2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
June 17, 2023
in Esai
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental

Salah satu adegan dalam karya Teater Tanpa Tepi “Darma Luas” | Foto: Dok. Pribadi

MENJELANG DUA perhelatan akbar kesenian di Bali, yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) tahun 2023, “Segara Kerthi” menjadi topik utama sebagai wahana dalam beragam penyajian karya seni.

Dalam tulisan ini, penulis mencoba ikut mengeruk kedalaman samudra yang tidak terbatas untuk menemukan mutiara-mutiara indah yang perlu diangkat ke permukaan.

***

Seorang seniman hendaknya memahami tentang karya sastra, kearifan lokal, dan peka terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya baik dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan.

Merespon tematik “Segara Kerthi” memberikan rangsangan tumbuhnya ide dan gagasan penulis terhadap salah satu idiom dalam sastra tradisional Bali, yaitu segara tanpa tepi yangsecara harfiah memberikan sebuah gambaran tentang sesuatu tidak terbatas.

Ketertarikan penulis terhadap idiom segara tanpa tepi memberikan stimulus penulis untuk menciptakan karya seni dengan ide dan gagasan baru berdasarkan kearifan lokal tersebut.

Segara berarti samudra atau laut yang meliputi sebagian besar permukaan bumi, dan tanpa tepi berarti tidak berujung. Segara atau laut merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, karena memiliki sumber daya alam dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Berdasarkan telaah wawasan semesta makro dan mikrokosmos, penulis meyakini idiom segara tanpa tepi mengandung nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan, serta semestinya digali dan direpresentasikan sebagai sebuah hakikat tanpa batas yang dianalogikan ke dalam perspektif visual ujung samudra yang tidak bertepi.

Segara tanpa tepi merupakan sebuah idiom kearifan lokal yang memiliki kebenaran yang mutlak, karena jika berada pada satu titik di tepi samudra, maka akan tidak melihat ujung samudra lainnya dari titik di mana berada.

Penjelajahan terhadap idiom segara tanpa tepi, penulis mendapatkan sumber literatur seperti buku, manuskrip, yang menggunakan idiom segara tanpa tepi sebagai sebuah kata bermakna (wacana manggala) yang secara tidak langsung memberikan gambaran tentang eksistensi keberadan idiom segara tanpa tepi.

Segara tanpa tepi, melalui salah satu pemaknaan hasil penjelajahan penulis, menemukan sebuah konsep dalam penjelajahan terhadap daunental dalam karya Wayang Ental yang secara praktis dipahami melalui prinsip Luas, Mangumbara Mulih.

***

Luas merupakan fase penulis memberanikan diri untuk keluar dari ranah tradisi dan mencoba mengeksplorasi bahan baru sebagai medium dalam karya wayang masa kini, sehingga penulis menemukan daun ental untuk dijadikan sebuah karya seni wayang ental dua dimensi.

Fase tersebut penulis rasakan pada tahun 2016, saat memenuhi syarat tugas akhir di Program Studi Seni Pedalangan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Karya wayang ental tiga dimensi (2016) / Foto: Dok. Pribadi

Sedangkan Mangumbara merupakan fase ketidakpusan penulis dalam eksplorasi sebelumnya, sehingga penulis melakukan penjelajahan lebih jauh terhadap teknik wayang sebelumnya.

Dalam perjalanan tersebut, penulis mendapat kesempatan dalam pengembangan pengetahuan sehingga memformulasi penyajian karya wayang ental dua dimensi dengan memadukan teknik Bunraku—yaitu teknik permainan boneka dari Jepang—dan Tetikesan, teknik gerak wayang Bali serta bentuk wayang lebih distilirisasi dan menghasilkan karya wayang ental tiga dimensi (2018).

Karya wayang ental tiga dimensi (2018) / Foto: Dok. Pribadi

Ketika karya wayang ental tiga dimensi telah mencapai puncak penjelajahan estetisnya, penulis kembali (mulih) ke basis awal penulisan semula dan menyadari bahwa penjelajahan tersebut bermuara pada pendalaman nilai-nilai yang mengakar dan terjangkar dari tempatnya semula.

Inti konsep berpikir di atas bermakna apapun sejarah yang muncul dan mengisahkan tentang lahirnya wayang ental, hingga keberadaanya kini merupakan wacana falsafi yang merujuk pada ontologi (kebendaan) wayang.

Penulisan ragam wayang akan selalu kembali kepada “manusia” dan “pemikirannya” untuk “menanggapi” wayang tersebut.

Berdasarkan pernyataan di atas, penulis melakukan pembaruan terhadap penulisan wayang ental dengan mengembangkan teknik gerak wayang ental sebelumnya, yang menstilir gerak wantah dan maknawi wayang. Penulis melakukan eksplorasi lebih mendalam terhadap medium entalsebagai medium wayang yang digunakan mulai dari teknik pembuatan wayang, tata busana wayang, dan karakterisasi tokoh wayang. Eksplorasi tersebut melahirkan jenis wayang baru melalui konsep kreativitas tanpa batas.

Karya wayang ental tiga dimensi (2023) / Foto: Dok. Pribadi

Penjelajahan terhadap daun ental sebagai medium wayang berfokus pada pengolahan teknik yang tidak biasa seperti penggunaan teknik laser cutting untuk membuat pola, serta menggunakan teknik grafir untuk membuat volume dan penekanan pada fisik wayang. Selain itu, pengolahan daun ental juga berbeda dari wayang sebelumnya.[T]

Wayang “Menggugat” Festival Seni Bali Jani
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor
Tags: Budayaesaikesenian baliwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pedagang Musiman di Jalur Kilometer Enam Puluh Singaraja

Next Post

Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co