24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru-guru di Buleleng Berbagi Cerita Praktik Baik : Catatan dari Diseminasi Program Peningkatan Kualitas Guru

Komang Sujana by Komang Sujana
November 25, 2024
in Khas
Guru-guru di Buleleng Berbagi Cerita Praktik Baik : Catatan dari Diseminasi Program Peningkatan Kualitas Guru

Luh Yatik Swardani, S.S., Berdikusi dengan Peserta Diseminasi. Dok. PSF

SATU per satu guru berpakaian endek beragam motif melangkah menuju bangunan yang berada di area aula SMP Negeri 1 Singaraja, Sabtu, 23 November 2024, pagi. Mereka diarahkan menuju ruang-ruang yang bergaya arsitektur kolonial Belanda—pintu dan jendela yang tinggi dan lebar. Klasik dan unik.

Ada sembilan ruang yang telah disiapkan. Masing-masing diperuntukkan untuk 20 peserta.  Di ruang kelas itulah guru-guru SD dan SMP se-Kabupaten Buleleng itu mengikuti kegiatan Diseminasi Program Peningkatan Kualitas Guru Kabupaten Buleleng.

Di dalam ruang kelas, dua diseminator dan guru pendamping menyambut guru-guru peserta diseminasi dengan salam, sapa, dan senyum ranum. Di awal kegiatan situasi kelas tampak tenang. Raut wajah tegang terpancar dari sebagian besar peserta, pun para diseminator yang jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.

Setelah sesi perkenalan dan pre-test melalui kelas Guru Binar, suara-suara tepukan dan riuh nyanyian mulai terdengar dari celah-celah teralis jendela. Tandanya ice breaking telah dimulai. Menguar kegembiraan yang memecah ketegangan.

Kelas semakin hidup. Peserta suntuk mengikuti kegiatan demi kegiatan. Pertanyaan-pertanyaan pemantik dari diseminator mampu memancing guru-guru peserta diseminasi untuk aktif menyampaikan ide atau gagasan. Mereka jadi ingin tahu semakin dalam tentang topik yang sedang didiskusikan. Apalagi keingintahuan itu difasilitasi dengan strategi pembelajaran kooperatif, seperti round-robin brainstorming dan carausel, serta station rotations—salah satu strategi pembelajaran berdiferensiasi. Terciptalah suasana belajar yang aktif dan menarik.

Peserta diseminasi tampak asyik menggali pengetahuan dengan anggota kelompok masing-masing. Diskusi mengalir. Saling mengisi dan menguatkan di antara peserta dan diseminator. Apalagi saat diseminator berbagi cerita praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah masing-masing.

Ida Ayu Komang Juniartini, S.Pd., misalnya. Kepada guru-guru SD peserta diseminasi di ruang A, setelah memaparkan materi manajemen kelas, ia menceritakan praktik baik “Dengan STRATA (STation RotAtion & Tiered Assessment) Pembelajaran Menjadi Merata.”

Menurutnya station rotation dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan gaya belajarnya. Sementara itu, tiered assessment atau penilaian bertingkat dapat digunakan untuk menilai kesiapan belajar dalam hal pemahaman peserta didik setelah mereka mengikuti aktivitas di setiap stasiun. Hasilnya pembelajaran menjadi merata. Praktik baik inilah yang kemudian mengantarkan guru yang akrab disapa Dayu Jun ini meraih prestasi terbaik II GTK inovatif pada Jambore GTK 2024 tingkat provinsi.

Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., MAP., Sesdisdikpora Kabupaten Buleleng (pegang mik), Memberikan Sambutan pada Acara Pembukaan Kegiatan Diseminasi | Dok. PSF

Sementara itu, diseminator di ruang E, Luh Yatik Swardani, S.S., guru SMPN 1 Gerokgak, bercerita tentang penerapan strategi Station Rotation yang membuat siswanya lebih aktif dan percaya diri berkomunikasi dengan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.

Luh Yatik menyiapkan beberapa stasiun belajar untuk siswanya. Nah, pada stasiun ketiga siswa diberikan tantangan menulis atau menceritakan pengalamannya dengan memakai kata yang mereka dapatkan dari gelas yang mereka runtuhkan dari menara gelas.

“Hasilnya mereka sudah berani membuat tulisan dalam bahasa Inggris walaupun belum sempurna. Pada saat presentasi mereka pun mencoba untuk berbicara bahasa Inggris,” ceritanya setelah menayangkan video praktik baik di hadapan para peserta diseminasi.

Lantas bagaimana respons peserta menyimak cerita praktik baik diseminator?

“Mereka tertarik untuk mencoba, karena selama ini para peserta masih kebingungan memilih strategi yang tepat dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi,” kata Ida Ayu Komang Juniartini, guru yang bertugas di SDN 3 Ambengan itu.

Saya dan Peserta Diseminasi Ruang E | Foto: Dok. Maria Chythia

Materi yang dibawakan oleh diseminator, seperti materi manajemen kelas fisik dan psikis, pembelajaran berdiferensiasi, dan strategi PAKEM dan media ajar inovatif, adalah materi esensi untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan.

Bahkan kata salah satu peserta, Gede Suharianta, S.Pd.Gr., materi itu adalah materi yang hampir sama dengan materi yang ia peroleh saat mengikuti pendidikan guru penggerak—program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Tetapi, tetap saja ada hal baru yang bisa dipetik untuk oleh-oleh rekan sejawat dan anak-anak didiknya di sekolah.

“Hal yang baru yaitu ice breaking,” kata guru penggerak angkatan X yang juga Plt. Kepala SDN 3 Pengulon itu di sela-sela kegiatan diseminasi, Sabtu (23/11/2024).

Sementara itu, Komang Prediana, S.Pd., guru IPS SMP Negeri 4 Busungbiu, mengatakan banyak memperoleh amunisi baru untuk pengelolaan kelas yang aktif dan kondusif. Seperti, peraturan dan kesepakatan kelas, serta relabelling—materi yang paling menarik baginya.

“Selanjutnya akan dipraktikkan di kelas agar siswa aman, nyaman, dan materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik,” katanya penuh semangat.

Ansor Prima Yuda, Kepala Program Peningkatan Kualitas Guru Buleleng juga Sebagai fasilitator Putera Sampoerna Foundation (PSF), (pegang mik) saat Memberikan Sekapur Sirih pada Acara Pembukaan | Dok. PSF

Lantas apa itu relabelling? Seberapa pentingnya bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang membahagiakan?

Relabelling atau pelabelan positif merupakan salah satu strategi dari manajemen kelas psikologis. Misalnya, menyebut anak ‘aktif, energik, dan/atau punya semangat tinggi’ untuk melabel ulang seseorang yang sering buat masalah yang biasanya disebut nakal. Strategi ini dapat menciptakan suasana positif, motivasi, keterlibatan, penghargaan, dan pengakuan peserta didik dalam proses belajar.

Semakin baik atau positif ekspektasi yang guru berikan kepada peserta didik maka semakin baik pula semangat dan kinerja peserta didik. Dengan kata lain ekspektasi guru yang tinggi berbanding lurus dengan hasil belajar peserta didik. Fenomena psikologis ini disebut dengan efek pigmalion (pygmalion effect).

Diskusi yang menarik juga terjadi di ruang E saat kegiatan diseminasi hari kedua, Minggu (24/11/2024). Diskusi dipantik oleh salah satu peserta, Komang Tri Widiastuti, S.Pd., guru SMP Negeri 4 Kubutambahan.

Ida Ayu Komang Juniartini, S.Pd., sedang Berbagi Praktik Baik | Dok. Pendamping Diseminator

Siang itu, saat aura panas Singaraja semakin menguar di kelas, ia menceritakan pengalamannya mempraktikkan pembelajaran diferensiasi dengan pengelompokan siswa yang homogen berdasarkan kesiapan belajar. Hasil belajar siswanya cukup bagus. Tetapi, saat pengelompokan siswanya dibuat heterogen justru ia mengalami beberapa kendala. Seperti ada siswa yang mengganggu aktivitas belajar temannya yang kemampuannya masih di bawah. “Buat itu saja kamu tak bisa.” Begitu ceritanya menirukan kalimat yang dilontarkan oleh siswanya di kelas.

“Bagaimana sebaiknya pengelompokkan pada kelas diferensiasi, homogen atau heterogen?” Begitu ia melempar pertanyaan kepada saya dan Ni Made Suciani, S.Pd., —diseminator kelas—, mengakhiri ceritanya.

Pertanyaan yang bernas. Membuat saya, rekan diseminator, dan juga peserta yang lain dibuat berpikir keras.

Situasi yang dialami Bu Tri itu juga sempat saya alami di kelas. Dengan pemberian tugas yang sama untuk tiap kelompok, di awal semua terlihat baik-baik saja, hanya saja setelah saya mencermati aktivitas belajar lalu melakukan refleksi, ternyata ada sesuatu yang tidak saya sadari telah terjadi di kelas. Diskriminasi.

Peserta Diseminasi Hari Pertama | Dok. Disdikpora Buleleng

Peserta Diseminasi Hari Kedua | Dok. Disdikpora Buleleng

Pemberian tugas yang sama tidak menghargai kemampuan siswa, juga menutup kesempatan siswa untuk berkembang. Ketiadaan tugas yang menantang berpotensi besar membuat mereka bosan. Ini bertentangan dengan teori konstruktivisme sosial—pengetahuan dibentuk melalui interaksi sosial—, yang dikemukakan oleh psikolog Rusia, Lev Vygotsky.

Salah satu konsepnya yang terkenal adalah zona perkembangan proksimal (zone of proximal development), yaitu jarak antara perkembangan aktual—kemampuan menyelesaikan masalah dengan secara mandiri, dan perkembangan potensial—kemampuan menyelesaikan masalah dengan bimbingan orang dewasa dan/atau bekerja sama dengan temannya yang lebih kompeten.

Maka dari itulah, Imelda Hutapea dalam buku Diferensiasi Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna & Menyenangkan (Literati, 2016), mengatakan terjebak dalam pengelompokkan yang kaku, statis, tanpa usaha meningkatkan kemampuan pelajar adalah miskonsepsi diferensiasi. Menurutnya pengelompokkan perlu fleksibel. Bekerja sama dengan pelajar yang berlainan baik dari segi minat dan kesiapan memberikan kesempatan menguasai strategi belajar baru dan memperdalam apa yang telah dimilikinya.

Terbukti modifikasi proses dan modifikasi produk pada kelas yang saya pimpin di SMP Negeri 2 Sawan berhasil memfasilitasi siswa menunjukkan kemampuannya menguasai materi yang dipelajari dalam berbagai bentuk. Seperti, dialog singkat, poster cetak dan digital, bahkan ada siswa saya yang berkolaborasi membuat cerita (satua Bali) bergambar.

Penjelasan saya ini kemudian dikuatkan oleh rekan peserta yang lain, Kadek Mega Indriyana, S.Pd. Menurutnya justru dengan keragaman dalam kelompoklah yang dapat memfasilitasi pembentukan kompetensi siswa yang holistis.

“Pembelajaran tidak semata-mata untuk menanamkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi karakter”, kata guru SMPN 4 Singaraja ini menegaskan pentingnya keragaman dalam kelompok untuk membelajarkan etika, sikap saling menghargai dan menghormati.

Akhirnya dari diskusi itu kami bisa menarik benang merah tentang pentingnya diferensiasi untuk memberikan layanan belajar sesuai dengan kebutuhan siswa. Sesi pamungkas diseminasi kemudian kami akhiri dengan foto bersama.

Lanjutkan Program yang Baik

Kegiatan diseminasi luring ini adalah rangkaian program Peningkatan Kualitas Guru Kabupaten Buleleng tahun 2024. Sebelumnya juga telah dilaksanakan juga diseminasi daring pada tanggal 12—13 November 2024. Program ini merupakan program peningkatan kualitas guru Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogi. Pesertanya adalah 25 guru SD dan 25 guru SMP se-Kabupaten Buleleng yang terpilih melalui seleksi.

Program peningkatan kualitas guru ini terdiri atas beberapa tahapan kegiatan. Mulai dari  seleksi peserta pada bulan Maret 2024, kemudian dilanjutkan tiga kegiatan workshop  untuk pendalaman materi pedagogi, serta coaching dan mentoring berupa kegiatan lesson study. Workshop (WS) 1 dan coaching & mentoring (CM) 1 pada awal bulan Agustus 2024 dengan materi konsep dasar Kurikulum Merdeka, manajemen kelas fisik dan psikis, WS 2 dan CM 2 pada bulan akhir bulan Agustus 2024 dengan materi pembelajaran berdiferensiasi dan lembar kerja assessment, serta WS 3 dan CM 3 pada awal bulan Oktober 2024 dengan materi strategi PAKEM topik pembelajaran kooperatif dan media pembelajaran inovatif, dan pelatihan dan pendampingan persiapan diseminasi pada akhir bulan Oktober 2024.

Keseruan Kegiatan Diseminasi | Dok. PSF

Seperti apa tanggapan peserta tentang kebermanfaatan kegiatan pelatihan ini?

Menurut Ida Ayu Komang Januartini, program ini membantunya memperdalam pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi.

“Berkat ini saya mendapatkan ide untuk menulis dan tulisan ini saya ikutkan dalam Jambore GTK 2024 tingkat Provinsi,” kata Ida Ayu Komang Juniartini.

Seiring perkembangan teknologi, kegiatan pelatihan kompetensi guru tak sulit untuk ditemui. Sekarang tersedia bermacam jenis pelatihan dalam bentuk seminar, workshop, atau diklat, baik daring maupun luring.

Namun, menurut I Ketut Bandem Elyadi, S.Pd., guru SMP Negeri 7 Singaraja, pelatihan inilah yang paling berbeda sekaligus paling bermakna baginya.

“Dari sekian pelatihan yang saya ikuti inilah yang paling bagus. Dilihat dari prosesnya, kemudian penyampaian materi, dan terutama kegiatan lesson study” katanya di sela-sela persiapan melakukan diseminasi, Minggu (24/11/2024) pagi.

Sependapat dengan dua rekan saya itu, pelatihan ini seimbang antara teori dan praktik. Materi pelatihan—strategi pembelajaran dan media ajar—langsung disimulasikan di kelas. Ini membuat saya semakin paham untuk mengaplikasikannya di kelas.

Jadi, satu kata untuk program Peningkatan Kualitas Guru Kabupaten Buleleng ini: “lanjutkan”.

Dampak Positif yang Berkelanjutan

Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menjaga marwah pendidikan khususnya di Singaraja yang dikenal sebagai kota pendidikan. Maka dari itulah, dibutuhkan pemimpin-pemimpin pembelajaran yang nantinya dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas.

“Jadi, ibarat sebuah printer kalau ingin hasil cetakannya yang baik maka gunakanlah printer yang baik. Jika kita ingin anak-anak kita yang  baik maka Bapak/Ibu guru harus baik pula,” kata Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., MAP., Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kegiatan diseminasi, Sabtu (23/11/2024) pagi di ruang aula SMP Negeri 1 Singaraja.

Harapannya 50 guru peserta pelatihan pun semua peserta diseminasi agar mengawal perkembangan pendidikan di Buleleng ke depan.

Namun, seperti arti harfiahnya, menjadi guru itu ‘berat’. Menghadirkan dialektika kontekstual di ruang-ruang kelas seperti yang dikatakan Paulo Freire—penulis buku Pendidikan Kaum Tertindas, adalah tantangan guru abad ke-21. Belum lagi perihal kesejahteraan dan sekarang isu pelindungan guru terus menguar seperti tak lekang oleh waktu.

Ketut Sudiarsa, S.Pd. (Diseminator) Serius Berdiskusi dengan Peserta | Dok. PSF

Diseminator I Ketut Bandem Elyadi, S.Pd. (depan kiri) dan Putu Lilyk Trisna Dewi, S.Pd. (depan kanan) Berfoto Bahagia Bersama Peserta Diseminasi | Dok. Maria Cynthia

Kehidupan adalah perubahan dan tantangan. Selama itu juga, pasti ada jalan untuk melewati lika-liku jalan dengan jurang yang dalam. Lantas bagaimana caranya? Apa yang harus dilakukan oleh guru agar adaptif terhadap perubahan?

“Guru tetap harus memiliki growth mindset dengan selalu terbuka atas perubahan yang terjadi dan dapat menyusun strategi untuk menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kela,” kata Ansor Prima Yuda, Kepala Program Peningkatan Kualitas Guru Buleleng yang juga sebagai fasilitator Putera Sampoerna Foundation (PSF), di sela-sela mendampingi para diseminator, Sabtu (23/11/2024).

Lebih lanjut Ansor mengatakan bahwa melalui program ini Pemerintah Kabupaten Buleleng telah selangkah lebih maju untuk menjawab tantangan pendidikan ke depan. Agar tak terputus sampai pada kegiatan diseminasi, menurutnya strategi utama yang perlu dilakukan setelah menyelesaikan rangkaian program adalah memastikan keberlanjutan dampak positif program di Kabupaten Buleleng. Diperlukan dukungan tidak hanya dari guru yang berkomitmen untuk mengimplementasikan materi, namun dari struktural masing-masing satuan pendidikan untuk mendukung secara kebijakan.

“Dengan kolaborasi yang baik, kami yakin Kabupaten Buleleng akan semakin menunjukan kemajuan dalam bidang Pendidikan,” katanya.

Semoga setelah kegiatan ini, sebagaimana harapan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng dan PSF, perubahan-perubahan kecil terus berhembus dari celah-celah jendela kelas di Buleleng. Hingga tumbuh menjadi bunga warna-warni di taman belajar anak-anak. Menguar keharuman di lingkungan sekolah, juga keluarga dan masyarakat—tempat kehidupan mereka sesungguhnya.

Selamat Hari Guru Nasional
Selamat HUT ke-79 PGRI
Guru Hebat Indonesia Kuat

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan
Menulis Rasa, Merawat Bahasa | Catatan Puisi-puisi Siswa SMPN 2 Sawan
Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian
Tags: bulelengguruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Next Post

Refleksi Hari Guru | Profesi Mulia Memajukan Bangsa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

Refleksi Hari Guru | Profesi Mulia Memajukan Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co