24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
October 22, 2024
in Ulas Rupa
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha

Suasana pameran bebas desain Mozaik Asyik di FBS Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

BERBAGAI macam bentuk dan jenis karya seni dipamerkan pada acara “Bebas Desain” oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni dan Desain, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha.

Acara itu dilakukan di ruang Galeri Paduraksa FBS, dan telah berlangsung sejak tanggal 12 Oktober dan akan berakhir 26 Oktober 2024. Pameran itu dibuka setiap jam 09.00 pagi, dan tutup jam 09.00 malam.

Ada banyak karya seni lukis memenuhi dinding ruangan pameran itu. Sedari realis hingga abstrak, dan mulai dari tema sosial-politik, budaya, hingga tokoh bengis dunia seperti Hitler—wajahnya juga ikut terpampang di tembok paling belakang dengan judul “Seniman Yang Gagal” karya Komang Wawan Sumerta.

Tak hanya itu, patung, baju punk—juga dipajang di sana, dan menjadikan pameran lebih banyak pilihan untuk dilihat. Pameran itu diberi tema “Mozaik Asik”.

Pengunjung pameran di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Menurut Ketut Sastrawan, Mozaik Asik diambil dari dua suku kata yaitu Mozaik dan Asik. Mozaik sendiri merupakan suatu karya yang diciptakan dari potongan atau serpihan media yang kemudian dirangkai menjadi satu keutuhan karya.

“Partisipan pameran berasal dari prodi seni rupa, DKP, serta alumni, selain itu terdiri dari keberagaman karya di dalamnya dengan makna yang berbeda juga, sedangkan Asik, merupakan akronim dari Aspirasi Kreasi,” lanjut Ketut Sastrawan, ketua panitia pameran.

Kemudian ia juga menjelaskan setiap karya yang diciptakan dan dipamerkan adalah bentuk aspirasi, dan tujuan atau harapan dari pencipta karyanya—yang dikreasikan sesuai dengan berbagai media bahkan tekniknya.

Untuk melihat itu, sepulang dari kuliah sore di kampus tengah, Widya Ambari (19) bersama teman-temannya bergerombol datang ke acara pameran di hari ketiga.

Sesekali mereka bersamaan mengitari ruangan melihat lukisan dari tembok satu ke tembok lainnya, dan kemudian berpencar melihat karya-karya yang menarik sendiri-sendiri.

Terakhir, Ambari (19) menghampiri satu lukisan berjudul “Walunateng Dirah” dengan teknik arsir yang halus, gelap terang yang halus berukuran 30 X 42 CM dari drawing on paper, karya Ayu Astina Dewi.

Secara cerita, Walunateng Dirah merupakan sesosok utama dalam acara pencalonarangan yang jika dipentaskan memadukan tari Topeng, Gambuh, Arja dan Palegongan.

Konon, di suatu daerah di jaman baheula, Walanetang Dirah atau juga disebut Rangda Ing Dirah adalah seorang janda yang memiliki kekuatan magis dan ditakuti oleh banyak orang.

Karya-karya yang dipemaerkan pada acara “Bebas Desain” oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni dan Desain, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha. | Foto: tatkala.co/Son

Secara cerita, agak seram memang. Tapi sebab itulah Ambari datang untuk melihat. Apalagi karena ia belum pernah sama sekali melihat pementasan calonarang yang begitu sakralnya di setra.

Tetapi melalui lukisan itu juga, lanjut Ambari, setidaknya hasrat untuk tahu terpenuhi walaupun tidak tahu rasanya bagaimana jika menonton secara langsung.

“Pertama, pasti seram karena melihat lidahnya menjulur. Terus itu, buletan-buletan itu, ada rasa-rasa gak nyaman—ketika melihatnya. Dan memang, saya belum pernah juga nonton pementasan calonarang,” kata Widya Ambari, semester 3 Akuntasi, di pameran.

Tetapi bukan saja karena tampilan lukisan yang memiliki dorongan magis—sehingga Ambari menghampiri lukisan itu. Tetapi bagaimana banyak detail yang terperhatikan oleh pelukisnya juga menjadi minatnya.

Ada banyak pernak-pernik, atau barangkali simbol-simbol—yang menjadikan lukisan itu menjadi ramai dan asik untuk dilihat. Tidak hambar walaupun lukisan itu mudah dijumpai dimana-mana, di Bali.

Pameran Seni, dan Sesuatu yang Hendak Disampaikan

Di sini, Ayu Astina Dewi, pelukis muda semester 3 Prodi Seni Rupa—asal Tabanan itu barangkali berhasil mengeksplor teknik arsirnya. Dan memang, ia sengaja menampilkan lukisan Walunateng Dirah dengan teknik gelap terang itu.

Karena pada lukisan sebelumnya ia telah memajang lukisan Ratna Manggalih—anak dari Walunateng Dirah dengan teknik berwarna, pada pameran satu tahun yang lalu.

Lukisan “Hiruk Pikuk” di kanvas ukuran 80 X 100 cm, karya Putu Krisna | Foto: tatkala.co/Son

Melalui pameran “Bebas Desain: Mozaik Asyik 2024” ini, Ayu Astina Dewi sangat kuat ingin menyampaikan sesuatu tentang dirinya sebagai pelukis muda perempuan Bali.

Hal itu juga tercitrakan melalui gambar dan corak beberapa rerajahan yang ia buat dan dipamerkan di laman instagramnya @astinadw.

Kemudian lukisan realis tentang alam—yang juga ditampilkannya di media sosial sama, sedikitnya menjelaskan tentang kemampuannya sebagai seniman. Dan memang, ia adalah seniman—yang berbakat.

Tengoklah laman media sosialnya. Sesekali ia juga membuka jasa melukis wajah dengan teknik arsir, atau membubuhkan warna jika Anda berminat memesan, DM-lah.

Sementara di tembok yang tak jauh dari pintu masuk ruang pameran, lukisan “Hiruk Pikuk” di kanvas ukuran 80 X 100 cm, karya Putu Krisna itu juga tak kalah menyedot perhatian.

Berbeda dengan Astina, lukisan Hiruk Pikuk memiliki pewarnaan yang kuat, dengan beberapa simbol di dalamnya juga terlihat menonjol, kalau boleh dikatakan, barangkali menyenggol suasana pesta pilkada sekarang.

Dari banyaknya janji-janji yang berterbangan akhir-akhir ini di kota atau pelosok desa, Putu Krisna barangkali telah menyapunya dengan kuas.

“Tujuan utama—terciptanya lukisan ini, adalah (suasana) Pilkada ini. Saya ingin visualkan makna dari, apa yang sebenarnya terjadi pada pilkada Bali ini, gitu. Kalo dilihat, sih, semakin ke belakang pesta demokrasi di Bali ini, kan, para tokoh maupun para calon-calon itu semakin gila menyuarakkan janjinya itu,” jelas Putu Krisna.

Karya instalasi dan patung | Foto: tatkala.co/Son

Pada Pilkada tahun ini, Putu Krisna merasakan kebimbangan—sangat kuat, dan kuasnya mengeluarkan kebimbangan itu melalui kanvas dengan pewarnaan yang kontras melalui teknik impres. Tidak terlalu realis, tidak terlalu abstrak.

Ada beberapa simbol menohok yang ia tuangkan di dalam lukisannya. Seperti dua calon sedang orasi—janji, dengan bayangan hitam kursi kekuasaan. Kemudian pesawat (mempresentasikan bandara), lalu lintas, sampah, dan seorang penari yang sedang tutup telinga.

“Kekhawatiran pertama—tentang janji-janji itu, apakah yang dijanjikan terkait budaya dan seni, misalnya, terus kenyamanan Bali melalui pembangunan, terus perihal macet dan sampah-sampah, itu akan terwujud betulan kearah yang lebih nyata baiknya?” kata Ketut Krisna, mempertanyakan itu melalui lukisannya, dan saya tak mampu menjawab. Semoga ada jawaban yang baik yah Krisna…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Tags: PameranPameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merajut Seni Merajut Kerjasama : Dari Kunjungan ISI Yogyakarta ke UPMI Bali

Next Post

Ketut Sweta Swatara, Menjaga Nyala Wayang Wong Tejakula

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Sweta Swatara, Menjaga Nyala Wayang Wong Tejakula

Ketut Sweta Swatara, Menjaga Nyala Wayang Wong Tejakula

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co