17 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menabur Ketabahan: Membaca “Tabur Tabah” Karya Derry Aderialtha Sembiring

Rasman Maulana by Rasman Maulana
February 6, 2026
in Ulas Rupa
Menabur Ketabahan: Membaca “Tabur Tabah” Karya Derry Aderialtha Sembiring

Karya Derry Aderialtha Sembiring

SUNGGUH menarik melihat “Tabur Tabah” karya Derry Aderialtha Sembiring di pameran seni rupa “Pulang ke Palung”—Denpasar, 24 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026—yang merupakan hasil dari program residensi yang diselenggarakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bekerjasama dengan Gurat Institut. Pameran ini menarik karena mengangkat tradisi bukan sebagai sesuatu yang mapan dan selesai, melainkan sebagai ruang terdalam yang terus menuntut pembacaan ulang.

Pameran ini dihadirkan sebagai “palung”—dasar yang menopang perjalanan panjang manusia, namun sekaligus menyimpan endapan nilai, luka, dan relasi kuasa yang kerap luput dari perhatian. Dalam konteks inilah karya “Tabur Tabah” hadir sebagai praktik menyelam ke kedalaman tradisi, bukan untuk memurnikan atau merayakannya secara romantik, melainkan untuk menyingkap beban perempuan yang selama ini dipikul dan dinormalisasi.

Karya “Tabur, Tabah” menghadirkan sebuah medan simbolik yang tenang namun sarat beban. Seperti pendapat Sutan Takdir Alisjahbana yang mengatakan bahwa seni selalu mempunyai isi, suatu pesan, atau dengan kata lain mewakili tenaga rohani, berbeda dengan mekarnya bunga-bunga atau nyanyian burung di padangan.

Sekilas membaca karya ini kita akan menemukan lingkaran bata yang membumi, tulang punggung yang terbaring di pusatnya, serta partisipasi penonton yang perlahan menumpuk residu material, membentuk ruang kontemplatif sekaligus politis. Dalam keheningan visualnya, karya ini berbicara tentang tubuh perempuan, relasi kuasa, dan sistem patriarki yang diwariskan lintas generasi, bukan sebagai abstraksi melainkan sebagai pengalaman yang menempel pada tubuh dan ingatan manusia.

Karya Derry Aderialtha Sembiring

Dalam karya ini lingkaran bata yang menjadi dasar karya segera menghadirkan kesan ruang ritual yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah manusia. Batu bata merupakan material yang identik dengan fondasi rumah dan keteraturan sosial disusun membentuk arena yang kokoh, merepresentasikan sistem adat dan nilai budaya yang dibangun secara turun-temurun: keras, berat, dan menuntut kepatuhan mutlak. Sedangkan bentuk lingkaran bekerja sebagai batas simbolik, menandai ruang di mana peran, identitas, dan relasi kuasa telah ditentukan sebelum individu hadir di dalamnya untuk mengisi dan beranak-pinak.

Di pusat lingkaran yang terlapis kaca tersebut terbaring objek menyerupai tulang punggung manusia, tekstur dan warnanya seperti fosil yang hidup dari masa lampau menyampaikan pesan bahwa karya ini membicarkan sesuatu yang terjaga dari masa terdahulu. Posisi horizontalnya seperti sebuah penolakan gestur heroik, tidak berdiri sebagai monumen kekuasaan, tetapi justru menyatu dengan tanah, debu, dan serpihan bata.

Tulang punggung ini dimaknai sebagai tubuh perempuan yang dinarasikan sebagai penopang kehidupan sosial dan kultural yang kerap tidak diakui secara formal di kelomoknya dari dulu sampai sekarang. Dengan menempatkan tulang punggung perempuan di pusat ruang, karya ini membalik narasi dominan patriarki yang secara historis menempatkan laki-laki sebagai fondasi keluarga dan adat yang tak tergantikan.

Serbuk bata yang ditaburkan di sekitar tulang punggung memperkuat kesan luka yang berulang dan terakumulasi dari waktu ke waktu. Serbuk tersebut seperti semacam residu—sisa dari sistem yang terus direproduksi dan diwariskan terus menerus. Pemakaian serbuk batu bata di dalam karya dimaksudkan sebagai penanda bentuk kekerasan yang tidak selalu hadir sebagai peristiwa spektakuler, tetapi juga sebagai tekanan simbolik, ekspektasi sosial, dan beban moral yang terus diwariskan.

Karya Derry Aderialtha Sembiring

Dimensi partisipatif karya diperluas melalui kehadiran toples-toples berisi serpihan bata. Pengunjung, khususnya perempuan, diajak untuk bersila dan menaburkan serpihan bata sebagai gestur simbolik yang merepresentasikan pengalaman personal dan kolektif. Serpihan bata, berfungsi sebagai arsip kolektif, bukan arsip resmi yang ditulis oleh struktur adat atau negara melainkan arsip pengalaman perempuan yang sering kali tak terdokumentasikan.

Alasan seniman memberi ruang partisipasi khusus untuk perempuan merupakan bagian dari konsep karyanya. Dengan demikian karya ini tidak hanya berbicara tentang perempuan, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan untuk menulis ulang narasi melalui tindakan simbolik sederhana. Meskipun bukan tanpa kekurangan, pemilihan konsep partisipasi dalam karya ini sedikit kurang matang, karena penempatan toples yang lebih tinggi dari posisi ideal orang bersila menjadikan subjek yang terlibat sedikit kesulitan secara teknis.

Kekurangan tersebut bisa dimaklumi menijau waktu produksi yang ditentukan dalam program residensi yang pendek sehingga seniman yang terlibat tidak punya keleluasaan untuk mempertimbangkan hal-hal teknis. Meskiipun begitu setiap serpihan yang ditabur berhasil merepresentasikan pengalaman personal perempuan yang selama ini jarang tercatat dalam narasi resmi adat maupun sejarah.

Berangkat dari konteks budaya Batak Karo, karya ini mengungkap paradoks patriarki: ketika laki-laki mendominasi simbol formal adat, perempuan justru memainkan peran strategis dalam pengambilan keputusan sehari-hari di lingkup keluarga. Namun, penekanan pada ketabahan juga menyimpan ketegangan kritis. Ketabahan berisiko dirayakan tanpa membongkar sistem yang melahirkan beban tersebut. Tulang punggung perempuan yang terus menopang lingkaran adat dapat dibaca sebagai simbol perlawanan, sekaligus tanda bahwa sistem bertahan karena tubuh perempuan terus menanggungnya.

Karya Derry Aderialtha Sembiring

Tabur, Tabah tidak menawarkan solusi, melainkan membuka ruang kesadaran. Ia mengajak penonton berhenti, bersila, dan menimbang kembali beban yang diwariskan, sembari mempertanyakan: sampai kapan ketabahan akan terus dijadikan fondasi yang tak terlihat? [T]



Penulis: Rasman Maulana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gurat InstituteMTN Seni BudayaPameran Seni RupaResidensi MTN LabSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lagu untuk Orang yang Tak Pulang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Next Post

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

Rasman Maulana

Rasman Maulana

Penulis dan kurator berbasis di Banyumas yang aktif mengolah gagasan tentang ruang alternatif, serta relasi sosial dalam praktik seni rupa. Berpengalaman menangani penyusunan konsep pameran, dan penulisan teks kuratorial yang menekankan pendekatan naratif dan sensitivitas terhadap konteks lokal. Memiliki ketertarikan pada praktik seni yang berangkat dari keseharian, lokalitas, dan dinamika komunitas, serta terus mengembangkan metode membaca karya yang peka, reflektif, dan berorientasi dialog. Ia merupakan salah satu peserta kurator residensi MTN Lab Desnpasar 2025 dan menjadi manajer project dalam pameran “Pulang ke Palung” Instagram Penulis: @mata.pijar

Related Posts

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? ---Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co