24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 7, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

ENTAH mengapa, seorang kawan memasukkan saya dalam WhatsApp Group (WAG) yang berisi alumni sebuah faultas di sebuah universitas di Bali. Padahal saya bukan termasuk alumnus universitas tersebut. Bisa jadi, kawan saya bermaksud agar saya tahu tentang apa dan bagaimana kehidupannya dulu sebagai mahasiswa yang aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis, berikut kisah dan cerita yang menyertai itu semua.

Karena dari obrolan dalam WAG itu, saya tahu sebagian besar alumnus itu dulunya aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis,

Selang beberapa minggu berlalu, saya tidak lantas keluar dari WAG itu, memilih menjadi penyimak percakapan mereka. Beberapa kali ada yang mengirim foto-foto saat mereka menjadi mahasiswa, seperti sebuah nostalgia; dilanjutkan dengan obrolan tentang si A yang dulu begini, atau si B yang dulu begitu. Mereka kini telah berkeluarga, punya 2-3 anak, sementara kenangan masa lalu menyeruak menjadi hiburan di kala senggang di malam hari saat grup menjadi ramai.

Satu-dua anggota yang dulu dikenal sebagai ‘macan’ kampus, sebutan untuk ‘aktivis’, jika dulu banyak berdiskusi tentang kondisi negeri dengan teori-teori filsafat dari buku-buku ‘kiri’, sekarang obrolan lebih banyak tentang pekerjaan atau bisnis yang digeluti. Obrolan tentang pemikiran Karl Marx, Nietzsche, atau Tan Malaka pun berubah menjadi percakapan tentang ternak ikan lele yang punya prospek bagus, seiring menjamurnya warung lalapan yang makin digemari warga kota karena harganya terjangkau.

Mereka yang dulu yang dikenal ‘garang’, protes ini-itu, setelah tamat kuliah dan berkeluarga, aktivitas pun berubah—lebih memikirkan keluarga yang kebutuhannya bertambah banyak seiring waktu. Idealisme pun mesti bergeser menjadi pragmatisme; gaji atau penghasilan untuk menghidupi keluarga. Tidak ada lagi pertemuan rutin untuk berdiskusi atau sekadar ngopi dan ketawa-ketiwi, karena waktu dihabiskan untuk bekerja pada perusahaan atau membangun usaha sendiri dalam berbagai bidang. Kehidupan telah berubah, tidak lagi sama seperti dahulu.

Ada lagu bagus dari Iksan Skuter, musisi Indonesia yang sedang naik daun yang cocok menggambarkan keadaan ini. Lagu itu berjudul ‘Pending Dulu’, bercerita tentang tokoh ‘aku’ yang digambarkan sebagai ‘aktivis’ dan mengajak teman-temannya untuk merapat, karena melihat keadaan yang ‘genting dan membuat pusing’. Ia pun bertemu teman-temannya, hingga handphone-nya berbunyi–ada telepon dari istrinya yang menyuruhnya pulang karena hari sudah cukup malam. Tidak lupa sang istri menitip beli martabak kesayangan. Sang ‘aktivis’ pun dengan berat hati mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia mesti pamit dulu.

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Lagu ini dengan sangat baik menggambarkan kehidupan para mantan mahasiswa yang juga (mantan) aktivis yang kini telah berkeluarga, dengan dinamika masing-masing. ‘Revolusi’ yang menjadi kata ‘sakral’ kini mesti di-pending, ditunda dulu hanya karena istri (yang) mengharuskan pulang. Bisa lain waktu, oleh banyak sebab —salah satunya, babak kehidupan yang berbeda dari apa yang dulu digeluti sewaktu menjadi mahasiswa dan ‘macan kampus’.

Reuni atau apalah namanya, pun bisa menjadi (hanya) sekadar nostalgia tentang kebesaran dan kejayaan masa lalu. Kenangan yang diulang kembali sebagai bagian dari masa kini yang nyata dan mesti dihadapi. Bisa jadi sama, atau sebaliknya sangat berbeda dari teori dan pengalaman di kampus. Pencapaian orang kini hanya dilihat dari materi semata; rumah, mobil, gaji bulanan dengan besaran tertentu. Kita telah menjadi begitu materialis dan amat pragmatis.

Mungkin itu juga yang dirasakan Soe Hok-Gie, mahasiswa dan aktivis pada masa Orde Lama. Saat pemerintahan berganti, beberapa kawan-kawannya semasa kuliah dulu lalu terpilih menjadi anggota DPR. Berpakaian necis, rapi, dan wangi. Soe Hok-Gie sendiri memilih menjadi dosen di almamaternya, jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dalam film GIE (2005) tergambar bagaimana ia merasa terasing dan kesepian; mahasiswa tidak lagi sama dengan sewaktu ia kuliah dulu,. Kehilangan daya kritis, datang ke kampus hanya untuk mengikuti pelajaran demi memenuhi standar agar bisa mendapat nilai bagus agar cepat lulus.

Soe Hok-Gie menjadi amat frustrasi melihat itu semua. Mendaki gunung menjadi hiburan, untuk tidak menyebutnya sebagai sebuah pelarian, dari krisis jiwa yang ia alami dan rasakan. Hingga dirinya meninggal saat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur pada 16 Desember 1969 dalam usia yang teramat muda, 26 tahun.

Kisah hidup Soe Hok-Gie bisa menjadi gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa-aktivis: mesti siap kecewa dengan keadaan dimana idealisme yang dulu dipegang erat kini menjadi berubah seiring waktu berjalan. Terlebih saat para aktivis kemudian menjadi pejabat yang tidak jarang melakukan apa yang dulu mereka anggap ‘kotor’ dan ‘menjijikkan’: korupsi atau penyalahgunaan jabatan. Wallahualam.

Berikut adalah lirik lagu “Pending Dulu” karya Iksan Skuter. Anda bisa mencarinya di kanal YouTube jika ingin mendengarkan lagu tersebut. Semoga Anda suka. Salam,

PENDING DULU

Keadaan sudah genting
Makin kacau bikin pusing
Marabahaya makin mendekat
Kawan-kawan kuajak merapat

Handphone berbunyi, telepon dari sang istri
Dia berkata harus cepat pulang
Karena hari sudah cukup malam
Sekalian juga titip beli martabak kesayangan

Maafkan aku kawan
Kurasa aku harus pamit dulu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Meditasi Selamatkan Hidup Saya
Menjadi Terbuka Itu Berbahaya | Catatan Akhir Tahun
Tags: aktivismahasiswaorganisasi kampus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Next Post

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co