5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontekstualisai Modul Ajar Kebencanaan dalam Pembelajaran

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 19, 2025
in Khas
Kontekstualisai Modul Ajar Kebencanaan dalam Pembelajaran

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

TIDAK banyak Lembaga Non Pemerintah (NGO : Non Government Organization) yang peduli pada dunia pendidikan. Di antara yang tidak banyak itu, Plan International Indonesia (selanjutnya disebut Plan) adalah salah satunya.

Plan menjadi inisiator dalam Pendidikan Pencegahan dan Penanggulangan Kebencanaan di Indonesia menyasar sekolah-sekolah di bawah Pemerintah Daerah Provinsi. Dua Provinsi yang dijadikan pilot project oleh Plan adalah Provinsi Bali dan DIY.

Di dua provinsi ini, Plan memiliki masing-masing 100 sekolah binaan sebagai Pilot Project yang diberi nama Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

Menarik juga dicermati pilihan Plan terhadap sekolah di Provinsi Bali dan Yogyakarta.

Pertama, kedua provinsi ini memiliki kesamaan secara kultural dan kuat memegang kearifan lokal untuk urip-nguripi. Memahayu Hayuning  Bawono di DIY identik dengan ritual Mapahayu Jagat dengan tradisi mapelem di Bali.

Kedua, baik Bali maupun DIY memiliki keistimewaan secara historis. Bali yang dulu disebut Provinsi Sunda Kecil adalah reprensentasi dari Jawa Kecil karena memang pulaunya kecil bin mungil. Oleh karena itu tradisi Sugian Jawa dipersepsikan sebagai pembersihan terhadap alam makrokosmos (buana agung), dan Sugian Bali dipandang sebagai pembersihan alam mikrokosmos (buana alit). Sementara itu, keistimewaan DIY bukan saja nama provinsinya istimewa karena pernah menjadi ibu kota Negara masa Revolusi Kemerdekaan, melainkan juga keistimewaan lain (orangnya, budayanya, kotanya) hingga kini melekat dan layak dipertahankan sebagai bentuk penghormatan.

Ketiga, baik DIY maupun Bali kental dengan daerah tujuan pariwisata. Barang siapa yang pernah menginjakkan kaki di Yogyakarta, selalu rindu untuk kembali. Begitu, juga dengan Bali. Siapa pun yang pernah ke Bali, selalu rindu kembali ke Bali. Dewata memanggilnya kembali.  Tidak berlebihan bila Guruh Sukarno Putra memikat dengan lagu, “Kembalikan Baliku”.

Oleh karena pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi adalah SMA, SMK, dan SLB, maka ketiga jenis satuan Pendidikan itu pun disasar secara proporsional dan profesional. Secara proporsional artinya sekolah yang disasar sesuai dengan jumlah  secara berimbang sehingga sebaran 100 sekolah pilot project itu merata antara SMA, SMK, dan SLB.

Proporsi itu sesuai dengan prinsif pendidikan yang inklusif, merata, setara, demokrasi  dan nondiskrimasi. Secara profesional artinya dalam mengeksplorasi materi kebencanaan  Plan menggandeng ahli sekaligus praktisi di bidang kurikulum dan pembelajaran sehingga berterima bagi guru sekaligus dapat diaplikasikan di kelas.

Kesan itu saya rasakan ketika mengikuti Workshop  Penyusunan Modul Ajar yang diinisiasi Plan selama dua hari  (14 -15 April 2025) di Four Star by Trans Hotel Jalan Raya Puputan Renon Denpasar. Plan  menghadirkan Dyah Tri Palupi dari Analis Kebijakan Disdikpora Yogyakarta dengan latar belakang pengalaman di Pusat Kurikulum selama puluhan tahun. Pengalaman itu membuat Dyah Tri Palupi lihai menempelkan materi kebencanaan dalam setiap mata pelajaran, baik dilakukan secara intrakurikuler (terintegrasi dalam mata pelajaran), kokurikuler (penguatan kegiatan intrakurikuler), maupun secara terpisah dalam kegiatan ekstrakurikuler (di luar  mata pelajaran secara terpisah).

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

Dengan pengalaman Menyusun Suplemen Modul Ajar Kebencanaan DIY, Dyah Tri Palupi lihai membawakan materi seperti penari yang lincah bergerak dari topik ke topik. Laksana penari yang bergerak dengan pergantian gerak yang lihai tidak terasa berubah gerak dengan irama musik yang memukau. Memang begitu seharusnya guru mengajar karena semua guru pada hakikatnya adalah seniman. Namun, “Di dunia nyata apa yang terjadi, buah semangka berdaun sirih,” kata Broeri Marantika dalam lagu berjudul, “Aku Begini, Kau Begitu”.

Begitu pula, dengan dunia keguruan kita hari ini. ‘Tidak semua guru mampu menjadi seniman dalam pembelajaran karena tipe kelahiran guru yang bermacam-macam. Ada yang lahir alami karena panggilan jiwa, ada yang lahir karena tiada pilihan, ada pula karena motif ekonomi semata. Lalu, ada pula yang lahir secara caesar sehingga hari lahirnya pun direkayasa. Bahkan kadang-kadang dengan hari dan tanggal istimewa. Begitulah, kompleksitas dunia pendidikan dari dulu hingga kini tidak banyak berubah.   

Mengikuti kegiatan Penyusunan Modul Ajar selama dua hari bersama Plan saya mendapat wawasan baru. Setiap guru apapun mata pelajaran yang diampu, dapat menyelipkan materi kebencanaan dalam mata pelajaran masing-masing secara kontekstual baik sebagai bahan apersepsi maupun bahan ice breaking. Ini tentu saja bergantung pada kejelian dan kepekaan guru memanfaatkan isu kebencanaann terkini. Ini diperlukan guru yang literat dan mampu mengeksplorasi  materi pembelajaran dengan isu terkini,  seperti gempa Myanmar dan Thailand, pada Jumat, 28 Maret 2025.  

Dalam Mata Pelajaran Geografi misalnya, muatan suplemen kebencanaan SMA selain memang menjadi topik substansi dalam Kurikulum, guru dapat menambahkan isu terkini kebencanaan sehingga materi yang tertera di buku teks wajib tetap terasa baru dengan situasi kebencanaan terkini, entah itu banjir, tanah longor, angin puting beliung baik dalam skala lokal, regional, maupun global. Dengan demikian, substansi  pembelajaran menjadi meluas dan mendalam sesuai dengan semangat deef learning.

Tidak hanya Mata Pelajaran Geografi dengan gurunya yang dapat berkontribusi dalam mengembangkan suplemen modul ajar kebencanaan, tetapi juga Mata Pelajaran Bahasa (Indonesia, Inggris, Jepang, Daerah) sangat mungkin mengembangkan melalui  beragam teks (narasi, eksposisi, narasi).

Pilihan teks menempatkan pembelajaran bahasa berorientasi pada wacana yang berkembang dalam konteks kekinian dan kedisinian yang oleh ahli linguistik menyebutnya, here and now. Dengan begitu, pembelajaran tetap membumi di tangan guru yang kreatif, inovatif merespon wacana kebencanaan yang sedang hangat. Efek pengiring dari pilihan itu adalah terbangunnya rasa simpati dan empati kepada korban dan tidak tertutup kemungkinan munculnya ide membuka dompet duka kepada korban bencana.

Jika itu sampai terjadi, guru telah membelajarkan murid sampai pada tahap hubungan kemanusiaan universal sebagai warga dunia, selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Hanya guru yang cinta belajar dapat mengganti jam kesedihan dengan jam kesenangan, sebagaimana diletupkan oleh Montesquio.  

Dyah Tri Palupi dari Disdikpora DIY memandu kegiatan penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan | Foto : I Nyoman Tingkat

Indonesia yang kaya raya juga memiliki potensi besar bencana yang tidak pernah terduga memang perlu menyiapkan diri mengantisipasinya. Sebagai mana dipaparkan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD  Provinsi Bali, IBG Widnyana Putra, “Bencana datang tanpa peringatan, tetapi kesiapan adalah yang terbaik untuk melindungi kehidupan”.

Ditambahkan pula, hasil survey Rajib Shaw (2012) di Kobe City, Jepang  sebanyak  97 % korban selamat dari bencana karena penyelamatan diri berbasis komunitas. Oleh karena itu, komunitas lebih-lebih di sekolah sangat perlu diberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana. Bencana dikenali untuk antisipasi penyelamatan.

Terkait dengan itulah, Gubernur Bali mengeluarkan Keputusan Nomor 434/04-G/HK/2021 menetapkan setiap tanggal 26  sebagai  Hari Simulasi  Bencana Provinsi Bali.

Dengan regulasi itu, kehadiran Plan mengedukasi sekolah-sekolah di Bali melalui Program SPAB berjalan seiring dan sejalur dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Itu juga sesuai dengan prinsif bahwa bencana itu tanggung jawab bersama dalam penyelamatan terlebih pasca bencana yang meninggalkan trauma secara psikhis perlu dukungan kolaboratif saling menguatkan, seperti harapan Ketua Sekber SPAB Provinsi Bali, A.A. Bagus Suryawan, A.P., MAP.

Bersyukurlah, Provinsi Bali menjadi pilihan Plan dalam mengedukasi warga sekolah agar terhindar dari bahaya bencana yang tidak terduga. “Sedia payung sebelum hujan” adalah pesan yang kontekstual segala zaman dan  relevan dalam penguatan komunitas sekolah mengantisipasi bencana. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    
Tags: baliPendidikanYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Asti | Cerpen Yuditeha

Next Post

Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co