4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Inyong Adrian by Inyong Adrian
May 14, 2024
in Ulas Film
Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Film Galaksi (youtube)

DUNIA perfilman di Indonesia sepertinya mulai meledak ketika film bergenre romance yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dalam film Dilan 1990 diputar di tahun 2018. Film Dilan 1990 telah membuka gerbang dunia sastra yang dialihwahanakan menjadi sebuah film dan melahirkan film-film baru lainnya seperti Antares, Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara Dari Dilan, Balada Si Roy, Argantara, Jingga & Senja, dan Galaksi.

Saya punya alasan mengapa hanya film-film itu yang disebutkan, padahal banyak film-film bagus seperti Dear Nathan dan lainnya. Saya menggarisbawahi bahwa film yang disebutkan itu memiliki ciri khas dalam mengemas cerita yaitu: geng motor sebagai kata kunci.

Problematika saat ini adalah saya memandang bahwa seniman-seniman film sangat peka dalam menangkap isu dan kebutuhan anak-anak muda. Literasi semakin melemah karena fitur-fitur teknologi selalu memanjakan Gen Z. Buku tidak lagi berlaku sebagai motivasi meningkatkan daya literasi. Solusi yang paling efektif tentu melihat kebutuhan dalam belajar menggunakan literasi digital berupa film.

Pengalihwahanaan dari novel ke film berdampak saling menguntungkan. Tingginya minat tontonan film akan mempengaruhi pencarian sumber bacaan seperti novel.

Berbicara mengenai film Galaksi yang diperankan oleh Bryan Domani, cinta bukan sekadar tentang pacaran. Sebagai manusia yang berpikir dan memberikan pemahaman baru, cinta memiliki arti yang luas.

Sesuatu yang menonjol di film Galaksi dibandingkan film-film lainnya adalah cinta keluarga (non-romance) karena dikemas dengan alur yang tidak membosankan. Terlepas dari proses manajemen produksinya, saya patut mengapresiasi bahwa film Galaksi mampu mengemas dengan sederhana terkait kebutuhan anak muda bahkan sampai orang tua kita yaitu, pentingnya cinta keluarga.

Saya akan membahas mengenai cinta yang selalu dilupakan anak-anak muda yaitu, bentuk cinta keluarga. Dalam beberapa adegan di film Galaksi yang berhasil membuat saya merasakan tragika yang kuat yaitu, sentuhan emosional yang disebabkan oleh konflik kecil berpotensi besar. Lahirnya konflik diakibatkan oleh kematian sang ibu sebagai bentuk pondasi kasih sayang.

Ketidaknyamanan tokoh Galaksi dengan ayahnya membuat ia mendirikan kelompok geng motor bernama Ravispa sebagai pelampiasan atas kerinduan sosok ibu. Galaksi memiliki sosok yang tegas dan pantas mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Di balik sosok tegasnya, Galaksi dilatarbelakangi oleh faktor kebiasaan lingkungan keluarga pasca tanpa sosok ibu sehingga hubungan Galaksi dan ayah mulai memudar.

Melihat kebiasaan buruk Galaksi ketika di luar rumah dari perspektif ayah adalah sesuatu yang pasti. Pulang malam, tawuran, berpenampilan ugal-ugalan tentu adalah citra yang dimiliki geng motor. Kehilangan seorang istri, tentu membuat sang ayah trauma dan tidak mau hal itu terjadi pada Galaksi. Namun hubungan Galaksi dan sahabat lebih mendominasi ketimbang hubungan dengan keluarga.

Tentu saya juga pernah mengalami dan selalu berpikir siapakah yang paling penting antara sahabat dan keluarga. Saya merasakan betul kekuatan dahsyat dari rasa emosional yang disebabkan keluarga sangat berpengaruh terhadap keputusan tentang pihak mana yang lebih penting.

Orang tua kita dulu juga pernah bilang “jika kita mati atau kesusahan, siapa lagi yang akan membantu kita selain keluarga?”. Tentu, hal seperti itu juga saya saat menyaksikan di scene adegan akhir film Galaksi, bahwa bentuk cinta orang tua tidak hanya berbentuk kebahagiaan, kasih sayang, dan romantis. Di balik rasa amarahnya, orang tua selalu menyimpan rasa cinta  mendalam.

Jika Galaksi adalah pemimpin yang peduli dengan sahabatnya di geng motor Ravispa, maka sosok ayah adalah sosok pahlawan yang peduli kepada anak-anaknya.

Dari perspektif pacar Galaksi, saya selalu memposisikan diri sebagai manusia yang dewasa bahwa kita tidak perlu berpikir jauh untuk mendapatkan bentuk cinta yang masih bersifat erotis atau belum jelas kebenarannya. Mendapatkan pacar akan mudah digapai jika bentuk cinta kita terhadap keluarga tercapai. Terbukti di beberapa scene adegan film Galaksi, tingkat kekhawatiran tokoh pacar juga selalu menekankan kepada keluarga.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah pentingnya cinta keluarga. Sebagai orang tua, tentu harus memahami kebutuhan dan profil anak mengenai bagaimana cara mendidik sebagai orang tua dan tidak menggunakan ego pribadi. Pendapat anak yang terkadang benar selalu tertolak oleh orang tua karena memberlakukan aturan seperti etika keluarga.

Orang tua selalu berlindung diri dari posisinya yang lebih tua seperti beberapa ucapan yang pernah saya dengar yaitu, “kalau kamu melawan orang tua, kamu anak durhaka”.

Tentu masalah ini sebagai dorongan agar orang tua selalu berpikir dalam mendidik anak dan wajib hukumnya memahami psikologi, kebutuhan, dan kebiasaan. Sebaliknya, sebagai anak tentu harus menanamkan nilai moralitas dan sikap santun kepada orang yang lebih tua.

Intinya, cinta yang paling utama adalah cinta keluarga dalam membangun hidup yang lebih harmonis dan bukan mengutamakan cinta romance atau erotis yang sifatnya masih belum nyata. [T]

KKN di Desa Penari (2022): Belajar Tentang Menjaga Sebuah Etika
Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?
Tags: filmFilm Galaksiresensi filmreview film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meditasi Selamatkan Hidup Saya

Next Post

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Inyong Adrian

Inyong Adrian

Muhammad Hadriansyah, disapa Inyong Adrian. Lahir di Mataram, 17 April 2000. Seorang pegiat seni teater. Lulusan (S1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Menjadi ketua umum Teater Putih (2021) dan pelatih sanggar di Teater Mata hingga sekarang. Bergiat di Komunitas Akarpohon Mataram

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co