7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
June 7, 2024
in Tualang
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona barisan perbukitan diambil dari tengah surutnya Pantai Kaliasem | Foto: Pande

MATAHARI menyorot mataku dari celah kecil ventilasi rumahku, aku lihat persis di pojok kiri atas smartphone jam menunjukkan pukul 16.15 WITA.

Entah suatu kebetulan atau bagaimana Dandy temanku di bangku perkuliahan menelpon dengan begitu semangatnya. “Nde gas ngauhang (ke barat),” ajak Dandy dalam percakapan singkat itu.

Sudah pasti jawabanku, “Gas”. Berkelana di cerahnya cakrawala ide yang sangat bagus dan tidak akan aku sia-siakan kesempatan luang kali ini.

Tak pikir panjang aku bergegas memutar gas menggeber motor bebekku. Kumpul dulu di kosnya Dandy, ternyata menunggu Fride yang juga ingin ikut namun sedikit telat karena baru bangun tidur setelah bergelut dengan alam mimpinya. Aku tau ia pun penat apalagi sehabis perkuliahan.

“Kauh (barat) ke mana, Dan?,” kataku menekankan makna ngauhang ketika ia menelponku tadi.

Buleleng di bagian barat menawarkan berbagai macam destinasi wisata yang mesti masuk list salah satu tempat yang harus dikunjungi.

Hamparan persawahan yang luas, perbukitan tinggi yang membentang, hingga pesona alam laut yang begitu memukau, seperti halnya Pantai Lovina dengan panorama sunset point dan tarian kecil khas lumba-lumba yang sudah menjadi ikonik tersendiri bagi tempat tersebut.

“Ada pokoknya baru, gak kalah sama Lovina,” seru Dandy dengan begitu yakin.

Perkataan Dandy sedikit membuatku excited. Perjalanan kali ini, kata Dandy, hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit. Jika aku pikir-pikir 30 menit rasanya sama jika aku menuju pantai Lovina.

Kami bertiga berangkat dari Banyuning, kami memilih Jalan Surapati agar lebih leluasa ketika dilalui. Harap maklum, Banyuning di jam-jam genting pulang bekerja cukup lumayan padat, belum lagi di tambah truk-truk besar yang melintas menutupi badan jalan.

Jalan Surapati masih lumayan lenggang untuk bisa kami lalui meskipun beberapa kali sedikit diam karena melewati pintu masuk timur dari Pasar Anyar.

Aku berboncengan dengan Dandy yang begitu meliuk-meliuk bak pembalap moto GP, Dandy yang mengerti kesempatan dengan celah-celah kecil agar bisa menyelinap menyalip kendaraan-kendaraan lain. Berbeda jika aku yang membawa motornya, mungkin sudah tertinggal lebih dulu.

Jauh berjalan kami belum tiba di tujuan, mentari menyorot bak bersiap menyambut kami dengan tarian terbenamnya yang indah perlahan-lahan ia mencoba beranjak turun bergegas digantikan dengan malam.

Aku dan Dandy sempat bergurau kecil, ia mengakui tinggal di kos sebenarnya membuat pikirannya tidak menjadi lebih tenang namun berbalik menjadi rumit. Satu hal sepulang berkuliah ia tidak merasakan hal yang sama ketika ia berada di kampungnya sendiri di Seririt. Mungkin itu menjadi salah satu alasan ia mengajak kami untuk sekadar melepas penat dengan begitu banyak tugas di ujung penutupan semester enam ini.

Tak terasa berlalu kami telah melewati destinasi wisata Pantai Lovina, entah ke mana makna kauh yang Dandy katakan. Aku perhatikan ternyata tak jauh dari pintu masuk pantai lovina berjarak 4 menit Dandy sudah menghidupkan sein kanan pada motornya, kami sudah tiba di tempat wisata yang Dandy katakan.

Patokannya itu dekat dengan tempat makan Ikan Bakar Tanjung Alam. Jalan masuknya hanya diapit trotoar pejalan kaki dengan jalan masuk yang belum terawat mungkin hanya sepeda motor saja yang bisa melaluinya.

Aku rasa tidak disarankan kendaraan roda empat masuk melewati pintu ini. Jika menggunakan kendaraan roda empat rasanya harus parkir di pinggir jalan dan berjalan lagi sejauh kurang lebih 7 meter hingga bertemu dengan bibir pantai.

Genangan kecil di tengah surutnya Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Tempatnya masih tidak begitu terawat, aku pikir sepertinya pantai ini belum dikelola dengan begitu baik. Seharusnya apa yang dilihat pertama kali akan menjadi kesan jika tempat ini benar-benar wajib untuk dikunjungi namun masih ada beberapa yang perlu menjadi catatan kecil untuk menjaga tempat wisata ini.

Tempat parkir yang masih beralaskan rumput bercampur pasir pantai, seringkali licin jika dilalui oleh sepeda motor, sampah yang berserakan, rumput-rumput yang terus meninggi menjadi catatan tentang bagaimana arti hanya menikmati namun lupa untuk menjaga. Kondisi seperti ini sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita bersama.

Perlu diketahui tempat ini masih minim penjual makanan ringan, kulihat hanya ada pedagang bakso motor yang mangkal tempat ini. Aku menyarankan untuk membawa makanan ringan dari rumah saja.

Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelang-pelangi ciptaan Tuhan

Benar apa yang dikatakan sepenggal lirik dari lagu Pelangi yang menemani hari-hari kecilku. Di tempat ini aku hanya bisa terdiam dan coba memandangi dari arah kiri hingga ke kanan.

Bak tersihir diriku melihat lukisan dari Sang Pencipta, suguhannya tidak main-main pesona sunset-nya ditemani sepoi angin pantai seperti membawaku ke dimensi lain yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Tepi Pantai Kaliasem dengan view Sunsetnya | Foto: Pande

Pantai di sini masih tergolong sepi, mungkin belum banyak orang yang tahu akan keberadaan pantai ini, bisa dibilang masih hidden gem-nya Kabupaten Buleleng walau bersebelahan dengan jalan raya.

Pasir hitam masih sama dengan pasir yang berada di Pantai Lovina, tidak salah lagi soalnya masih berjarak 900 meter jika di hitung dengan bantuan Google Earth. Bisa dibilang bak saudara kembar yang terpisahkan.

Pantai Kaliasem, begitu Dandy menyebut nama pantai itu. Sayangnya belum sama dengan nasib saudara di sebelahnya yang tersusun rapi dan terus dipersolek sedemikian cantiknya.

Pantai yang masuk wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, ini memang perlu perawatan dan perhatian yang khusus sepertinya, akses yang begitu mudah dan tempatnya yang tidak perlu masuk kedalam sudah berada di pinggir jalan raya, menyaksikan sunset pun tidak kalah kerennya dengan Pantai Lovina.

Kalau terus disolek, Pantai Kaliasem ini mungkin bisa menyaingi saudara kembarnya. Namun sayangnya Pantai Kaliasem masih jauh dari kata diperhatikan.

Pemancing dengan pancingnya di Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Pantai Kaliasem memiliki garis pantai yang cukup panjang. Apabila kita datang di waktu yang tepat kita bisa menyaksikan keindahan Pantai Kaliasem ditambah dengan kondisi surut air lautnya.

Kebetulan kami mendapat keberuntungan jadinya bisa menyaksikan Pantai Kaliasem di waktu surutnya. Surutnya sekitar 100 hingga 200 meter jauhnya.

Aku hanya menemui beberapa wisatawan lokal yang mungkin tinggal di sekitar tempat ini. Beberapa wisatawan disini hanya sekadar melepaskan penat, beberapa aku lihat pemancing yang memenuhi hobi mereka yang rela setengah badan mereka terendam air laut.

Beberapa anak kecil begitu riang dengan jaring kecilnya mencoba menangkap ikan-ikan kecil yang terkurung di tengah genangan air laut yang surut.

Ombak kecil menghanyutkan senja dengan matahari terbenamnya, beberapa tanaman hijau mirip dengan rumput darat menari-menari dengan gemulainya. Sesekali ombak itu mencoba meraih kakiku, terlihat air laut masih begitu bersih sedikitpun tidak aku temui sampah mengotori laut ini, meskipun berpasir hitam tapi masih bisa kunampaki mahkluk kecil penghuninya.

“Awas ada bulu babi,” begitu dandy memberitahuku. Sepertinya ia sudah menjadikan tempat ini sebagai pelabuhan penatnya.

Aku coba melangkah lebih jauh hingga di ujung surutnya pantai ini, “Nyegara Gunung” (Laut dan Gunung konsep kepercayaan masyarakat Bali) begitu konsepsi alam yang nyata aku temui di sini.

Biasanya berwisata ke pantai ya nikmatnya lautnya saja, tapi ini benar jauh berbeda. Bahkan tidak ada satupun penghambat yang mencoba menghalangi tatapan dari laut menuju gunung yang cantik ini.

Jauh mata memandang bukit-bukit berbaris mengelilingi bumi Panji Sakti, view 3600 begitu yang aku rasakan di sini, membayangkan aku berada di tengah laut jika posisi air laut sedang pasang.

Pemancing melintas dengan view Sunset Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Ditambah sunset yang begitu menawan benar-benar mahakarya yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun. Sekali lagi aku apa yang aku sayangkan membekas dalam benakku. Hei Pantai Kaliasem dirimu tak kalah cantik dengan Pantai Lovina yang ada di sebelahmu. Hanya perlu perawatan lebih serius saja.

Sudah hampir 30 menit lamanya aku berada di pantai ini, matahari kian menutup dirinya di sebalik gunung.

Sebelum aku meninggalkan pantai ini, mungkin aku menaruh banyak harapan di sini. Sangat banyak berharap agar kedepan lebih banyak akan berbenah dan lebih bersolek hingga melebihi cantik dari saudara kembarmu si Pantai Lovina.

 Jangan dulu lelah menawarkan cantikmu, hei, Pantai Kaliasem. Semoga kelak anak cucuku pun ikut merasakan keindahanmu ini. [T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Adnyana Ole

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya
Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Tags: bulelengDesa KaliasemPantai KaliasemPantai LovinaPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Next Post

Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co