14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 7, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

ENTAH mengapa, seorang kawan memasukkan saya dalam WhatsApp Group (WAG) yang berisi alumni sebuah faultas di sebuah universitas di Bali. Padahal saya bukan termasuk alumnus universitas tersebut. Bisa jadi, kawan saya bermaksud agar saya tahu tentang apa dan bagaimana kehidupannya dulu sebagai mahasiswa yang aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis, berikut kisah dan cerita yang menyertai itu semua.

Karena dari obrolan dalam WAG itu, saya tahu sebagian besar alumnus itu dulunya aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis,

Selang beberapa minggu berlalu, saya tidak lantas keluar dari WAG itu, memilih menjadi penyimak percakapan mereka. Beberapa kali ada yang mengirim foto-foto saat mereka menjadi mahasiswa, seperti sebuah nostalgia; dilanjutkan dengan obrolan tentang si A yang dulu begini, atau si B yang dulu begitu. Mereka kini telah berkeluarga, punya 2-3 anak, sementara kenangan masa lalu menyeruak menjadi hiburan di kala senggang di malam hari saat grup menjadi ramai.

Satu-dua anggota yang dulu dikenal sebagai ‘macan’ kampus, sebutan untuk ‘aktivis’, jika dulu banyak berdiskusi tentang kondisi negeri dengan teori-teori filsafat dari buku-buku ‘kiri’, sekarang obrolan lebih banyak tentang pekerjaan atau bisnis yang digeluti. Obrolan tentang pemikiran Karl Marx, Nietzsche, atau Tan Malaka pun berubah menjadi percakapan tentang ternak ikan lele yang punya prospek bagus, seiring menjamurnya warung lalapan yang makin digemari warga kota karena harganya terjangkau.

Mereka yang dulu yang dikenal ‘garang’, protes ini-itu, setelah tamat kuliah dan berkeluarga, aktivitas pun berubah—lebih memikirkan keluarga yang kebutuhannya bertambah banyak seiring waktu. Idealisme pun mesti bergeser menjadi pragmatisme; gaji atau penghasilan untuk menghidupi keluarga. Tidak ada lagi pertemuan rutin untuk berdiskusi atau sekadar ngopi dan ketawa-ketiwi, karena waktu dihabiskan untuk bekerja pada perusahaan atau membangun usaha sendiri dalam berbagai bidang. Kehidupan telah berubah, tidak lagi sama seperti dahulu.

Ada lagu bagus dari Iksan Skuter, musisi Indonesia yang sedang naik daun yang cocok menggambarkan keadaan ini. Lagu itu berjudul ‘Pending Dulu’, bercerita tentang tokoh ‘aku’ yang digambarkan sebagai ‘aktivis’ dan mengajak teman-temannya untuk merapat, karena melihat keadaan yang ‘genting dan membuat pusing’. Ia pun bertemu teman-temannya, hingga handphone-nya berbunyi–ada telepon dari istrinya yang menyuruhnya pulang karena hari sudah cukup malam. Tidak lupa sang istri menitip beli martabak kesayangan. Sang ‘aktivis’ pun dengan berat hati mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia mesti pamit dulu.

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Lagu ini dengan sangat baik menggambarkan kehidupan para mantan mahasiswa yang juga (mantan) aktivis yang kini telah berkeluarga, dengan dinamika masing-masing. ‘Revolusi’ yang menjadi kata ‘sakral’ kini mesti di-pending, ditunda dulu hanya karena istri (yang) mengharuskan pulang. Bisa lain waktu, oleh banyak sebab —salah satunya, babak kehidupan yang berbeda dari apa yang dulu digeluti sewaktu menjadi mahasiswa dan ‘macan kampus’.

Reuni atau apalah namanya, pun bisa menjadi (hanya) sekadar nostalgia tentang kebesaran dan kejayaan masa lalu. Kenangan yang diulang kembali sebagai bagian dari masa kini yang nyata dan mesti dihadapi. Bisa jadi sama, atau sebaliknya sangat berbeda dari teori dan pengalaman di kampus. Pencapaian orang kini hanya dilihat dari materi semata; rumah, mobil, gaji bulanan dengan besaran tertentu. Kita telah menjadi begitu materialis dan amat pragmatis.

Mungkin itu juga yang dirasakan Soe Hok-Gie, mahasiswa dan aktivis pada masa Orde Lama. Saat pemerintahan berganti, beberapa kawan-kawannya semasa kuliah dulu lalu terpilih menjadi anggota DPR. Berpakaian necis, rapi, dan wangi. Soe Hok-Gie sendiri memilih menjadi dosen di almamaternya, jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dalam film GIE (2005) tergambar bagaimana ia merasa terasing dan kesepian; mahasiswa tidak lagi sama dengan sewaktu ia kuliah dulu,. Kehilangan daya kritis, datang ke kampus hanya untuk mengikuti pelajaran demi memenuhi standar agar bisa mendapat nilai bagus agar cepat lulus.

Soe Hok-Gie menjadi amat frustrasi melihat itu semua. Mendaki gunung menjadi hiburan, untuk tidak menyebutnya sebagai sebuah pelarian, dari krisis jiwa yang ia alami dan rasakan. Hingga dirinya meninggal saat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur pada 16 Desember 1969 dalam usia yang teramat muda, 26 tahun.

Kisah hidup Soe Hok-Gie bisa menjadi gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa-aktivis: mesti siap kecewa dengan keadaan dimana idealisme yang dulu dipegang erat kini menjadi berubah seiring waktu berjalan. Terlebih saat para aktivis kemudian menjadi pejabat yang tidak jarang melakukan apa yang dulu mereka anggap ‘kotor’ dan ‘menjijikkan’: korupsi atau penyalahgunaan jabatan. Wallahualam.

Berikut adalah lirik lagu “Pending Dulu” karya Iksan Skuter. Anda bisa mencarinya di kanal YouTube jika ingin mendengarkan lagu tersebut. Semoga Anda suka. Salam,

PENDING DULU

Keadaan sudah genting
Makin kacau bikin pusing
Marabahaya makin mendekat
Kawan-kawan kuajak merapat

Handphone berbunyi, telepon dari sang istri
Dia berkata harus cepat pulang
Karena hari sudah cukup malam
Sekalian juga titip beli martabak kesayangan

Maafkan aku kawan
Kurasa aku harus pamit dulu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Meditasi Selamatkan Hidup Saya
Menjadi Terbuka Itu Berbahaya | Catatan Akhir Tahun
Tags: aktivismahasiswaorganisasi kampus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Next Post

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co