24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 6, 2024
in Khas
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Oka Prawira

TARI Kebesaran adalah salah satu bentuk seni tari yang mencerminkan keagungan, kebanggaan, dan semangat. Biasanya, tari ini digunakan dalam upacara formal atau perayaan penting untuk menghormati para pemimpin, tamu, atau sebagai bagian dari upacara yang sarat makna budaya. Dengan gerakan yang penuh wibawa dan simbolik, Tari Kebesaran tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai dan karakteristik dari sebuah lembaga.

Hampir seluruh perguruan tinggi di Bali memiliki tari kebesaran. Salah satunya adalah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tari kebesaran UPMI Bali adalah Tari Mahadewa, tarian ini biasa dipentaskan saat kegiatan-kegiatan penting atau event-event besar, seperti Wisuda, Dies Natalis, pengukuhan Guru Besar, dan lain sebagainya.

Saya menyaksikan tarian tersebut saat Wisuda UPMI Bali ke-47, yang dilaksanakan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Tari Mahadewa dipentaskan setelah pembukaan acara dan pembacaan doa, tepat sebelum menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ide cerita dari Tari Mahadewa merupakan buah pikiran Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. (Rektor UPMI Bali). Dari ide cerita tersebut, kemudian diolah menjadi tarian estetis yang digarap oleh I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. (seniman, Dosen UPMI Bali). selain itu, Tari Mahadewa juga diiringi dengan tabuh kebyar enerjik yang manis garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (seniman, Dosen UPMI Bali) yang turut melengkapi tarian tersebut menjadi makin ciamik.

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Ketika dipentaskan, Tari Mahadewa ditarikan oleh enam penari perempuan dan satu penari laki-laki. Tarian ini diciptakan pada tahun 2021, dan pertama kali dipentaskan saat Wisuda UPMI Bali tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).  

Tari Mahadewa tak hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga simbol dari tradisi budaya yang mendalam, cerminan nilai-nilai luhur, serta penyatuan keindahan gerak dengan makna filosofis yang kuat.

I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. atau yang akrab disapa Wawan Gumiart selaku koreografer, mengungkapkan bahwa dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Kendati demikian, tantangan dalam penggarapan tetap ada.

“Dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan, tetapi tantangan tentu ada. Karena menjadi tari kebesaran, tentu persiapannya juga harus bagus. Yang namanya tari kebesaran haruslah menjadi ikonik dan menjadi representasi dari sebuah lembaga yang tertuang dalam sebuah karya tari,” kata Wawan.

“Sebelumnya kami melakukan riset terlebih dahulu dari deskripsi yang dihadirkan, terkait dengan tokoh Mahadewa itu sendiri dan keterkaitannya dengan lembaga pendidikan UPMI. Yang paling menjadi pemikiran kemarin adalah bagaimana tarian ini supaya secara presentasi, estetika, logika, dan etikanya bisa terjaga. Kemudian dalam proses regenerasinya juga supaya tidak mengalami kesulitan. Jadi mulai dari pemilihan bahan, konsep kostum, pemilihan warna, dan motif geraknya itu dipertimbangkan secara matang,” jelasnya.

Wawan mengaku sangat bangga karena telah dipercaya menjadi koreografer Tari Mahadewa. Dalam konteks tari kebesaran, menurutnya tidak semua seniman bisa mendapatkan kesempatan untuk menciptakan karya tari yang ikonik.

“Saya sebagai koreografer, Pak Ketut Lanus sebagai komposer, dan juga teman-teman di prodi Pendidikan Sendratasik sebagai tim pendukung, mengucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan lembaga. Mulai dari Bapak Ketua Yayasan dan Bapak Rektor yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami, karena sudah diberikan penghargaan yang luar biasa dan diberikan kesempatan untuk menciptakan karya Tari Mahadewa ini, serta digunakan sebagai tari kebesaran hingga saat ini,” ungkapnya.

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Oka Prawira

I Kadek Oka Prawira Wibawa atau akrab disapa Oka adalah mahasiswa dari program studi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik). Ia merupakan salah satu penari yang berkesempatan berperan sebagai Mahadewa. Oka mengatakan, dirinya sangat merasa senang dan bangga ketika dipercaya membawakan Tari Mahadewa untuk pertama kalinya.

“Pertama kali Oka melihat Tari Mahadewa adalah ketika ada pengukuhan guru besar di kampus, saat Oka masih semester awal (mahasiswa baru). Ketika itu, Tari Mahadewa dipentaskan tepat di depan mata. Terlintas dalam benak Oka, “kapan ya saya bisa menarikan tari ini” dan Oka selalu menanamkan dalam diri, suatu saat nanti pasti akan bisa membawakan Tari Mahadewa,” ungkap Oka.

“Kemarin adalah kesempatan luar biasa, Oka akhirnya dipercaya oleh Pak Wawan untuk menarikan Tari Mahadewa dalam acara Wisuda kemarin,” ujarnya.

Oka mengaku tidak ada kesulitan dalam prosesnya, hanya saja karena jadwal yang terlalu padat, menjadi tantangan tersendiri baginya, karena ia mendapat waktu latihan yang amat terbatas.

“Di saat jadwal sedang lumayan padat, Pak Wawan memberikan Oka tantangan. yaitu menghafalkan Tari Mahadewa dan membawakannya di acara Wisuda kemarin. Nah Oka jadi punya tantangan besar, yaitu menghafalkan tari yang begitu rumit ragam geraknya. Karena saat pertama kali Oka melihat gerakannya, rasanya benar-benar susah untuk ditangkap, karena setiap detiknya ada saja perubahan. Apalagi isi palawakya, tentu saja Oka mempelajari bagaimana menggunakan vokal dalam palawakya dan bagaimana agar bisa menyesuaikan ekspresi dan gerak,” jelasnya.

Sebelum Tari Mahadewa dipentaskan, pewara membacakan sinopsis yang sarat makna dari tarian tersebut. “Tari Mahadewa mengisahkan tentang Dewa Mahadewa yang tiada lain merupakan perwujudan Dewa Siwa, sebagai sumber kekuatan intuisi dalam pancaran Tri Murti yang berhubungan dengan proses evolusi-involusi Tri Kona. Intuisi merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas, yaitu pemahaman di luar kesadaran sehingga terjadinya sebuah keajaiban. Dewa Mahadewa dengan saktinya Dewi Saci, dengan warna keemasan yang dimiliki, menganugerahkan Tirta Kundalini demi kesejahteraan seluruh alam semesta,” setelah sinopsis dibacakan, para penari pun bersiap.

“Hadirin yang berbahagia, saksikanlah tari kebesaran Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Tari Mahadewa!” begitulah pewara menyambut Tari Mahadewa dengan penuh semangat. Ketika gamelan dimainkan, penonton juga turut antusias dengan bertepuk tangan menyambut tari kebesaran itu mulai dipentaskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: seni pertunjukantari balitari kebesaranUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Next Post

Rempah dalam Basa Genep

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Rempah dalam Basa Genep

Rempah dalam Basa Genep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co