30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 7, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

ENTAH mengapa, seorang kawan memasukkan saya dalam WhatsApp Group (WAG) yang berisi alumni sebuah faultas di sebuah universitas di Bali. Padahal saya bukan termasuk alumnus universitas tersebut. Bisa jadi, kawan saya bermaksud agar saya tahu tentang apa dan bagaimana kehidupannya dulu sebagai mahasiswa yang aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis, berikut kisah dan cerita yang menyertai itu semua.

Karena dari obrolan dalam WAG itu, saya tahu sebagian besar alumnus itu dulunya aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis,

Selang beberapa minggu berlalu, saya tidak lantas keluar dari WAG itu, memilih menjadi penyimak percakapan mereka. Beberapa kali ada yang mengirim foto-foto saat mereka menjadi mahasiswa, seperti sebuah nostalgia; dilanjutkan dengan obrolan tentang si A yang dulu begini, atau si B yang dulu begitu. Mereka kini telah berkeluarga, punya 2-3 anak, sementara kenangan masa lalu menyeruak menjadi hiburan di kala senggang di malam hari saat grup menjadi ramai.

Satu-dua anggota yang dulu dikenal sebagai ‘macan’ kampus, sebutan untuk ‘aktivis’, jika dulu banyak berdiskusi tentang kondisi negeri dengan teori-teori filsafat dari buku-buku ‘kiri’, sekarang obrolan lebih banyak tentang pekerjaan atau bisnis yang digeluti. Obrolan tentang pemikiran Karl Marx, Nietzsche, atau Tan Malaka pun berubah menjadi percakapan tentang ternak ikan lele yang punya prospek bagus, seiring menjamurnya warung lalapan yang makin digemari warga kota karena harganya terjangkau.

Mereka yang dulu yang dikenal ‘garang’, protes ini-itu, setelah tamat kuliah dan berkeluarga, aktivitas pun berubah—lebih memikirkan keluarga yang kebutuhannya bertambah banyak seiring waktu. Idealisme pun mesti bergeser menjadi pragmatisme; gaji atau penghasilan untuk menghidupi keluarga. Tidak ada lagi pertemuan rutin untuk berdiskusi atau sekadar ngopi dan ketawa-ketiwi, karena waktu dihabiskan untuk bekerja pada perusahaan atau membangun usaha sendiri dalam berbagai bidang. Kehidupan telah berubah, tidak lagi sama seperti dahulu.

Ada lagu bagus dari Iksan Skuter, musisi Indonesia yang sedang naik daun yang cocok menggambarkan keadaan ini. Lagu itu berjudul ‘Pending Dulu’, bercerita tentang tokoh ‘aku’ yang digambarkan sebagai ‘aktivis’ dan mengajak teman-temannya untuk merapat, karena melihat keadaan yang ‘genting dan membuat pusing’. Ia pun bertemu teman-temannya, hingga handphone-nya berbunyi–ada telepon dari istrinya yang menyuruhnya pulang karena hari sudah cukup malam. Tidak lupa sang istri menitip beli martabak kesayangan. Sang ‘aktivis’ pun dengan berat hati mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia mesti pamit dulu.

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Lagu ini dengan sangat baik menggambarkan kehidupan para mantan mahasiswa yang juga (mantan) aktivis yang kini telah berkeluarga, dengan dinamika masing-masing. ‘Revolusi’ yang menjadi kata ‘sakral’ kini mesti di-pending, ditunda dulu hanya karena istri (yang) mengharuskan pulang. Bisa lain waktu, oleh banyak sebab —salah satunya, babak kehidupan yang berbeda dari apa yang dulu digeluti sewaktu menjadi mahasiswa dan ‘macan kampus’.

Reuni atau apalah namanya, pun bisa menjadi (hanya) sekadar nostalgia tentang kebesaran dan kejayaan masa lalu. Kenangan yang diulang kembali sebagai bagian dari masa kini yang nyata dan mesti dihadapi. Bisa jadi sama, atau sebaliknya sangat berbeda dari teori dan pengalaman di kampus. Pencapaian orang kini hanya dilihat dari materi semata; rumah, mobil, gaji bulanan dengan besaran tertentu. Kita telah menjadi begitu materialis dan amat pragmatis.

Mungkin itu juga yang dirasakan Soe Hok-Gie, mahasiswa dan aktivis pada masa Orde Lama. Saat pemerintahan berganti, beberapa kawan-kawannya semasa kuliah dulu lalu terpilih menjadi anggota DPR. Berpakaian necis, rapi, dan wangi. Soe Hok-Gie sendiri memilih menjadi dosen di almamaternya, jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dalam film GIE (2005) tergambar bagaimana ia merasa terasing dan kesepian; mahasiswa tidak lagi sama dengan sewaktu ia kuliah dulu,. Kehilangan daya kritis, datang ke kampus hanya untuk mengikuti pelajaran demi memenuhi standar agar bisa mendapat nilai bagus agar cepat lulus.

Soe Hok-Gie menjadi amat frustrasi melihat itu semua. Mendaki gunung menjadi hiburan, untuk tidak menyebutnya sebagai sebuah pelarian, dari krisis jiwa yang ia alami dan rasakan. Hingga dirinya meninggal saat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur pada 16 Desember 1969 dalam usia yang teramat muda, 26 tahun.

Kisah hidup Soe Hok-Gie bisa menjadi gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa-aktivis: mesti siap kecewa dengan keadaan dimana idealisme yang dulu dipegang erat kini menjadi berubah seiring waktu berjalan. Terlebih saat para aktivis kemudian menjadi pejabat yang tidak jarang melakukan apa yang dulu mereka anggap ‘kotor’ dan ‘menjijikkan’: korupsi atau penyalahgunaan jabatan. Wallahualam.

Berikut adalah lirik lagu “Pending Dulu” karya Iksan Skuter. Anda bisa mencarinya di kanal YouTube jika ingin mendengarkan lagu tersebut. Semoga Anda suka. Salam,

PENDING DULU

Keadaan sudah genting
Makin kacau bikin pusing
Marabahaya makin mendekat
Kawan-kawan kuajak merapat

Handphone berbunyi, telepon dari sang istri
Dia berkata harus cepat pulang
Karena hari sudah cukup malam
Sekalian juga titip beli martabak kesayangan

Maafkan aku kawan
Kurasa aku harus pamit dulu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Meditasi Selamatkan Hidup Saya
Menjadi Terbuka Itu Berbahaya | Catatan Akhir Tahun
Tags: aktivismahasiswaorganisasi kampus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Next Post

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails
Next Post
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co