24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
January 13, 2024
in Khas
Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

Dokumentasi Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta Tahun 2018

FESTIVAL Seni Budaya Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung, adalah sebuah pesta keindahan akan seni budaya kearifan lokal yang telah menjelma menjadi primadona tak terbantahkan di tengah-tengah masyarakat di Desa Adat Kuta. Merupakan suatu event yang ditunggu-tunggu dengan penuh antusiasme, festival ini bukan sekadar pementasan seni budaya semata, melainkan juga simbol dari kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan ajeg di Kuta.

Desa Adat Kuta, dengan segala pesonanya, menjelma menyuguhkan panggung yang memukau dan melalui esai ini, kita akan menjelajahi sedikit sebelum lebih jauh masuk kedalam festival ini serta memahami bagaimana perayaan seni budaya ini telah menjadi pusat perhatian dan kebanggaan masyarakat Desa Adat Kuta.

Desa Adat Kuta dikenal sebagai sebuah oase modernitas yang menonjol, terutama karena peran krusialnya sebagai pintu gerbang utama bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara datang ke Bali. Terletak di kawasan yang strategis, Kuta tidak hanya memikat para wisatawan dengan keindahan alamnya, tapi juga sebagai pusat kegiatan pariwisata yang menawarkan kenyamanan dan hiburan. Di balik pesonanya, Kuta menjadi tidak hanya sekadar tempat tujuan wisata, namun juga jendela ke dunia Barat.

Sebagai pintu masuknya budaya Barat, Desa Adat Kuta menjadi sentral bagi pertemuan dan percampuran berbagai pengaruh budaya, menciptakan atmosfer yang unik dan beragam. Inilah yang membuat Desa Adat Kuta menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata, ia menjadi perpaduan harmonis antara tradisi yang kaya dan modernitas global yang terus berkembang.

Meskipun banyak asumsi yang beredar bahwa generasi muda Desa Adat Kuta telah terkontaminasi oleh budaya modern, namun saya menepis pandangan tersebut, karena kenyataannya generasi muda Desa Adat Kuta dengan kebanggaan akan warisan budaya mereka, telah secara gigih menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisional. Berbagai aktivitas budaya dan panggung seni yang mereka ciptakan menjadi bukti nyata bahwa akar budaya lokal tetap hidup dan berkembang. Salah satu puncaknya adalah Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, yang bukan hanya sekedar acara hiburan, tetapi juga sebagai wujud nyata semangat pelestarian budaya.

Festival ini menunjukkan bahwa generasi muda Desa Adat Kuta tidak hanya berkomitmen untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga memiliki kreativitas untuk membawanya ke tingkat yang baru, menciptakan ruang di mana budaya tradisi dan modern dapat berdampingan dengan harmonis. Sebagai suatu peristiwa yang dinanti-nantikan, festival ini membuktikan bahwa warisan budaya di Desa Adat Kuta tetap hidup dan bersemangat, menggugah kebanggaan akan identitas lokal di tengah arus modernisasi yang melanda.

I Gusti Raka Bawa, yang akrab disapa Agung Aji Dalang, sebagai salah satu penggagas Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta dirancang untuk merangkum dan menghidupkan tiga kegiatan budaya dan seni. Pertama, Festival Ogoh-Ogoh yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Adat Kuta dalam proses kreatifnya. Kedua, Jegeg Bungan Desa, sebuah ajang pemilihan putri terbaik Desa Adat Kata yang menggambarkan keanggunan dan keelokan perempuan Desa Adat Kuta, serta mendorong penghargaan terhadap perpempuan. Dan ketiga, Pasar Majelangu, sebuah arena di mana berbagai kuliner, hasil seni dan kerajinan tradisional dipamerkan dan mempromosikan ekonomi lokal.

Pemilihan Jegeg Bungan Desa, Desa Adat Kuta

Ketiga kegiatan budaya ini kemudian dikemas menjadi satu event tahunan, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Melalui festival ini, tidak hanya menyajikan hiburan semata, tetapi juga untuk membawa perhatian masyarakat lokal dan wisatawan terhadap kekayaan seni dan budaya Desa Adat Kuta. Dengan cara ini, festival tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan keceriaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya melestarikan dan menghidupkan kembali nilai-nilai seni dan budaya di Desa Adat Kuta.

Festival Ogoh-Ogoh Desa Adat Kuta

Pada tahun 2024, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta akan sepenuhnya dikelola oleh Sabha Yowana Desa Adat Kuta, hal ini menandakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, dengan kepercayaan penuh kepada generasi muda Desa Adat Kuta untuk mengelola dan mengembangkan acara ini. Sabha Yowana, yang dikenal dengan kreativitasnya, diharapkan dapat memberikan sentuhan segar dan inovatif pada festival ini, membuatnya lebih menarik dan relevan untuk khalayak luas.

Interaksi Sabha Yowana Desa Adat Kuta dengan salah satu wisatawan asing

Dengan jiwa kreativitas dan keahlian dalam manajemen event yang tidak diragukan, Sabha Yowana diharapkan dapat merancang festival ini dengan baik, memastikan kelancaran pelaksanaan setiap aspek, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta dan pengunjung. Keberhasilan festival ini menjadi tanggung jawab mereka, dan diharapkan bahwa peran mereka akan memotivasi pemuda lainnya untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan budaya di Desa Adat Kuta.

Melalui Sabha Yowana, festival seni budaya mendatang di Desa Adat Kuta dapat diharapkan akan menjadi suatu peristiwa yang luar biasa, mempromosikan kekayaan budaya lokal sambil memberikan platform bagi kreativitas dan bakat generasi muda.

Dengan penuh semangat dan kegembiraan, mari kita nantikan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Sebuah perayaan yang memukau, menciptakan keajaiban seni dan budaya, serta merangkul setiap aspek keindahan lokal.

Mari kita satukan doa restu untuk kesuksesan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta tahun ini. Semoga setiap aspeknya berjalan lancar, setiap sajian seni memberikan pesan yang mendalam, dan setiap pengunjung merasakan kekayaan budaya yang diwariskan dengan penuh kebanggaan. Doa restu ini menjadi bagian dari semangat persatuan kita untuk menjaga dan merayakan keindahan warisan budaya, memastikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi peristiwa tahunan, tetapi juga jejak yang abadi dalam memori dan tradisi Desa Adat Kuta. [T]

  • Tunggu tulisan berikutnya tentang keunikan festival ogoh-ogoh di Desa Adat Kuta dalam sajian Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta.
  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Gaya Bebadungan: Seharusnya atau Tidak Sebagai Barometer Festival Seni Budaya di Kabupaten Badung?
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental
Tags: BadungDesa Adat Kutafestival budayaKutaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tukang Sulih Suara dan Presiden yang Kehilangan Suaranya | Cerpen Hasan Aspahani

Next Post

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co