8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pending Dulu, Revolusinya Tidak Jadi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 7, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

ENTAH mengapa, seorang kawan memasukkan saya dalam WhatsApp Group (WAG) yang berisi alumni sebuah faultas di sebuah universitas di Bali. Padahal saya bukan termasuk alumnus universitas tersebut. Bisa jadi, kawan saya bermaksud agar saya tahu tentang apa dan bagaimana kehidupannya dulu sebagai mahasiswa yang aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis, berikut kisah dan cerita yang menyertai itu semua.

Karena dari obrolan dalam WAG itu, saya tahu sebagian besar alumnus itu dulunya aktif bergiat di organisasi kampus, menjadi aktivis,

Selang beberapa minggu berlalu, saya tidak lantas keluar dari WAG itu, memilih menjadi penyimak percakapan mereka. Beberapa kali ada yang mengirim foto-foto saat mereka menjadi mahasiswa, seperti sebuah nostalgia; dilanjutkan dengan obrolan tentang si A yang dulu begini, atau si B yang dulu begitu. Mereka kini telah berkeluarga, punya 2-3 anak, sementara kenangan masa lalu menyeruak menjadi hiburan di kala senggang di malam hari saat grup menjadi ramai.

Satu-dua anggota yang dulu dikenal sebagai ‘macan’ kampus, sebutan untuk ‘aktivis’, jika dulu banyak berdiskusi tentang kondisi negeri dengan teori-teori filsafat dari buku-buku ‘kiri’, sekarang obrolan lebih banyak tentang pekerjaan atau bisnis yang digeluti. Obrolan tentang pemikiran Karl Marx, Nietzsche, atau Tan Malaka pun berubah menjadi percakapan tentang ternak ikan lele yang punya prospek bagus, seiring menjamurnya warung lalapan yang makin digemari warga kota karena harganya terjangkau.

Mereka yang dulu yang dikenal ‘garang’, protes ini-itu, setelah tamat kuliah dan berkeluarga, aktivitas pun berubah—lebih memikirkan keluarga yang kebutuhannya bertambah banyak seiring waktu. Idealisme pun mesti bergeser menjadi pragmatisme; gaji atau penghasilan untuk menghidupi keluarga. Tidak ada lagi pertemuan rutin untuk berdiskusi atau sekadar ngopi dan ketawa-ketiwi, karena waktu dihabiskan untuk bekerja pada perusahaan atau membangun usaha sendiri dalam berbagai bidang. Kehidupan telah berubah, tidak lagi sama seperti dahulu.

Ada lagu bagus dari Iksan Skuter, musisi Indonesia yang sedang naik daun yang cocok menggambarkan keadaan ini. Lagu itu berjudul ‘Pending Dulu’, bercerita tentang tokoh ‘aku’ yang digambarkan sebagai ‘aktivis’ dan mengajak teman-temannya untuk merapat, karena melihat keadaan yang ‘genting dan membuat pusing’. Ia pun bertemu teman-temannya, hingga handphone-nya berbunyi–ada telepon dari istrinya yang menyuruhnya pulang karena hari sudah cukup malam. Tidak lupa sang istri menitip beli martabak kesayangan. Sang ‘aktivis’ pun dengan berat hati mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia mesti pamit dulu.

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Lagu ini dengan sangat baik menggambarkan kehidupan para mantan mahasiswa yang juga (mantan) aktivis yang kini telah berkeluarga, dengan dinamika masing-masing. ‘Revolusi’ yang menjadi kata ‘sakral’ kini mesti di-pending, ditunda dulu hanya karena istri (yang) mengharuskan pulang. Bisa lain waktu, oleh banyak sebab —salah satunya, babak kehidupan yang berbeda dari apa yang dulu digeluti sewaktu menjadi mahasiswa dan ‘macan kampus’.

Reuni atau apalah namanya, pun bisa menjadi (hanya) sekadar nostalgia tentang kebesaran dan kejayaan masa lalu. Kenangan yang diulang kembali sebagai bagian dari masa kini yang nyata dan mesti dihadapi. Bisa jadi sama, atau sebaliknya sangat berbeda dari teori dan pengalaman di kampus. Pencapaian orang kini hanya dilihat dari materi semata; rumah, mobil, gaji bulanan dengan besaran tertentu. Kita telah menjadi begitu materialis dan amat pragmatis.

Mungkin itu juga yang dirasakan Soe Hok-Gie, mahasiswa dan aktivis pada masa Orde Lama. Saat pemerintahan berganti, beberapa kawan-kawannya semasa kuliah dulu lalu terpilih menjadi anggota DPR. Berpakaian necis, rapi, dan wangi. Soe Hok-Gie sendiri memilih menjadi dosen di almamaternya, jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dalam film GIE (2005) tergambar bagaimana ia merasa terasing dan kesepian; mahasiswa tidak lagi sama dengan sewaktu ia kuliah dulu,. Kehilangan daya kritis, datang ke kampus hanya untuk mengikuti pelajaran demi memenuhi standar agar bisa mendapat nilai bagus agar cepat lulus.

Soe Hok-Gie menjadi amat frustrasi melihat itu semua. Mendaki gunung menjadi hiburan, untuk tidak menyebutnya sebagai sebuah pelarian, dari krisis jiwa yang ia alami dan rasakan. Hingga dirinya meninggal saat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur pada 16 Desember 1969 dalam usia yang teramat muda, 26 tahun.

Kisah hidup Soe Hok-Gie bisa menjadi gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa-aktivis: mesti siap kecewa dengan keadaan dimana idealisme yang dulu dipegang erat kini menjadi berubah seiring waktu berjalan. Terlebih saat para aktivis kemudian menjadi pejabat yang tidak jarang melakukan apa yang dulu mereka anggap ‘kotor’ dan ‘menjijikkan’: korupsi atau penyalahgunaan jabatan. Wallahualam.

Berikut adalah lirik lagu “Pending Dulu” karya Iksan Skuter. Anda bisa mencarinya di kanal YouTube jika ingin mendengarkan lagu tersebut. Semoga Anda suka. Salam,

PENDING DULU

Keadaan sudah genting
Makin kacau bikin pusing
Marabahaya makin mendekat
Kawan-kawan kuajak merapat

Handphone berbunyi, telepon dari sang istri
Dia berkata harus cepat pulang
Karena hari sudah cukup malam
Sekalian juga titip beli martabak kesayangan

Maafkan aku kawan
Kurasa aku harus pamit dulu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

Revolusinya tidak jadi
Karena belum dikasih izin istri
Revolusinya di-pending dulu
Istri bilang bisa lain waktu

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Meditasi Selamatkan Hidup Saya
Menjadi Terbuka Itu Berbahaya | Catatan Akhir Tahun
Tags: aktivismahasiswaorganisasi kampus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Next Post

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails
Next Post
Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Pesona Pantai Kaliasem, Tak Kalah Cantik dengan Pantai Lovina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co