24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 8, 2024
in Panggung
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Dede

Kami janger mahasiswa UPMI Bali, kami janger mahasiswa UPMI Bali

Datang untuk menghibur semeton sami, datang untuk menghibur semeton sami

PENGGALAN syair dari pertunjukkan Janger Dag itu rasanya masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Kala itu, Janger Dag dipentaskan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Pertunjukkan yang ditampilkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) itu menjadi penampilan pamungkas pada acara Wisuda UPMI Bali ke-47.

Tarian yang berdurasi sekitar 10 menit itu ditampilkan dengan nuansa yang menggembirakan. Para penonton nampak tersenyum sembari mengabadikan tarian itu dengan kamera ponsel.

Janger Dag UPMI Bali merupakan tari janger kreasi atau pengembangan dari tari janger tradisional yang diberikan sentuhan kreativitas baru. Syair atau lirik Janger Dag UPMI Bali menggunakan perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Bali. Selain itu, diselipkan juga beberapa kosakata asing seperti pada penggalan lirik, “UPMI Bali Yes (Inggris)” dan “Sayonara (Jepang) sampai jumpa”.

Tarian estetis nan menghibur itu merupakan garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (Seniman, Dosen program studi Pendidikan Sendratasik). Ia mengatakan, pertunjukkan Janger Dag yang ditampilkan saat Wisuda UPMI Bali ke-47 merupakan kali kedua dipentaskan. Sebelumnya, Janger Dag dipentaskan perdana pada Wisuda UPMI Bali ke-46.

“Sebetulnya, janger yang di wisuda itu irisan dari janger panjang yang pernah saya buat. Biasanya kalau orang membuat janger durasinya itu sangat panjang, bisa satu setengah jam sampai dua jam dengan banyak cerita. Tetapi Janger Dag kemarin merupakan irisan dari janger panjang yang menjadi tarian pendek. Sehingga orang-orang tetap tertarik menonton tari janger dengan durasi yang singkat,” ungkap Ketut Lanus.

Pendiri sekaligus pengelola sanggar Cahya Art itu mengungkapkan, penggunaan bahasa Indonesia yang lebih dominan pada tarian tersebut bertujuan agar orang luar Bali bisa menonton, menyimak, dan mengerti lirik tari janger itu, sehingga pesan yang hendak disampaikan dengan mudah bisa dipahami. Selain itu, tari Janger Dag juga merupakan tari janger kreasi yang masih berakar pada janger tradisional, hanya saja dikemas menjadi lebih segar dan universal.

“Saya terinspirasi dengan tari janger tradisional yang lama, tetapi saya kemas kembali dengan nuansa baru. Saya selalu berprinsip, tradisi itu tidak mati, tetapi tradisi itu selalu bisa dikemas ulang bahkan diinovasi sesuai dengan zamannya. Karena tradisi itu harus terus bergulir dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.” jelasnya.

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Tari Janger adalah tarian tradisional Bali yang lahir dari kebudayaan masyarakat. Tari Janger biasanya dibawakan oleh sekelompok penari laki-laki dan perempuan yang saling berpasangan. Tarian ini mengekspresikan keceriaan, kekompakan, dan keakraban melalui gerakan-gerakan yang dinamis. Tari Janger juga sering disertai dengan nyanyian atau lantunan syair yang dinyanyikan oleh para penari atau pengiringnya.

Tak banyak orang yang mengetahui jika ‘Janger’ merupakan sebutan untuk penari perempuan, sedangkan ‘Dag’ merupakan sebutan untuk penari laki-laki atau sering juga disebut ‘Cak’ atau ‘Kecak’.

“Penari cowok dalam tari janger memang disebut dengan Dag atau Kecak, dan Janger adalah penari ceweknya. Tetapi Dag itu sendiri adalah pemeran khusus, biasanya menjadi pemimpin dalam tari janger, biasanya dia ada dialog, dialog khusus sebagai pemimpin. Dag biasanya menyampaikan pesan-pesan sosial di sana, tetapi bukan bondres. Dag lebih kepada sisi edukatif, bukan untuk melucu. Dag memimpin dalam pertunjukkan yang panjang, tetapi karena Janger Dag UPMI Bali hanya 10 menit, peran Dag sangat sedikit terlihat,” kata Ketut Lanus.

Menurutnya, tidak banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi selama proses penggarapan maupun latihan. Ia mengatakan, yang kerap menjadi hambatan dalam prosesnya adalah waktu yang minim untuk latihan, terlebih lagi mahasiswa yang terlibat banyak memiliki kesibukan masing-masing.

“Janger itu suatu kesenian yang menggembirakan, orang bahagia saat belajar tari janger, pancing sedikit saja mereka pasti tertarik. Dalam tari janger ada lagu yang bernuansa estetik, sehingga ketika mereka menari sambil bernyanyi, menjadi sesuatu yang sangat menarik. Sekali latihan, mereka biasanya tertarik untuk melanjutkan latihan-latihan berikutnya. Tetapi yang menjadi hambatan adalah waktu, apalagi mahasiswa ada banyak kegiatan, sehingga waktu latihan yang tersedia tidak cukup,” jelasnya.

Ni Kadek Dewi Setiari, mahasiswi program studi Pendidikan Sendratasik adalah salah satu penari Janger Dag UPMI Bali. Gadis yang akrab disapa Cantika ini mengatakan sangat merasa senang bisa dilibatkan menari Janger Dag untuk yang kedua kalinya di Wisuda UPMI Bali.

“Janger garapan Pak Ketut Lanus ini setahu saya sudah digarap sejak lama, tetapi untuk pementasan Janger Dag UPMI Bali, saya dan teman-teman menampilkannya dengan koreografi serta lirik yang beda dan baru. Liriknya begitu unik dan bernuansa ceria, saya tidak pernah bosan mendengarkannya,” ujar Cantika.

Kadek Wahyu Arianda, mahasiswa dari program studi Pendidikan Sendratasik, yang juga salah satu penari Janger Dag UPMI Bali mengungkapkan, dirinya merasa sangat bersemangat dan bangga bisa menarikan tari Janger Dag untuk pertama kalinya.

“Ini merupakan pertama kalinya saya menarikan Janger Dag, rasanya sangat bersemangat dan bangga bisa turut menghibur di acara Wisuda kemarin. Bagi saya tidak ada kesulitan ataupun hambatan dalam prosesnya, semua berjalan dengan menyenangkan,” kata Wahyu.

Tari Janger Dag pada hari itu berhasil memukau penonton. Di akhir pementasan, riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah para penari yang beranjak meninggalkan panggung. Sembari berjalan, mereka menari perlahan dan menyanyikan lirik, “Sayonara sampai jumpa, sayonara sampai jumpa, sampai jumpa lain hari, bila ada kesempatan, kita akan menari lagi”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Tags: jangerjanger baliseni jangerUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Kembali Bahasa Daerah dalam Bentuk Sastra Bali Modern

Next Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co