13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
June 7, 2024
in Tualang
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona barisan perbukitan diambil dari tengah surutnya Pantai Kaliasem | Foto: Pande

MATAHARI menyorot mataku dari celah kecil ventilasi rumahku, aku lihat persis di pojok kiri atas smartphone jam menunjukkan pukul 16.15 WITA.

Entah suatu kebetulan atau bagaimana Dandy temanku di bangku perkuliahan menelpon dengan begitu semangatnya. “Nde gas ngauhang (ke barat),” ajak Dandy dalam percakapan singkat itu.

Sudah pasti jawabanku, “Gas”. Berkelana di cerahnya cakrawala ide yang sangat bagus dan tidak akan aku sia-siakan kesempatan luang kali ini.

Tak pikir panjang aku bergegas memutar gas menggeber motor bebekku. Kumpul dulu di kosnya Dandy, ternyata menunggu Fride yang juga ingin ikut namun sedikit telat karena baru bangun tidur setelah bergelut dengan alam mimpinya. Aku tau ia pun penat apalagi sehabis perkuliahan.

“Kauh (barat) ke mana, Dan?,” kataku menekankan makna ngauhang ketika ia menelponku tadi.

Buleleng di bagian barat menawarkan berbagai macam destinasi wisata yang mesti masuk list salah satu tempat yang harus dikunjungi.

Hamparan persawahan yang luas, perbukitan tinggi yang membentang, hingga pesona alam laut yang begitu memukau, seperti halnya Pantai Lovina dengan panorama sunset point dan tarian kecil khas lumba-lumba yang sudah menjadi ikonik tersendiri bagi tempat tersebut.

“Ada pokoknya baru, gak kalah sama Lovina,” seru Dandy dengan begitu yakin.

Perkataan Dandy sedikit membuatku excited. Perjalanan kali ini, kata Dandy, hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit. Jika aku pikir-pikir 30 menit rasanya sama jika aku menuju pantai Lovina.

Kami bertiga berangkat dari Banyuning, kami memilih Jalan Surapati agar lebih leluasa ketika dilalui. Harap maklum, Banyuning di jam-jam genting pulang bekerja cukup lumayan padat, belum lagi di tambah truk-truk besar yang melintas menutupi badan jalan.

Jalan Surapati masih lumayan lenggang untuk bisa kami lalui meskipun beberapa kali sedikit diam karena melewati pintu masuk timur dari Pasar Anyar.

Aku berboncengan dengan Dandy yang begitu meliuk-meliuk bak pembalap moto GP, Dandy yang mengerti kesempatan dengan celah-celah kecil agar bisa menyelinap menyalip kendaraan-kendaraan lain. Berbeda jika aku yang membawa motornya, mungkin sudah tertinggal lebih dulu.

Jauh berjalan kami belum tiba di tujuan, mentari menyorot bak bersiap menyambut kami dengan tarian terbenamnya yang indah perlahan-lahan ia mencoba beranjak turun bergegas digantikan dengan malam.

Aku dan Dandy sempat bergurau kecil, ia mengakui tinggal di kos sebenarnya membuat pikirannya tidak menjadi lebih tenang namun berbalik menjadi rumit. Satu hal sepulang berkuliah ia tidak merasakan hal yang sama ketika ia berada di kampungnya sendiri di Seririt. Mungkin itu menjadi salah satu alasan ia mengajak kami untuk sekadar melepas penat dengan begitu banyak tugas di ujung penutupan semester enam ini.

Tak terasa berlalu kami telah melewati destinasi wisata Pantai Lovina, entah ke mana makna kauh yang Dandy katakan. Aku perhatikan ternyata tak jauh dari pintu masuk pantai lovina berjarak 4 menit Dandy sudah menghidupkan sein kanan pada motornya, kami sudah tiba di tempat wisata yang Dandy katakan.

Patokannya itu dekat dengan tempat makan Ikan Bakar Tanjung Alam. Jalan masuknya hanya diapit trotoar pejalan kaki dengan jalan masuk yang belum terawat mungkin hanya sepeda motor saja yang bisa melaluinya.

Aku rasa tidak disarankan kendaraan roda empat masuk melewati pintu ini. Jika menggunakan kendaraan roda empat rasanya harus parkir di pinggir jalan dan berjalan lagi sejauh kurang lebih 7 meter hingga bertemu dengan bibir pantai.

Genangan kecil di tengah surutnya Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Tempatnya masih tidak begitu terawat, aku pikir sepertinya pantai ini belum dikelola dengan begitu baik. Seharusnya apa yang dilihat pertama kali akan menjadi kesan jika tempat ini benar-benar wajib untuk dikunjungi namun masih ada beberapa yang perlu menjadi catatan kecil untuk menjaga tempat wisata ini.

Tempat parkir yang masih beralaskan rumput bercampur pasir pantai, seringkali licin jika dilalui oleh sepeda motor, sampah yang berserakan, rumput-rumput yang terus meninggi menjadi catatan tentang bagaimana arti hanya menikmati namun lupa untuk menjaga. Kondisi seperti ini sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita bersama.

Perlu diketahui tempat ini masih minim penjual makanan ringan, kulihat hanya ada pedagang bakso motor yang mangkal tempat ini. Aku menyarankan untuk membawa makanan ringan dari rumah saja.

Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelang-pelangi ciptaan Tuhan

Benar apa yang dikatakan sepenggal lirik dari lagu Pelangi yang menemani hari-hari kecilku. Di tempat ini aku hanya bisa terdiam dan coba memandangi dari arah kiri hingga ke kanan.

Bak tersihir diriku melihat lukisan dari Sang Pencipta, suguhannya tidak main-main pesona sunset-nya ditemani sepoi angin pantai seperti membawaku ke dimensi lain yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Tepi Pantai Kaliasem dengan view Sunsetnya | Foto: Pande

Pantai di sini masih tergolong sepi, mungkin belum banyak orang yang tahu akan keberadaan pantai ini, bisa dibilang masih hidden gem-nya Kabupaten Buleleng walau bersebelahan dengan jalan raya.

Pasir hitam masih sama dengan pasir yang berada di Pantai Lovina, tidak salah lagi soalnya masih berjarak 900 meter jika di hitung dengan bantuan Google Earth. Bisa dibilang bak saudara kembar yang terpisahkan.

Pantai Kaliasem, begitu Dandy menyebut nama pantai itu. Sayangnya belum sama dengan nasib saudara di sebelahnya yang tersusun rapi dan terus dipersolek sedemikian cantiknya.

Pantai yang masuk wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, ini memang perlu perawatan dan perhatian yang khusus sepertinya, akses yang begitu mudah dan tempatnya yang tidak perlu masuk kedalam sudah berada di pinggir jalan raya, menyaksikan sunset pun tidak kalah kerennya dengan Pantai Lovina.

Kalau terus disolek, Pantai Kaliasem ini mungkin bisa menyaingi saudara kembarnya. Namun sayangnya Pantai Kaliasem masih jauh dari kata diperhatikan.

Pemancing dengan pancingnya di Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Pantai Kaliasem memiliki garis pantai yang cukup panjang. Apabila kita datang di waktu yang tepat kita bisa menyaksikan keindahan Pantai Kaliasem ditambah dengan kondisi surut air lautnya.

Kebetulan kami mendapat keberuntungan jadinya bisa menyaksikan Pantai Kaliasem di waktu surutnya. Surutnya sekitar 100 hingga 200 meter jauhnya.

Aku hanya menemui beberapa wisatawan lokal yang mungkin tinggal di sekitar tempat ini. Beberapa wisatawan disini hanya sekadar melepaskan penat, beberapa aku lihat pemancing yang memenuhi hobi mereka yang rela setengah badan mereka terendam air laut.

Beberapa anak kecil begitu riang dengan jaring kecilnya mencoba menangkap ikan-ikan kecil yang terkurung di tengah genangan air laut yang surut.

Ombak kecil menghanyutkan senja dengan matahari terbenamnya, beberapa tanaman hijau mirip dengan rumput darat menari-menari dengan gemulainya. Sesekali ombak itu mencoba meraih kakiku, terlihat air laut masih begitu bersih sedikitpun tidak aku temui sampah mengotori laut ini, meskipun berpasir hitam tapi masih bisa kunampaki mahkluk kecil penghuninya.

“Awas ada bulu babi,” begitu dandy memberitahuku. Sepertinya ia sudah menjadikan tempat ini sebagai pelabuhan penatnya.

Aku coba melangkah lebih jauh hingga di ujung surutnya pantai ini, “Nyegara Gunung” (Laut dan Gunung konsep kepercayaan masyarakat Bali) begitu konsepsi alam yang nyata aku temui di sini.

Biasanya berwisata ke pantai ya nikmatnya lautnya saja, tapi ini benar jauh berbeda. Bahkan tidak ada satupun penghambat yang mencoba menghalangi tatapan dari laut menuju gunung yang cantik ini.

Jauh mata memandang bukit-bukit berbaris mengelilingi bumi Panji Sakti, view 3600 begitu yang aku rasakan di sini, membayangkan aku berada di tengah laut jika posisi air laut sedang pasang.

Pemancing melintas dengan view Sunset Pantai Kaliasem | Foto: Pande

Ditambah sunset yang begitu menawan benar-benar mahakarya yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun. Sekali lagi aku apa yang aku sayangkan membekas dalam benakku. Hei Pantai Kaliasem dirimu tak kalah cantik dengan Pantai Lovina yang ada di sebelahmu. Hanya perlu perawatan lebih serius saja.

Sudah hampir 30 menit lamanya aku berada di pantai ini, matahari kian menutup dirinya di sebalik gunung.

Sebelum aku meninggalkan pantai ini, mungkin aku menaruh banyak harapan di sini. Sangat banyak berharap agar kedepan lebih banyak akan berbenah dan lebih bersolek hingga melebihi cantik dari saudara kembarmu si Pantai Lovina.

 Jangan dulu lelah menawarkan cantikmu, hei, Pantai Kaliasem. Semoga kelak anak cucuku pun ikut merasakan keindahanmu ini. [T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Adnyana Ole

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya
Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Tags: bulelengDesa KaliasemPantai KaliasemPantai LovinaPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Next Post

Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Limit Arsitektur dalam Menyongsong Abad Urban

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co