14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Made Susanta Dwitanaya by Made Susanta Dwitanaya
May 4, 2021
in Esai
Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Lukisan ilustrasi oleh Vincent Candra

– Mengkonfirmasi Data Sejarah dari Tuturan Personal Orang Kebanyakan

Sejak saya memutuskan belajar menulis seni rupa dari masa kuliah sampai sekarang, sosok bapak adalah pembaca paling setia dari tulisan-tulisan yang saya kerjakan. Saya adalah anak yang jarang pulang ke rumah, tapi setiap saya pulang ke rumah hal pertama yang selalu beliau tanyakan adalah:

“Dek, ade nulis di pameran? Ken katalogne ? Kal bace sambil ningalin gambarne” (Ada menulis pameran? Mana katalognya? Bapak mau baca sambil lihat karya karya perupanya ).

Mungkin dengan cara itu beliau memberi semangat atas pilihan hidup anak anaknya. Kami juga kebetulan punya minat yang sama yakni seni rupa.

Baiklah, agar tidak ngelantur dan sebelum tulisan ini menjadi terkesan sebagai tulisan yang meromantisir hubungan ayah dan anak, saya cukupkan saja untuk bercerita tentang bagaimana hubungan kami berdua. Karena ada cerita yang lebih menarik menurut saya untuk dibagi dalam tulisan ini kepada pembaca terkait bagaimana sebuah buku ternyata bisa memantik perbincangan  dari pembacanya dan menguatkan data yang tersaji dalam buku tersebut.

Inilah yang terjadi ketika bapak saya membaca buku tentang Gusti Made Deblog yang saya tulis bersama dengan kawan kawan di Gurat Institut.

Kurang lebih dua bulan lalu menjelang Hari Raya Nyepi saya pulang ke rumah di Tampaksiring, Gianyar, membawakan “bekel” Nyepi berupa buku Deblog yang kami kerjakan bersama tim Gurat Institut untuk bapak saya,  sekaligus arsip pribadi di rumah. Beliau memang suka membaca dari dulu, namun kebiasaanya membaca ini semakin intens beliau lakukan sejak dua tahun terakhir sejak kondisi fisiknya mulai menurun karena serangan vertigo yang membuat pendengaranya terganggu dan sulit bekerja secara fisik seperti mengukir tulang seperti dahulu.

Hanya membacalah satu satunya aktivitas yang paling digemarinya kini. Sehingga sebuah buku atau bacaan apa saja adalah teman sepi yang mengisi kesehariannya di masa pensiun. Sampai hari ini beliau masih terlihat sangat asik membaca buku Deblog yang saya bawakan dua bulan lalu itu di meja bale dangin kami.

Suatu malam di hari Umanis Galungan saya mencoba memulai obrolan dengan beliau menanyakan bagaimana pendapatnya tentang buku Deblog yang kami tulis. Beliau menjawab “di bagian tiga, di pembahasan medan seni rupa Denpasar , pak jeg inget ajak pengalamane pak e uling cerik pragat kaline luas medagang ukiran tulang ajak i kaki pidan ke badung” (di bagian ketiga, pada pembahasan tentang medan seni rupa Denpasar bapak menjadi teringat dengan pengalaman masa kecil bapak yang kerap ditinggal kakek pergi berjualan ukiran tulang ke  Denpasar ).

Bapak bercerita lebih jauh bahwa di tahun 1950-an kakek saya I Ketut Kompol bersama dengan beberapa orang dari banjar kami dan banjar tetangga di Tampaksiring kerap datang ke kota Denpasar untuk berjualan ukiran tulang dan batok kelapa yang dikerjakan sendiri di sela aktivitas bertani ke beberapa toko dan tempat di Denpasar terutama di sekitar kawasan Bali Hotel yang cukup ramai pengunjung kala itu.

Menurut cerita bapak saya, kakek dan beberapa kawannya dari Tampaksiring berangkat pagi-pagi buta sebelum matahari terbit dari Tampaksiring ke Denpasar menumpang bus Wira Karya, satu-satunya bus jurusan Denpasar-Tampaksiring yang beroperasi dari sekitar jam lima hingga sepuluh pagi di tahun 1950-an. Mereka membawa hasil karya ukiran tulang dan batok kelapa hasil karya masing-masing dengan sokasi (sejenis wadah dari anyaman bambu yang biasanya dipakai sebagai bakul nasi) untuk dijual kepada para pengunjung Bali Hotel atau dijual di kios-kios atau artshop yang kala itu banyak terdapat di belakang Bali Hotel.

Jika kemalaman dan tak ada tumpangan pulang maka kakek saya kerap menginap di Balai Masyarakat (Gedung Merdeka sekarang) atau menginap di kios-kios yang banyak tersebar di belakang Bali Hotel. Kebiasaan itu pun terus berlanjut sampai tahun 1960-an ketika bapak saya bersekolah di SGA atau SPG Denpasar (kini SMA N 7 Denpasar). Kakek saya kerap datang ke kosan bapak saya di rumah Pak Ompyag seorang veteran dari Payangan yang menetap di Denpasar, membawakan beras dan lauk pauk untuk bekal bapak saya merantau di Denpasar sambil tetap berjualan ukiran tulang di Bali Hotel. Demikian juga dengan bapak saya sembari ngekos dan bersekolah di SGA beliau juga sambil mengukir tulang dan dititip untuk dijualkan oleh kakek saya untuk biaya sekolah di Denpasar.

Kesaksian bapak tentang aktivitas kakek saya ini juga mempertegas dan menguatkan data-data yang coba kami kumpulkan dan deskripsikan pada bagian-bagian buku ini. Betapa dinamika pertumbuhan infrastruktur awal dalam medan seni rupa Bali yang terjadi di Denpasar dari tahun 1930-an hingga tahun 1960-an itu juga berdampak bagi masyarakat hingga di luar kota Denpasar. Seperti kakek saya dan beberapa warga Tampaksiring yang ikut menjual ukiran tulang ke Denpasar kala itu.

Dan pada akhirnya sebuah buku akan berdampak dan mendapatkan reaksi yang beragam bagi masing-masing pembacanya. Seperti bagi bapak saya, terlepas dari hubungan personal beliau dengan saya selaku salah satu penulis buku ini, ternyata buku Deblog yang kami tulis bersama tim Gurat Institut ini ternyata menjadi media ataupun momentum untuk memulai memantik perbincangan tentang ingatan ingatanya atau bisa jadi adalah ingatan kolektif beberapa warga masyarakat baik yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan narasi dalam buku ini.

Tugas kita tentu saja adalah mengumpulkan dan mencatat ingatan-ingatan tersebut sebagai data yang tercecer dari berbagi sumber baik lisan dan tertulis, baik dari lembaga ataupun individu, baik dari para sejarawan maupun orang kebanyakan, seperti bapak saya. Untuk melengkapi dan menguatkan satu rangkaian historiografi yang akan terus bergerak dalam proses menjadi . Bukankah penulisan sejarah termasuk sejarah seni rupa adalah aktivitas yang tak akan kunjung selesai? [T]

___

BACA GURAT MEMOAR LAINNYA

Ida Bagus Sena [lukisan by Vincent Chandra]
Tags: baliGianyarGurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wijaya Pura

Next Post

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Made Susanta Dwitanaya

Made Susanta Dwitanaya

Penulis dan kurator seni rupa. Lahir dan tinggal di Tampaksiring, Gianyar

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co