25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 16, 2024
in Esai
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

DI kalangan orang-orang media terdapat konsep usang, bad news is good news. Tapi soal judi online ini, kita tahu pasti bahwa bad news is bad news. Saat ini judi online semakin merajalela di Indonesia, dengan dampak yang mengkhawatirkan.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online telah mencapai lebih dari Rp600 triliun pada kuartal I-2024. Jumlah pemain judi online tercatat mencapai 3,2 juta orang. Ketergantungan pada judi online tidak hanya merusak kehidupan individu, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial dan moral masyarakat.

 Judi online telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam kasus bunuh diri. Tekanan finansial dan emosional akibat kekalahan dalam judi sering kali membuat individu merasa putus asa, bahkan mendorong mereka untuk melakukan tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

Selain itu, konflik keluarga yang dipicu oleh masalah keuangan akibat judi sering kali berakhir dengan perceraian yang kasusnya melonjak 142%. Pidana terkait judi online  terus meningkat dari waktu ke waktu (Pusiknas Bareskrim Polri, 2024). Kebutuhan mendesak untuk mendapatkan uang dengan berjudi juga mendorong individu melakukan tindakan kriminal seperti pencurian dan penipuan.

Maraknya Iklan Judi Online di Media Sosial

Media sosial telah menjadi alat utama dalam penyebaran judi online. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dipenuhi dengan iklan-iklan judi online yang mengiming-imingi pengguna dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Algoritma media sosial yang dirancang untuk menargetkan iklan secara spesifik kepada pengguna yang mungkin tertarik pada judi semakin memperparah masalah ini. Dengan begitu banyak iklan judi yang muncul di feed media sosial, membuat masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi semakin mudah terpapar dan tergoda untuk mencoba judi online.

Selain iklan yang membanjir, banyak influencer media sosial yang secara terang-terangan dan tanpa ragu mempromosikan situs judi online kepada pengikut mereka (Bisnis Tempo, 2023). Influencer ini sering kali menerima bayaran besar dari situs judi untuk mempromosikan layanan mereka, tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan pada pengikut mereka.

Pengaruh kuat dari tokoh-tokoh ini dapat dengan mudah menarik perhatian masyarakat, membuat mereka percaya dengan penuh harap, bahwa judi online adalah cara cepat dan gampang untuk menghasilkan uang.

Masyarakat Suka Judi Negara akan Lemah

Sebagai salah satu penyakit masyarakat, kegiatan judi ini sudah lama dilarang. Efek dari suka berjudi tidak sederhana, namun cenderung kompleks dan menjalar ke mana-mana. Tidak hanya soal keuangan yang amburadul namun lebih lanjut akan menggerogoti ke tingkat yang lebih berat. Negara yang masyarakatnya cenderung suka berjudi akan menghadapi berbagai masalah serius yang dapat melemahkan ketahanan dan stabilitasnya.

Bukan mengada-ada, berikut ini adalah beberapa alasan mngapa masyarakat yang suka berjudi membahayakan stabilitas negara. Pertama adalah kerugian ekonomi.  Kecanduan judi menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi individu dan keluarga.

Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau investasi jangka panjang malah dihabiskan untuk berjudi. Ini mengakibatkan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya berdampak negatif pada perekonomian negara.

Kedua adalah penurunan produktivitas, orang yang kecanduan judi cenderung kurang produktif dalam pekerjaan dan tanggung jawab lainnya. Mereka sering absen, kehilangan fokus, dan tidak dapat bekerja dengan efisien. Penurunan produktivitas ini mengurangi kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara.

Alasan ketiga adalah timbulnya masalah sosial. Judi online menyebabkan berbagai masalah sosial seperti perceraian, konflik keluarga, dan peningkatan tingkat kriminalitas. Masalah-masalah ini mengganggu keharmonisan sosial dan menambah beban pada sistem hukum dan layanan sosial negara.

Alasan keempat menyangkut kesehatan mental dan fisik. Kecanduan judi berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik individu. Tekanan emosional akibat kekalahan dan hutang menyebabkan stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup tidak sehat yang seringkali  menyertai kecanduan judi, akhirnya berakibat pada penurunan kesehatan fisik.

Kelima, adanya erosi nilai-nilai moral. Bagaimanapun, ketergantungan pada judi akan mengikis nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Orang yang kecanduan judi mungkin jadi lebih mudah terlibat dalam kebohongan, penipuan, dan tindakan tidak etis lainnya untuk mendapatkan uang. Hal ini tentu mengganggu integritas moral masyarakat dan memperburuk tatanan sosial.

Peran Pemerintah dan Usaha Masyarakat

Untuk mengatasi masalah judi online dan dampak negatifnya, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Tidak bisa persoalan ini diserahkan semata kepada pemerintah dan Satgas Anti Judi saja. Diperlukan adanya tindakan nyata yang saling mendukung antara pemerintah, masyarakat, dan individu untuk mengatasi masalah ini. 

Perlunya edukasi dan kampanye publik, di mana  pemerintah perlu mengadakan kampanye edukasi yang luas mengenai bahaya judi online. Kampanye ini dapat dilakukan melalui media massa, sekolah, dan komunitas. Informasi tentang dampak negatif judi online dan cara menghindarinya harus disebarkan secara luas agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai.

Peran tokoh agama di sisi lain sangat berpengaruh karena pendidikan agama dapat memainkan peran penting dalam mencegah kecanduan judi. Ajaran agama yang menekankan nilai-nilai moral, etika, dan integritas harus diajarkan sejak dini. Pendidikan agama dapat membantu individu memahami bahwa judi adalah perbuatan yang merugikan dan bertentangan dengan nilai-nilai spiritual.

Berikutnya, hal yang mendasar dalam urusan kenegaraan namun seringkali dipandang remeh adalah perlunya pendidikan Pancasila. Banyak konten di medsos yang dibuat untuk lucu-lucuan yang isinya adalah siswa, anggota masyarkat bahkan tokoh publik yang gelagapan tidak hafal Pancasila. Dianggap lucu namun sebenarnya miris.  

Pendidikan Pancasila harus diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral yang baik pada masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengajarkan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat akan lebih tahan terhadap godaan judi dan lebih fokus pada kontribusi positif bagi negara.

Selanjutnya, kita bisa berharap pemerintah bisa menegakkan regulasi yang ketat terkait judi online. Pemerintah harus menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap iklan dan promosi judi online. Platform media sosial mestinya diharuskan untuk memblokir iklan judi dan juga melarang promosi judi online oleh para influencer. Selain itu, situs judi online ilegal harus ditutup, dan pelaku yang terlibat dalam operasionalnya juga harus dihukum dengan tegas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terbebas dari jerat judi online dan kembali fokus pada kegiatan yang lebih positif dan produktif. Pencegahan dan penanganan yang efektif terhadap masalah judi online akan memperkuat ketahanan negara dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bagaimana negara ini mau menuju generasi emas jika dari para pejabat hingga rakyat jelata , dari orang dewasa hingga anak SD sudah menyukai judi online? Jika dibiarkan, niscaya anak bangsa ini akan terdengar sumbang, fals dan menggelikan saat meneriakkan kata: Merdeka!![T]

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: IndonesiaJudi onlinemedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Tunagrahita Bermain Dengkleng Sambil Meningkatkan Pemahaman Seksual –  Cerita PKM-PM Undiksha di Yayasan Anak Unik, Gianyar

Next Post

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails
Next Post
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co