24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
November 10, 2024
in Khas
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Foto Kapten I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

MENYAMBUT dan memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2024, merupakan kewajiban kita sebagai “tunas” bangsa. Kita harus ingat kepada “pohon” perjuangan yang telah menjadikan kita ada dan aman hingga saat ini. Jaminan kemerdekaan itu sejak dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur, baik di medan tempur, hingga meja-meja diplomasi.

Mereka semua merupakan puspa  kusuma yang harumnya akan senantiasa abadi dalam taman pujaan bangsa. Membahas mengenai tokoh pahlawan, Pulau Dewata memiliki banyak pejuang-pejuang tangguh. Di antaranya I Gusti Ngurah Made Agung [Cokorda Mantuk Ring Rana], I Gusti Ngurah Rai, Cokorda Istri Kanya, Sagung Wah, dan masih banyak pejuang lainnya.

Pasca Kemerdekaan tahun 1945, tak serta merta membuat Indonesia menjadi negara merdeka seratus persen.  Masih saja ada gejolak tumpahan darah, terutama di Bali. Sebagai ujung tombak perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan gagah berani mengumandangkan kembali perang puputan pada tahun 1946.

Desa Adat Beringkit, Mengwi, memiliki seorang pejuang kemerdekaan yang menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga akhir hayat.

Kala itu tahun 1923 melalui jerit tangis seorang ibu lahirlah putra  dari seorang petani sederhana I Gusti Putu Denden. Ayahnya (ajik)  berharap anaknya yang telah lahir menjadi putra teguh dan senantiasa menjadi pelindung bagi setiap orang.  Atas restu dari Hyang Widhi dengan berkat kelahiran yang selamat, anak tersebut dinamakan I Gusti Putu Tegeg, Tegeg berarti teguh.

Tak banyak yang tahu mengenai masa kecilnya, karena ketika saya ingin mengulik informasi mengenai I Gusti Putu Tegeg seluruh teman seangkatannya telah berpulang ke pangkuan pertiwi.

Namun salah seorang putra kelimanya yakni I Gusti Putu Wijana cukup memiliki memori suka dan duka bersama sang ayah. Menurut penuturannya I Gusti Putu Tegeg memiliki satu saudara kandung yang telah meninggal muda. Serta dalam mengarungi samudera kehidupan ia ditemani oleh seorang istri bernama Ni Gusti Ketut Putri, seorang gadis desa berasal dari banjar yang sama.

Atas pernikahan tersebut, ia dikaruniai sembilan anak yang terdiri dari enam putri dan tiga putra. Dalam meniti karir sebagai seorang prajurit Infanteri TNI-AD ia tentu mendapatkan angin ujian yang begitu dasyat. Infanteri merupakan salah satu jenis prajurit TNI yang melakukan pertempuran darat dengan berjalan kaki.

Prajurit Infanteri dituntut memiliki kemampuan bertahan diri di alam liar. Ciri dari prajurit Infanteri adalah baret hijau sebagai simbolisasi penyatuan dengan lingkungan. Karena menjadi seorang prajurit, sang istri kerap ditinggal cukup lama dalam misi-misi perjuangan kemerdekaan Indonesia, penumpasan Gestok dan beberapa misi berbahaya lainnya.

Sebagai pendamping seorang prajurit TNI, Ni Gusti Ketut Putri hanya bisa iklas, bahkan ia siap menerima kepulangan “nama dan baret” dari sang suami. Ditinggal sewaktu hamil tua pun telah biasa dialaminya.

Setelah  menjalankan tugas perjuangan yang panjang akhirnya Gusti Putu Tegeg ditempatkan di satuan Komando Daerah Militer (KODAM) IX Udayana yang terletak di sebelah barat Lapangan Puputan Badung, dengan pangkat Perwira Letnan Satu. Selama bertugas ia merupakan salah satu anggota TNI yang aktif dan disiplin. Ajudannya yang tak diketahui namanya oleh I Gusti Putu Wijana, senantiasa siap untuk menjemputnya di gerbang Jero setiap pagi dengan mobil sedan berwarna hijau.

Secara samar dalam umur lima tahun, I Gusti Putu Wijana melihat sosok kewibawaan dan kasih sayang dari sang ayah. Walaupun sebagai anggota TNI ia tak pernah berlaku keras dan kasar kepada keluarga. Perilakunya yang halus dan alon seakan tak ada yang mengira bahwa I Gusti Putu Tegeg adalah seorang TNI. “Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah kepada negeri, Republik Indonesia menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya kepada I Gusti Putu Tegeg, namun sayang piagam tersebut entah tersimpan dimana sekarang,” ungkap I Gusti Putu Wijana.

Di usia paruh baya I Gusti Putu Tegeg mengalami sakit keras. Ia menjalani pengobatan rawat inap beberapa kali di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar. Sakit Kuning yang menyerang hati dengan ciri tubuh kekuningan akhirnya menjadi penyakit yang menyebabkan kematian Perwira tersebut pada tahun 1974 dengan umur 51 tahun.

Namun, beberapa minggu sebelum berpulang I Gusti Putu Tegeg menerima kenaikan satu pangkat dari Perwira Lettu menjadi Kapten dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 252625. Sewaktu penerimaan yang dilaksanakan secara simbolis di rumahnya, ia dibantu oleh I Gusti Putu Wijana saat melakukan foto dinas dengan tanda bintang dua di kedua pundak.

Setelah kematiannya, ia direkomendasikan oleh Panglima Kodam IX Udayana kala itu, untuk didharmakan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, dengan nomor nisan 633. “Suasana saat itu begitu riuh, saya hanya bisa terheran mengapa ayah saya begitu dihargai,” kenang I Gusti Putu Wijana.

Nisan I Gusti Putu Tegeg di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Sepeninggal I Gusti Putu Tegeg keluarga hanya menyimpan sebilah pedang dengan label MILSCO merupakan pedang atau klewang peninggalan Belanda, entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas itu merupakan salah satu warisan yang diberikan kepada para penerusnya.

Bagan 1Pedang dengan Label MILSCO. Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain disiplin menjalankan tugas sebagai anggota TNI ia juga memiliki kegemaran seni sastra yakni mesanthi atau matembang sastra Bali-Kawi. Tidak hanya membaca, tulis menulis pun ia tekuni. Hingga saat ini ada enam karya salinannya yang “purna” ditulis dalam buku ukuran B5. Di antaranya adalah Kakawin Ramayana, I dan II, Kakawin Bhomakawya, Kakawin Bharatayudha, Sarasamusccaya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Kakawin Dharma Kusuma, Kidung Panji Wijaya, Kreta Basa.

Salinan karya sastra Jawa Kuno I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

Karya sastra besar berbahasa Jawa Kuno tersebut disalin olehnya secara tekun setiap malam hari sepulang dari bertugas di kesatuan. Kerap kali I Gusti Putu Wijana dan I Gusti Nyoman Astawa (putra ketiga) diberikan teguran oleh kakek I Gusti Putu Denden karena mengganggu sang ayah sewaktu menyalin.  

Semangat pengabdiannya kepada negara tak membuat ia lupa dengan tanah kelahirannya, yakni  Beringkit. Kala itu di tengah kesibukannya menjadi staff TNI, ia dipercaya sebagai Kerta Desa salah suatu dewan hukum di wilayah Desa Adat. Di tengah keaktifannya di desa adat ia mendapatkan panggilan akrab Gusti Aji Letnan. Hingga saat ini beberapa sepuh desa yang kala itu masih muda memiliki ingatan samar namun pasti mengenai kobaran semangat pengabdian I Gusti Putu Tegeg.

Selamat hari Pahlawan Nasional. Merdeka! [T]

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan
Tags: BadungDesa BeringkitHari PahlawanMengwipahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Next Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co