3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tulisan Ilmiah dan Esai

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 25, 2024
in Esai
Tulisan Ilmiah dan Esai

KARYA tulis ilmiah dan esai adalah dua bentuk karya tulis yang didasari oleh keterampilan menulis. Keterampilan menulis adalah berbahasa dengan bantuan alat-alat menulis, seperti pena, tinta, layar, papan tulis, prassati, lontar, dan kertas. Walaupun menulis dikenal sebagai bahasa kedua setelah ditemukannya bahasa lisan namun bahasa tulis memiliki ciri khas dan berbeda dengan bahasa lisan.

Karya tulis dalam perkembangannya yang sangat panjang memang terdiri atas berbagai genre. Yang paling umum dalam karya tulis adalah genre fiksi dan nonfiksi walaupun kemudian kedua genre ini kabur. Fiksi secara sederhana adalah karya tulis yang sumber tulisannya bukan pada fakta. Karya tulis sastra dipandang selalu identik dengan fiksi. Lawan fiksi adalah nonfiksi.  Karya tulis yang sumber tulisannya atau materi yang ditulis oleh penulisnya adalah fakta atau informasi yang ada dalam kehidupan, seperti fosil manusia purba di Sangiran atau fosil-fosil di Galapagos.

Di luar fakta dan fiksi kemudian muncul berbagai genre tulisan sesuai dengan karakter-karakter yang lebih spesifik seperti dongeng, karya ilmiah, makalah, puisi pidato, surat, buku harian, dan lain-lain.

Berbicara karya tulis ilmiah tentu berbicara karya tulis genre nonfiksi.  Karya tulis ilmiah memiliki aturan tersendiri dimana aturan ini berkaitan dengan cara atau metode pengkajian masalah dan cara penyajian tulisan atau laporan penelitian, percobaan atau pengkajian masalahnya.

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang umum dikenal di lembaga-lembaga pendidikan, kantor lembaga penelitian, jurnal ilmiah, dan disajikan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar nasional, konferensi internasional, atau forum-forum yang dipayungi oleh lembaga ilmu pengetahuan.

Karena itu, karya tulis ilmiah memiliki formula-formula yang sudah baku seperti judul, abstrak, nama penulis, dan biasanya wajib hadir adalah latar belakang, teori, metodelogi penelitian, hasil dan pembahasan, simpulan dan daftar pustaka. Dengan dasar itu para penulis karya tulis ilmiah tidak umum menyandang gelar penulis karena mereke biasanya ilmuwan atau peneliti atau dosen.

Karya tulis ilmiah bukan terletak pada menulisnya tetapi terletak pada bagaimana aktivitas pengkajian persoalan. Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang melaporkan prosedur atau langkah-langkah serta latar belakang atau konteks permasalahan/persoalan yang dianalisis.

Bagi seorang peneliti atau ilmuwan menulis bukanlah tujuan yang pertama tetapi menulis adalah sebuah tuntutan dari profesi tersebut. Seorang ilmuwan atau peneliti harus mendokumentasi kerja ilmunya dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan atau ditelusuri oleh ilmuwan lain. Serta karena itu tugas terpenting dari ilmuwan adalah menyebarkan hasil pengkajiannya. Di sinilah ia perlu kemampuan untuk menulis laporan penelitiannya.

Dan karena menulis bukan hal pertama dalam profesi peneliti maka semua karya tulis ilmiah telah dilakukan aturannya sehingga mudah diikuti oleh siapapun yang menekuni profesi sebagai peneliti. Karena itu karya tulis ilmiah lebih mengutamakan kemampuan meneliti yang berbasis pada pengkajian persoalan dengan menggunakan metodelogi tertentu serta di atas satu atau beberapa teori.

Karya tulis ilmiah dimulai dari sebuah persoalan dan persoalan nyata. Ini dilihat urgensinya atau signifikansinya bagi manusia, lingkungan, flora dan fauna, peninggalan kebudayaan, hewan peliharaan, infrastruktur air, dan lain-lain. Pada awal tulisan dijelaskan persoalan apa yang dibahas. Di mana persoalan itu muncul. Pertanyaan-pertanyaan awal mengapa persoalan itu muncul. Prediksi-prediksi mengapa hal itu terjadi serta melihat fenomena-fenomena yang sama di tempat lain atau pada waktu sebelumnya. Ini semua dijadikan justifikasi untuk menjelaskan bahwa masalah ini penting dikaji. Masalah itu kemudian dirumuskan menjadi judul yang mencerminkan isi dari karya tulis yang akan dihasilkan.

Menulis karya tulis ilmiah, dengan demikian, harus dimulai dari pengkajian atau penelitian. Setelah penelitian itu selesai barulah ditulis laporan. Laporan inilah yang disebut dengan karya tulis ilmiah. Laporan ini memuat alasan mengangkat suatu topik, merumuskan masalah, merumuskan apa tujuan memecahkan masalah itu, lalu teori apa yang dapat digunakan untuk memahami masalah itu,  lalu metodologi kerja yang digunakan dalam mengkaji masalah itu. Serta laporan hasil yang didapat dari pengkajian tersebut. Hasil penelitian atau temuan saja belum cukup karena seorang peneliti atau seorang ilmuwan harus menyebarkan hasil penelitiannya.   

Hasil atau temuan penelitian seorang peneliti atau ilmuwan harus dibahas sendiri oleh penelitinya. Dalam hal ini ia harus berjarak dengan temuannya. Dengan demikian objektivitas tetap terjaga. Diskusi yang dilakukan adalah dengan cara membahas temuan-temuannya berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau berdasarkan literatur-literatur yang sudah ada.

Pembahasan hasil penelitian bisa menguatkan temuan-temuan yang sebelumnya. Bisa pula memberikan suatu informasi yang baru atau disebut dengan novelty. Pembahasan hasil penelitian atau temuan riset bisa juga membantah temuan-temuan yang sudah ada sebelumnya. Setelah temuan dibahas maka seorang peneliti atau ilmuwan harus dapat menarik simpulan dan menyampaikan beberapa rekomendasi.

Dari semua langkah tersebut maka masih ada langkah atau tanggung jawab seorang ilmuwan yaitu melakukan desiminasi atau penyebaran hasil penelitiannya. Di sinilah letak pentingnya seorang ilmuwan bisa menyusun sebuah karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan juga bisa disajikan secara lisan di dalam forum seperti konferensi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya. Tujuan dari diseminasi atau penyebaran hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah tiada lain adalah untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di seluruh dunia dan yang paling penting adalah agar masyarakat ilmiah pada bidang terkait dapat memberikan masukan atau pengujian-pengujian terhadap temuan yang baru.

Secara format, karya ilmiah bisa dikatakan karya tulis yang seragam di seluruh muka bumi. Hal ini tampak dari unsur-unsurnya dan juga bahasa bahkan diatur pula jumlah halaman. Karena itu menulis karya tulis ilmiah tidak perlu memikirkan gaya tulis yang khas tetapi harus kuat pada persoalan yang dikaji, metodologi,  hasil dan pembahasan.

Esai adalah karya tulis yang bisa dikatakan berseberangan dengan karya tulis ilmiah. Esai adalah karya tulis pribadi dan personal, baik dari segi gaya bahasa, struktur karangan, pilihan kata, sudut pandang. Esai adalah karya tulis yang lebih mengutamakan gaya bahasa informal walaupun tetap menjunjung tinggi tata bahasa baku. Esai secara format tidak diatur. 

Esai ditulis bukan dari riset tetapi esai ditulis dari interpretasi penulis, kegelisahan penulis terhadap suatu persoalan,  pandangan penulis terhadap suatu persoalan yang harus dikritisi, renungan penulis terhadap suatu kondisi, refleksi penulis terhadap sebuah keadaan, ide atau gagasan penulis ketika menyikapi suatu fenomena sosial yang sedang terjadi dan lain sebagainya.

Esai adalah karya tulis yang sangat pribadi atau personal dan karenanya membutuhkan keberanian penulisnya untuk berpendapat atau mengekspresikan pikiran-pikirannya. Persoalan apapun bisa ditulis untuk dijadikan esai. Ini sangat bergantung kepada perhatian penulisnya. Namun demikian, biasanya para penulis esai sangat dikenal karena fokus pada bidang tertentu seperti kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, diplomasi, keuangan, dunia anak, politik, bahasa, dan lain-lain.

Tapi ada juga penulis esai yang bisa menulis apa saja namun menjadi sangat khas karena gayanya. Dalam dunia karya tulis ilmiah tidak ada gaya personal. Tetapi dalam esai justru hal tersebut yang dikenal dan mendapatkan pembaca karena gaya personalnya. Karena itu esai sering dikategorikan pula genre sastra.

Penulis esai harus bisa memandang persoalan dengan cara pandang yang baru, lokal atau mendasar atau disederhanakan atau dibandingkan dengan kondisi tertentu.

Intinya esai itu tidak boleh mengulang pandangan-pandangan normatif. Esai itu tidak boleh mengambil persoalan yang terlalu besar dan umum. Esai itu cukup mengambil persoalan yang spesifik. Esai itu cukup mengambil persoalan lokal. Esai itu harus mengambil persoalan yang terbatas atau sempit. Esai harus menggunakan gaya yang menarik misalnya dimulai dari suatu ilustrasi atau kutipan.

Esai lebih dilihat dari dampak emosionalnya kepada pembaca sedangkan karya tulis ilmiah lebih kepada kebenaran ilmiah yang disajikan dalam karya tulis tersebut. Kalau karya tulis ilmiah dipublikasikan di jurnal maka esai dipublikasikan di surat kabar majalah umum. Karena itu, panjang antara 1000 sampai 1500 kata.

Dulu ketika koran masih berjaya, esai bisa sampai 3000 atau 5000 kata tapi sekarang karena koran semakin sempit maka esai pun semakin pendek. Ini menjadi tantangan baru bagi penulis agar siap menyampaikan gagasannya dalam maksimal 1000 kata.[T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Gagal Menulis Esai
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan
Tags: Bahasaesaikarya tuliskarya tulis ilmiahPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan

Next Post

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co