22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayang “Menggugat” Festival Seni Bali Jani

I Bagus Wijna Bratanatyam by I Bagus Wijna Bratanatyam
October 10, 2022
in Esai
Wayang “Menggugat” Festival Seni Bali Jani

Foto ilustrasi: Wayang listrik karya Made Sidia

Tahun 2022 ini, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) memasuki penyelenggaraan untuk yang keempat kalinya. Dilandasi spirit pemajuan seni modern, kontemporer dan karya seni bersifat inovatif, perhelatan seni yang digeliatkan sejak tahun 2019 dengan pengayoman oleh Pemda Bali tersebut mengusung konsep yang menggelorakan seni kekinian. Seperti halnya FSBJ IV ini, diharapkan akan hadir membiakkan karya seni yang mengibarkan konsep eksplorasi, eksperimentasi, lintas batas, kontekstual, dan kolaborasi.  

Sebuah bingkai tema Jaladhara Sasmita Danu Kerthi: Air Sumber Peradaban disodorkan pihak panitia sebagai pemantik inspirasi dan bingkai berekspresi dalam beragam rona kegairahan seni. Puspa warna ungkapan seni telah dirancang untuk dinikmati dan diapresiasi masyarakat penonton dalam festival yang digelar di Taman Budaya Bali pada tanggal 9 sampai dengan 23 Oktober ini.

Berkarya seni secara eksploratif banyak diacu oleh para pegiat seni di arena FSBJ. Kecenderungan penggarapan seni dalam wahana ideologi ini merupakan orientasi yang umum dianut oleh para kreator di Bali, termasuk ketika mendapatkan ruang penciptaan seni di FSBJ. Telah dipahami bahwa eksplorasi merupakan pencapaian seni inovatif berbasis kreativitas pribadi, sementara ide dan subjek eksplorasi tetap mengacu atau basis tradisi atau nilai lokal.

Jika menoleh ke belakang, kiprah sejumlah seniman Bali sangat kental dengan basis pengolahan estetika lokal yang ditawarkan sebagai seni kontemporer. Tengoklah misalnya  karya tari Setan Bercanda, 1978, besutan I Wayan Dibia, dimana elemen koreografi, tata busana, dan nuansa magisnya terinspirasi oleh wabah penyakit di Bali. Demikian pula dengan garapan musik Gema Eka Dasa Rudra, 1979, karya I Nyoman Astita, Terompong Beruk, 1982, oleh I Wayan Rai, Kosong, 1984, buah cipta I Ketut Gde Asnawa dan lain-lainnya, semuanya berangkat dari basis karawitan Bali.

Seni pedalangan Bali sebagai subjek eksplorasi, juga tidak sedikit yang dijadikan sumber penggarapan seni masa kini. Pada tahun 1988, dimulai oleh karya I Ketut Kodi dan Dewa Wicaksana dengan karya bertajuk Anugrah, I Made Sidia, 1990, Sumbah, I Gusti Sudarta, 1991, mengetengahkan Kama Salah dan lain-lainnya, tampil dengan media wayang (kulit) Bali yang secara artistik dipresentasikan dalam wajah multi media memberdayakan video, audio, dan tata lampu modern. Garapan wayang kontemporer multi media itu, belakangan, hampir setiap tahun menguak dari momentum ujian-ujian akhir S1 dan S2 garapan seniman muda kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Karya seni kontemporer dalam ekspresi tari, karawitan, dan pedalangan tersebut, sangat disayangkan, rata-rata, hanya bergairah semalam saja. Pada umumnya, hampir semuanya hanya  mengalami pentas pendana. Semuanya meletup temporer. Tak ada pengembangan kembali. Wadah untuk mengakomodasikan kalahirannya tak ada atau belum memberikan kesempatan untuk ujuk diri.

Kini, ketika menyembul pewadahan seni masa kini, syukur karya tari dan karawitan kontemporer yang berbasis nilai-nilai lokal telah menyelinap dan dipersilahkan tampil di FSBJ. Tetapi, seni pedalangan kontemporer, baik yang telah tercipta di masa lalu maupun yang khusus digarap dan digelar untuk FSBJ, kurang tampak, bahkan nyaris senyap.  Sejak awal digelindingkan pesta seni masa kini ini, pihak panitia atau mungkin juga kreator wayang kontemporer yang bertumbuh di perguruan tinggi seni dan sekolah menegah kujuruan seni belum terpanggil bereksplorasi dan berolah cipta menggunakan media wayang di tengah FSBJ.

Sebagai seni tradisi klasik, ada sebagian pandangan bahwasannya wayang sudah mentok. Padahal wayang tak pernah henti bertransformasi dalam pemahaman tradisi yang dinamis. Di tengah masyarakat Jawa misalnya yang penghayatannya terhadap jagat wayang begitu dalam, wayang sebagai media seni pedalangan terus menunjukkan pertanda dan penanda zamannya dengan beragam variasi wayang kekinian. Dinamika wayang sudah dipelopori oleh Walinganga, khususnya Sunan Kalijaga, ketika memanfaatkan wayang sebagai sarana dakwah agama Islam, dimana wayang kulit yang sebelumnya berikonografi realitis manusia, dityalisasi menjadi wayang beranatomi dekoratif.

Pada zaman modern, setelah kemerdekaan RI, wayang  tak hanya bertutur menggunakan lakon-lakon yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabharata saja namun dikembangkan dengan lakon masa kini, seperti tampak dalam Wayang Suluh dan Wayang Pancasila yang menampilkan para pahlawan nasional dalam pertunjukannya.

Perkembangan bahan baku wayang bukan hanya dibuat dari kulit sapi dan kerbau atau juga dari kayu (Wayang Golek dan Wayang Klitik), namun ada yang terbuat dari rumput seperti tampak pada Wayang Suket. Dalang yang terkenal membawakan Wayang Suket adalah Slamet Gundono, yang dalam penampilannya tak hanya menggunakan wayang yang terbuat dari rumput namun juga menokohkan figur-figur wayang dengan beragam media “kontemporer” yaitu buah-buahan seperti terong, mentimun, kacang panjang, sawi, pisang, rambutan  hingga apel.

Menyimak program acara pagelaran yang disuguhkan dalam FSBJ 2022,  tak tampak tertera adanya garapan eksploratif masa kini dengan menggunakan media wayang. Padahal secara empirik, di Bali, penjelajahan estetik dan artistik dalam presentasi kontemporer telah berlangsung sejak dua dasa warsa lalu, hingga kini. Walau demikian, terselip juga mata acara yang mengangkat mitos Dalang tersohor, dalam ungkapan drama modern persembahan sanggar seni Gita Mahardika, Sukawati, Gianyar.

Kurangnya kesempatan untuk ruang ekspresi wayang kontemporer selama ini di FSBJ, kiranya dalam kesempatan mendatang perlu menyediakan aksentuasi pada karya seni masa kini yang berpijak pada nilai-nilai lokal wayang, menjangkau skala nasional. Melalui tematik wayang kontemporer, masyarakat penonton akan memperoleh wawasan seni masa kini dengan konsep eksplorasi seni yang berorientasi dari nilai seni tradisi lokal, apakah itu wayang masa kini dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan tentu wayang kontemporer dari Bali.

Sebagai sebuah teater total yang berunsur tari, musik instrumental, drama, seni suara, seni rupa, sastra, seni tutur sarat falsafah yang oleh para peneliti asing diapresiasi sebagai seni pertunjukan yang terindah di dunia dan kemudian pada tahun 2003 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Agung Dunia, wayang terbukti memiliki potensi dan keluwesan beradaptasi dengan berbagai kemungkinan penggarapan seni kontemporer.

Seni pedalangan dengan media utama wayangnya,  begitu terbuka untuk dieksplorasi, amat menjanjikan dieksperimentasi, sungguh lapang dan ramah berinteraksi dengan aneka media, teramat lentur beririsan untuk dimuati kontekstualisasi, dan memiliki pancaran universal dalam toleransi berkesenian kolaboratif. “Gugatan” dari jagat wayang ini, kiranya, akan berkontribusi konstruktif demi berbinarnya karisma dan prestise FSBJ.  [T]

[][][]

BACA artikel lain tentang wayang

Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Sejarah Panjang Kemunculan Wayang
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022ISI Denpasarwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

A Letter to World Leaders

Next Post

“Sangaskara: Abimatrana Tirtha Dakara”, Ramuan Pentas yang Dihidupkan Komunitas Seni Arjuna Production

I Bagus Wijna Bratanatyam

I Bagus Wijna Bratanatyam

Dosen Seni Pedalangan ISI Denpasar

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
“Sangaskara: Abimatrana Tirtha Dakara”, Ramuan Pentas yang Dihidupkan Komunitas Seni Arjuna Production

“Sangaskara: Abimatrana Tirtha Dakara”, Ramuan Pentas yang Dihidupkan Komunitas Seni Arjuna Production

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co