2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tulisan Ilmiah dan Esai

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 25, 2024
in Esai
Tulisan Ilmiah dan Esai

KARYA tulis ilmiah dan esai adalah dua bentuk karya tulis yang didasari oleh keterampilan menulis. Keterampilan menulis adalah berbahasa dengan bantuan alat-alat menulis, seperti pena, tinta, layar, papan tulis, prassati, lontar, dan kertas. Walaupun menulis dikenal sebagai bahasa kedua setelah ditemukannya bahasa lisan namun bahasa tulis memiliki ciri khas dan berbeda dengan bahasa lisan.

Karya tulis dalam perkembangannya yang sangat panjang memang terdiri atas berbagai genre. Yang paling umum dalam karya tulis adalah genre fiksi dan nonfiksi walaupun kemudian kedua genre ini kabur. Fiksi secara sederhana adalah karya tulis yang sumber tulisannya bukan pada fakta. Karya tulis sastra dipandang selalu identik dengan fiksi. Lawan fiksi adalah nonfiksi.  Karya tulis yang sumber tulisannya atau materi yang ditulis oleh penulisnya adalah fakta atau informasi yang ada dalam kehidupan, seperti fosil manusia purba di Sangiran atau fosil-fosil di Galapagos.

Di luar fakta dan fiksi kemudian muncul berbagai genre tulisan sesuai dengan karakter-karakter yang lebih spesifik seperti dongeng, karya ilmiah, makalah, puisi pidato, surat, buku harian, dan lain-lain.

Berbicara karya tulis ilmiah tentu berbicara karya tulis genre nonfiksi.  Karya tulis ilmiah memiliki aturan tersendiri dimana aturan ini berkaitan dengan cara atau metode pengkajian masalah dan cara penyajian tulisan atau laporan penelitian, percobaan atau pengkajian masalahnya.

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang umum dikenal di lembaga-lembaga pendidikan, kantor lembaga penelitian, jurnal ilmiah, dan disajikan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar nasional, konferensi internasional, atau forum-forum yang dipayungi oleh lembaga ilmu pengetahuan.

Karena itu, karya tulis ilmiah memiliki formula-formula yang sudah baku seperti judul, abstrak, nama penulis, dan biasanya wajib hadir adalah latar belakang, teori, metodelogi penelitian, hasil dan pembahasan, simpulan dan daftar pustaka. Dengan dasar itu para penulis karya tulis ilmiah tidak umum menyandang gelar penulis karena mereke biasanya ilmuwan atau peneliti atau dosen.

Karya tulis ilmiah bukan terletak pada menulisnya tetapi terletak pada bagaimana aktivitas pengkajian persoalan. Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang melaporkan prosedur atau langkah-langkah serta latar belakang atau konteks permasalahan/persoalan yang dianalisis.

Bagi seorang peneliti atau ilmuwan menulis bukanlah tujuan yang pertama tetapi menulis adalah sebuah tuntutan dari profesi tersebut. Seorang ilmuwan atau peneliti harus mendokumentasi kerja ilmunya dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan atau ditelusuri oleh ilmuwan lain. Serta karena itu tugas terpenting dari ilmuwan adalah menyebarkan hasil pengkajiannya. Di sinilah ia perlu kemampuan untuk menulis laporan penelitiannya.

Dan karena menulis bukan hal pertama dalam profesi peneliti maka semua karya tulis ilmiah telah dilakukan aturannya sehingga mudah diikuti oleh siapapun yang menekuni profesi sebagai peneliti. Karena itu karya tulis ilmiah lebih mengutamakan kemampuan meneliti yang berbasis pada pengkajian persoalan dengan menggunakan metodelogi tertentu serta di atas satu atau beberapa teori.

Karya tulis ilmiah dimulai dari sebuah persoalan dan persoalan nyata. Ini dilihat urgensinya atau signifikansinya bagi manusia, lingkungan, flora dan fauna, peninggalan kebudayaan, hewan peliharaan, infrastruktur air, dan lain-lain. Pada awal tulisan dijelaskan persoalan apa yang dibahas. Di mana persoalan itu muncul. Pertanyaan-pertanyaan awal mengapa persoalan itu muncul. Prediksi-prediksi mengapa hal itu terjadi serta melihat fenomena-fenomena yang sama di tempat lain atau pada waktu sebelumnya. Ini semua dijadikan justifikasi untuk menjelaskan bahwa masalah ini penting dikaji. Masalah itu kemudian dirumuskan menjadi judul yang mencerminkan isi dari karya tulis yang akan dihasilkan.

Menulis karya tulis ilmiah, dengan demikian, harus dimulai dari pengkajian atau penelitian. Setelah penelitian itu selesai barulah ditulis laporan. Laporan inilah yang disebut dengan karya tulis ilmiah. Laporan ini memuat alasan mengangkat suatu topik, merumuskan masalah, merumuskan apa tujuan memecahkan masalah itu, lalu teori apa yang dapat digunakan untuk memahami masalah itu,  lalu metodologi kerja yang digunakan dalam mengkaji masalah itu. Serta laporan hasil yang didapat dari pengkajian tersebut. Hasil penelitian atau temuan saja belum cukup karena seorang peneliti atau seorang ilmuwan harus menyebarkan hasil penelitiannya.   

Hasil atau temuan penelitian seorang peneliti atau ilmuwan harus dibahas sendiri oleh penelitinya. Dalam hal ini ia harus berjarak dengan temuannya. Dengan demikian objektivitas tetap terjaga. Diskusi yang dilakukan adalah dengan cara membahas temuan-temuannya berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau berdasarkan literatur-literatur yang sudah ada.

Pembahasan hasil penelitian bisa menguatkan temuan-temuan yang sebelumnya. Bisa pula memberikan suatu informasi yang baru atau disebut dengan novelty. Pembahasan hasil penelitian atau temuan riset bisa juga membantah temuan-temuan yang sudah ada sebelumnya. Setelah temuan dibahas maka seorang peneliti atau ilmuwan harus dapat menarik simpulan dan menyampaikan beberapa rekomendasi.

Dari semua langkah tersebut maka masih ada langkah atau tanggung jawab seorang ilmuwan yaitu melakukan desiminasi atau penyebaran hasil penelitiannya. Di sinilah letak pentingnya seorang ilmuwan bisa menyusun sebuah karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan juga bisa disajikan secara lisan di dalam forum seperti konferensi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya. Tujuan dari diseminasi atau penyebaran hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah tiada lain adalah untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di seluruh dunia dan yang paling penting adalah agar masyarakat ilmiah pada bidang terkait dapat memberikan masukan atau pengujian-pengujian terhadap temuan yang baru.

Secara format, karya ilmiah bisa dikatakan karya tulis yang seragam di seluruh muka bumi. Hal ini tampak dari unsur-unsurnya dan juga bahasa bahkan diatur pula jumlah halaman. Karena itu menulis karya tulis ilmiah tidak perlu memikirkan gaya tulis yang khas tetapi harus kuat pada persoalan yang dikaji, metodologi,  hasil dan pembahasan.

Esai adalah karya tulis yang bisa dikatakan berseberangan dengan karya tulis ilmiah. Esai adalah karya tulis pribadi dan personal, baik dari segi gaya bahasa, struktur karangan, pilihan kata, sudut pandang. Esai adalah karya tulis yang lebih mengutamakan gaya bahasa informal walaupun tetap menjunjung tinggi tata bahasa baku. Esai secara format tidak diatur. 

Esai ditulis bukan dari riset tetapi esai ditulis dari interpretasi penulis, kegelisahan penulis terhadap suatu persoalan,  pandangan penulis terhadap suatu persoalan yang harus dikritisi, renungan penulis terhadap suatu kondisi, refleksi penulis terhadap sebuah keadaan, ide atau gagasan penulis ketika menyikapi suatu fenomena sosial yang sedang terjadi dan lain sebagainya.

Esai adalah karya tulis yang sangat pribadi atau personal dan karenanya membutuhkan keberanian penulisnya untuk berpendapat atau mengekspresikan pikiran-pikirannya. Persoalan apapun bisa ditulis untuk dijadikan esai. Ini sangat bergantung kepada perhatian penulisnya. Namun demikian, biasanya para penulis esai sangat dikenal karena fokus pada bidang tertentu seperti kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, diplomasi, keuangan, dunia anak, politik, bahasa, dan lain-lain.

Tapi ada juga penulis esai yang bisa menulis apa saja namun menjadi sangat khas karena gayanya. Dalam dunia karya tulis ilmiah tidak ada gaya personal. Tetapi dalam esai justru hal tersebut yang dikenal dan mendapatkan pembaca karena gaya personalnya. Karena itu esai sering dikategorikan pula genre sastra.

Penulis esai harus bisa memandang persoalan dengan cara pandang yang baru, lokal atau mendasar atau disederhanakan atau dibandingkan dengan kondisi tertentu.

Intinya esai itu tidak boleh mengulang pandangan-pandangan normatif. Esai itu tidak boleh mengambil persoalan yang terlalu besar dan umum. Esai itu cukup mengambil persoalan yang spesifik. Esai itu cukup mengambil persoalan lokal. Esai itu harus mengambil persoalan yang terbatas atau sempit. Esai harus menggunakan gaya yang menarik misalnya dimulai dari suatu ilustrasi atau kutipan.

Esai lebih dilihat dari dampak emosionalnya kepada pembaca sedangkan karya tulis ilmiah lebih kepada kebenaran ilmiah yang disajikan dalam karya tulis tersebut. Kalau karya tulis ilmiah dipublikasikan di jurnal maka esai dipublikasikan di surat kabar majalah umum. Karena itu, panjang antara 1000 sampai 1500 kata.

Dulu ketika koran masih berjaya, esai bisa sampai 3000 atau 5000 kata tapi sekarang karena koran semakin sempit maka esai pun semakin pendek. Ini menjadi tantangan baru bagi penulis agar siap menyampaikan gagasannya dalam maksimal 1000 kata.[T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Gagal Menulis Esai
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan
Tags: Bahasaesaikarya tuliskarya tulis ilmiahPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan

Next Post

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co