2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Made Susanta Dwitanaya by Made Susanta Dwitanaya
May 4, 2021
in Esai
Gurat Memoar#3 | Buku Deblog dan Kenangan Masa Kecil Bapak yang Terselip Pada Salah Satu Babnya

Lukisan ilustrasi oleh Vincent Candra

– Mengkonfirmasi Data Sejarah dari Tuturan Personal Orang Kebanyakan

Sejak saya memutuskan belajar menulis seni rupa dari masa kuliah sampai sekarang, sosok bapak adalah pembaca paling setia dari tulisan-tulisan yang saya kerjakan. Saya adalah anak yang jarang pulang ke rumah, tapi setiap saya pulang ke rumah hal pertama yang selalu beliau tanyakan adalah:

“Dek, ade nulis di pameran? Ken katalogne ? Kal bace sambil ningalin gambarne” (Ada menulis pameran? Mana katalognya? Bapak mau baca sambil lihat karya karya perupanya ).

Mungkin dengan cara itu beliau memberi semangat atas pilihan hidup anak anaknya. Kami juga kebetulan punya minat yang sama yakni seni rupa.

Baiklah, agar tidak ngelantur dan sebelum tulisan ini menjadi terkesan sebagai tulisan yang meromantisir hubungan ayah dan anak, saya cukupkan saja untuk bercerita tentang bagaimana hubungan kami berdua. Karena ada cerita yang lebih menarik menurut saya untuk dibagi dalam tulisan ini kepada pembaca terkait bagaimana sebuah buku ternyata bisa memantik perbincangan  dari pembacanya dan menguatkan data yang tersaji dalam buku tersebut.

Inilah yang terjadi ketika bapak saya membaca buku tentang Gusti Made Deblog yang saya tulis bersama dengan kawan kawan di Gurat Institut.

Kurang lebih dua bulan lalu menjelang Hari Raya Nyepi saya pulang ke rumah di Tampaksiring, Gianyar, membawakan “bekel” Nyepi berupa buku Deblog yang kami kerjakan bersama tim Gurat Institut untuk bapak saya,  sekaligus arsip pribadi di rumah. Beliau memang suka membaca dari dulu, namun kebiasaanya membaca ini semakin intens beliau lakukan sejak dua tahun terakhir sejak kondisi fisiknya mulai menurun karena serangan vertigo yang membuat pendengaranya terganggu dan sulit bekerja secara fisik seperti mengukir tulang seperti dahulu.

Hanya membacalah satu satunya aktivitas yang paling digemarinya kini. Sehingga sebuah buku atau bacaan apa saja adalah teman sepi yang mengisi kesehariannya di masa pensiun. Sampai hari ini beliau masih terlihat sangat asik membaca buku Deblog yang saya bawakan dua bulan lalu itu di meja bale dangin kami.

Suatu malam di hari Umanis Galungan saya mencoba memulai obrolan dengan beliau menanyakan bagaimana pendapatnya tentang buku Deblog yang kami tulis. Beliau menjawab “di bagian tiga, di pembahasan medan seni rupa Denpasar , pak jeg inget ajak pengalamane pak e uling cerik pragat kaline luas medagang ukiran tulang ajak i kaki pidan ke badung” (di bagian ketiga, pada pembahasan tentang medan seni rupa Denpasar bapak menjadi teringat dengan pengalaman masa kecil bapak yang kerap ditinggal kakek pergi berjualan ukiran tulang ke  Denpasar ).

Bapak bercerita lebih jauh bahwa di tahun 1950-an kakek saya I Ketut Kompol bersama dengan beberapa orang dari banjar kami dan banjar tetangga di Tampaksiring kerap datang ke kota Denpasar untuk berjualan ukiran tulang dan batok kelapa yang dikerjakan sendiri di sela aktivitas bertani ke beberapa toko dan tempat di Denpasar terutama di sekitar kawasan Bali Hotel yang cukup ramai pengunjung kala itu.

Menurut cerita bapak saya, kakek dan beberapa kawannya dari Tampaksiring berangkat pagi-pagi buta sebelum matahari terbit dari Tampaksiring ke Denpasar menumpang bus Wira Karya, satu-satunya bus jurusan Denpasar-Tampaksiring yang beroperasi dari sekitar jam lima hingga sepuluh pagi di tahun 1950-an. Mereka membawa hasil karya ukiran tulang dan batok kelapa hasil karya masing-masing dengan sokasi (sejenis wadah dari anyaman bambu yang biasanya dipakai sebagai bakul nasi) untuk dijual kepada para pengunjung Bali Hotel atau dijual di kios-kios atau artshop yang kala itu banyak terdapat di belakang Bali Hotel.

Jika kemalaman dan tak ada tumpangan pulang maka kakek saya kerap menginap di Balai Masyarakat (Gedung Merdeka sekarang) atau menginap di kios-kios yang banyak tersebar di belakang Bali Hotel. Kebiasaan itu pun terus berlanjut sampai tahun 1960-an ketika bapak saya bersekolah di SGA atau SPG Denpasar (kini SMA N 7 Denpasar). Kakek saya kerap datang ke kosan bapak saya di rumah Pak Ompyag seorang veteran dari Payangan yang menetap di Denpasar, membawakan beras dan lauk pauk untuk bekal bapak saya merantau di Denpasar sambil tetap berjualan ukiran tulang di Bali Hotel. Demikian juga dengan bapak saya sembari ngekos dan bersekolah di SGA beliau juga sambil mengukir tulang dan dititip untuk dijualkan oleh kakek saya untuk biaya sekolah di Denpasar.

Kesaksian bapak tentang aktivitas kakek saya ini juga mempertegas dan menguatkan data-data yang coba kami kumpulkan dan deskripsikan pada bagian-bagian buku ini. Betapa dinamika pertumbuhan infrastruktur awal dalam medan seni rupa Bali yang terjadi di Denpasar dari tahun 1930-an hingga tahun 1960-an itu juga berdampak bagi masyarakat hingga di luar kota Denpasar. Seperti kakek saya dan beberapa warga Tampaksiring yang ikut menjual ukiran tulang ke Denpasar kala itu.

Dan pada akhirnya sebuah buku akan berdampak dan mendapatkan reaksi yang beragam bagi masing-masing pembacanya. Seperti bagi bapak saya, terlepas dari hubungan personal beliau dengan saya selaku salah satu penulis buku ini, ternyata buku Deblog yang kami tulis bersama tim Gurat Institut ini ternyata menjadi media ataupun momentum untuk memulai memantik perbincangan tentang ingatan ingatanya atau bisa jadi adalah ingatan kolektif beberapa warga masyarakat baik yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan narasi dalam buku ini.

Tugas kita tentu saja adalah mengumpulkan dan mencatat ingatan-ingatan tersebut sebagai data yang tercecer dari berbagi sumber baik lisan dan tertulis, baik dari lembaga ataupun individu, baik dari para sejarawan maupun orang kebanyakan, seperti bapak saya. Untuk melengkapi dan menguatkan satu rangkaian historiografi yang akan terus bergerak dalam proses menjadi . Bukankah penulisan sejarah termasuk sejarah seni rupa adalah aktivitas yang tak akan kunjung selesai? [T]

___

BACA GURAT MEMOAR LAINNYA

Ida Bagus Sena [lukisan by Vincent Chandra]
Tags: baliGianyarGurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wijaya Pura

Next Post

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Made Susanta Dwitanaya

Made Susanta Dwitanaya

Penulis dan kurator seni rupa. Lahir dan tinggal di Tampaksiring, Gianyar

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Model dari “Luh Muani Academy” dalam Rancangan Busana Kain Tradisi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co