23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
September 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

MINDSET saya tentang politik cuma satu: BUSUK! Sebab itu saya tak pernah terperangkap pada penghormatan secara berlebihan terhadap tokoh atau kelompok tertentu, apalagi partai politik.

Banyak orang merasa terpukul, jengkel, sebal, kesal, emosi, atau segala bahasa serupa untuk menyebut marah pada situasi politik nasional akhir-akhir ini. Saya tidak. Untunglah saya terselamatkan dari rupa-rupa perasaan yang mencekik mental itu.

Saya hanya sedih jika praktik politik kita lebih banyak mendakwahkan intoleransi dan menyebarluaskan kebencian. Tak heran, seiring dengan sedang berlangsungnya tahapan Pilkada di Indonesia, kita jadi akrab dengan banyak kata-kata ajaib, semacam: Mulyono and the gang, Raja Jawa, Kotak Kosong, dan bahkan Dinasti Politik. 

Apa mau dikata, demokrasi rupanya menyimpan begitu banyak sisi gelap. Dia selama ini sering dipuja sebagai sistem pemerintahan ideal, namun kadang kita lupa untuk bersikap kritis terhadapnya. Dan, inilah maksud disajikannya tulisan ini, mereflesikan sisi lain dari demokrasi yang sering kali luput dari perhatian. Semoga ini bisa menjadi bahan diskusi, lebih mendorong kita untuk berpikir kritis, dan tidak menerima demokrasi begitu saja sebagai sistem yang sempurna.  

Penting bagi kita untuk memahami sisi gelap demokrasi agar dapat memperkuat sistem ini dan mencegah penyalahgunaannya.

Peringatan dari Tokoh Klasik

Tokoh-tokoh klasik telah lama memperingatkan kita tentang bahaya demokrasi. Plato, dalam karyanya “Republik”, mengkritik demokrasi sebagai sistem yang rentan terhadap manipulasi oleh para demagog. Ia berpendapat bahwa masyarakat awam tidak selalu memiliki pengetahuan atau kebijaksanaan untuk membuat keputusan politik yang tepat.

Bukti historis menunjukkan bahwa kekhawatiran Plato tidak tak berdasar, seperti terlihat dalam kasus naiknya Hitler ke kekuasaan melalui proses demokratis di Jerman. Dengan demikian, kita perlu menyadari bahwa suara mayoritas tidak selalu menghasilkan keputusan terbaik untuk masyarakat.

Aristoteles juga menyoroti kelemahan demokrasi dalam konsepnya tentang “tirani mayoritas”. Ia berpendapat bahwa dalam sistem demokrasi, kepentingan mayoritas dapat menindas hak-hak minoritas. Alasannya, ketika suara terbanyak menjadi satu-satunya legitimasi kekuasaan, kelompok minoritas berisiko kehilangan suara dan perlindungan.

Kita dapat melihat contoh nyata dari fenomena ini dalam kasus diskriminasi terhadap minoritas etnis atau agama di berbagai negara demokratis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa demokrasi tidak hanya tentang aturan mayoritas, tetapi juga tentang perlindungan hak-hak minoritas.

Alexis de Tocqueville, dalam karyanya “De la démocratie en Amérique (Democracy in America)”, memperingatkan tentang bahaya konformitas dalam masyarakat demokratis. Dia berpendapat bahwa tekanan sosial dalam demokrasi dapat menciptakan “tirani opini publik” yang membatasi kebebasan individu dan keragaman pemikiran. Kita dapat melihat manifestasi dari peringatan ini dalam fenomena cancel culture dan polarisasi politik yang semakin tajam di era media sosial.

Akibatnya, ruang untuk dialog dan kompromi yang seharusnya menjadi inti dari proses demokratis justru semakin menyempit, mengancam fondasi demokrasi itu sendiri.

Kelemahan Demokrasi Modern

Populisme dan demagoguery merupakan ancaman serius bagi demokrasi modern. Para pemimpin populis sering mengeksploitasi ketakutan dan kemarahan publik untuk mendapatkan kekuasaan, sambil menawarkan solusi sederhana untuk masalah kompleks. Contoh nyata dari fenomena ini dapat dilihat dalam kasus Venezuela di bawah kepemimpinan Hugo Chavez.

Chavez naik ke kekuasaan melalui proses demokratis dengan janji-janji populis, namun pemerintahannya justru berujung pada erosi institusi demokratis dan krisis ekonomi berkepanjangan. Kasus ini menunjukkan bahwa demokrasi tanpa checks and balances yang kuat dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pemimpin yang kharismatik namun otoriter.

Ketidakstabilan dan ketidakefisienan dalam pengambilan keputusan juga menjadi kelemahan sistem demokrasi. Proses konsensus yang panjang dan sering kali berlarut-larut dapat menghambat implementasi kebijakan yang diperlukan dengan cepat.

Kita dapat melihat contoh ini dalam kasus krisis ekonomi Yunani pada tahun 2009, di mana perdebatan politik yang berkepanjangan dan ketidakmampuan untuk mencapai konsensus memperlambat respons terhadap krisis, memperparah dampaknya terhadap masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu menemukan keseimbangan antara partisipasi demokratis dan efisiensi dalam pengambilan keputusan.

Konteks Indonesia

Dalam konteks Indonesia, tantangan demokrasi terlihat semakin kompleks. Polarisasi politik yang tajam, terutama yang terlihat dalam Pemilu 2019 dan 2024, menunjukkan bahwa demokrasi kita masih rentan terhadap manipulasi elit dan sentimen primordial. Alasan di balik fenomena ini adalah masih lemahnya budaya politik dan pendidikan kewarganegaraan di masyarakat.

Kita dapat melihat buktinya dari maraknya politik identitas dan berita palsu yang sering kali mendominasi wacana publik. Akibatnya, kualitas demokrasi Indonesia terancam mengalami kemunduran jika tidak ada upaya serius untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Dinasti politik merupakan fenomena yang sering muncul dalam sistem demokrasi, menunjukkan sisi gelap lain dari sistem ini. Dalam dinasti politik, kekuasaan cenderung terkonsentrasi pada satu keluarga atau kelompok kecil yang saling berhubungan, yang dapat bertahan selama beberapa generasi.

Alasan di balik munculnya dinasti politik adalah kombinasi dari nama besar keluarga, jaringan politik yang kuat, dan akses terhadap sumber daya kampanye yang besar. Kita dapat melihat contoh nyata dari fenomena ini di berbagai negara demokratis, termasuk Amerika Serikat dengan keluarga Kennedy dan Bush, Filipina dengan keluarga Marcos dan Aquino, serta di Indonesia sendiri dengan munculnya berbagai dinasti politik di tingkat pusat dan daerah.

Akibatnya, dinasti politik dapat mengancam prinsip meritokrasi dalam demokrasi, membatasi kesempatan bagi individu berbakat di luar lingkaran kekuasaan, dan berpotensi menciptakan oligarki yang bertentangan dengan semangat demokrasi itu sendiri.

Untuk memperkuat sistem demokrasi di Indonesia, kita perlu mengambil langkah-langkah konkret. Pertama, penguatan pendidikan politik dan literasi media bagi masyarakat harus menjadi prioritas. Alasannya, warga negara yang kritis dan well-informed adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat. Kedua, penguatan institusi checks and balances, seperti peradilan yang independen dan pers yang bebas, sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Bukti dari negara-negara dengan demokrasi yang mapan menunjukkan bahwa institusi-institusi ini berperan krusial dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat berharap untuk membangun sistem demokrasi yang lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Meskipun demokrasi tetap menjadi sistem pemerintahan yang paling menjanjikan, kita tidak boleh buta terhadap kelemahannya. Pemahaman kritis terhadap sisi gelap demokrasi justru akan membantu kita memperkuat dan menyempurnakan sistem ini. Bukti dari berbagai kasus di dunia dan pengalaman Indonesia sendiri menunjukkan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang sempurna dan selalu membutuhkan perbaikan terus-menerus.

Oleh karena itu, tugas kita sebagai warga negara adalah untuk terus bersikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi, sambil terus berupaya memperkuat institusi dan budaya demokrasi di negeri ini. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang
Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1
‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer
Tags: demokrasiPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival, Sebuah Reuni dan Pertemuan yang Hangat — Catatan Volunteer

Next Post

Di Puncak Tegeh Kaman 

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Di Puncak Tegeh Kaman 

Di Puncak Tegeh Kaman 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co