14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
January 13, 2024
in Khas
Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

Dokumentasi Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta Tahun 2018

FESTIVAL Seni Budaya Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung, adalah sebuah pesta keindahan akan seni budaya kearifan lokal yang telah menjelma menjadi primadona tak terbantahkan di tengah-tengah masyarakat di Desa Adat Kuta. Merupakan suatu event yang ditunggu-tunggu dengan penuh antusiasme, festival ini bukan sekadar pementasan seni budaya semata, melainkan juga simbol dari kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan ajeg di Kuta.

Desa Adat Kuta, dengan segala pesonanya, menjelma menyuguhkan panggung yang memukau dan melalui esai ini, kita akan menjelajahi sedikit sebelum lebih jauh masuk kedalam festival ini serta memahami bagaimana perayaan seni budaya ini telah menjadi pusat perhatian dan kebanggaan masyarakat Desa Adat Kuta.

Desa Adat Kuta dikenal sebagai sebuah oase modernitas yang menonjol, terutama karena peran krusialnya sebagai pintu gerbang utama bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara datang ke Bali. Terletak di kawasan yang strategis, Kuta tidak hanya memikat para wisatawan dengan keindahan alamnya, tapi juga sebagai pusat kegiatan pariwisata yang menawarkan kenyamanan dan hiburan. Di balik pesonanya, Kuta menjadi tidak hanya sekadar tempat tujuan wisata, namun juga jendela ke dunia Barat.

Sebagai pintu masuknya budaya Barat, Desa Adat Kuta menjadi sentral bagi pertemuan dan percampuran berbagai pengaruh budaya, menciptakan atmosfer yang unik dan beragam. Inilah yang membuat Desa Adat Kuta menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata, ia menjadi perpaduan harmonis antara tradisi yang kaya dan modernitas global yang terus berkembang.

Meskipun banyak asumsi yang beredar bahwa generasi muda Desa Adat Kuta telah terkontaminasi oleh budaya modern, namun saya menepis pandangan tersebut, karena kenyataannya generasi muda Desa Adat Kuta dengan kebanggaan akan warisan budaya mereka, telah secara gigih menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisional. Berbagai aktivitas budaya dan panggung seni yang mereka ciptakan menjadi bukti nyata bahwa akar budaya lokal tetap hidup dan berkembang. Salah satu puncaknya adalah Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, yang bukan hanya sekedar acara hiburan, tetapi juga sebagai wujud nyata semangat pelestarian budaya.

Festival ini menunjukkan bahwa generasi muda Desa Adat Kuta tidak hanya berkomitmen untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga memiliki kreativitas untuk membawanya ke tingkat yang baru, menciptakan ruang di mana budaya tradisi dan modern dapat berdampingan dengan harmonis. Sebagai suatu peristiwa yang dinanti-nantikan, festival ini membuktikan bahwa warisan budaya di Desa Adat Kuta tetap hidup dan bersemangat, menggugah kebanggaan akan identitas lokal di tengah arus modernisasi yang melanda.

I Gusti Raka Bawa, yang akrab disapa Agung Aji Dalang, sebagai salah satu penggagas Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta dirancang untuk merangkum dan menghidupkan tiga kegiatan budaya dan seni. Pertama, Festival Ogoh-Ogoh yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Adat Kuta dalam proses kreatifnya. Kedua, Jegeg Bungan Desa, sebuah ajang pemilihan putri terbaik Desa Adat Kata yang menggambarkan keanggunan dan keelokan perempuan Desa Adat Kuta, serta mendorong penghargaan terhadap perpempuan. Dan ketiga, Pasar Majelangu, sebuah arena di mana berbagai kuliner, hasil seni dan kerajinan tradisional dipamerkan dan mempromosikan ekonomi lokal.

Pemilihan Jegeg Bungan Desa, Desa Adat Kuta

Ketiga kegiatan budaya ini kemudian dikemas menjadi satu event tahunan, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Melalui festival ini, tidak hanya menyajikan hiburan semata, tetapi juga untuk membawa perhatian masyarakat lokal dan wisatawan terhadap kekayaan seni dan budaya Desa Adat Kuta. Dengan cara ini, festival tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan keceriaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya melestarikan dan menghidupkan kembali nilai-nilai seni dan budaya di Desa Adat Kuta.

Festival Ogoh-Ogoh Desa Adat Kuta

Pada tahun 2024, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta akan sepenuhnya dikelola oleh Sabha Yowana Desa Adat Kuta, hal ini menandakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, dengan kepercayaan penuh kepada generasi muda Desa Adat Kuta untuk mengelola dan mengembangkan acara ini. Sabha Yowana, yang dikenal dengan kreativitasnya, diharapkan dapat memberikan sentuhan segar dan inovatif pada festival ini, membuatnya lebih menarik dan relevan untuk khalayak luas.

Interaksi Sabha Yowana Desa Adat Kuta dengan salah satu wisatawan asing

Dengan jiwa kreativitas dan keahlian dalam manajemen event yang tidak diragukan, Sabha Yowana diharapkan dapat merancang festival ini dengan baik, memastikan kelancaran pelaksanaan setiap aspek, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta dan pengunjung. Keberhasilan festival ini menjadi tanggung jawab mereka, dan diharapkan bahwa peran mereka akan memotivasi pemuda lainnya untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan budaya di Desa Adat Kuta.

Melalui Sabha Yowana, festival seni budaya mendatang di Desa Adat Kuta dapat diharapkan akan menjadi suatu peristiwa yang luar biasa, mempromosikan kekayaan budaya lokal sambil memberikan platform bagi kreativitas dan bakat generasi muda.

Dengan penuh semangat dan kegembiraan, mari kita nantikan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Sebuah perayaan yang memukau, menciptakan keajaiban seni dan budaya, serta merangkul setiap aspek keindahan lokal.

Mari kita satukan doa restu untuk kesuksesan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta tahun ini. Semoga setiap aspeknya berjalan lancar, setiap sajian seni memberikan pesan yang mendalam, dan setiap pengunjung merasakan kekayaan budaya yang diwariskan dengan penuh kebanggaan. Doa restu ini menjadi bagian dari semangat persatuan kita untuk menjaga dan merayakan keindahan warisan budaya, memastikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi peristiwa tahunan, tetapi juga jejak yang abadi dalam memori dan tradisi Desa Adat Kuta. [T]

  • Tunggu tulisan berikutnya tentang keunikan festival ogoh-ogoh di Desa Adat Kuta dalam sajian Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta.
  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Gaya Bebadungan: Seharusnya atau Tidak Sebagai Barometer Festival Seni Budaya di Kabupaten Badung?
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental
Tags: BadungDesa Adat Kutafestival budayaKutaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tukang Sulih Suara dan Presiden yang Kehilangan Suaranya | Cerpen Hasan Aspahani

Next Post

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co