24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
March 27, 2024
in Esai
Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

Foto ilustrasi: Darma Permana

MENEPI sejenak dari hiruk pikuk duniawi, tulisan ini akhirnya lahir di tengah syahdunya malam yang wangi. Di tengah beberapa insan yang sudah mengembara di dunia mimpi, citta ini ternyata masih mengembara ke sana kemari.

Mengingat beberapa fenomena yang terlewati, budi ini akhirnya berujar: “Apa sesungguhnya makna dari semua ini?”    

Teringat beberapa hari lalu, ketika jiwa ini melihat lingkungan ruangan yang penuh canda tawa. Segala senyum tercurahkan, dan segala gelak dikeluarkan. Sungguh dunia yang menyenangkan. Bahkan seseorang yang memiliki jiwa lainnya berharap, hari tersebut tidak pernah terlewatkan.

Namun apa yang terjadi di hari kemudian? Waktu bak penguasa yang mampu mengubah segalanya. Ratapan tiba-tiba memenuhi setiap sudut ruangan. Kepala menunduk penuh ketidakpercayaan. Bahkan air mata tidak henti-hentinya keluar, bak air mancur yang bercucuran. Seseorang yang memiliki jiwa sama pun berharap, hari tersebut semoga cepat terlewatkan.

Setelah merenung dan meratapi fenomena ironi yang terjadi, tiba-tiba seluet memori muncul dalam sanubari. Memori yang memperlihatkan diri ini tengah duduk dan menyimak penjelasan dari seorang guru rohani. Empat kata sebagai untaian kalimat tiba-tiba keluar dari bibir beliau, yang samar-samar berbunyi: “SUKA-DUKA-LARA-PATI.”

‘Suka’ Datang pada Jiwa-jiwa yang Mampu Memeluk Semua

‘Suka’ sesungguhnya adalah bekal awal yang diterima manusia dalam kehidupan. Mengapa dikatakan demikian, karena sebagian besar manusia yang lahir dari rahim wanita dengan tangisan air mata, pada akhirnya menjadi penyebab dari lahirnya kebahagian tiada tara.

Walaupun tidak semua, hal itulah yang dikenal dengan ‘Suka’. Ia menjadinama lain dari kebahagiaan, keceriaan, serta sering disimbolisasikan dengan senyuman yang penuh canda tawa.

Seiring berjalannya usia, insan-insan selalu mendabakan kedatangan ‘Suka’. Ia bahkan dicari dan dikejar di dunia dengan segala macam cara. Terkadang ia berhasil digapai, namun tidak jarang juga usaha pengejaran tersebut mendatangkan hasil yang nista atau bahkan hal yang hampa.

Padahal, pada hakikatnya ‘Suka’ muncul pada orang yang mampu memeluk semua, dengan tangan terbuka. Itulah ‘Suka’, Sang Bekal Pertama!

‘Duka’ adalah Belahan Hati Sejati Sang ‘Suka’

Jika ‘Suka’ identik dengan kebahagiaan, ‘Duka’ menjadi ciri kebalikannya yang identik dengan kesedihan dan juga penderitaan. Tidak jarang, kehadiran ‘Duka’ juga diisi dengan ratapan dan air mata yang bercucuran.Meskipun kelihatan saling bertentangan, mereka pada hakikatnya tetap satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. 

Kesederhanaan pasangan ini tidak mudah diterima oleh isi dunia begitu saja.

Terkadang, dunia hanya bisa mampu menerima datangnya Sang ‘Suka’ dan menolak hadirnya Sang ‘Duka’. Padahal ‘Suka’ dan ‘Duka’ adalah entitas setia, yang akan selalu menyertai selama-lamanya. Mereka bagai dua sisi koin, siang dan malam, serta bergantinya musim panas dan dingin setiap masa. Itulah ‘Duka’, Sang Bekal yang menjadi belahan hati Sang ‘Suka’!

Suka dan Duka yang Terlalu Larut Mendatangkan ‘Lara’

Terlalu larut akan ‘Suka’ atau kebahagiaan bisa membawa malapetaka. Itulah kata guru rohani yang masih membekas hingga saat ini. Terlalu larut akan ‘Suka’ mampu membuat seseorang tidak pernah puas, membuat seseorang selalu merasa kurang, dan pada akhirnya membawa kesengsaraan untuk dirinya sendiri.

Itulah ‘Lara’ yang selalu dikaitkan dengan kemiskinan atau hidup susah, namun sesungguhnya manusia sendirilah yang menciptakan bekal tersebut.

Begitu juga apabila terlalu larut dengan ‘Duka’ atau kesedihan. Seseorang akan terjebak pada kehidupan yang tidak menyenangkan, serba dianggap kurang, dan menghukum dunia sebagai musuh yang tak bersahabat.

Pada akhirnya, rasa duka yang berlarut-larut turut mendatangkan dan melestarikyaan bekal kehidupan dalam dirinya yang disebut ‘Lara’. Jadi apa yang bisa menghilangkan bekal ‘Lara’?

Bekal Terakhir itu Bernama ‘Pati’!

Semua yang lahir ke dunia pasti akan mati! Entah duluan atau belakangan, semua akan mencapai garis finish pada akhir hidupnya nanti. Itulah Sang Bekal Terakhir, yang bernama ‘Pati’.

‘Pati’ adalah substansi yang tidak jarang menjadi bekal paling menakutkan. Ia juga menjadi bekal yang paling unik karena bisa menjadi sumber datangnya ketiga bekal lainnya.

Tidak jarang, ‘Pati’ juga menjadi pembongkar rahasia, pendobrak kehidupan, serta menjadi cermin asli siapa dan bagaimana sesungguhnya seseorang selama hidup di dunia.

Meskipun demikian, manusia tidak jarang abai atau tidak menyadari bekal ini. Bahkan ada yang berusaha menghindari atau melupakan bekal terakhir ini. Padahal di waktu yang tidak pasti nanti, ‘Pati’ bisa saja menghampiri, baik dengan wajah yang penuh misteri atau dengan wajah yang penuh berseri

Melalui penyelaman terhadap memori bersama guru rohani tersebut, bibir ini pada akhirnya mengeluarkan lengkungannya kembali. Segala kebingungan dan ratapan juga tiba-tiba hanyut keluar dari ingatan.

Semua ironi yang terlihat selama ini, juga semakin jelas untuk ditemukan titik terangnya.  “Jadi ini semua, hanya sekedar eksistensi dari empat bekal kehidupan tersebut ya?” ujar kalimat tersebut dalam sanubari.  [T]

BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya
Tags: filosofiFilosofi Sehathindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Countertransference” dan Kelemahan Dokter dalam Komunikasi Profesional

Next Post

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co