11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
in Panggung
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyian itu baru terbentuk sekitar empat bulan lalu, tetapi mampu tampil secara total. Semua tokoh tampak hidup, cerita menarik, pesan dibalut lelucon dan segar, serta mengangkat kearipan lokal yang menunjukan eksistensi Kabupaten Klungkung asal sekaa arja itu berasal.

Ketika dramatari ini tampil, suasana Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali dalam ajang PKB ke-48 pada, Sabtu 20 Juni 2026, memang lebih meriah. Pengunjung PKB ke-48 terus mengalir menyaksikan pentas Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di panggung itu. Tak hanya penonton di atas umur 40-an tahun, tetapi remaja dan anak-anak juga larut. Hal itu, seperti kesenian klasik ini yang melibatkan berbagai kelompok umur, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang mungkin bisa disebut kesenian lintas generasi.

“Pendukung Sekaa Dramatari Arja Sudhamala, tidak semuanya memiliki dasar tari yang baik. Namun, sebagian besar dari mereka memiliki dasar tembang. Kami bersyukur dramatari arja ini bisa tampil dalam Utsawa (Parade) Arja Klasik di ajang PKB ke-48 sebagai duta Kabupaten Klungkung,” kata pembina tari yang juga penggagas cerita, I Gede Lepang disela-sela pementasan itu.

Tampil diajang PKB ke-48, Sekaa Dramatari Arja Sudhamala mengangkat judul “Aji Pemalik Sumpah”. Diceritakan di sebuah Kerajaan Sura Raksa sedang mengalami kegoncangan, karena Raja yang memimpin sudah tidak memikirkan kerajaannya lagi. Itu karena rencana licik dari Mertua sang Prabu sendiri yang bernama Ida Dwagung Istri Candra Geni yang menggunakan ilmu hitam untuk mengendalikan sang Raja. Maka itu, Raja sering bertingkah sewenang-wenang, sehingga dibenci rakyatnya. Hasrat untuk menguasai kerajaan pun gagal, ketika seorang Mekel dari padukuhan Sekar Mahanten menghaturkan sebuah Pusaka dan mampu menyadarkan  Ida Dewa Agung Istri Candra Geni dari perbuatannya, bahwa hasrat yang berlebihan, keangkaramurkaan sebagai dasar mengejar kebahagian, sejatinya tidak mampu dijadikan sebagai sarana menyempurnakan Jiwa.

Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026

Pendukung arja klasik yang didukung Sanggar Sudamala, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung itu tampil menawan. Sebagai pendatang baru, mereka sudah mampu memadukan teater, tari, dan opera tradisional dengan dialog yang ditembangkan (dinyanyikan) itu. Meski belum tampak sempurna, improvisasi sudah ada dan memikat. Tokoh Limbur tampil kocak, serta memadukan dengan pesan moral yang selalu dibalut dengan humor segar.

Penasar, punakawan itu tak hanya tampil serius, tetapi juga sering mengocok perut penonton. Sambil menjaga cerita, tokoh ini selalu menyisipkan kritik sosial dan banyolan spontan yang memecah tawa penonton. Paling menarik, Mantri Buduh yang tampil penuh ekpresif karena menjadi sentral dari kisah dramatari arja tersebut. Mantri Buduh ini tampil mengenakan busana yang penuh dengan lukisan khas Kamasan Klungkung.

“Kami ingin menunjukan eksistemi kami yang ada di Klungkung. Lukisan Kamasan menjadi identitas budaya adiluhung yang tak terpisahkan dari Desa Kamasan. Gaya seni lukis klasik ini telah menjadi ciri khas spiritual dan sosial masyarakat Bali. Ini hanya dipakai tokoh Mantra Buduh saja karena merupakan tokoh inti yang memiliki peran dari pokok cerita yang kami angkat,” papar Lepang.

Untuk tampil di PKB ini, Sekaa Dramatari Arja Sudhamala imelakukan persiapan yang serius. Mereka melakukan latihan secara privat untuk pendalaman tembang dan tari. Selanjutnya melakukan latihan per babak, hingga latihan gabung dengan sekaa gong untuk mensinkronkan iringannya. “Tantangan terbesar adalah meyakinkan anak-anak untuk menari tanpa grogi. Jujur, karena ini tampil di ajang PKB, mereka sering merasa gentar duluan,” aku Lepang polos.

Selain melakukan latihan secara intensif, para penari juga diberikan kiat-kiat untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Sebab, mereka yang memiliki dasar tari dan tembang, tetapi kalau sudah berbicara ke PKB, mereka merasa grogi dan minder. “Kami selalu mengingatkan kepada mereka (penari) untuk menghilangkan rasa takut. Ini juga untuk menumbuhkan kedespilinan, tanggung jawab dan rasa empati terhadap teman,” sebutnya.

Paling penting dari semua itu, adalah menumbuhkan rasa kekeluargaan. Sebab, dalam satu tim dramatari arja ini berjumlah 11 orang penari yang memiliki kebiasaan yang berbeda, sehingga penting menumbuhkan rasa kekeluargaan untuk membuat energy positif dalam lingkungan sekaa arja. “Dalam proses menari dramatari arja ini, bukan hanya pintar menari dan metembang, tetapi terpenting adalah menumbuhkan filling, rasa kita terhadap tembang karena kesenian arja itu adalah tim kekeluargaan. Disitulah taksu arja sesungguhnya,” bebernya.

Penari Condong yang diperankan oleh Ni Putu Indah Tantriani Lestari merupakan penari termuda yang umurnya sekitar 15 tahun itu, mampu mengimbangi para seniornya. Gadis yang baru saja tamat SMP itu memiliki dasar tembang. Ia bahkan pernah sebagai juara I lomba mewirama tingkat Provinsi Bali. “Walau merasa grogi, tetapi saya merasa senang dan bangga bisa tampil di ajang PKB. Jika tidak belajar tari arja, mungkin saya tak akan tampil di pesta seni ini,” ucap gadis yang memiliki dasar tari lepas itu.

Penabuh Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung Komang Sukarya mengatakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung mencoba membangkitkan kembali kesenian arja. Itu sangat sederhana, karena minimnya generasi dramatari arja di daerah Serombotan, khususnya terkait dengan pelestarian kesenian arja yang masih sangat kurang.

“Meski sebelumnya ada upaya membangkitkan dan melestarikan melalui pembinaan di sekolah-sekolah, termasuk sekaa-sekaa di masyarakat, tetapi tidak lancar. Nah, tahun ini kebutulan anggaran di Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung mencukupi, maka kami mencoba dan berupaya membangkitan kesenian arja bersama mereka yang faham tentang arja, mengetahui pupuh, maka mengakomodir untuk kembali membangkitkan kesenian arja ini,” ceritanya.

Sukarya kemudian berharap kedepannya dramatari arja ini bisa berlanjut. Sebab, Sanggar Sudhamala di Banjar Tangkas yang terus merangkul anak-anak muda untuk menggeluti seni tradisional. Apalagi, seni drama dan tari yang memadukan seni tari, tembang dan cerita yang penting dilestarikan. “Semoga tahun ini cikal bakal dramatari arja bisa berlanjut untuk tahun selanjutnya, ini baik untuk pelestarian, pembinaan untuk sebuah sekaa sebunan,” harapnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: dramatari arjaKlungkungPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

Next Post

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co