13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Inyong Adrian by Inyong Adrian
May 14, 2024
in Ulas Film
Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Film Galaksi (youtube)

DUNIA perfilman di Indonesia sepertinya mulai meledak ketika film bergenre romance yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dalam film Dilan 1990 diputar di tahun 2018. Film Dilan 1990 telah membuka gerbang dunia sastra yang dialihwahanakan menjadi sebuah film dan melahirkan film-film baru lainnya seperti Antares, Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara Dari Dilan, Balada Si Roy, Argantara, Jingga & Senja, dan Galaksi.

Saya punya alasan mengapa hanya film-film itu yang disebutkan, padahal banyak film-film bagus seperti Dear Nathan dan lainnya. Saya menggarisbawahi bahwa film yang disebutkan itu memiliki ciri khas dalam mengemas cerita yaitu: geng motor sebagai kata kunci.

Problematika saat ini adalah saya memandang bahwa seniman-seniman film sangat peka dalam menangkap isu dan kebutuhan anak-anak muda. Literasi semakin melemah karena fitur-fitur teknologi selalu memanjakan Gen Z. Buku tidak lagi berlaku sebagai motivasi meningkatkan daya literasi. Solusi yang paling efektif tentu melihat kebutuhan dalam belajar menggunakan literasi digital berupa film.

Pengalihwahanaan dari novel ke film berdampak saling menguntungkan. Tingginya minat tontonan film akan mempengaruhi pencarian sumber bacaan seperti novel.

Berbicara mengenai film Galaksi yang diperankan oleh Bryan Domani, cinta bukan sekadar tentang pacaran. Sebagai manusia yang berpikir dan memberikan pemahaman baru, cinta memiliki arti yang luas.

Sesuatu yang menonjol di film Galaksi dibandingkan film-film lainnya adalah cinta keluarga (non-romance) karena dikemas dengan alur yang tidak membosankan. Terlepas dari proses manajemen produksinya, saya patut mengapresiasi bahwa film Galaksi mampu mengemas dengan sederhana terkait kebutuhan anak muda bahkan sampai orang tua kita yaitu, pentingnya cinta keluarga.

Saya akan membahas mengenai cinta yang selalu dilupakan anak-anak muda yaitu, bentuk cinta keluarga. Dalam beberapa adegan di film Galaksi yang berhasil membuat saya merasakan tragika yang kuat yaitu, sentuhan emosional yang disebabkan oleh konflik kecil berpotensi besar. Lahirnya konflik diakibatkan oleh kematian sang ibu sebagai bentuk pondasi kasih sayang.

Ketidaknyamanan tokoh Galaksi dengan ayahnya membuat ia mendirikan kelompok geng motor bernama Ravispa sebagai pelampiasan atas kerinduan sosok ibu. Galaksi memiliki sosok yang tegas dan pantas mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Di balik sosok tegasnya, Galaksi dilatarbelakangi oleh faktor kebiasaan lingkungan keluarga pasca tanpa sosok ibu sehingga hubungan Galaksi dan ayah mulai memudar.

Melihat kebiasaan buruk Galaksi ketika di luar rumah dari perspektif ayah adalah sesuatu yang pasti. Pulang malam, tawuran, berpenampilan ugal-ugalan tentu adalah citra yang dimiliki geng motor. Kehilangan seorang istri, tentu membuat sang ayah trauma dan tidak mau hal itu terjadi pada Galaksi. Namun hubungan Galaksi dan sahabat lebih mendominasi ketimbang hubungan dengan keluarga.

Tentu saya juga pernah mengalami dan selalu berpikir siapakah yang paling penting antara sahabat dan keluarga. Saya merasakan betul kekuatan dahsyat dari rasa emosional yang disebabkan keluarga sangat berpengaruh terhadap keputusan tentang pihak mana yang lebih penting.

Orang tua kita dulu juga pernah bilang “jika kita mati atau kesusahan, siapa lagi yang akan membantu kita selain keluarga?”. Tentu, hal seperti itu juga saya saat menyaksikan di scene adegan akhir film Galaksi, bahwa bentuk cinta orang tua tidak hanya berbentuk kebahagiaan, kasih sayang, dan romantis. Di balik rasa amarahnya, orang tua selalu menyimpan rasa cinta  mendalam.

Jika Galaksi adalah pemimpin yang peduli dengan sahabatnya di geng motor Ravispa, maka sosok ayah adalah sosok pahlawan yang peduli kepada anak-anaknya.

Dari perspektif pacar Galaksi, saya selalu memposisikan diri sebagai manusia yang dewasa bahwa kita tidak perlu berpikir jauh untuk mendapatkan bentuk cinta yang masih bersifat erotis atau belum jelas kebenarannya. Mendapatkan pacar akan mudah digapai jika bentuk cinta kita terhadap keluarga tercapai. Terbukti di beberapa scene adegan film Galaksi, tingkat kekhawatiran tokoh pacar juga selalu menekankan kepada keluarga.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah pentingnya cinta keluarga. Sebagai orang tua, tentu harus memahami kebutuhan dan profil anak mengenai bagaimana cara mendidik sebagai orang tua dan tidak menggunakan ego pribadi. Pendapat anak yang terkadang benar selalu tertolak oleh orang tua karena memberlakukan aturan seperti etika keluarga.

Orang tua selalu berlindung diri dari posisinya yang lebih tua seperti beberapa ucapan yang pernah saya dengar yaitu, “kalau kamu melawan orang tua, kamu anak durhaka”.

Tentu masalah ini sebagai dorongan agar orang tua selalu berpikir dalam mendidik anak dan wajib hukumnya memahami psikologi, kebutuhan, dan kebiasaan. Sebaliknya, sebagai anak tentu harus menanamkan nilai moralitas dan sikap santun kepada orang yang lebih tua.

Intinya, cinta yang paling utama adalah cinta keluarga dalam membangun hidup yang lebih harmonis dan bukan mengutamakan cinta romance atau erotis yang sifatnya masih belum nyata. [T]

KKN di Desa Penari (2022): Belajar Tentang Menjaga Sebuah Etika
Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?
Tags: filmFilm Galaksiresensi filmreview film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meditasi Selamatkan Hidup Saya

Next Post

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Inyong Adrian

Inyong Adrian

Muhammad Hadriansyah, disapa Inyong Adrian. Lahir di Mataram, 17 April 2000. Seorang pegiat seni teater. Lulusan (S1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Menjadi ketua umum Teater Putih (2021) dan pelatih sanggar di Teater Mata hingga sekarang. Bergiat di Komunitas Akarpohon Mataram

Related Posts

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails
Next Post
Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co