23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gagal Menulis Esai

I Wayan Artika by I Wayan Artika
December 20, 2022
in Esai, Pilihan Editor
Gagal Menulis Esai

Tradisi menulis di universitas masih terbelenggu oleh dominasi besar teks ilmiah. Ragam tulisan personal, yang subjektif, dan emosional nyaris tidak dikenal. Bacaan mahasiswa seperti buku ajar, diktat, skripsi, tesis, laporan penelitian, atau jurnal, menjadi satu-satunya ekosistem teks. Tulisan-tulisan emosional, interpretatife, puitis, kaya metafora seperti surat pendek Einstein (1938), dan imajinatif yang sering “liar” hampir jadi barang haram.

Namun demikian, di samping kompetisi dan klinik menulis ilmiah yang berupa makalah atau laporan penelitian dengan turunannya berupa artikel ilmiah untuk publikasi jurnal; masih sering muncul lomba menulis esai (artikel populer dan personal). Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan. Kampus-kampus melalui organisasi mahasiswa sering menyelenggarakan kompetisi esai tingkat nasional.

Pengalaman sebagai juri lomba esai mahasiswa, menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Panitia penyelenggara tidak memahami esensi, genre, dan format esai. Bagi mereka esai adalah karya tulis berupa artikel ilmiah yang strukturnya baku, beku, dan kaku, sebagaimana artikel-artikel di jurnal. Dalam brosur yang salah konsep itu atau pengumuman lomba tertera aturan struktur karya tulis seperti judul, abstrak (Indonesia, Inggris), latar belakang, landasan teori, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, dan daftar pustaka yang diacu atau digunakan.

Padahal pada praktiknya yang benar, struktur ini tidak dikenal. Lihat saja program NHK “At Home With Venetia in Kyoto”. Venitia adalah wanita Inggris yang jatuh cinta mati kepada budaya Jepang, menikah dengan pria setempat, bermukim di rumah tradisional yang menyatu alam Desa Ohara. Dalam program ini, Venetia dihadirkan dalam salah satu segmen “esai”. Pemirsa menikmati keindahan esainya yang dinarasikan oleh Venetia sendiri, misalnya ketika ia berada di kebun dan menulis tentang sekuntum bunga yang mekar indah.

Panitia pun mendapat kiriman karya tulis “esai” peserta yang sama sekali bukan esai tetapi karya ilmiah jurnal. Persoalan kedua yang dihadapi oleh lomba esai mahasiswa adalah menyangkut juri. Juri dipilih atau diundang adalah para dosen yang sudah barang tentu pada umumnya mereka terlalu terbiasa dengan ragam tulisan ilmiah jurnal. Sementara itu, para dosen juri lomba bukanlah penulis esai atau pasti juga sangat jarang membaca esai namun sudah terbiasa hidup dan berkembang tumbuh dalam tradisi jurnal. Keadaan ini tidak menghalangi mereka menerima undangan untuk menjadi juri. Maka lomba esai tinggal nama. Keadaan ini menunjukkan terjadinya salah konsep mengenai esai.

Para esais adalah penulis yang kesehariannya menulis dan mereka bukanlah dosen pengajar peneliti atau pengabdi. Namun memang ada sedikit saja dosen yang sangat hebat menulis esai. Tulisan-tulisan dosen esesis ini memang berbeda jauh dengan tulisan yang mereka susun untuk seminar atau jurnal. Bagi dosen-esais ini, sangat jauh beda roh tulisan artikel jurnal dengan esai itu sendiri. Dirinya dapat membedakannya dengan jelas.

Karena yang menjadi juri lomba esai dengan karya tulis yang dinilai adalah artikel ilmiah jurnal yang kaku dan formal atau telah dibakukan dalam suatu format struktur, adalah para dosen; maka yang mereka nilai sama sekali bukan esai tetapi jurnal ilmiah. Keadaan ini lazim terjadi. Lomba esai tetapi sejatinya lomba artikel jurnal ilmiah dan formal.

Esai adalah karangan bebas, personal dari segi struktur, gaya bahasa, sudut pandang. Esai tidak memiliki patokan apa-apa atau syarat dan ketentuan. Esai adalah kemerdekaan berekspresi dan bernalar mengenai apa saja (lihat esai-esai Vanetia). Aspek personalitas atau kebebasan adalah hal yang sangat mendasar dalam esai. Tidak ada kriteria baku untuk menilai sebuah esai. Esai yang bagus akan menarik setiap pembaca ke dalam ruang imajinasi, nalar, narasi, dan emosional penulisnya.

Yang terdepan dalam esai adalah ekspresi atau narasi yang kuat, tajam, dan menarik atau bahkan puitis. Informasi dalam esai atau hal apa yang ditulis atau hendak diungkap oleh si penulis; tidak terlalu penting. Yang terdepan adalah daya tarik tulisan sehingga pembaca masuk jauh ke dalam ruang-ruang tulisan yang sedang dibacanya. Karena kuatnya daya tarik, maka esai ada di antara puisi dan novel. Walaupun esai ditolah setengahnya sebagai karya sastra namun esai adalah karya sastra yang tidak hanya ditulis oleh sastrawan. Esai tidak menjual informasi kognitif tetapi esai adalah teks cahaya yang menerangi pembaca. Menulis esai adalah menyalakan lilin.

Data atau fakta dalam esai tidak harus tersurat tetapi hanya sekadar pijakan atau wawasan penulis yang memayunginya. Data, fakta, atau fenomena itu oleh esais diperlakukan sesuai dengan pandangan, imajinasi, atau paradigma yang dianutnya. Di luar esai data mendikte penulis. Dalam esai data tunduk pada penulis. Jika dalam karya ilmiah, teori yang dijadikan paradigma pemecahan masalah sering berubah sesuai dengan persoalan yang dipilih; maka dalam esai, seorang esais menggunakan paradigma atau teori sebagai ideologi kepenulisan yang konsisten. Hal ini memberi ciri personal seorang penulis esai sebagaimana dikenali secara ajeg.

Berpijak pada pengertian esai yang sudah sangat jelas; bisa dikatakan bertolak belakang dengan tradisi teks ilmiah formal di kampus; mahasiswa memang belum mengenal ekosistem esai. Karena itulah mereka gagal menulis esai. Sementara itu, esai jarang sekali dikenalkan kepada mahasiswa. Karena itu, jika terjadi lomba esai maka dapat dimaklumi jika karya tulis yang sampai di meja dewan juri adalah artikel ilmiah formal baku untuk jurnal. Juri yang setali tiga uang dengan panitia dan peserta; karangan yang masuk dibaca dan dinilai lalu diumumkan sebagai karya esai. Padahal yang terjadi adalah karya ilmiah artikel jurnal.

Energi menulis mahasiswa memang sangat mengagumkan. Setiap ada undangan lomba,  mereka tidak peduli dengan esensi teks atau genre tulisan yang dilombakan; pun ragam tulisan artikel ilimah yang mereka tahu dijadikan format untuk menampung gagasan. Di dalam karangan-karangan ilmiah mereka, para mahasiswa sangat gemar dan getol mengutip data, fakta, fenomena, kebijakan, dll. yang sedang hangat dan mengambang dalam pemahaman umum masyarakat.  

Tapi sayang data, fakta, fenomena, hukum dan undang-undang, dan kebijakan itu hanya mampu mereka deskripsikan dalam tulisan artikel mereka. Karangan ilmiah pun dipenuhi dengan kutipan mutakhir dengan deskripsi seadanya. Tampak nyata sikap epigon mereka yang sangat fasih mengutip. Mereka sepertinya sangat puas melakukannya. Pun artikel ini penuh dengan kutipan-kutipan yang sangat kuat. Memang ada kalanya ditemukan deskripsi namun terasa sangat minim, dangkal, dan normatif. Berhadapan dengan perlakukan data, fakta, kebijakan, dan fenomena seperti itu, mahasiswa, baru sampai pada tahap melakukan deskripsi-deskripsi formal.

Mereka gagal melakukan pembahasan fakta, data, fenomena, atau kebijakan yang mereka kutip. Mereka tidak sanggup melakukan dialog. Mereka tidak pernah sampai kepada kontemplasi atas data, fakta, fenomena, dan berbagai kebijakan sosial. Di atas semua kekagalan ini, mahasiswa menangkup kegagalan terbesarnya, yakni dalam berimajinasi dan berinterpretasi.

Karena itulah, segala fakta, data, fenomena, kebijakan telanjur diterima sebagai kebenaran dan ini hitam putih. Mereka gagal mengembangkan paradigma filosofis yang penuh skeptisisme untuk mempertanyakan ulang “kebenaran” dan mereposisikan apapun itu data, fakta, fenomena, dan kebijakan pada garis ulang alik. [T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Geo, Cokelat dan Puisi
Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe
[Esai Teori Sastra] “New Historicism”: Dari Konteks ke Ko-Teks
Tags: artikel ilmiahesaikampusLiterasimahasiswaPerguruan Tinggisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Desa Gobleg ke Taman Yowana Asri Singaraja, Permainan Gangsing Terus Berputar

Next Post

Memaknai Esensi Guru Pengerak: Siapa yang Digerakkan?

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Esensi Guru Pengerak: Siapa yang Digerakkan?

Memaknai Esensi Guru Pengerak: Siapa yang Digerakkan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co