24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Son Lomri by Son Lomri
December 19, 2024
in Khas
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy | Foto: Amrita Dharma

KAMI membentuk sebuah lingkaran kecil di lantai dua, di ruang Mayor, Masa Masa Bali, di kawasan Ketewel–Gianyar, Bali. Ini adalah malam terakhir acara Bali Performing Arts Meeting (B-Part), Minggu, 1 Desember 2024.

Kami adalah peserta workshop “Performing Spiral”, satu bagian dari kegiatan B-Part yang sangat menyenangkan.

Josh Marcy—sebutlah sebagai narasumber atau pelatih dalam workshop itu—duduk di antara kami. Lantas lelaki itu menggerakkan tangannya ke depan pelan dengan tatapan penuh fokus. Entah menatap apa. Merasakan apa.

Napasnya diatur begitu tenangnya, lelaki itu seperti hidup di antara kesadaran meditasi. Gerakan tangannya kian melambat dengan pola seperti memutar—penuh pengkhayatan, dan sebagai peserta, saya menyimak semua itu dalam lingkaran yang sama.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Di sana, Josh memberikan materi dan praktik tentang bagaimana imajinasi yang transformatif dengan tubuh sebagai porosnya. Melalui gerakkan spiral, kami, para peserta, diajaknya untuk merasakan tubuh sendiri melalui gerakan yang dibawa oleh alam bawah sadar masing-masing.

Kami dibebaskan untuk bergerak sesuai apa yang diimajinasikan, alih-alih menari, gerakan saya justru seperti kungfu. Barangkali tontonan waktu kecil timbul begitu saja ketika mengalihwahanakan imajinasi kepada satu gerak diri tentang sebuah tarian bebas.

Sedikitnya, jurus kungfu itu justru yang keluar walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki keterampilan gerak berkelahi. Sangat kaku. Saya kesulitan untuk mencari gerakan yang lain selain gerakan mirip kungfu.

Padahal, kata Josh. tak mesti dipikirkan. Bergerak saja—enjoy. “Tari itu dialog, antara tubuh dan diri. Jadi, ya, seperti berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya,” kata Josh Mercy. Ia mengaku mengutip kata-kata itu dari salah seorang koreografer tempatnya bekerja dulu.

Setelah tangan bergerak, kami semua merebah terlentang di lantai. Merasakan lantai sebagai medium kami bergerak, medium paling bawah. Napas masih terus diatur, tubuh terbebas dari kaku, para peserta masih mencoba untuk lentur dan merasakan sesuatu di posisi itu.

Perlahan kemudian, kami berdiri dan tangan di posisi sejajar dengan perut, lebih rileks.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Lelaki itu kemudian melangkahkan kakinya ke tengah lingkaran dan masuk ke sela-sela para peserta, berdiri dengan gerakan perlahan-cepat—membentuk satu pola sirkulatif.

Langkah itu kemudian diikuti oleh kami, satu per satu, setelah salah satu di antara kami di sentuh (tanda harus bergerak lebih dulu), hingga membentuk satu pola yang sirkular tak beraturan. Dan walaupun di tempat yang terbatas, secara tak sadar kami saling memberi ruang satu sama lain dan itu sangat terasa. Plong. Berjalan sendiri-sendiri tetapi membentuk pola berjalan yang indah.

Fenomena itu mengapa terjadi, kata Josh, karena gerak pada tubuh atau dalam hal ini gerak spiral, memiliki kemampuan rekognisi terhadap tubuh yang lain sehingga terjadi saling memahami terkait ruang.

Gerak Tubuh, Representasi Gerak Kosmos

Malam itu—setelah acara “Performing Spiral” dan lainnya, pesta terus digelar dengan musik DJ—memecah keheningan. Bir-bir bertengger di meja masing-masing.

Termasuk di meja saya dan Josh, selepas acara performingnya selesai.  Lantas di selasar panggung utama saya bertanya, apa yang hendak Anda perjuangkan sebenarnya melalui tarian ini?

“Hahaha…!” Lelaki itu tertawa dan memberi jeda. “Pertanyaan yang bagus barangkali. Tapi sesungguhnya aku tidak sedang memperjuangkan apa-apa, itu terlalu besar untuk dikatakan. Aku tidak sedang memberi solusi untuk dunia ini,” kata Josh Marcy, barangkali itu humor, tapi serius.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Rokok masih menyala di antara sela jari kami, dan saya meminum sedikit bir itu sebelum kembali menyimak ia berbicara. Asap mengepul di atas saya. Untuk menghindari satu sikap yang nihilistik dan masih dalam suasana humor, ia menjalskan yang lain dengan tatapan serius setelah asap itu hilang.

Lelaki itu mengakui, bagaimana tarian spiral yang ia bawakan kemudian bisa menjadi satu pemahaman kepada yang lain terkait kesadaran tubuh dan ruang secara personal, merupakan satu pencapaian sederhananya yang lebih berarti.

Pada lokakaryanya itu, memang ia lebih menekankan tentang bentuk satu kesadaran penuh terkait tubuh itu sendiri melalui gerakan-gerakan sederhana seperti satu garis lingkaran di sekitar anggota badan.

Seberapa besar diri manusia memahami tubuh dan lakunya adalah satu pembahasan tersendiri. Gerak menjadi satu dasar penting yang bisa dirasakan termasuk ruang. Tentu, selain bernapas, itu juga sebagai satu hal mikro yang bisa disadari oleh diri sendiri.

“Kaya semacam olah tubuh, tapi, dalam artian bahwa bagaimana kemudian elemen-elemen gerak dalam praktikku, itu bisa disadari gitu. Capaiannya itu dulu,” kata Josh.

Sampai di sini, ia menjelaskan sadar terhadap pernapasan, katanya, adalah contoh paling mikro terhadap apa yang kita bayangkan sebagai sirkulasi, apa yang dari luar menuju ke dalam (inside) dan apa di dalam dikeluarkan (out side). Itu kan sirkulatif, termasuk misalnya kita membayangkan kita di dalam dunia ini.

Josh Marcy percaya tubuh adalah representasi kosmos. Dalam artian di dalam gerakan individu itu tidak terlepas dari koreografi besar, dan bagaimana kesadaran untuk setiap orang sama-sama menciptakan ruang yang aman bagi sesama itu, merupakan satu bentuk rekognisi yang penting.

“Kesadaran semacam itu tentu saja sangat ideal, terlebih menyadari tubuh sendiri, itu sama dengan menyadari tubuh yang lain, diri-diri yang lain (inside, out side).”

Saya (penulis) dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Josh Marcy, atau dengan nama lengkap Josh Mary Putra Pattiwael adalah seorang koreografer yang memiliki perhatian penuh pada tubuh dan ruang dalam tari Spiral sejak tahun 2018. Tubuh dan ruang—telah menjadi satu risetnya yang serius sebagai sebuah pendekatan artistiknya sebagai seorang seniman tari (Spiral).

Selain nyeniman, ia juga seorang dosen di Fakultas Seni Pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak 2021.

Sementara terjun di dunia seni—akibat kecemplung itu lalu tenggelam, dan kemudian akhirnya menjadi seorang seniman. Itu telah membuat kesadaran penuh bagi seorang Josh Marcy—dalam memahami dunia itu seperti apa, dan kemudian memberi arti pada sesuatu itu melalui tarian.

Beberapa karyanya sudah pernah ditampilkan di panggung bergengsi seperti Jakarta Dance Meet Up 2017 dan 2018, Jakarta Dance Extravaganza 2019, kemudian Musi Seni Salihara 2022 dan pernah terlibat sebagai salah satu susunan kolaborator dan penampil karya-karya Isabelle Schad (Jerman) lewat pertunjukan Reflection dan Inside Out.

Sebelum menyudahi obrolan, di tengah bisingnya musik, kami bersulang meminum bir masing-masing sebelum saling pergi. “Sampai ketemu,” kata Josh menenggak birnya, lalu pergi berpesta

“Sampai ketemu juga, Bang,” balas saya sebelum akan pergi ke mobil, sambil berjalan menenteng bir di tangan kiri, rokok di tangan kanan. Mata merem melek. Tuhan atau Leak, tunjukkan aku jalan…. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part
B-Part: Raga Ruang Ragam
Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri
Tags: B-Partpeformance artseni pertunjukanseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Next Post

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co