidikan formal. Di sini, peran keluarga dan lingkungan sosial juga memengaruhi tujuan yang diinginkan. Terjadinya trauma sosial itu karena beberapa faktor yang berjalan mengiringinya.

Munculnya fenomena baru pada jejaring sosial, yang seolah-olah menjadi tradisi kesehari-harian, di mana kerap kali terjadi pertengkaran antara kedua belah pihak yang sama-sama tidak paham dengan akar permasalahannya. Masing-masing tidak memiliki kemampuan analisis sebab-akibat tentang apa yang dipertentangkan. Meski ini sangat prismatik jika diasumsikan sebagai tradisi.

Dalam edukasi pengetahuan, sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kemampuan yang sangat rendah dalam memahami literasi digital. Bisa jadi, ini salah satu faktor yang memengaruhinya. Kemudian menjadi sebuah simpulan-simpulan individu sebagai alibi pembenaran. Dan pada titik tertentu, menggumpal menjadi residu sosial, yang berpotensi menggerus akar-akar edukasi. Khususnya untuk memperkuat simpul-simpul literasi.

Sejatinya metode pembelajaran bermuara pada aspek-aspek pedagogis dan penilaian. Yang harus diingat adalah fokus pada pengembalian pendidikan yang bermartabat, tidak semata-mata kualitas materi pelajaran (kognitif). Sebab pembentukan karakter positif bagi peserta didik juga harus sejalan dan sejajar. Apakah memang ada yang salah dalam kurikulum pendidikan, sehingga sampai kini terus memicu polemik yang tidak kunjung selesai.

Maka, jika ditelisik secara sederhana, harus ada penanganan yang serius (preventif), terhadap tumbuhnya trauma sosial. Mungkin diperlukan sebuah kebijakan yang cukup radikal, tidak sekadar terjebak dalam sebuah revolusi logika. Pembatasan penggunaan jejaring sosial bagi peserta didik, dan mengalihkan perhatian pendidikan yang berbasis kemampuan literasi, untuk kembali pada konsep tekstual (buku cetak), agar peserta didik mampu membentuk karakter pribadinya secara alamiah. Tidak bergantung pada pembentukan karakter yang hanya berorientasi pada identifikasi sosial.

Tentu hal ini perlu kajian dan riset mendalam, mengingat kemajuan iptek sebagai pemicu kehidupan sosial tidak bisa dikendalikan secara drastis. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tentunya juga membawa virus-virus baru yang bisa berdampak pada penurunan kualitas psikologis manusia. Misalnya hal-hal yang terselubung antara mitos dan fakta, hingga menjadi penyakit sosial. Misalnya hal-hal yang akan terjadi dengan kondisi-kondisi menakutkan, kemudian menjadi trauma sosial. Seperti munculnya skizofrenia, distopia, dan lainnya. [T]

Penulis: Vito Prasetyo
Editor; Adnyana Ole

BACA puisi dan esai lain dari penulis VITO PRASETYO

Modernitas Logika dalam Perspektif Pendidikan
Sastra dalam Stereotip Modern
Tags: Pendidikantrauma sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kontekstualisai Modul Ajar Kebencanaan dalam Pembelajaran

Next Post

Selamat Galungan, Selamat Makan Lawar! — Ingat Atur Gaya Makan Agar Tetap Sehat

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Selamat Galungan, Selamat Makan Lawar! — Ingat  Atur Gaya Makan Agar Tetap Sehat

Selamat Galungan, Selamat Makan Lawar! -- Ingat Atur Gaya Makan Agar Tetap Sehat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co