2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan

I Wayan Artika by I Wayan Artika
July 10, 2023
in Esai
Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan

I Wayan Artika

—- Dipersiapakan dalam rangka diskusi draft novel Enigma

MASA KECIL adalah masa lalu. Bagi siapapun, biografi telah menjadi masa lalu. Setiap orang punya masa lalu yang disimpan dalam ingatan. Kini masa lalu telah berpindah ke dalam dunia digital. FB, misalnya, tempat menyimpan masa lalu. Setiap orang pernah menceritakan masa lalunya. Pada keluarga, sahabat, rekan kerja, istri, dan lain-lain.

Bagi kaum penulis atau pengarang, masa lalu adalah kekayaan. Untuk dijadikan tulisan atau karangan.

Sayang sekali jumlah penulis sedikit. Tidak semua orang menceritakan atau menulis masa lalunya dalam buku-buku biografi atau sastra. Jika semua orang di muka bumi menulis masa lalunya maka penerbitan atau percetakan akan kewalahan bekerja. Dunia ini dipenuhi berbagai teks bergenre biografi.

Memang hanya para penulis menulis kisah masa lalunya.

Mengarang adalah kegiatan yang sadar untuk jujur dan berbohong. Terutama kebohongan akan dijustifikasi dalam tulisan. Menulis tak ubahnya sebagai pengakuan atas diri sendiri. Sementara itu, mengarang adalah mengedit materi realitas atau pengalaman. Karena itu, tulisan atau karangan adalah hanya 15 persen kebenaran. Yang 85 persen juga kebenaran tetapi telah disiasati secara kreatif dan psikologis oleh pengarangnya.

Dalam sastra ada istilah fiksi atau rekaan. Ini kata untuk memisahkan realitas dan fakta. Ini kata untuk melindungi sastrawan yang berbohong. Namun demikian, ilmu sastra menyadari keadaan seperti itu. Hal ini tampak dalam pendekatan yang disampaikan oleh M.H. Abrams. Sastra adalah mimesis atau representasi alam dan hidup manusia. Sastra adalah pragmatic atau manfaat bagi manusia. Sastra adalah otonom yakni struktur yang mandiri dan tidak berhubungan dengan variable-variabel di luar Bahasa dan struktur naratif. Dan, sastra adalah ekspresif atau pengalaman para pengarang.

Dari keempat pendekatan itu, maka Enigma adalah ekspresif. Sudah amat jelas karena novel ini biografis. Ada hubungan yang kuat dan mendasar dengan pengarang. Novel ini ditulis oleh pengarang sendiri mengenai masa lalunya. Hubungan itu sengaja diakui dengan pernyataan yang eksplisit dalam judul. Novel ini musti dibaca sebagai sebuah riwayat hidup pengarang.

Masa lalu itu bercerita lewat sosok. Cerita masa lalu itu diterima oleh Nyoman Sukma selaku pengarang yang berada pada masa kini. Masa lalu memiliki sosok tersendiri. Sosok masa kini melihat sosok masa lalu. Hal ini terjadi hanya secara sepihak karena sosok masa lalu sama sekali tidak mungkin melihat sosok masa kini, yang sejak dari masa itu disebut dengan masa depan. Mereka berdialog. Dialog yang dikendalikan hanya oleh sosok masa kini. Kondisi ini seperti yang terjadi dalam wawancara Najwa dengan Prabowo.

Pada satu segemen, tim kreatif acara Mata Najwa menampilkan foto sosok Prabowo remaja. ”Pak Prabowo, apa yang Bapak dapat katakan kepada Prabowo dalam foto itu?” Segemen ini dengan jelas menunjukkan bahwa ada sosok yang berbeda di masa lalu dan masa kini. Demikianlah Nyoman Sukma Arida melihat dan memperlakukan sosok masa lalu dan seluruh ceritanya

Melalui pola sosok-sosok itu, kehidupan manusia adalah fase-fase yang berubah sesuai dengan tahapan tertentu. Pada setiap tahapan itu hadir tokoh tersendiri. Mirip dengan metamorofisis sempurna. Semua sosok itu pernah mencapai suatu tahapan (telor, larva, ulat, kepompong, dan kupu-kupu atau kumbang). Itu telah menentukan tahapan terkini.

Novel ini menjadi sorot balik sebuah metamorfosis. Hasil sorot balik itu adalah kisah yang dikemas dalam buku sastra berjudul Enigma.

Karena novel ini ditulis dari masa kini oleh sosok yang paling mutakhir yang berada pada bagian “akhir” tahapan, untuk sementara waktu; maka ia memiliki kuasa kepada masa lalu dan sosok-sosoknya. Mereka tidak dibiarkan bercerita apa adanya. Sosok yang menulis cerita dari masa sekarang itu kini turut campur dengan pikiran atau kehidupan sosok masa lalunya. Kutipan di bawah ini dapat menjadi suatu bukti.

Pikiran kanakku sudah memahami; pastilah mahal barang bernilai seni tinggi itu. Hanya turis-turis yang kulihat mampu membelinya. Batinku, perlu berapa helai kain batik jualan meme untuk bisa memiliki lukisan itu? Saya tak mampu mengkalkulasinya. Akhirnya keinginan memiliki lukisan khas Pengosekan itu terus kupendam. Kupuaskan mata hanya dengan menatapnya lekat. (hal. 77)

Isi kutipan di atas bentuk campur tangan kepada sosok masa lalu. Ketika itu sosok masa lalu tidak memiliki pandangan yang demikian. Dalam tulisan biografi, masa lalu itu dihadirkan tidak murni lagi. Dia tidak lagi realitas. Di tangan sosok masa kini, dia sudah menjadi konstruksi, sesuatu yang dibangun. Masa lalu pun tidak emik dari sosok yang hidup di dalamnya. Masa lalu itu etik dilihat dari masa kini, dari luar, dari jarak waktu, dari diakronisme!

Kutipan di bawah ini juga menunjukkan interpensi dari masa kini.

… sehingga tak sempat menyaksikan perbukitan di kaki pulau Bali dalam perjalanan pulang. (hal. 79)

Kala itu, si sosok yang dimaksud oleh kutipan di atas, tidak yakin memiliki pandangan yang sedemikian. Pandangan bahwa ”menyaksikan perbukitan di kaki pulau Bali dalam perjalanan pulang.” adalah putis. Namun ini lahir dalam sorot balik atau ziarah ke masa lalu.

Novel-novel sorot balik ke masa lalu ada dalam struktur memandang semua kenangan dengan cara saat ini, dijadikan semacam perspektif untuk melihat masa lalu itu. Ini adalah penglihatan yang tidak jujur. Penglihatan yang campur tangan.

Dari satu gulungan utuh dan tiada putus, masa lalu itu hanya dibangun dalam ingatan seperti grafik. Ada puncak-puncak ingatan. Entah puncak yang baik atau buruk dan semua hal yang mengacu hal itu dalam kehidupan ini. Novel ini pun memilih kisah-kisah yang paling membekas atau paling kuat dalam ingatan. Ada beberapa puncak ingatan tentang sejumlah peristiwa. Novel ini melakukan pilihan-pilihan puncak ingatan pengarangnya.

Komentar atau sejenis catatan yang paling penting tentu saja struktur naratif ingatan. Ingatan memiliki struktur tertentu. Di dalamnya tampak kisah-kisah yang mana membekas dalam dan sedemikian permanen di dalam dunia ingatan seseorang.

Struktur naratif ingatan memiliki alasan dan sejarah sehubungan dengan hal-hal apa saja yang diingat. Bahkan, berpengaruh kepada masa depan orang yang bersangkutan, si empunya ingatan. Itulah semua menjadi nisan-nisan yang diziarahi. Bagi pengarang itulah yang selalu menjadi repertoar karya sastra. Lewat pendekatan ekspresifnya M.H. Abrams, sastra yang bersumber pada ingatan pengarang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Pertnyaan yang tidak penting bagi penulis. Kepada siapa karya ini diharapkan akan dibaca? Gao tidak peduli hal itu. Ia menuls untuk dirinya sendiri! Apakah Anne Frank menulis catatan perang untuk pembaca di seluruh dunia? Pun Soe Hok Gie? Tapi dalam perkara ini penulis surat lebih realistis. Surat-surat R.A. Kartini ditulis untuk dibaca oleh sahabat-sahabat korespodensinya di Negeri Belanda.

Namun demikian, pembaca mungkin bisa jadi tamu tak diundang namun memiliki hikmah besar bagi penulis.

Artinya tidak cukup sebatas diri sendiri. Pembaca adalah koloni legitimasi bagi para penulis. Hal ini tidak hanya meligitimasi penulis tetapi juga meligitimasi pembaca lain dalam relasi di ranah masyaraakat pembaca. Kelak ini dijadikan pasar oleh kapitalisme cetak dengan mesin produksi industri dan jaringan distribusi toko buku.

Karena itu, terhadap kutipan ini:

Dengan penuh harap saya menunggu kendaraan truk pasir yang bisa ditumpangi hingga kota kabupaten, Gianyar, di mana sekolah SMA ku berada. Bila truk menyalakan sign lampu ke arah kanan, artinya itu berkah bagiku, truk tersebut akan menuju kota Gianyar, kota tujuanku. Kedatangan truk ditandai dengan suara gemuruh dan sorot lampu depan yang jauh lebih terang daripada kendaraan biasa. Bila ada truk yang melintas, saya akan melihat situasi di sekelilingku terlebih dahulu.

Siapakah yang terketuk? Sebab dalam dunia sejarah, makna hanya terbentuk di antara generasi yang sezaman atau yang mengalami. Maka pelajaran sejarah adalah usaha untuk mengalamkan atau menjadikan genarasi yang belajar ada di dalam sejarah tersebut. Pengajaran sejarah adalah menarik siswa untuk masuk ke dalam zamannya.

Kutipan di atas, mungkin tepat bagi generasi yang mengalami. Tapi tidak sejalan dengan generasi di luar zamannya. Novel ini apakah sanggup membawa masuk pembaca ke dalam dunia anak SMA naik teruk pasir ke sekolah?

Demikian beberapa konsep yang diajukan dalam diskusi draft novel autibiografi Enigma karya Nyoman Sukma Arida. Selebihnya novel ini telah mencapai kualitas narasi yang sangat bagus. Yang perlu mendapat catatan adalah penyelarasan bahasa.[T]

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Teknodigital | Catatan Pengantar Buku Cerpen “Penari” Karya DN Sarjana
Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana
Penerjemahan Roman “Mlantjaran ka Sasak” dan Gugatan Terhadap Pujangga Baru
Tags: esainovelsastrasastra balisastra bali modernSastra Indonesiasastrawansastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pribadi Anda Adalah Unik

Next Post

Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co