23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam — I Gusti Made Bunika, Putra Pelukis Maestro yang Setia Kukuhkan Gaya Denpasar

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 8, 2024
in Esai
In Memoriam — I Gusti Made Bunika, Putra Pelukis Maestro yang Setia Kukuhkan Gaya Denpasar

I Gusti Made Bunika, Putrinya dan Karya Lukisannya - Arsip Gurat Institute 2020

850 meter dari titik nol Kota Denpasar ke utara menuju persimpangan monumen I Gusti Ngurah Made Agung—tepatnya di Jalan Patimura—terdapat rumah di pojok sisi tenggara dengan gapura berbahan bata merah. Rumah itu adalah sebuah tempat bersejarah.

Alasan pertama, bahwa kawasan itu adalah titik terjadinya perang Puputan Badung 1906, dan sumur di rumah itu berkisah tentang Ni Jero Nuraga, seorang wanita hamil muda, istri dari I Gusti Ngurah Alit Badra, yang disuruh menimba air oleh tentara Belanda sesaat setelah I Gusti Ngurah Made Agung gugur bersama pengikutnya.

Alasan kedua, bahwa rumah itu adalah rumah kelahiran dari pelukis hebat Denpasar, bernama I Gusti Made Deblog.

Alasan ketiga, adalah rumah tersebut menjadi tempat lahirnya gaya lukisan yang memiliki karakteristik kuat dan berpotensi didudukkan sebagai gaya (lukisan) Denpasar.

Meski berjarak kurang dari 1 Km dari pusat pemerintahan Kota Denpasar, atau hanya menempuh waktu 12 menit perjalanan dengan jalan kaki, akan tetapi rumah kelahiran I Gusti Made Deblog dan tempat kelahiran gaya lukisan Denpasar itu cenderung terabaikan.

Yang pertama, terabaikan dari perhatian serius bidang yang mengurus seni di pemerintah kota. Yang kedua, terabaikan dari narasi arus utama pemanfaatan seni sebagai potensi branding kota.

Dan, yang ketiga, terabaikan oleh aktivitas kunjungan studi mahasiswa seni. Padahal pada masa lalu, I Gusti Made Deblog selalu mendapat kunjungan dari para mahasiswa seni, misalkan mahasiswa ISI Yogyakarta, tokoh-tokoh peneliti seni-budaya seperti Adrian Vickers dan Hedi Hinzler. Kunjungan oleh tokoh-tokoh seniman dan kolektor seni, ya jangan dibilang lagi, pada intinya ada banyak.

***

Kita atau masyarakat Kota Denpasar harus berterima kasih, baik kepada I Gusti Made Deblog maupun kepada salah satu putranya, yaitu I Gusti Made Bunika. Pasca berpulangnya I Gusti Made Deblog pada tahun 1986, yang meneruskan keahlian seni lukisnya adalah I Gusti Made Bunika (Gusti Bunika).

Bekas Papan Nama I Gusti Made Deblog and Son’s – Arsip Purwita Sukahet 2024

Untuk diketahui bersama, bahwa gaya lukisan I Gusti Made Deblog yang digadang-gadang sebagai gaya Denpasar di dalam seni lukis memiliki karakteristik naturalistik dengan pendekatan teknik lukis realis. Gaya ini tercipta dari gabungan teknik melukis potret mempergunakan tinta bak (tinta China) dengan dunia naturalistik epos pewayangan Ramayana dan Bharatayudha.

Secara visual, gaya khas ini di dalam lukisan menampilkan kepadatan layer pada latar belakang maupun latar depan, sedangkan figur yang dihadirkan mengadopsi pemikiran modern di dalam perwujudannya. Misalkan saja di dalam mencapai proporsi tubuh manusia, memunculkan rambut-rambut tipis dari tubuh tokoh ksatria kera maupun raksasa, menghadirkan capaian realistik dalam perwujudan objek misalkan saja gapura, kereta kuda, pepohonan, akar-akar gantung, dll dengan menerapkan shadow, tint, tone  Penerapan ini memberi kesan volume dimensional yang kuat di dalam visualnya.

Singkatnya I Gusti Made Deblog menjadi penanda peralihan masa seni lukis tradisi menuju model capaian dan pemikiran baru.

Sebagai pelanjut jejak sang ayah, Gusti Bunika tentu mempunyai keahlian tersebut yang ia latih bertahun-tahun di masa mudanya. Ayahnya sering sekali mengajarkan dan menerapkan aturan ketat di dalam sistem pembelajaran melukis, sebabnya adalah selain berfokus kepada tematik epos ataupun fragmen naratif cerita seniman tidak boleh mengesampingkan aspek kenyataannya secara visual, dengan kata lain, aspek logis tidak boleh diabaikan dan hal itulah yang menjadi nyawa di dalam lukisan gaya Denpasar ini.

Untuk mematangkan teknik melukis gaya Denpasar, seseorang harus berlatih menggambar proporsi, gerak tubuh, dan ekspresi wajah berkali-kali, sebagaimana yang disampaikan oleh Gusti Bunika bahwa ia kerap kali menemani Gusti Deblog melakukan rangkaian studi bentuk dan anatomi. Misalnya Gusti Deblog ingin menggambar kereta kuda, ayahnya akan bolak-balik dari rumah ke jalan hanya untuk mengamati dokar-dokar yang nangkring di sepanjang Jalan Vetran Denpasar atau di Jalan Patimura.

Selain itu studi-studi anatominya dilakukan dengan menggambar tokoh-tokoh wayang dengan berbagai gerak atau sedang bermain sepak bola. Pengulangan demi pengulangan dilakukan di dalam menggores dan mengarsir, menentukan pencahayaan, membuat lekukan otot, menggambar draperi atau lekukan kain dan mengarsir rambut-rambut di tubuh. Kuncinya adalah ketekunan.

***

Gusti Bunika yang lahir pada tahun 1935 menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Juli 2024 di RSUD Wangaya, di dalam perjalanan barunya menuju Sunyalaya ia membawa serta ilmu pengetahuan melukis yang ia warisi dari ayahnya.

Beberapa tahun sebelumnya ia menjadi salah satu informan penting dari riset Gurat Institute Komunitas Budaya Gurat Indonesia yang mengangkat biografi ayahnya, yaitu I Gusti Made Deblog. Banyak hal yang ia bagikan melalui cerita lisan dan arsip-arsip ayahnya kepada tim Gurat Institute, mulai dari sejarah dan perjalanan hidup ayahnya yang berguru kepada Yap Sin Tin, pertemanan ayahnya dengan Rai Regug dari Peguyangan, Denpasar, hingga teknik-teknik melukis yang detail.

Dewa Siwa – Karya Terakhir I Gusti Made Bunika – Arsip Gurat Institute 2020

Sebagai seorang putra dari maestro seni Kota Denpasar yang terlupakan dalam arus besar narasi seni rupa Bali, ia selalu mengenang cara kerja ayahnya bahwa “kerja keras, yen sing dis ne mengaso sing be baanga”, yang sekiranya bermakna sebagai seorang seniman ya harus bekerja keras, taat, jika belum waktunya istirahat tetaplah bekerja.

Di masa tuanya, Gusti Bunika tetap memiliki keinginan kuat untuk melukis meski kondisi fisik dan kesehatannya tidak memberikan jalan itu. Ia meninggalkan satu karya yang belum tuntas dikerjakan, sebuah karya yang mehadirkan figur bertapa dalam bentangan kanvas dan tone warna hitam putih.

Dari cerita keluarga yaitu anaknya yang bernama I Gusti Agung Dewi Satriyawati, disebutkan Gusti Bunika selalu menyatakan dan menanyakan lukisannya yang belum selesai itu. Gusti Bunika di-palebon di Setra Badung pada tanggal 5 Agustus 2024.

Selamat jalan I Gusti Made Bunika, sampaikan salam kami kepada ayahanda, I Gusti Made Deblog. Duka cita perjalanan akan bertemu kebahagian sempurna sebagaimana lukisan terakhir sang ayah, Sang Bima berdiri di lautan cakrawala menerima hujan bunga oleh Sang Hyang Acintya berkat keberanian dan keteguhannya mempertaruhkan kehidupannya di dalam dunia seni. [T]

Pohmanis, 8 Agustus 2024

Gaya Lukisan I Gusti Made Deblog dan Jalan Panjang Penetapan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda 2023
Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog” | Catatan Lomba Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022
Lukisan Kacang Goreng || Mengenang Ida Bagus Tugur melalui I Gusti Made Deblog
Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya
Tags: denpasarGusti Made Deblogin memoriamlukisan gaya denpasarSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lampion-lampion Harapan dari Nara Devintha dan Nadin di UVJF 2024

Next Post

Kisah dari Geladak Perahu Nelayan Pengambengan di Bali Barat

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kisah dari Geladak Perahu Nelayan Pengambengan di Bali Barat

Kisah dari Geladak Perahu Nelayan Pengambengan di Bali Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co