2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Made Susanta Dwitanaya by Made Susanta Dwitanaya
May 4, 2021
in Esai
Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Lukisan ilustrasi oleh Vincent Candra

– Mengkonfirmasi Data Sejarah dari Tuturan Personal Orang Kebanyakan

Sejak saya memutuskan belajar menulis seni rupa dari masa kuliah sampai sekarang, sosok bapak adalah pembaca paling setia dari tulisan-tulisan yang saya kerjakan. Saya adalah anak yang jarang pulang ke rumah, tapi setiap saya pulang ke rumah hal pertama yang selalu beliau tanyakan adalah:

“Dek, ade nulis di pameran? Ken katalogne ? Kal bace sambil ningalin gambarne” (Ada menulis pameran? Mana katalognya? Bapak mau baca sambil lihat karya karya perupanya ).

Mungkin dengan cara itu beliau memberi semangat atas pilihan hidup anak anaknya. Kami juga kebetulan punya minat yang sama yakni seni rupa.

Baiklah, agar tidak ngelantur dan sebelum tulisan ini menjadi terkesan sebagai tulisan yang meromantisir hubungan ayah dan anak, saya cukupkan saja untuk bercerita tentang bagaimana hubungan kami berdua. Karena ada cerita yang lebih menarik menurut saya untuk dibagi dalam tulisan ini kepada pembaca terkait bagaimana sebuah buku ternyata bisa memantik perbincangan  dari pembacanya dan menguatkan data yang tersaji dalam buku tersebut.

Inilah yang terjadi ketika bapak saya membaca buku tentang Gusti Made Deblog yang saya tulis bersama dengan kawan kawan di Gurat Institut.

Kurang lebih dua bulan lalu menjelang Hari Raya Nyepi saya pulang ke rumah di Tampaksiring, Gianyar, membawakan “bekel” Nyepi berupa buku Deblog yang kami kerjakan bersama tim Gurat Institut untuk bapak saya,  sekaligus arsip pribadi di rumah. Beliau memang suka membaca dari dulu, namun kebiasaanya membaca ini semakin intens beliau lakukan sejak dua tahun terakhir sejak kondisi fisiknya mulai menurun karena serangan vertigo yang membuat pendengaranya terganggu dan sulit bekerja secara fisik seperti mengukir tulang seperti dahulu.

Hanya membacalah satu satunya aktivitas yang paling digemarinya kini. Sehingga sebuah buku atau bacaan apa saja adalah teman sepi yang mengisi kesehariannya di masa pensiun. Sampai hari ini beliau masih terlihat sangat asik membaca buku Deblog yang saya bawakan dua bulan lalu itu di meja bale dangin kami.

Suatu malam di hari Umanis Galungan saya mencoba memulai obrolan dengan beliau menanyakan bagaimana pendapatnya tentang buku Deblog yang kami tulis. Beliau menjawab “di bagian tiga, di pembahasan medan seni rupa Denpasar , pak jeg inget ajak pengalamane pak e uling cerik pragat kaline luas medagang ukiran tulang ajak i kaki pidan ke badung” (di bagian ketiga, pada pembahasan tentang medan seni rupa Denpasar bapak menjadi teringat dengan pengalaman masa kecil bapak yang kerap ditinggal kakek pergi berjualan ukiran tulang ke  Denpasar ).

Bapak bercerita lebih jauh bahwa di tahun 1950-an kakek saya I Ketut Kompol bersama dengan beberapa orang dari banjar kami dan banjar tetangga di Tampaksiring kerap datang ke kota Denpasar untuk berjualan ukiran tulang dan batok kelapa yang dikerjakan sendiri di sela aktivitas bertani ke beberapa toko dan tempat di Denpasar terutama di sekitar kawasan Bali Hotel yang cukup ramai pengunjung kala itu.

Menurut cerita bapak saya, kakek dan beberapa kawannya dari Tampaksiring berangkat pagi-pagi buta sebelum matahari terbit dari Tampaksiring ke Denpasar menumpang bus Wira Karya, satu-satunya bus jurusan Denpasar-Tampaksiring yang beroperasi dari sekitar jam lima hingga sepuluh pagi di tahun 1950-an. Mereka membawa hasil karya ukiran tulang dan batok kelapa hasil karya masing-masing dengan sokasi (sejenis wadah dari anyaman bambu yang biasanya dipakai sebagai bakul nasi) untuk dijual kepada para pengunjung Bali Hotel atau dijual di kios-kios atau artshop yang kala itu banyak terdapat di belakang Bali Hotel.

Jika kemalaman dan tak ada tumpangan pulang maka kakek saya kerap menginap di Balai Masyarakat (Gedung Merdeka sekarang) atau menginap di kios-kios yang banyak tersebar di belakang Bali Hotel. Kebiasaan itu pun terus berlanjut sampai tahun 1960-an ketika bapak saya bersekolah di SGA atau SPG Denpasar (kini SMA N 7 Denpasar). Kakek saya kerap datang ke kosan bapak saya di rumah Pak Ompyag seorang veteran dari Payangan yang menetap di Denpasar, membawakan beras dan lauk pauk untuk bekal bapak saya merantau di Denpasar sambil tetap berjualan ukiran tulang di Bali Hotel. Demikian juga dengan bapak saya sembari ngekos dan bersekolah di SGA beliau juga sambil mengukir tulang dan dititip untuk dijualkan oleh kakek saya untuk biaya sekolah di Denpasar.

Kesaksian bapak tentang aktivitas kakek saya ini juga mempertegas dan menguatkan data-data yang coba kami kumpulkan dan deskripsikan pada bagian-bagian buku ini. Betapa dinamika pertumbuhan infrastruktur awal dalam medan seni rupa Bali yang terjadi di Denpasar dari tahun 1930-an hingga tahun 1960-an itu juga berdampak bagi masyarakat hingga di luar kota Denpasar. Seperti kakek saya dan beberapa warga Tampaksiring yang ikut menjual ukiran tulang ke Denpasar kala itu.

Dan pada akhirnya sebuah buku akan berdampak dan mendapatkan reaksi yang beragam bagi masing-masing pembacanya. Seperti bagi bapak saya, terlepas dari hubungan personal beliau dengan saya selaku salah satu penulis buku ini, ternyata buku Deblog yang kami tulis bersama tim Gurat Institut ini ternyata menjadi media ataupun momentum untuk memulai memantik perbincangan tentang ingatan ingatanya atau bisa jadi adalah ingatan kolektif beberapa warga masyarakat baik yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan narasi dalam buku ini.

Tugas kita tentu saja adalah mengumpulkan dan mencatat ingatan-ingatan tersebut sebagai data yang tercecer dari berbagi sumber baik lisan dan tertulis, baik dari lembaga ataupun individu, baik dari para sejarawan maupun orang kebanyakan, seperti bapak saya. Untuk melengkapi dan menguatkan satu rangkaian historiografi yang akan terus bergerak dalam proses menjadi . Bukankah penulisan sejarah termasuk sejarah seni rupa adalah aktivitas yang tak akan kunjung selesai? [T]

___

BACA GURAT MEMOAR LAINNYA

Ida Bagus Sena [lukisan by Vincent Chandra]
Tags: baliGianyarGurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wijaya Pura

Next Post

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Made Susanta Dwitanaya

Made Susanta Dwitanaya

Penulis dan kurator seni rupa. Lahir dan tinggal di Tampaksiring, Gianyar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co