6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah

Chusmeru by Chusmeru
January 23, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MATA kuliah Komunikasi Tradisional merupakan pilihan di program studi ilmu komunikasi. Karenanya, mata kuliah ini pesertanya tidak begitu banyak. Mahasiswa menganggap mata kuliah ini tidak begitu menarik dan terkesan kuno.

Di era digital ini, mahasiswa lebih banyak yang memilih mata kuliah yang kekinian, seperti Komunikasi Bisnis, Praktikum Media Sosial, dan mata kuliah pilihan lain.

Namun sejak mata kuliah Komunikasi Tradisional diampu oleh dosen baru, Ageng Nugraha atau biasa dipanggil Ageng Semesta, banyak mahasiswa yang mengambilnya.

Pak Ageng mampu menjelaskan pokok-pokok bahasan Komunikasi Tradisional secara menarik. Banyak contoh kasus yang disampaikan Pak Ageng tentang komunikasi dan tradisi yang relevan dengan kondisi saat ini.

Terkadang Pak Ageng bercerita tentang pengalaman pribadinya dalam menjalankan tradisi Jawa yang saat ini banyak ditinggalkan masyarakat. Padahal di dalam tradisi itu banyak terdapat nilai dan pesan moral yang tinggi.

Perkembangan teknologi juga sebagian menggeser peran komunikasi tradisional di masyarakat. Orang lebih asyik mendengarkan musik maupun menonton film lewat ponsel, ketimbang menyaksikan pertunjukan kesenian di lapangan desa.

Meski demikian, Pak Ageng menjelaskan saat ini mulai ada kolaborasi media tradisonal dengan media digital. Banyak konten kreator yang mengunggah kegiatan kesenian daerah di kanal media sosial. Salah satu yang lagi marak adalah tampilnya kesenian tradisional Ebeg atau kuda lumping di kanal YouTube dan Facebook.

Banyak mahasiswa, khususnya yang dari luar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, belum mengenal kesenian Ebeg. Oleh karena itu Pak Ageng merencanakan mengundang dukun Ebeg untuk hadir di kelas, agar mahasiswa dapat mengetahui seluk beluk kesenian itu.

***

Perkuliahan kali ini, Pak Ageng memasuki ruang kuliah 3 tidak sendirian. Ia ditemani Pak Sariman, seorang dukun atau dalang kesenian Ebeg. Kesenian itu dikenal luas pada masyarakat di Jawa Tengah. Biasanya kesenian itu dipentaskan di lapangan desa.

Pak Ageng memperkenalkan Pak Sariman. Usianya sudah menginjak 70 tahun. Namun tubuhnya masih tampak kekar. Kulitnya gelap. Itu karena ia terlalu sering berada di bawah terik matahari saat mendampingi para pemain ebeg.

Tidak sendirian, Pak Sariman didampingi istrinya, Murniati, yang menjadi sinden atau penyanyi dalam kesenian Ebeg. Murniati berusia 60 tahun, termasuk sinden senior dalam kesenian Ebeg. Suaranya masih tetap merdu dan lantang layaknya sinden muda.

Pak Sariman membawa beberapa perangkat kesenian Ebeg ke ruang kuliah. Salah satu yang dibawa adalah kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu. Selain itu ia juga membawa beberapa contoh sesajen dalam kesenian Ebeg, seperti kemenyan, minyak wangi, dan bunga mawar, cempaka, kenanga, serta daun dadap.

Tentang Ebeg, Pak Sariman menjelaskannya secara gambling kepada mahasiswa. Untuk menjadi pemain Ebeg seseorang harus memiliki indang atau sejenis roh halus yang akan merasuk ke dalam diri pemain Ebeg. Saat indang dipanggil dan merasuk, seorang pemain Ebeg akan kesurupan dan menari dengan menaiki kuda lumping.

Banyak pertanyaan dari mahasiswa tentang kesenian Ebeg, mulai dari cara mendapatkan indang, proses menjadi kesurupan, dan gunanya sesajen. Pak Sariman menjawabnya dengan ekspresi yang semangat. Sesekali ia juga memperagakan cara menaiki kuda lumping. Sementera istrinya melantunkan tembang-tembang Jawa.

Suasana perkuliahan mulai sedikit menegangkan. Gerakan Pak Samiran bermain Ebeg dan lantunan tembang istrinya mengundang suasana magis. Apalagi tempat kuliah ruang 3 sering diceritakan sebagai ruang yang penuh misteri. Banyak kejadian aneh saat dosen dan mahasiswa kuliah di ruang 3.

Saat istri Pak Sariman membawakan lagu Eling-Eling, Galih Sanjaya, mahasiswa di deretan kursi belakang tiba-tiba menjerit. Tangan dan kakinya kaku. Matanya melotot. Galih Sanjaya kesurupan. Teman-temannya kaget. Semua menyingkir ketakutan, berharap Pak Ageng maupun Pak Sariman melakukan sesuatu.

Pak Sariman tampak tenang. Ia meyakinkan mahasiswa, bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

“Tenang saja. Nanti saya tanyakan siapa yang merasukinya,” kata Pak Sariman kepada mahasiswa.

Sedangkan Pak Ageng memegang tangan Galih Sanjaya agar tidak banyak bergerak

Pak Sariman membakar kemenyan yang ia bawa di atas pecahan genting sebagai alasnya. Asap dan bau kemenyan menebar ke seluruh ruang kuliah. Sebagian mahasiswa perempuan menutup hidung mencium aroma kemenyan. Namun sebagian besar bersikap biasa saja.

Perlahan Pak Sariman mendekati Galih Sanjaya. Asap kemenyan diusapkan beberapa kali ke wajah Galih, sambil dipegang tangan dan kakinya. Seketika tangan dan kaki Galih melemas, tak lagi kaku. Namun mata Galih tetap saja melotot. Wajahnya tegang seperti orang sedang menahan emosi.

“Sinten ingkang rawuh niki nggih?” tanya Pak Sariman kepada Galih dalam bahasa Jawa halus. Artinya, siapa yang datang merasuki tubuh Galih.

“Dipo Gumbolo…!” jawab Galih dengan nada tinggi. Tentu saja bukan Galih yang menjawab pertanyaan Pak Sariman. Makhluk halus bernama Dipo Gumbolo itu yang menjawabnya.

“Mohon maaf, Mbah Dipo, apa gerangan yang membuat Mbah Dipo datang?” tanya Pak Sariman.

“Aku hanya ingin mengingatkan. Jangan sampai kalian melupakan leluhur. Melupakan adat dan tradisi…!” jawab Dipo Gumbolo melalui raga Galih. Wajah Galih masih tampak tegang. Pak Sariman tetap menanggapinya dengan tenang.

“Inggih, Mbah… Kami semua mohon maaf. Kami akan selalu sowan leluhur dan menjaga tradisi,” ucap Pak Sariman.

Rupanya roh halus yang merasuki tubuh Galih  termasuk sudah tua dan berwibawa, sehingga Pak Sariman harus menunjukkan sikap hormat mengatupkan kedua telapak tangannya.

Suasana perkuliahan menjadi tegang. Semua berharap makhluk halus bernama Dipo Gumbolo yang merasuk ke dalam tubuh Galih bisa segera keluar. Namun ketegangan itu belum berakhir. Kaki Galih menghentak-hentak ke lantai. Pak Sariman segera tanggap.

“Bagaimana, Mbah. Apa ada lagi yang ingin disampaikan?” tanya Pak Sariman.

“Aku mau joget…” jawab Galih. Pak Sariman paham apa yang dimaksud. Ia segera mengambil kuda lumping, kemudian diselipkan di sela-sela kedua kaki Galih.

“Sekar Gadung…” kata Galih kepada istri Pak Sariman.

Rupanya Galih yang kerasukan roh Dipo Gumbolo ingin menari kuda lumping dengan diiringi tembang Sekar Gadung yang dinyanyikan oleh Murniati, istri Pak Sariman.

Murniati segera melantunkan tembang Sekar Gadung dalam logat bahasa Banyumasan. Lagu itu dalam pertunjukan Ebeg termasuk lagu yang dianggap sakral. Konon lagu ini dipercaya dapat memanggil roh leluhur, sehingga sering dinyanyikan dalam kesenian Ebeg.

Suara Murniati sangat merdu, namun bila diresapi dapat membangkitkan bulu kuduk. Galih sangat menikmati lagu itu. Sambil menari di atas kuda lumping, matanya menatap langit-langit ruang kuliah. Tatapannya tajam, tetapi tampak kosong.

Setelah lagu Sekar Gadung selesai dinyanyikan Murniati, gerakan menari Galih pun berhenti. Ia mengelus-elus dan menciumi kepala kuda lumping. Lalu ia mendekati Pak Sariman sambil berbisik:

“Mulih…”

Itu berarti Dipo Gumbolo yang ada di dalam tubuh Galih minta pulang atau keluar dari tubuh Galih. Pak Sariman menyambutnya dengan melepaskan kuda lumping yang ditunggangi Galih. Kemudian ia memegang kening Galih sambil membaca mantra. Sesaat tangan dan kaki Galih meronta. Matanya menatap ke atas. Kemudian lunglai, melemas. Sosok Dipo Gumbolo yang merasuk tubuh Galih telah keluar. Galih tampak seperti orang bingung, tak tahu apa yang baru saja terjadi.

***

Asap kemenyan masih mengepul di ruang kuliah. Aroma bunga juga menebar ke seluruh penjuru ruangan. Mahasiswa masih diselimuti kecemasan dan ketakutan. Semua takut kalau ada makhluk halus lain seperti Dipo Gumbolo merasuk ke tubuh mereka.

Merasa tak ingin mengalami nasib sama seperti Galih, mahasiswa bertanya kepada Pak Sariman.

“Kenapa Galih bisa kesurupan, Pak? Kan dia tidak punya indhang?” tanya Krisnanto.

Pak Sariman tersenyum. Ia memahami ketakutan mahasiswa.

“Memang Mas Galih tidak punya indhang. Mungkin tadi Mas Galih sedang melamun, pikirannya kosong. Roh Dipo Gumbolo yang ada di area kampus ini menghampirinya. Apalagi ruang kuliah ini juga memiliki aura mistis,” jawab pak Sariman sambil melirik kepada Galih.

Merasa apa yang dikatakan Pak Sariman benar, Galih mengangguk dengan masih menyisakan perasaan lemas dan mencekam.

Pak Ageng Nugraha menutup perkuliahan dengan menerangkan kepada mahasiswa akan arti penting fokus pada saat melakukan pekerjaan apa pun. Makhluk gaib selalu ada di sekeliling manusia untuk berkomunikasi. Namun karena dimensi ruang dan waktu yang berbeda, makhluk gaib mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan manusia.

Ketika ada manusia yang lengah, tidak fokus, dan kosong pikirannya, maka makhluk gaib itu akan meminjam raga seseorang sebagai media untuk menyampaikan pesan atau permintaan tertentu.

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy

Next Post

Kapankah Saya Akan Sembuh?

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Kapankah Saya Akan Sembuh?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co