13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan

I Wayan Artika by I Wayan Artika
July 10, 2023
in Esai
Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan

I Wayan Artika

—- Dipersiapakan dalam rangka diskusi draft novel Enigma

MASA KECIL adalah masa lalu. Bagi siapapun, biografi telah menjadi masa lalu. Setiap orang punya masa lalu yang disimpan dalam ingatan. Kini masa lalu telah berpindah ke dalam dunia digital. FB, misalnya, tempat menyimpan masa lalu. Setiap orang pernah menceritakan masa lalunya. Pada keluarga, sahabat, rekan kerja, istri, dan lain-lain.

Bagi kaum penulis atau pengarang, masa lalu adalah kekayaan. Untuk dijadikan tulisan atau karangan.

Sayang sekali jumlah penulis sedikit. Tidak semua orang menceritakan atau menulis masa lalunya dalam buku-buku biografi atau sastra. Jika semua orang di muka bumi menulis masa lalunya maka penerbitan atau percetakan akan kewalahan bekerja. Dunia ini dipenuhi berbagai teks bergenre biografi.

Memang hanya para penulis menulis kisah masa lalunya.

Mengarang adalah kegiatan yang sadar untuk jujur dan berbohong. Terutama kebohongan akan dijustifikasi dalam tulisan. Menulis tak ubahnya sebagai pengakuan atas diri sendiri. Sementara itu, mengarang adalah mengedit materi realitas atau pengalaman. Karena itu, tulisan atau karangan adalah hanya 15 persen kebenaran. Yang 85 persen juga kebenaran tetapi telah disiasati secara kreatif dan psikologis oleh pengarangnya.

Dalam sastra ada istilah fiksi atau rekaan. Ini kata untuk memisahkan realitas dan fakta. Ini kata untuk melindungi sastrawan yang berbohong. Namun demikian, ilmu sastra menyadari keadaan seperti itu. Hal ini tampak dalam pendekatan yang disampaikan oleh M.H. Abrams. Sastra adalah mimesis atau representasi alam dan hidup manusia. Sastra adalah pragmatic atau manfaat bagi manusia. Sastra adalah otonom yakni struktur yang mandiri dan tidak berhubungan dengan variable-variabel di luar Bahasa dan struktur naratif. Dan, sastra adalah ekspresif atau pengalaman para pengarang.

Dari keempat pendekatan itu, maka Enigma adalah ekspresif. Sudah amat jelas karena novel ini biografis. Ada hubungan yang kuat dan mendasar dengan pengarang. Novel ini ditulis oleh pengarang sendiri mengenai masa lalunya. Hubungan itu sengaja diakui dengan pernyataan yang eksplisit dalam judul. Novel ini musti dibaca sebagai sebuah riwayat hidup pengarang.

Masa lalu itu bercerita lewat sosok. Cerita masa lalu itu diterima oleh Nyoman Sukma selaku pengarang yang berada pada masa kini. Masa lalu memiliki sosok tersendiri. Sosok masa kini melihat sosok masa lalu. Hal ini terjadi hanya secara sepihak karena sosok masa lalu sama sekali tidak mungkin melihat sosok masa kini, yang sejak dari masa itu disebut dengan masa depan. Mereka berdialog. Dialog yang dikendalikan hanya oleh sosok masa kini. Kondisi ini seperti yang terjadi dalam wawancara Najwa dengan Prabowo.

Pada satu segemen, tim kreatif acara Mata Najwa menampilkan foto sosok Prabowo remaja. ”Pak Prabowo, apa yang Bapak dapat katakan kepada Prabowo dalam foto itu?” Segemen ini dengan jelas menunjukkan bahwa ada sosok yang berbeda di masa lalu dan masa kini. Demikianlah Nyoman Sukma Arida melihat dan memperlakukan sosok masa lalu dan seluruh ceritanya

Melalui pola sosok-sosok itu, kehidupan manusia adalah fase-fase yang berubah sesuai dengan tahapan tertentu. Pada setiap tahapan itu hadir tokoh tersendiri. Mirip dengan metamorofisis sempurna. Semua sosok itu pernah mencapai suatu tahapan (telor, larva, ulat, kepompong, dan kupu-kupu atau kumbang). Itu telah menentukan tahapan terkini.

Novel ini menjadi sorot balik sebuah metamorfosis. Hasil sorot balik itu adalah kisah yang dikemas dalam buku sastra berjudul Enigma.

Karena novel ini ditulis dari masa kini oleh sosok yang paling mutakhir yang berada pada bagian “akhir” tahapan, untuk sementara waktu; maka ia memiliki kuasa kepada masa lalu dan sosok-sosoknya. Mereka tidak dibiarkan bercerita apa adanya. Sosok yang menulis cerita dari masa sekarang itu kini turut campur dengan pikiran atau kehidupan sosok masa lalunya. Kutipan di bawah ini dapat menjadi suatu bukti.

Pikiran kanakku sudah memahami; pastilah mahal barang bernilai seni tinggi itu. Hanya turis-turis yang kulihat mampu membelinya. Batinku, perlu berapa helai kain batik jualan meme untuk bisa memiliki lukisan itu? Saya tak mampu mengkalkulasinya. Akhirnya keinginan memiliki lukisan khas Pengosekan itu terus kupendam. Kupuaskan mata hanya dengan menatapnya lekat. (hal. 77)

Isi kutipan di atas bentuk campur tangan kepada sosok masa lalu. Ketika itu sosok masa lalu tidak memiliki pandangan yang demikian. Dalam tulisan biografi, masa lalu itu dihadirkan tidak murni lagi. Dia tidak lagi realitas. Di tangan sosok masa kini, dia sudah menjadi konstruksi, sesuatu yang dibangun. Masa lalu pun tidak emik dari sosok yang hidup di dalamnya. Masa lalu itu etik dilihat dari masa kini, dari luar, dari jarak waktu, dari diakronisme!

Kutipan di bawah ini juga menunjukkan interpensi dari masa kini.

… sehingga tak sempat menyaksikan perbukitan di kaki pulau Bali dalam perjalanan pulang. (hal. 79)

Kala itu, si sosok yang dimaksud oleh kutipan di atas, tidak yakin memiliki pandangan yang sedemikian. Pandangan bahwa ”menyaksikan perbukitan di kaki pulau Bali dalam perjalanan pulang.” adalah putis. Namun ini lahir dalam sorot balik atau ziarah ke masa lalu.

Novel-novel sorot balik ke masa lalu ada dalam struktur memandang semua kenangan dengan cara saat ini, dijadikan semacam perspektif untuk melihat masa lalu itu. Ini adalah penglihatan yang tidak jujur. Penglihatan yang campur tangan.

Dari satu gulungan utuh dan tiada putus, masa lalu itu hanya dibangun dalam ingatan seperti grafik. Ada puncak-puncak ingatan. Entah puncak yang baik atau buruk dan semua hal yang mengacu hal itu dalam kehidupan ini. Novel ini pun memilih kisah-kisah yang paling membekas atau paling kuat dalam ingatan. Ada beberapa puncak ingatan tentang sejumlah peristiwa. Novel ini melakukan pilihan-pilihan puncak ingatan pengarangnya.

Komentar atau sejenis catatan yang paling penting tentu saja struktur naratif ingatan. Ingatan memiliki struktur tertentu. Di dalamnya tampak kisah-kisah yang mana membekas dalam dan sedemikian permanen di dalam dunia ingatan seseorang.

Struktur naratif ingatan memiliki alasan dan sejarah sehubungan dengan hal-hal apa saja yang diingat. Bahkan, berpengaruh kepada masa depan orang yang bersangkutan, si empunya ingatan. Itulah semua menjadi nisan-nisan yang diziarahi. Bagi pengarang itulah yang selalu menjadi repertoar karya sastra. Lewat pendekatan ekspresifnya M.H. Abrams, sastra yang bersumber pada ingatan pengarang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Pertnyaan yang tidak penting bagi penulis. Kepada siapa karya ini diharapkan akan dibaca? Gao tidak peduli hal itu. Ia menuls untuk dirinya sendiri! Apakah Anne Frank menulis catatan perang untuk pembaca di seluruh dunia? Pun Soe Hok Gie? Tapi dalam perkara ini penulis surat lebih realistis. Surat-surat R.A. Kartini ditulis untuk dibaca oleh sahabat-sahabat korespodensinya di Negeri Belanda.

Namun demikian, pembaca mungkin bisa jadi tamu tak diundang namun memiliki hikmah besar bagi penulis.

Artinya tidak cukup sebatas diri sendiri. Pembaca adalah koloni legitimasi bagi para penulis. Hal ini tidak hanya meligitimasi penulis tetapi juga meligitimasi pembaca lain dalam relasi di ranah masyaraakat pembaca. Kelak ini dijadikan pasar oleh kapitalisme cetak dengan mesin produksi industri dan jaringan distribusi toko buku.

Karena itu, terhadap kutipan ini:

Dengan penuh harap saya menunggu kendaraan truk pasir yang bisa ditumpangi hingga kota kabupaten, Gianyar, di mana sekolah SMA ku berada. Bila truk menyalakan sign lampu ke arah kanan, artinya itu berkah bagiku, truk tersebut akan menuju kota Gianyar, kota tujuanku. Kedatangan truk ditandai dengan suara gemuruh dan sorot lampu depan yang jauh lebih terang daripada kendaraan biasa. Bila ada truk yang melintas, saya akan melihat situasi di sekelilingku terlebih dahulu.

Siapakah yang terketuk? Sebab dalam dunia sejarah, makna hanya terbentuk di antara generasi yang sezaman atau yang mengalami. Maka pelajaran sejarah adalah usaha untuk mengalamkan atau menjadikan genarasi yang belajar ada di dalam sejarah tersebut. Pengajaran sejarah adalah menarik siswa untuk masuk ke dalam zamannya.

Kutipan di atas, mungkin tepat bagi generasi yang mengalami. Tapi tidak sejalan dengan generasi di luar zamannya. Novel ini apakah sanggup membawa masuk pembaca ke dalam dunia anak SMA naik teruk pasir ke sekolah?

Demikian beberapa konsep yang diajukan dalam diskusi draft novel autibiografi Enigma karya Nyoman Sukma Arida. Selebihnya novel ini telah mencapai kualitas narasi yang sangat bagus. Yang perlu mendapat catatan adalah penyelarasan bahasa.[T]

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Teknodigital | Catatan Pengantar Buku Cerpen “Penari” Karya DN Sarjana
Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana
Penerjemahan Roman “Mlantjaran ka Sasak” dan Gugatan Terhadap Pujangga Baru
Tags: esainovelsastrasastra balisastra bali modernSastra Indonesiasastrawansastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pribadi Anda Adalah Unik

Next Post

Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

Seniman dari Bekasi, Ajak Penonton Ikut Menari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co