14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog” | Catatan Lomba Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 25, 2022
in Ulasan
Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog”  | Catatan Lomba  Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

Adinda dan Ari Yoga - Duta Kota Denpasar di tengah-tengah peserta lomba melukis wayang klasik PKB XLIV

Dua orang dari 22 peserta lomba melukis Wayang Klasik di Kalangan Ayodya, areal Taman Werdhi Budaya Art Centre, Bali di Denpasar menyajikan karya yang nampak berbeda. Mereka adalah Ni Made Adinda Gandari Sartika dan I Dewa Gede Ari Yoga, dua orang yang direkrut dan dipercaya oleh Komunitas Gurat Institute dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sebagai duta dalam wimbakara melukis wayang klasik dengan tema “Danu Kerthi” pada hari Selasa, 21 Juni 2022.

Sebelumnya, kurang lebih selama tiga bulan mereka mendapatkan pembinaan khusus di posko Gurat Budaya Indonesia, tampil sebagai pembina adalah Vincent Chandra dan I Kadek Wiradinata adalah dua orang anggota muda Gurat Institute yang berbakat dalam seni visual.

Yang berbeda dari karya wimbakara duta Kota Denpasar adalah style yang mereka hadirkan dengan mantap merepresentasikan gaya lukisan I Gusti Made Deblog, master seni lukis dengan capaian teknik realis melalui jalan naturalistik atau yang dikenal dengan Realisme Deblog.

I Gusti Made Deblog 1906-1986 | Arsip Gurat Institute foto atas kebaikan keluarga

Sejak awal, antara koordinator (Gurat Institute), pembina dan peserta bersepakat menyatukan misi untuk menggaungkan warisan budaya tak benda yang lahir di tanah Kota Denpasar, tentu yang dimaksud adalah Realisme Deblog.

Hal ini dilakukan dengan tujuan mengangkat ketokohan Deblog sebagai salah satu kosa bahasa rupa milik Kota Denpasar ke panggung seni rupa global, mengukuhkan kembali ketokohan I Gusti Made Deblog sebagai ikon seniman rupa Kota Denpasar, menekankan ruh capaian kreativitas pengembangan wayang klasik Bali sebagai kekuatan atas keberlanjutan narasi sejarah seni rupa Bali-Indonesia.

Sejalan dengan kisah hidup dan capaian estetiknya, Deblog menunjukkan perbedaan pada era perkumpulan Pitamaha yang sebagian besar karya anggotanya berkutat dalam bahasa tradisi yang kuat melalui pakem ikonografi dan figur yang ketat, dengan logika penyelesaian gambar melalui garis kontur yang mengikat objek,

Saat itu Deblog justru tampil dengan karya yang menekankan lelaku kebebasan penggambaran gerak figur, memainkan dinamika gelap terang secara nyata sehingga tubuh figur dan objek menjadi lebih plastis dan bervolume, memainkan perspektif matematis, mereduksi ikonografi atribut figur sehingga karyanya-karyanya menjadi arus minor yang kuat di tengah-tengah pakem tradisi Ubud yang penuh pengulangan. Deblog dengan demikian menjadi patron perkembangan baru seni lukis Bali.

Foto: Hasil karya Dewa Ari Yoga – Duta Kota Denpasar

Karya-karya awal Deblog memang lebih banyak diciptakan melalui puncak capaian teknik olahan tinta hitam di atas bidang putih yang ia pelajari dari gurunya yang bernama Yap Sin Tin seorang ekspatriat Taiwan, menetap di bilangan Banjar Grenceng pada tahun 1930an.

Pada tahun 1970-an karya Deblog terlihat mulai berubah ketika ia dengan berani beralih dengan medium warna. Hitam putih mengesankan sensasi magis, detail, dan ritmik nan rumit melalui lapisan-lapisan tinta hitam di atas permukaan putih baik itu kertas dan kanvas, karya berwarnanya kemudian menghasilkan sensasi lebih menusuk sisi emosional nan dinamis yang disebabkan oleh ketepatan pengaplikasian warna, keahliannya memaknai ulang narasi klasik wiracerita epos menjadikannya dramatis melalui wujud rupa karya.

Proses Pembinaan Lomba

Pada proses pembinaan lomba oleh dua orang pembina, menekankan pada pengaplikasian warna, metode ini dipergunakan mengingat jangka waktu lomba yang diberikan panitian selama tiga jam, sedangkan jika mengaplikasikan hitam putih akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kesan volume sebagaimana capaian Deblog.

Warna lebih mudah untuk dipraktikan dalam jangka waktu tiga jam perlombaan dengan teknik Deblog yang dalam pandangan pembina terutama Vincent Chandra bahwa untuk dapat memahami teknik Deblog harus memahami logika realis. Dari capaian dua peserta lomba duta Kota Denpasar maka hal tersebut sekiranya mereka pahami.

Foto: Proses melukis Adinda saat lomba

Ketika sebagian besar peserta melukis dengan teknik mewarnai seperti gaya wayang wayang Kamasan maka duta Kota Denpasar hadir dengan ciri khas Deblog. Tema Dewa Ruci ketika Bima mendapatkan Amretha di samudra digarap oleh Adinda Gandari sedangkan Ari Yoga melukiskan Sang Bima yang berperang dengan naga menyelamatkan Guru Drona di dasar samudra.

Apabila dilihat secara visual maka karya mereka menjadi oposisi atas karya-karya peserta lainnya yang lebih banyak menggambarkan gaya wayang Kamasan. Secara langsung terjadi juga sebentuk pemahaman bahwa rujukan wayang klasik yang digambarkan tidak harus menggambar layaknya wayang Kamasan.

Proses Pembinaan di Gurat InstituteFoto:

Perlombaan bukanlah perihal menang atau kalah, juara atau pecundang, apabila ukuran seni lukis wayang klasik diarahkan hanya kepada gaya wayang Kamasan misalkan, lantas mengapa pementasan gong kebyar oleh kabupaten/kota di Bali tidak bermain layaknya gaya kakebyaran Buleleng yang notabene tanah kelahiran gong kebyar?

Dengan demikian, maka jiwa wimbakara seharusnya lebih dari sekedar kultus gaya sebagai tolok ukur, lebih juga dari pada sebuah kompetensi. Wimbakara adalah bagian dari muara ketika kita berjumpa dengan kawan, teman, atau sahabat, ruang ketika kita mengetengahkan keragaman capaian visual, dan bagaimana misi itu dihadirkan dalam bentuk karya visual di dalam satu momemtum. Seni sebagai sebuah jalan kesadaran dan bagaimana perkembangan peradaban pemikiran visual tersebut telah dicapai. [T]

Pohmamis, 24 Juni 2022

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mebarung Bersama Tiga Sekaa Gong Kebyar Duta Denpasar Tampilkan Fragmen “Amertaning Wimala Bhuana”

Next Post

Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Teater Kalangan dan Lain-lain dalam Opening Night Ubud Food Festival

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co