2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog” | Catatan Lomba Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 25, 2022
in Ulasan
Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog”  | Catatan Lomba  Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

Adinda dan Ari Yoga - Duta Kota Denpasar di tengah-tengah peserta lomba melukis wayang klasik PKB XLIV

Dua orang dari 22 peserta lomba melukis Wayang Klasik di Kalangan Ayodya, areal Taman Werdhi Budaya Art Centre, Bali di Denpasar menyajikan karya yang nampak berbeda. Mereka adalah Ni Made Adinda Gandari Sartika dan I Dewa Gede Ari Yoga, dua orang yang direkrut dan dipercaya oleh Komunitas Gurat Institute dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sebagai duta dalam wimbakara melukis wayang klasik dengan tema “Danu Kerthi” pada hari Selasa, 21 Juni 2022.

Sebelumnya, kurang lebih selama tiga bulan mereka mendapatkan pembinaan khusus di posko Gurat Budaya Indonesia, tampil sebagai pembina adalah Vincent Chandra dan I Kadek Wiradinata adalah dua orang anggota muda Gurat Institute yang berbakat dalam seni visual.

Yang berbeda dari karya wimbakara duta Kota Denpasar adalah style yang mereka hadirkan dengan mantap merepresentasikan gaya lukisan I Gusti Made Deblog, master seni lukis dengan capaian teknik realis melalui jalan naturalistik atau yang dikenal dengan Realisme Deblog.

I Gusti Made Deblog 1906-1986 | Arsip Gurat Institute foto atas kebaikan keluarga

Sejak awal, antara koordinator (Gurat Institute), pembina dan peserta bersepakat menyatukan misi untuk menggaungkan warisan budaya tak benda yang lahir di tanah Kota Denpasar, tentu yang dimaksud adalah Realisme Deblog.

Hal ini dilakukan dengan tujuan mengangkat ketokohan Deblog sebagai salah satu kosa bahasa rupa milik Kota Denpasar ke panggung seni rupa global, mengukuhkan kembali ketokohan I Gusti Made Deblog sebagai ikon seniman rupa Kota Denpasar, menekankan ruh capaian kreativitas pengembangan wayang klasik Bali sebagai kekuatan atas keberlanjutan narasi sejarah seni rupa Bali-Indonesia.

Sejalan dengan kisah hidup dan capaian estetiknya, Deblog menunjukkan perbedaan pada era perkumpulan Pitamaha yang sebagian besar karya anggotanya berkutat dalam bahasa tradisi yang kuat melalui pakem ikonografi dan figur yang ketat, dengan logika penyelesaian gambar melalui garis kontur yang mengikat objek,

Saat itu Deblog justru tampil dengan karya yang menekankan lelaku kebebasan penggambaran gerak figur, memainkan dinamika gelap terang secara nyata sehingga tubuh figur dan objek menjadi lebih plastis dan bervolume, memainkan perspektif matematis, mereduksi ikonografi atribut figur sehingga karyanya-karyanya menjadi arus minor yang kuat di tengah-tengah pakem tradisi Ubud yang penuh pengulangan. Deblog dengan demikian menjadi patron perkembangan baru seni lukis Bali.

Foto: Hasil karya Dewa Ari Yoga – Duta Kota Denpasar

Karya-karya awal Deblog memang lebih banyak diciptakan melalui puncak capaian teknik olahan tinta hitam di atas bidang putih yang ia pelajari dari gurunya yang bernama Yap Sin Tin seorang ekspatriat Taiwan, menetap di bilangan Banjar Grenceng pada tahun 1930an.

Pada tahun 1970-an karya Deblog terlihat mulai berubah ketika ia dengan berani beralih dengan medium warna. Hitam putih mengesankan sensasi magis, detail, dan ritmik nan rumit melalui lapisan-lapisan tinta hitam di atas permukaan putih baik itu kertas dan kanvas, karya berwarnanya kemudian menghasilkan sensasi lebih menusuk sisi emosional nan dinamis yang disebabkan oleh ketepatan pengaplikasian warna, keahliannya memaknai ulang narasi klasik wiracerita epos menjadikannya dramatis melalui wujud rupa karya.

Proses Pembinaan Lomba

Pada proses pembinaan lomba oleh dua orang pembina, menekankan pada pengaplikasian warna, metode ini dipergunakan mengingat jangka waktu lomba yang diberikan panitian selama tiga jam, sedangkan jika mengaplikasikan hitam putih akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kesan volume sebagaimana capaian Deblog.

Warna lebih mudah untuk dipraktikan dalam jangka waktu tiga jam perlombaan dengan teknik Deblog yang dalam pandangan pembina terutama Vincent Chandra bahwa untuk dapat memahami teknik Deblog harus memahami logika realis. Dari capaian dua peserta lomba duta Kota Denpasar maka hal tersebut sekiranya mereka pahami.

Foto: Proses melukis Adinda saat lomba

Ketika sebagian besar peserta melukis dengan teknik mewarnai seperti gaya wayang wayang Kamasan maka duta Kota Denpasar hadir dengan ciri khas Deblog. Tema Dewa Ruci ketika Bima mendapatkan Amretha di samudra digarap oleh Adinda Gandari sedangkan Ari Yoga melukiskan Sang Bima yang berperang dengan naga menyelamatkan Guru Drona di dasar samudra.

Apabila dilihat secara visual maka karya mereka menjadi oposisi atas karya-karya peserta lainnya yang lebih banyak menggambarkan gaya wayang Kamasan. Secara langsung terjadi juga sebentuk pemahaman bahwa rujukan wayang klasik yang digambarkan tidak harus menggambar layaknya wayang Kamasan.

Proses Pembinaan di Gurat InstituteFoto:

Perlombaan bukanlah perihal menang atau kalah, juara atau pecundang, apabila ukuran seni lukis wayang klasik diarahkan hanya kepada gaya wayang Kamasan misalkan, lantas mengapa pementasan gong kebyar oleh kabupaten/kota di Bali tidak bermain layaknya gaya kakebyaran Buleleng yang notabene tanah kelahiran gong kebyar?

Dengan demikian, maka jiwa wimbakara seharusnya lebih dari sekedar kultus gaya sebagai tolok ukur, lebih juga dari pada sebuah kompetensi. Wimbakara adalah bagian dari muara ketika kita berjumpa dengan kawan, teman, atau sahabat, ruang ketika kita mengetengahkan keragaman capaian visual, dan bagaimana misi itu dihadirkan dalam bentuk karya visual di dalam satu momemtum. Seni sebagai sebuah jalan kesadaran dan bagaimana perkembangan peradaban pemikiran visual tersebut telah dicapai. [T]

Pohmamis, 24 Juni 2022

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mebarung Bersama Tiga Sekaa Gong Kebyar Duta Denpasar Tampilkan Fragmen “Amertaning Wimala Bhuana”

Next Post

Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co