7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Bayu Santoso by Bayu Santoso
November 5, 2024
in Khas
Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Tenun Tebusalah dari Desa Ringdikit, Buleleng

SUASANA riuh terdengar dari sebuah rumah di Desa Dinas Kuwum, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Para ibu tampak bersemangat mengoperasikan alat tenun tradisional dengan suara-suara unik yang memecah kesunyian pagi.

Suara-suara alat tenun tradisional itu seakan saling bersahutan, seperti manusia, bekerja keras dalam menciptakan kain tenunan yang biasa diproduksi di desa itu.

Kain tenun itu dikenal dengan nama Tenun Tebusalah.

Tenun Tebusalah memang merupakan produk tenun yang berasal dari Desa Ringdikit. Usaha Tenun yang sudah berdiri dari tahun 2018 ini merupakan usaha lokal yang dijalankan secara mandiri oleh masyarakat. Penamaan tenun Tebusalah berasal dari nama asli Desa Ringdikit yaitu Tebusalah.  

Menurut penuturan Putu Arya Nyeneng, selaku salah satu inisiator Tenun Tebusalah, pada zaman dahulu, sebelum berubah nama menjadi Ringdikit, desa itu bernama Tebusalah.

Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti sejarah berupa Pura Prajapati yang terdapat di belakang rumahnya.

Perubahan nama Desa Ringdikit diawali peristiwa sejarah di masa lampau ketika merebaknya penyakit menular di Tebusalah. Karena penyakit itu, masyarakat Tebusalah harus berpindah mengungsi ke sebuah tempat yang bernama Rangdu-aakit yang saat ini menjadi Ringdikit.

“Karena hal tersebut agar tidak melupakan sejarah desa, tiang ambil nama awal Desa Ringdikit yaitu Tebusalah sebagai nama dari produk tenunan yang ada di desa kami,” ucap Arya Nyeneng yang juga merupakan Kelian Dinas Desa Dinas Kuwum, Desa Ringdikit.

Proses pengerjaan Tenun Tebusalah masih menggunakan cara tradisional yakni menggunakan alat tenun tradisional atau ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Proses pengerjaan tenun Tebusalah dilakukan cukup panjang. Mulai pembentukan benang menjadi kain tenun, kemudian pencelupan kain dengan pewarna sampai penambahan motif berupa bordiran.

Sebagian besar proses pembuatan tenunan dilakukan oleh ibu-ibu yang bertempat tinggal di Dusun Kuwum. Hal tersebut dikarenakan inisiator dari kegiatan tenun yaitu Nyoman Sugiartini yang juga merupakan istri dari Arya Nyeneng menginginkan agar ibu rumah tangga  dapat memiliki pekerjaan tambahan yang menghasilkan.

Berbicara kualitas kain, Tenunan Tebusalah memiliki kualitas kain yang mampu bersaing dengan pasar. Proses pembuatan kain tenun yang masih menggunakan alat tenun tradisional meningkatkan kualitas dari kain tenun itu sendiri.

Menurut Arya Nyeneng proses pembuatan kain tenun Tebusalah dengan cara tradisional mampu meningkatkan nilai jual  dari kain itu sendiri. Ia juga menyampaikan kain tenun Tebusalah bahkan sudah mendapat uji lab guna memastikan kualitas kain tenun yang diproduksi.

“Untuk kain tenun Tebusalah pernah saya bawa ke Jogja untuk dilakukan uji lab, disana diuji kerapatan benangnya, kekuatan warnanya dan juga ketahanan warna pada kainnya, dan saat ini kami sudah memegang surat uji lab sebagai bukti dari kualitas kain tenunan kami,” ujarnya.

Untuk pemasaran kain tenun Tebusalah, Arya Nyeneng menyebutkan bahwa pemasaran kain tenun biasanya didapatkan melalui pemesanan kain tenun dari beberapa daerah di Bali.

Biasanya pembuatan kain tenun didasarkan pada banyaknya pemesanan yang diberikan. Kain tenun Tebusalah biasanya dipasarkan di Kabupaten Tabanan seperti daerah Pujungan hingga Pupuan.

Selain itu kain Tebusalah juga mendapatkan minat dari kelas menengah ke atas seperti pemesanan yang dilakukan oleh pemerintah saat adanya kegiatan pengangkatan anggota dewan. Karena kualitas kainnya yang baik mampu meningkatkan daya jual dari kain tenun Tebusalah.

Kain Tebusalah memiliki empat motif kain yang biasanya dipasarkan. Motif kain yang diproduksi yaitu kain motif sutra dobol, kain endek mastuli, kain endek jumputan dan kain endek motif cakra. Namun terkadang pesanan motif dibuat sesuai permintaan pemesan sehingga Tenun Tebusalah juga melayani pembuatan tenun motif lain.

Kendala yang dirasakan oleh Arya Nyeneng selaku inisiator tenun Tebusalah terdapat pada kurangnya atensi pemerintah dalam pengembangan produk UKM lokal.

Menurutnya, produk tenun ini diharapkan mampu dirasakan oleh masyarakat umum sebagai produk lokal yang tak kalah saing oleh produk kain tenun yang banyak beredar di pasaran.

Selain itu kendala juga terasa pada saat produksi kain tenun. Seperti kurangnya bahan baku cukup membatasi produksi kain tenun Tebusalah. Biasanya bahan baku yang didatangkan dari daerah Klungkung kerap kali kosong sehingga produksi kadang tertunda sampai bahan baku datang.

Selain dari bahan baku dalam tahap pengerjaan seperti bordir kain juga kerap kali menjadi kendala dalam produksi. Hal tersebut karena proses bordir memakan waktu cukup lama sehingga menghambat proses produksi dari kain tenun Tebusalah.

Arya Nyeneng berharap kain tenun Tebusalah mampu dikenal oleh masyarakat umum. Menurutnya pemasaran terkendala karena masyarakat lebih memilih produk kain yang memang sudah terkenal sejak awal sehingga kain Tebusalah kadang kurang dikenal oleh masyarakat. Selain itu dia berharap atensi dari pemerintah terkait produk UKM lokal.

“Tiang berharap dari pemerintah mampu memperhatikan kami sebagai pengerajin kain, walaupun bisa dibilang kami masih pemula namun kami juga berharap dari pemerintah khususnya pemerintah desa mampu mengatensi produk kami sebagai produk lokal asli Desa Ringdikit sehingga produk ini dapat dikenal secara luas oleh masyarakat,” ujarnya. [T]

Tradisi Kain Tenun Khas Loloan yang Tetap Bertahan dari Zaman ke Zaman
Kain Tenun Karya Siswa SMAN 3 Singaraja Pamer di Presidensi G20
Ayu Windi dan Usaha Melestarikan Kain Tenun Tradisional
Tags: bulelengDesa Ringdikitkain tenunTenun Tebusalah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Next Post

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Bayu Santoso

Bayu Santoso

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co