2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
April 30, 2023
in Feature
Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Kegiatan lansia yang tergabung dalam “Semeton Segara” di Pantai Sanur, Denpasar. | Foto: Dokumentasi Wayan Sukarma

LELAKI TUA ITU TAMPAK BERSEMANGAT menunjukkan ponsel pintarnya. Di layar terlihat foto dirinya bersama teman-temannya sesama lansia. Mereka tersenyum menghadap kamera, berjemur usai mandi di Pantai Sanur yang terletak di Kota Denpasar, Bali.

Wayan Sukarma, nama lelaki itu, adalah dosen pascasarjana sebuah universitas swasta terkenal di Denpasar. Tahun ini ia berusia 65 dan akan memasuki masa pensiun. Waktu banyak ia habiskan dengan mengunjungi pantai. Berendam, berjemur dan bercengkrama menjadi kebiasaan sejak beberapa bulan terakhir. Di sana, ia bertemu dengan para lansia yang juga punya kegemaran sama. Mereka akhirnya berteman. Dari pertemuan itu, Sukarma mendapatkan banyak cerita tentang kehidupan lansia di Bali.

“Beberapa dari mereka dulunya pejabat. Anak-cucu mereka sudah mandiri. Ada rasa kesepian dalam diri mereka. Perasaan itu berkurang saat kami rutin bertemu di pantai, seperti mendapatkan keluarga baru,” katanya.

Ada 15 lansia setiap pagi datang ke Pantai Sanur. Sukarma enggan menggunakan istilah komunitas. Ia lebih suka jika kegiatan rutin para lansia itu bersifat tidak mengikat dan mengalir. Ia lebih suka menyebutnya “Semeton Segara”, atau saudara yang bertemu di pantai.

“Ada saja yang membawa makanan dari rumah untuk dibagikan kepada lansia lain. Menarik saya lihat, soal kebutuhan lansia untuk berinteraksi dengan lansia lain. Bisa jadi di rumahnya mereka tidak mendapatkan itu,” jelas Sukarma,

Ia mulai rutin ke pantai atas saran dokter ketika setahun lalu ia mengalami cedera saat jatuh dari sepeda motor. Sejak rutin berendam dan berjemur di pantai, Sukarma merasakan perubahan yang signifikan pada kesehatannya.

“Bisa jadi secara psikologis karena saya sering tertawa bersama lansia lain seperti ada beban yang terlepas. Tentu juga karena air laut dan sinar matahari memberi manfaat bagi kesehatan kami,” kata pendidik dan penulis ini.


Pandemi

Apa yang dilakukan Sukarma dan teman-teman lansia-nya sebuah kebangkitan, mengingat selama Pandemi Covid-19 membuat warga tidak bisa keluar rumah. Jangankan ke pantai, untuk jalan di luar rumah saja tidak bisa karena saat itu diberlakukan pembatasan.

Nyoman Wirata (70) punya cerita berbeda. Saat Pandemi berlangsung, ia mencoba untuk tetap aktif berkarya. Wirata adalah pelukis yang juga penyair kenamaan di Bali.

“Walau Pandemi, saya tetap berkarya, baik melukis dan menulis. Perbedaannya, hanya pembatasan kegiatan warga masyarakat. Warga disarankan tidak bepergiaan jika tidak ada urusan mendesak. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bahkan dilakukan beberapa kali,” ujarnya.

Tak boleh keluar dan di rumah saja,  Wirata mengaku takut juga, mengingat ia punya keluarga, jikalau terpapar Covid-19. Upacara adat di kampung halaman juga tak diadakan sementara bahkan hingga dua tahun lamanya.

“Ada kerinduan bertemu kerabat yang syukurnya kini ada telepon pintar sehingga masih bisa berkomunikasi dengan mereka,” kenang Wirata

Protokol kesehatan saat pandemi tak pernah ia langgar. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun tak pernah absen ia lakukan.

 “Istri dan kedua anak saya selalu mengawasi, mereka khawatir jika saya sakit. Syukurlah semua bisa terlewati dengan baik, saya tetap dianugerahi kesehatan,” sebut Wirata.

Masa pensiun yang identik dengan rasa kesepian, post power syndrome dan perasaan hampa yang biasa menghinggapi manula pada umumnya tidak dirasakan Wirata.

Sang istri, Alit S. Rini juga seorang penyair dan mantan wartawati sebuah koran besar di Bali. Mereka menjadi teman diskusi yang intens dan saling melengkapi, juga memahami dunia kreatif masing-masing.

“Kami bersyukur bisa saling mengerti satu sama lain. Mungkin karena sesama pekerja seni, jadi waktu kami gunakan untuk berkarya dan membaca buku. Sesekali kami berjalan-jalan ke pantai untuk melepas penat,” ujar Wirata.

Ia menyarankan para lansia  untuk berkegiatan. Jika tidak di bidang seni bisa di bidang lainnya, semisal berkebun.

Hal tersebut, katanya, akan membuat lansia lebih sehat baik fisik maupun mental. Ia mengaku setiap hari juga menyempatkan waktu untuk berkebun di rumahnya.

“Itu memberi saya kesegaran baru, jika misalnya merasa jenuh dengan rutinitas melukis maupun menulis,” tukas pensiunan guru seni rupa tersebut.

Apa yang dilakukan Wirata dan Sukarma memang berlainan, tetapi sebenarnya punya benang merah yang sama. Lansia butuh wadah untuk aktualisasi diri. Semangat positif ini perlu terus dibangun dan didukung sebagai bentuk kolaborasi lansia dalam mengisi usia senja mereka.

Bangkit Bersama

Lansia di Bali memberi kita pelajaran untuk bangkit dari situasi sulit. Mereka adalah generasi tua yang penuh semangat. Sukarma misalnya, paham betul bahwa laut sesuai falsafah hidup manusia Bali adalah tempat akhir. Saat kematian tiba, jenazah akan di-aben atau dikremasi dan abu jenazah akan dilarung ke laut. Oleh Sukarma, kegiatan lansia di Pantai Sanur itu sering ia dokumentasikan dalam bentuk video pendek dan diunggah ke media sosial. Latar belakang musik yang pilih adalah gamelan, musik tradisional Bali khusus untuk upacara Ngaben atau perabuan.

“Bagi orang yang tidak mengerti akan menganggap aneh, padahal memang begitu adanya, mereka yang hidup pasti akan mati. Bagi kami masyarakat Bali, semua akan berakhir di laut,” tukasnya.

Kesadaran akan kematian, imbuhnya, membuat ia dan teman-temannya justru memberi vitamin jiwa untuk mengisi hari tua dengan hal-hal bermanfaat. Ada yang membuat yayasan sosial atau mengkoordinir kegiatan amal misalnya memberi bantuan pada siswa-siswi kurang mampu di Bali.

“Semua itu membuat kami bisa bersyukur atas rahmat yang diberikan Tuhan selain kesempatan untuk saling berbagi kepada sesama lansia. Kami saling menguatkan satu sama lain,” pungkas Sukarma

Selain rajin ke pantai, ia juga rutin membaca terutama buku-buku filsafat yang ia gandrungi sejak lama, Buku-buku itu ia beli dari toko buku online yang banyak ada di media sosial.

“Teman di media sosial saya banyak pedagang buku. Saat memesan buku, saya minta mereka untuk mengirim memakai JNE karena waktu pengiriman yang cepat dan aman. JNE sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia sehingga saya yakin akan kualitasnya,” ujar Sukarma.

Mandi di pantai, melukis, menulis puisi, dan membaca buku merupakan semangat yang diajarkan Wayan Sukarma, Nyoman Wirata, dan para lansia di Bali. Ini inspirasi bagi banyak orang, tak hanya kaum lansia, untuk bersemangat dan bangkit bersama, berkarya dengan riang-gembira. [T]

Jika Ingin Tahu Kehidupan Orang Bali, Masuklah ke Rumahnya – Dan, Itu Dilakukan Jokowi
Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri
Muda Berbagi: Urun Daya Anak Muda Bali Utara Hadapi Corona
Tags: balilansiaPantai Sanur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Next Post

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co