1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meditasi Selamatkan Hidup Saya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
May 14, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

KETIKA banyak pikiran, dalam bahasa kekinian: overthinking, saya melakukan meditasi. Itu jelas kurang baik, karena (hanya) pada keadaan tertentu baru bermeditasi. Baiknya, meditasi dilakukan secara rutin, setiap hari, bisa di waktu pagi dan sore, atau malam sebelum tidur. Tidak perlu terlalu lama, cukup 30 menit. Bahkan, oleh psikiater senior yang juga seorang guru meditasi di Bali, Luh Ketut Suryani, disarankan meditasi  dilakukan tidak lebih dari 15 menit.

Terdapat banyak teknik meditasi. Saya menyukai meditasi dengan memperhatikan masuk dan keluarnya nafas. Kemudian mengulang-ulang “OM” selama beberapa menit. Lalu biasanya saya mendaraskan mantra Gayatri. “OM” diyakini sebagai pranava, sabda atau suara awal penciptaan semesta. Penelitian oleh NASA baru-baru ini membuktikan bahwa alam semesta selalu bergetar, mengeluarkan suara “OM”. Itu pula yang diketahui para resi ribuan tahun lalu. “OM” dipakai untuk mengawali sebuah mantra. Itu tentu bukanlah sebuah kebetulan.

Ajaran pertama meditasi datang dari ayah angkat saat saya berusia sekitar 6 tahun. Ketika sore saat kami duduk bersama di beranda rumah, beliau menyarankan saya untuk bersila dengan punggung tegak. “Jangan bungkuk,” kata beliau berulang kali. Saya mematuhinya. Setelah belasan tahun berlalu sewaktu saya intens mempelajari spiritualitas, saya baru sadar bahwa ayah angkat saya adalah guru pertama yang mengajari meditasi.

Saat ujian sekolah menjelang, misalnya, beliau tidak pernah bosan menyampaikan kepada saya untuk tenang dalam mengerjakan soal-soal ujian. Beliau menyuruh saya agar menarik lalu menghembuskan nafas secara perlahan sebelum ujian dimulai. Juga berdoa. Bukankah apa yang beliau sampaikan adalah ajaran mengenai meditasi? Beliau luar biasa, saya merasa amat bersyukur pernah diasuh olehnya. Budi-baik beliau selalu terkenang di hati.

Dalam kondisi tidak baik bahkan “kritis”, meditasi memberi saya ketenangan. Ada yang mengatakan, meditasi adalah antidot dari penyakit jiwa. Maksudnya, meditasi sangat membantu pemulihan gangguan mental seperti depresi, cemas berlebih, bipolar, skizofrenia, dan jenis gangguan mental lainnya yang kini banyak menghinggapi tidak hanya anak-anak muda namun juga para lansia. Isu kesehatan mental pun kini banyak diperbincangkan berbagai kalangan.

Meditasi, adalah pelengkap pengobatan. Bukan berarti sebagai pengganti obat-obatan medis. Bhagavan Shree Rajneesh atau juga dikenal dengan nama Osho (1931-1990), beliau adalah profesor ilmu filsafat yang kemudian mengabdikan diri menjadi guru spiritual, memandang obat dan meditasi sebagai praktik yang saling melengkapi untuk mencapai keutuhan. Seperti yang beliau katakan: “Medicine heals the body, meditation heals the soul”. Obat menyembuhkan tubuh, meditasi menyembuhkan jiwa.”

Osho membayangkan masa depan di mana rumah sakit mengintegrasikan meditasi bersama dengan pengobatan tradisional. Beliau percaya bahwa stres kronis dan pikiran yang terputus seringkali menjadi akar penyebab penyakit. Meditasi, dengan menenangkan pikiran dan meningkatkan kedamaian batin, berpotensi mencegah masalah ini.

Osho melihat meditasi sebagai cara untuk menumbuhkan gaya hidup sehat, sehingga mengurangi ketergantungan pada obat dalam jangka panjang. Beliau mengakui pentingnya obat untuk mengobati penyakit fisik. Namun, dia memperingatkan bahwa obat sering mengatasi gejala tanpa mengatasi faktor mental atau emosional yang mendasari yang mungkin berkontribusi pada penyakit tersebut.

Pendekatan Holistik

Osho meyakini, pengobatan dan meditasi dapat bekerja bersama. Rumah sakit akan menawarkan teknik meditasi bersama dengan metode pengobatan tradisional. Pendekatan holistik ini, dia percaya, akan mengarah pada proses penyembuhan yang lebih dalam. Penting untuk dicatat, beliau tidak menganjurkan untuk meninggalkan pengobatan sama sekali. Untuk kondisi tertentu, pengobatan sangat penting. Pandangannya berfokus pada integrasi meditasi dengan pengobatan untuk pendekatan yang lebih komprehensif terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

Beliau mengembangkan berbagai teknik meditasi, beberapa di antaranya cukup dinamis dan katarsis, yang bertujuan untuk melepaskan stres dan hambatan emosional. Anda dapat menemukan informasi tentang teknik ini melalui situs web Osho International (https://www.osho.com/).

Di Indonesia, ajaran Osho banyak diadaptasi dan dipraktikkan di Anand Ashram yang didirikan oleh Anand Krishna, guru spiritual keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah, pada 1956. Beliau sejak tahun 1990 mempopulerkan meditasi sebagai gaya hidup, termasuk sebagai pendekatan holistik dalam mengatasi berbagai penyakit kronis. Bahkan Anand Krishna sendiri pernah mengidap kanker darah atau leukemia yang kemudian sembuh juga dengan meditasi, selain pengobatan medis. Sejak itu beliau mengajak banyak orang untuk mulai meniti ke dalam diri, menekuni meditasi yang sejatinya bersifat universal tanpa sekat agama, ras, dan suku.

Saya pernah beberapa waktu aktif mengikuti program meditasi di Anand Krishna Centre, Kuta, Badung, Bali, dan merasakan bagaimana meditasi banyak membantu saya terutama soal kepercayaan diri, melakoni hidup dengan optimis,  manajemen stres, yang berguna tidak hanya di lingkungan kerja atau sekolah namun juga dalam kehidupan bermasyarakat. Setelah didera skizofrenia pada 2009, saya jarang sekali melakukan meditasi. Pemulihan hanya mengandalkan obat dari psikiater. Beberapa tahun setelah itu, saya baru kembali menekuni meditasi. Hasilnya, saya tidak lagi menyalahkan orang lain atas semua hal yang saya alami.

Sikap dan cara pandang tersebut membuat saya lebih ringan dan enteng menjalani hidup. Tidak ada lagi pertanyaan dan keluhan tentang apa yang terjadi di masa lalu termasuk mengapa orang tua kandung saya menitipkan saya pada paman dan bibi untuk diasuh dan dibesarkan. Itu poin yang membuat saya sejak kecil merasa “terbuang” dan disia-siakan. Setelah lima tahun masa pemulihan di mana saya kembali ke kampung halaman dan tinggal bersama orang tua kandung saya, rasanya itulah hikmah dari skizofrenia. Saya bisa mengenal ibu yang pernah mengandung saya, juga bapak yang rendah hati, penuh perhatian, yang terpukul ketika mengetahui anaknya mengalami gangguan mental. Beliau selalu memperhatikan dan menjaga saya kala itu. Itulah juga sebuah “meditasi” bagi saya. Ia, sekali lagi, menyelamatkan hidup saya. “Meditasi bukan apa yang kamu katakan, tetapi apa yang kamu lakukan,” kata Nanoq da Kansas yang juga guru sastra saya sewaktu remaja. Ia benar adanya. Pada akhirnya, apa yang kita lakukan sehari-hari, perlakuan kita kepada orang tua, saudara, kerabat, dan sahabat menunjukkan siapa kita sebenarnya; sejauh mana meditasi yang kita pelajari dari banyak “guru” dan juga tempat suci yang pernah kita ziarahi. Selamat bermeditasi. Salam damai dari saya, pembelajar meditasi. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA
Mengenal BISAHelpline, Layanan Pencegahan Bunuh Diri di Bali
Menjadi Terbuka Itu Berbahaya | Catatan Akhir Tahun
Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali
Tags: meditasiSchizophrenia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Panti Asuhan Destawan di Sawan Bersama Pemuda Lintas Agama

Next Post

Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Kemauan Film “Galaksi” dari Sudut Pandang Keluarga, Sahabat, dan Pacar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co