11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan

Chusmeru by Chusmeru
June 25, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MUSEUM sampai saat ini masih dipersepsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah atau benda purbakala. Museum dianggap gudang benda kuno yang tidak menarik untuk jaman modern seperti sekarang.

Museum hingga kini belum memberi kontribusi berarti dalam pembangunan manusia, kebudayaan, maupun ekonomi. Apalagi bila dikaitkan dengan pengembangan pariwisata di Tanah Air, baik dalam hal pengelolaan, angka kunjungan, maupun visi misi yang mendukung program pariwisata nasional. Hal itu dikarenakan museum masih mendapat stigma sebagai tempat yang menyeramkan.

Paket wisata museum belum banyak ditawarkan di pasar wisata. Penyebabnya, museum saat ini belum menjadi motif penting bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisatanya. Wisatawan cenderung mengunjungi objek dan daya tarik wisata yang telah populer atau tempat-tempat yang menyuguhkan keindahan alam.

Penampilan museum di Indonesia masih belum mampu menjadi daya tarik wisata. Kesan itu muncul saat orang pertama kali melihat bangunan museum. Tak terawat dan kuno. Sementara museum di beberapa negara justru menjadi salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi wisatawan.

 Museum di beberapa negara memiliki jumlah kunjungan yang sangat tinggi. Sebut saja Museum Louvre di Paris, British Museum, National Galery of Art di Washington DC, Tate Modern London, Metropolitan Museum of Art New York, Museum Vatikan, dan National Art Centre Museum Tokyo. 

Musée du Louvre atau Louvre Museum di Paris, Prancis dikunjungi wisatawan sebanyak 7,7 juta pada tahun 2022. Pengunjung di Vatican Museum yang berlokasi di Vatikan dikunjungi oleh 5,08 juta wisatawan. Selanjutnya, ada British Museum di London, Inggris yang dikunjungi wisatawan dengan jumlah 4,09 juta kunjungan.

Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek)  jumlah museum di Indonesia sebanyak 439 pada tahun 2020. Angka kunjungan masing-masing museum masih rendah, berkisar puluhan hingga ratusan ribu pengunjung per tahun.

Sangat disayangkan, museum yang memiliki potensi sebagai objek wisata belum mendapat tempat sewajarnya.Hal tersebut disebabkan museum di Indonesia sering hanya ditempatkan dalam posisi sama dengan art shop ataugaleri yang indah, tapi kurang informatif. 

Fungsi Museum

KEBERADAAN museum di daerah bila dikaitkan dengan pembangunan nasional berfungsi untuk memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa nasionalisme, dan memperkokoh jati diri bangsa. Bahkan museum dapat menjadi media komunikasi lintas budaya yang dapat memberi informasi tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada bangsa lain.

 Dalam perspektif pariwisata, museum tidak hanya berfungsi sebagai objek penelitian dan pendidikan, namun juga berperan sebagai tujuan dan penyelenggaraan rekreasi. Oleh sebab itu museum perlu dikelola untuk dapat memenuhi kebutuhan berwisata, seperti kesenangan, rekreasi, hiburan, dan pendidikan.

Sesungguhnya pemerintah melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2010 pernah berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke museum melalui program Visit Museum Years 2010. Beberapa gagasan dicanangkan, diantaranya membangun museum baru, seperti Museum Kuliner, Museum Bambu, dan Museum Penyu.

Program kunjungan ke museum perlu terus dicanangkan agar museum bukan hanya untuk memamerkan koleksi, namun dapat menjadi bagian dari produk wisata. Sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas kaum melineal dan Generasi Z perlu dirangkul untuk mengunjungi museum sebagai destinasi wisata edukasi, sejarah, dan budaya.

Keterbatasan

Sebagai produk wisata, museum harus mampu menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal, nusantara, maupun mancanegara. Upaya menghidupkan museum di daerah dapat dilakukan dengan mengubah penampilan fisik museum, seperti koleksi benda bersejarah, penataan ruang, petunjuk arah, display informasi, dan sebagainya.

Museum di Indonesia memiliki beberapa keterbatasan sehingga belum menarik bagi wisatawan. Keterbatasan pertama adalah amenitas museum. Saat ini fasilitas dan amenitas masih menjadi masalah utama dalam pengelolaan museum. . Faktor amenitas museum sangat penting,  seperti tempat parkir, ATM, kafe, mushola, toilet, kios cinderamata, serta tempat istirahat.

Kedua, keterbatasan pada penampilan museum. penampilan bisa menjadi gerbang utama masyarakat umum untuk memiliki keinginan berkunjung. Stigma museum yang menyeramkan, kuno, dan tak ubahnya hanya sebagai tempat memajang benda-benda bersejarah itu harus ditepis dengan penampilan yang menyenangkan. Penampilan berkaitan dengan tata letak, koleksi, ornamen, hingga desain interior museum

Keterbatasan ketiga adalah eventdi museum. Banyak museum yang kurang inovatif dalam menyajikan event. Museum dapat dihidupkan dengan cara membuat berbagai atraksi seni budaya, olah raga, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan koleksi museum. Karena itu, museum bukan hanya menyajikan some thing to see, tetapi juga some thing to do serta some thing to buy.

Pengelola museum dapat membuat agenda-agenda seni budaya dengan memanfaatkan area museum. Selain sebagai saran hiburan dan edukasi, langkah ini juga berperan dalam peningkatan kunjungan museum. Misalnya, melakukan kegiatan belajar siswa melalui tur sekolah ke museum, membuat lonba-lomba khusus di museum, pameran tematik, hingga konser.

Bahkan konser musik bisa dilakukan selama berkaitan dengan koleksi suatu museum, memperhatian tempat, dan tentunya tidak menganggu area instalasi. Konser musik pernah dilakukan di Museum  Benteng Vredeburg Yogyakarta. Museum Nasional juga pernah menggelar panggung musik jazz.

Keempat, faktor sumber daya manusia (SDM) pengelola museum. Menghidupkan museum diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif. Dibutuhkan SDM yang paham tentang permuseuman dan kepariwisataan. Termasuk bagaimana mengelola dan memasarkan museum di era digital seperti saat ini.

Keterbatasan SDM sering menjadi kendala dalam pengelolaan museum di daerah. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah daerah  dapat menggandeng komunitas pecinta sejarah  di berbagai daerah. Mereka difasilitasi untuk membuat kegiatan serta kajian untuk mendukung dinamika museum. 

Keterbatan kelima adalah promosi museum. Promosi museum juga masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dalam pengelolaan museum. Promosi wisata museum masih kurang masif apabila dibandingkan dengan promosi destinasi wisata alam.

Selayaknya wisata museum juga  dipromosikan sama seperti destinasi wisata lain dengan cara-cara kreatif. Misalnya, menggandeng komunitas pencinta sejarah, komunitas wisata, dan merangkul lembaga pendidikan pemerintah dan swasta.

Saatnya mengubah stigma yang menyeramkan tentang museum. Jadikan museum sebagai media komunikasi, sumber informasi dan inspirasi, sarana edukasi, dan pusat kegembiraan serta rekreasi. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Membidik Wisatawan: Sensitif Lingkungan dan Obral Lahan
Manajemen Pengembangan Pariwisata di Daerah
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat
Wisata Medis Mendulang Turis
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: ilmu pariwisataMuseumPariwisatawisata museum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Moral, Asmara dan Cinta dalam Genjek Gensos Mahardika, Subagan-Karangasem

Next Post

Tulisan Ilmiah dan Esai

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Tulisan Ilmiah dan Esai

Tulisan Ilmiah dan Esai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co