24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 6, 2024
in Khas
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Oka Prawira

TARI Kebesaran adalah salah satu bentuk seni tari yang mencerminkan keagungan, kebanggaan, dan semangat. Biasanya, tari ini digunakan dalam upacara formal atau perayaan penting untuk menghormati para pemimpin, tamu, atau sebagai bagian dari upacara yang sarat makna budaya. Dengan gerakan yang penuh wibawa dan simbolik, Tari Kebesaran tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai dan karakteristik dari sebuah lembaga.

Hampir seluruh perguruan tinggi di Bali memiliki tari kebesaran. Salah satunya adalah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tari kebesaran UPMI Bali adalah Tari Mahadewa, tarian ini biasa dipentaskan saat kegiatan-kegiatan penting atau event-event besar, seperti Wisuda, Dies Natalis, pengukuhan Guru Besar, dan lain sebagainya.

Saya menyaksikan tarian tersebut saat Wisuda UPMI Bali ke-47, yang dilaksanakan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Tari Mahadewa dipentaskan setelah pembukaan acara dan pembacaan doa, tepat sebelum menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ide cerita dari Tari Mahadewa merupakan buah pikiran Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. (Rektor UPMI Bali). Dari ide cerita tersebut, kemudian diolah menjadi tarian estetis yang digarap oleh I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. (seniman, Dosen UPMI Bali). selain itu, Tari Mahadewa juga diiringi dengan tabuh kebyar enerjik yang manis garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (seniman, Dosen UPMI Bali) yang turut melengkapi tarian tersebut menjadi makin ciamik.

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Ketika dipentaskan, Tari Mahadewa ditarikan oleh enam penari perempuan dan satu penari laki-laki. Tarian ini diciptakan pada tahun 2021, dan pertama kali dipentaskan saat Wisuda UPMI Bali tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).  

Tari Mahadewa tak hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga simbol dari tradisi budaya yang mendalam, cerminan nilai-nilai luhur, serta penyatuan keindahan gerak dengan makna filosofis yang kuat.

I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. atau yang akrab disapa Wawan Gumiart selaku koreografer, mengungkapkan bahwa dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Kendati demikian, tantangan dalam penggarapan tetap ada.

“Dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan, tetapi tantangan tentu ada. Karena menjadi tari kebesaran, tentu persiapannya juga harus bagus. Yang namanya tari kebesaran haruslah menjadi ikonik dan menjadi representasi dari sebuah lembaga yang tertuang dalam sebuah karya tari,” kata Wawan.

“Sebelumnya kami melakukan riset terlebih dahulu dari deskripsi yang dihadirkan, terkait dengan tokoh Mahadewa itu sendiri dan keterkaitannya dengan lembaga pendidikan UPMI. Yang paling menjadi pemikiran kemarin adalah bagaimana tarian ini supaya secara presentasi, estetika, logika, dan etikanya bisa terjaga. Kemudian dalam proses regenerasinya juga supaya tidak mengalami kesulitan. Jadi mulai dari pemilihan bahan, konsep kostum, pemilihan warna, dan motif geraknya itu dipertimbangkan secara matang,” jelasnya.

Wawan mengaku sangat bangga karena telah dipercaya menjadi koreografer Tari Mahadewa. Dalam konteks tari kebesaran, menurutnya tidak semua seniman bisa mendapatkan kesempatan untuk menciptakan karya tari yang ikonik.

“Saya sebagai koreografer, Pak Ketut Lanus sebagai komposer, dan juga teman-teman di prodi Pendidikan Sendratasik sebagai tim pendukung, mengucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan lembaga. Mulai dari Bapak Ketua Yayasan dan Bapak Rektor yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami, karena sudah diberikan penghargaan yang luar biasa dan diberikan kesempatan untuk menciptakan karya Tari Mahadewa ini, serta digunakan sebagai tari kebesaran hingga saat ini,” ungkapnya.

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Oka Prawira

I Kadek Oka Prawira Wibawa atau akrab disapa Oka adalah mahasiswa dari program studi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik). Ia merupakan salah satu penari yang berkesempatan berperan sebagai Mahadewa. Oka mengatakan, dirinya sangat merasa senang dan bangga ketika dipercaya membawakan Tari Mahadewa untuk pertama kalinya.

“Pertama kali Oka melihat Tari Mahadewa adalah ketika ada pengukuhan guru besar di kampus, saat Oka masih semester awal (mahasiswa baru). Ketika itu, Tari Mahadewa dipentaskan tepat di depan mata. Terlintas dalam benak Oka, “kapan ya saya bisa menarikan tari ini” dan Oka selalu menanamkan dalam diri, suatu saat nanti pasti akan bisa membawakan Tari Mahadewa,” ungkap Oka.

“Kemarin adalah kesempatan luar biasa, Oka akhirnya dipercaya oleh Pak Wawan untuk menarikan Tari Mahadewa dalam acara Wisuda kemarin,” ujarnya.

Oka mengaku tidak ada kesulitan dalam prosesnya, hanya saja karena jadwal yang terlalu padat, menjadi tantangan tersendiri baginya, karena ia mendapat waktu latihan yang amat terbatas.

“Di saat jadwal sedang lumayan padat, Pak Wawan memberikan Oka tantangan. yaitu menghafalkan Tari Mahadewa dan membawakannya di acara Wisuda kemarin. Nah Oka jadi punya tantangan besar, yaitu menghafalkan tari yang begitu rumit ragam geraknya. Karena saat pertama kali Oka melihat gerakannya, rasanya benar-benar susah untuk ditangkap, karena setiap detiknya ada saja perubahan. Apalagi isi palawakya, tentu saja Oka mempelajari bagaimana menggunakan vokal dalam palawakya dan bagaimana agar bisa menyesuaikan ekspresi dan gerak,” jelasnya.

Sebelum Tari Mahadewa dipentaskan, pewara membacakan sinopsis yang sarat makna dari tarian tersebut. “Tari Mahadewa mengisahkan tentang Dewa Mahadewa yang tiada lain merupakan perwujudan Dewa Siwa, sebagai sumber kekuatan intuisi dalam pancaran Tri Murti yang berhubungan dengan proses evolusi-involusi Tri Kona. Intuisi merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas, yaitu pemahaman di luar kesadaran sehingga terjadinya sebuah keajaiban. Dewa Mahadewa dengan saktinya Dewi Saci, dengan warna keemasan yang dimiliki, menganugerahkan Tirta Kundalini demi kesejahteraan seluruh alam semesta,” setelah sinopsis dibacakan, para penari pun bersiap.

“Hadirin yang berbahagia, saksikanlah tari kebesaran Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Tari Mahadewa!” begitulah pewara menyambut Tari Mahadewa dengan penuh semangat. Ketika gamelan dimainkan, penonton juga turut antusias dengan bertepuk tangan menyambut tari kebesaran itu mulai dipentaskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: seni pertunjukantari balitari kebesaranUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Next Post

Rempah dalam Basa Genep

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Rempah dalam Basa Genep

Rempah dalam Basa Genep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co