4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontekstualisai Modul Ajar Kebencanaan dalam Pembelajaran

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 19, 2025
in Khas
Kontekstualisai Modul Ajar Kebencanaan dalam Pembelajaran

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

TIDAK banyak Lembaga Non Pemerintah (NGO : Non Government Organization) yang peduli pada dunia pendidikan. Di antara yang tidak banyak itu, Plan International Indonesia (selanjutnya disebut Plan) adalah salah satunya.

Plan menjadi inisiator dalam Pendidikan Pencegahan dan Penanggulangan Kebencanaan di Indonesia menyasar sekolah-sekolah di bawah Pemerintah Daerah Provinsi. Dua Provinsi yang dijadikan pilot project oleh Plan adalah Provinsi Bali dan DIY.

Di dua provinsi ini, Plan memiliki masing-masing 100 sekolah binaan sebagai Pilot Project yang diberi nama Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

Menarik juga dicermati pilihan Plan terhadap sekolah di Provinsi Bali dan Yogyakarta.

Pertama, kedua provinsi ini memiliki kesamaan secara kultural dan kuat memegang kearifan lokal untuk urip-nguripi. Memahayu Hayuning  Bawono di DIY identik dengan ritual Mapahayu Jagat dengan tradisi mapelem di Bali.

Kedua, baik Bali maupun DIY memiliki keistimewaan secara historis. Bali yang dulu disebut Provinsi Sunda Kecil adalah reprensentasi dari Jawa Kecil karena memang pulaunya kecil bin mungil. Oleh karena itu tradisi Sugian Jawa dipersepsikan sebagai pembersihan terhadap alam makrokosmos (buana agung), dan Sugian Bali dipandang sebagai pembersihan alam mikrokosmos (buana alit). Sementara itu, keistimewaan DIY bukan saja nama provinsinya istimewa karena pernah menjadi ibu kota Negara masa Revolusi Kemerdekaan, melainkan juga keistimewaan lain (orangnya, budayanya, kotanya) hingga kini melekat dan layak dipertahankan sebagai bentuk penghormatan.

Ketiga, baik DIY maupun Bali kental dengan daerah tujuan pariwisata. Barang siapa yang pernah menginjakkan kaki di Yogyakarta, selalu rindu untuk kembali. Begitu, juga dengan Bali. Siapa pun yang pernah ke Bali, selalu rindu kembali ke Bali. Dewata memanggilnya kembali.  Tidak berlebihan bila Guruh Sukarno Putra memikat dengan lagu, “Kembalikan Baliku”.

Oleh karena pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi adalah SMA, SMK, dan SLB, maka ketiga jenis satuan Pendidikan itu pun disasar secara proporsional dan profesional. Secara proporsional artinya sekolah yang disasar sesuai dengan jumlah  secara berimbang sehingga sebaran 100 sekolah pilot project itu merata antara SMA, SMK, dan SLB.

Proporsi itu sesuai dengan prinsif pendidikan yang inklusif, merata, setara, demokrasi  dan nondiskrimasi. Secara profesional artinya dalam mengeksplorasi materi kebencanaan  Plan menggandeng ahli sekaligus praktisi di bidang kurikulum dan pembelajaran sehingga berterima bagi guru sekaligus dapat diaplikasikan di kelas.

Kesan itu saya rasakan ketika mengikuti Workshop  Penyusunan Modul Ajar yang diinisiasi Plan selama dua hari  (14 -15 April 2025) di Four Star by Trans Hotel Jalan Raya Puputan Renon Denpasar. Plan  menghadirkan Dyah Tri Palupi dari Analis Kebijakan Disdikpora Yogyakarta dengan latar belakang pengalaman di Pusat Kurikulum selama puluhan tahun. Pengalaman itu membuat Dyah Tri Palupi lihai menempelkan materi kebencanaan dalam setiap mata pelajaran, baik dilakukan secara intrakurikuler (terintegrasi dalam mata pelajaran), kokurikuler (penguatan kegiatan intrakurikuler), maupun secara terpisah dalam kegiatan ekstrakurikuler (di luar  mata pelajaran secara terpisah).

Suasana Workshop Penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan bersama Plan International Indonesia di Four Star by Trans Hotel Renon Denpasar | Foto : I Nyoman Tingkat

Dengan pengalaman Menyusun Suplemen Modul Ajar Kebencanaan DIY, Dyah Tri Palupi lihai membawakan materi seperti penari yang lincah bergerak dari topik ke topik. Laksana penari yang bergerak dengan pergantian gerak yang lihai tidak terasa berubah gerak dengan irama musik yang memukau. Memang begitu seharusnya guru mengajar karena semua guru pada hakikatnya adalah seniman. Namun, “Di dunia nyata apa yang terjadi, buah semangka berdaun sirih,” kata Broeri Marantika dalam lagu berjudul, “Aku Begini, Kau Begitu”.

Begitu pula, dengan dunia keguruan kita hari ini. ‘Tidak semua guru mampu menjadi seniman dalam pembelajaran karena tipe kelahiran guru yang bermacam-macam. Ada yang lahir alami karena panggilan jiwa, ada yang lahir karena tiada pilihan, ada pula karena motif ekonomi semata. Lalu, ada pula yang lahir secara caesar sehingga hari lahirnya pun direkayasa. Bahkan kadang-kadang dengan hari dan tanggal istimewa. Begitulah, kompleksitas dunia pendidikan dari dulu hingga kini tidak banyak berubah.   

Mengikuti kegiatan Penyusunan Modul Ajar selama dua hari bersama Plan saya mendapat wawasan baru. Setiap guru apapun mata pelajaran yang diampu, dapat menyelipkan materi kebencanaan dalam mata pelajaran masing-masing secara kontekstual baik sebagai bahan apersepsi maupun bahan ice breaking. Ini tentu saja bergantung pada kejelian dan kepekaan guru memanfaatkan isu kebencanaann terkini. Ini diperlukan guru yang literat dan mampu mengeksplorasi  materi pembelajaran dengan isu terkini,  seperti gempa Myanmar dan Thailand, pada Jumat, 28 Maret 2025.  

Dalam Mata Pelajaran Geografi misalnya, muatan suplemen kebencanaan SMA selain memang menjadi topik substansi dalam Kurikulum, guru dapat menambahkan isu terkini kebencanaan sehingga materi yang tertera di buku teks wajib tetap terasa baru dengan situasi kebencanaan terkini, entah itu banjir, tanah longor, angin puting beliung baik dalam skala lokal, regional, maupun global. Dengan demikian, substansi  pembelajaran menjadi meluas dan mendalam sesuai dengan semangat deef learning.

Tidak hanya Mata Pelajaran Geografi dengan gurunya yang dapat berkontribusi dalam mengembangkan suplemen modul ajar kebencanaan, tetapi juga Mata Pelajaran Bahasa (Indonesia, Inggris, Jepang, Daerah) sangat mungkin mengembangkan melalui  beragam teks (narasi, eksposisi, narasi).

Pilihan teks menempatkan pembelajaran bahasa berorientasi pada wacana yang berkembang dalam konteks kekinian dan kedisinian yang oleh ahli linguistik menyebutnya, here and now. Dengan begitu, pembelajaran tetap membumi di tangan guru yang kreatif, inovatif merespon wacana kebencanaan yang sedang hangat. Efek pengiring dari pilihan itu adalah terbangunnya rasa simpati dan empati kepada korban dan tidak tertutup kemungkinan munculnya ide membuka dompet duka kepada korban bencana.

Jika itu sampai terjadi, guru telah membelajarkan murid sampai pada tahap hubungan kemanusiaan universal sebagai warga dunia, selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Hanya guru yang cinta belajar dapat mengganti jam kesedihan dengan jam kesenangan, sebagaimana diletupkan oleh Montesquio.  

Dyah Tri Palupi dari Disdikpora DIY memandu kegiatan penyusunan Suplemen Modul Ajar Kebencanaan | Foto : I Nyoman Tingkat

Indonesia yang kaya raya juga memiliki potensi besar bencana yang tidak pernah terduga memang perlu menyiapkan diri mengantisipasinya. Sebagai mana dipaparkan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD  Provinsi Bali, IBG Widnyana Putra, “Bencana datang tanpa peringatan, tetapi kesiapan adalah yang terbaik untuk melindungi kehidupan”.

Ditambahkan pula, hasil survey Rajib Shaw (2012) di Kobe City, Jepang  sebanyak  97 % korban selamat dari bencana karena penyelamatan diri berbasis komunitas. Oleh karena itu, komunitas lebih-lebih di sekolah sangat perlu diberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana. Bencana dikenali untuk antisipasi penyelamatan.

Terkait dengan itulah, Gubernur Bali mengeluarkan Keputusan Nomor 434/04-G/HK/2021 menetapkan setiap tanggal 26  sebagai  Hari Simulasi  Bencana Provinsi Bali.

Dengan regulasi itu, kehadiran Plan mengedukasi sekolah-sekolah di Bali melalui Program SPAB berjalan seiring dan sejalur dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Itu juga sesuai dengan prinsif bahwa bencana itu tanggung jawab bersama dalam penyelamatan terlebih pasca bencana yang meninggalkan trauma secara psikhis perlu dukungan kolaboratif saling menguatkan, seperti harapan Ketua Sekber SPAB Provinsi Bali, A.A. Bagus Suryawan, A.P., MAP.

Bersyukurlah, Provinsi Bali menjadi pilihan Plan dalam mengedukasi warga sekolah agar terhindar dari bahaya bencana yang tidak terduga. “Sedia payung sebelum hujan” adalah pesan yang kontekstual segala zaman dan  relevan dalam penguatan komunitas sekolah mengantisipasi bencana. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    
Tags: baliPendidikanYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Asti | Cerpen Yuditeha

Next Post

Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Pendidikan Bermartabat untuk Mengatasi Trauma Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co