3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
June 17, 2023
in Esai
Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Yuda, dkk, sedang menikmati Blue Lagoon | Foto: Dok. Dewa Ayu

APLIKASI TIKTOK menjadi salah satu alasan keempat remaja asal Kabupaten Karangasem untuk menjatuhkan pilihannya berlibur di kawasan Bali Utara, tepatnya Kecamatan Sukasada, yang jarak tempuhnya puluhan kilo dari tempat mereka tinggal.

Ya, belakangan ini, hampir seperempat dari waktu kita di sepanjang harinya, habis digunakan untuk berselancar di media sosial. Entah hanya untuk scrooling, chatting, mencari info terbaru, stalking orang, dan yang paling menarik, seperti yang dilakukan oleh Yuda dan ketiga teman-temannya, stalking tempat wisata di berbagai penjuru dunia.

Memang, tidak diragukan lagi, di zaman digital seperti saat ini, berlibur tidak lagi menjadi permasalahan, baik dari rute jalan, tempat wisata, atau penginapan, sudah bisa diakses dengan mudah. Sehingga, kita dapat berlibur sendiri, bersama keluarga, atau teman seperjuangan.

Oleh karena itu, dengan berbekal nama wisata alam yang akan dikunjungi, Yuda, dkk, menggunakan google maps sebagai penunjuk jalan, dan melajukan sepeda motornya tanpa ragu ke kota Singaraja—untuk mencari penginapan, yang dapat menampung mereka berempat.

Menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, tidak membuat keempat remaja tersebut mengurungkan niatnya untuk datang. “Kami berasal desa yang sama, sehingga bisa bersama-sama meminta izin menginap dan berangkat ke Singaraja kepada orang tua,” terang Yuda.

Hari kedua di Singaraja, Yuda dan kawan-kawan memutuskan mendatangi wisata air Blue Lagoon, yang berada di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

***

Sesampainya di sana,dengan langkah pasti, keempat remaja tersebut menapaki satu persatu tangga tanpa pembatas itu.

Rasa takjub tergambar dari raut wajah mereka berempat ketika melihat penampakan nyata air terjun—yang sebelumnya hanya bisa mereka lihat di media sosial. Memang, rasa lelah perjalanan tidak begitu terasa ketika sudah memandangi ciptaan Tuhan yang sempurna.

Mereka berempat meloncat dari satu batu besar ke batu besar lainnya, mudah saja, seperti bukan masalah bagi mereka. Mungkin, guna mempercepat langkah mencapai mata air Blue Lagoon.

Setelah sampai, mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Seorang di antaranya sibuk mengamati dan menikmati indahnya pemandangan yang terhampar dipandangan kedua mata.

Dua orang di atas batu besar, sibuk membuat konten Instagram (sepertinya) tentang menyeduh kopi di alam—seperti yang viral-viral itu.

Satu lagi lebih memilih duduk santai di atas batu besar, sambil menikmati sebatang rokok di tangan kanannya.

Yuda, mahasiswa ITP Markandeya Bangli itu, mengaku mengetahui wisata alam Blue Lagoon dari TikTok. “Tahu dari Tiktok, dan tidak kecewa juga nyampe di sini, ternyata tempatnya memang bagus, sejuk juga,” jelasnya, sambil membenarkan sedikit kacamata hitamnya yang mulai turun ke pangkal hidungnya.

Pendapat Yuda tentang Blue Lagoon memang bukan karangan semata. Saya sendiri, sebagai warga lokal kota Singaraja, merasa takjub dengan keindahan wisata air jernih kebiruan dengan tembing dan hijau tumbuhan itu.

 Melihat semua itu, lelahnya menuruni anak tangga sepertinya langsung sirna ketika dihadapkan dengan udara sejuk dan dinginnya air. Belum lagi tiket masuk yang tergolong tidak terlalu.

***

Wajar saja, Yuda, dkk, rela menempuh perjalanan selama tiga jam, dan mereka tidak merasa lelah—terlihat dari antusis mereka menelusuri salah satu air terjun di Singaraja—demi menikmati segar dan jernihnya air di Blue Lagoon.

“Ke sini memang niatnya berlibur. Kemarin berangkat jam 12 siang, sekitar jam setengah 3 sore sudah sampai. Ke penginapan sebentar, habis itu langsung ke Air Terjun Kroya,” kata yuda menjelaskan dengan semangat, sambil sibuk memperhatikan ketiga temannya—yang memilih berlompat dan bermain di wisata air yang mereka kenal dari media sosial itu.

Dan Nanda—salah satu teman Yuda yang ikut perjalanan Karangasem-Singaraja—mengaku, bahwa ini pertama kalinya ia ke Singaraja, dan sepertinya Singaraja akan menjadi tempat berlibur selanjutnya.

“Singaraja tempatnya bagus, adem juga. Wisata air terjunnya banyak yang bisa di kunjungi. Maunya ke wisata alam Gatep Lawas, bagus kayaknya ke sana, lihat-lihat juga waktuni di TikTok,” terangnya.

Orang-orang seperti Yuda, Nanda, dan dua temannya, bisa dibilang memanfaatkan media sosial dengan baik. Melihat ada tempat bagus di video TikTok, alih-alih hanya menyukai, mengomentari, atau hanya sekadar membagikan, lebih dari itu, mereka justru langsung mendatangi.

Ya memang, si, itu butuh keberanian dan biaya tentu saja. Hehehe. Tapi, pengalaman berkunjung secara langsung dengan hanya melihat di media sosial tentu rasanya jauh berbeda, kan.

Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah tertarik mendatangi wisata alam yang lewat di fyp seperti Yuda, dkk? Atau justru tetap rebahan dan lanjut scrolling TikTok seperti saya? Hehe.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Tags: media sosialPariwisataperjalananpetualangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental

Next Post

“Ekara” Nyoman Erawan’s Visual Verse

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Ekara” Nyoman Erawan’s Visual Verse

"Ekara" Nyoman Erawan's Visual Verse

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co