6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
January 13, 2024
in Khas
Mengukir Tradisi dan Kreativitas dalam Euforia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta

Dokumentasi Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta Tahun 2018

FESTIVAL Seni Budaya Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung, adalah sebuah pesta keindahan akan seni budaya kearifan lokal yang telah menjelma menjadi primadona tak terbantahkan di tengah-tengah masyarakat di Desa Adat Kuta. Merupakan suatu event yang ditunggu-tunggu dengan penuh antusiasme, festival ini bukan sekadar pementasan seni budaya semata, melainkan juga simbol dari kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan ajeg di Kuta.

Desa Adat Kuta, dengan segala pesonanya, menjelma menyuguhkan panggung yang memukau dan melalui esai ini, kita akan menjelajahi sedikit sebelum lebih jauh masuk kedalam festival ini serta memahami bagaimana perayaan seni budaya ini telah menjadi pusat perhatian dan kebanggaan masyarakat Desa Adat Kuta.

Desa Adat Kuta dikenal sebagai sebuah oase modernitas yang menonjol, terutama karena peran krusialnya sebagai pintu gerbang utama bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara datang ke Bali. Terletak di kawasan yang strategis, Kuta tidak hanya memikat para wisatawan dengan keindahan alamnya, tapi juga sebagai pusat kegiatan pariwisata yang menawarkan kenyamanan dan hiburan. Di balik pesonanya, Kuta menjadi tidak hanya sekadar tempat tujuan wisata, namun juga jendela ke dunia Barat.

Sebagai pintu masuknya budaya Barat, Desa Adat Kuta menjadi sentral bagi pertemuan dan percampuran berbagai pengaruh budaya, menciptakan atmosfer yang unik dan beragam. Inilah yang membuat Desa Adat Kuta menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata, ia menjadi perpaduan harmonis antara tradisi yang kaya dan modernitas global yang terus berkembang.

Meskipun banyak asumsi yang beredar bahwa generasi muda Desa Adat Kuta telah terkontaminasi oleh budaya modern, namun saya menepis pandangan tersebut, karena kenyataannya generasi muda Desa Adat Kuta dengan kebanggaan akan warisan budaya mereka, telah secara gigih menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisional. Berbagai aktivitas budaya dan panggung seni yang mereka ciptakan menjadi bukti nyata bahwa akar budaya lokal tetap hidup dan berkembang. Salah satu puncaknya adalah Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, yang bukan hanya sekedar acara hiburan, tetapi juga sebagai wujud nyata semangat pelestarian budaya.

Festival ini menunjukkan bahwa generasi muda Desa Adat Kuta tidak hanya berkomitmen untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga memiliki kreativitas untuk membawanya ke tingkat yang baru, menciptakan ruang di mana budaya tradisi dan modern dapat berdampingan dengan harmonis. Sebagai suatu peristiwa yang dinanti-nantikan, festival ini membuktikan bahwa warisan budaya di Desa Adat Kuta tetap hidup dan bersemangat, menggugah kebanggaan akan identitas lokal di tengah arus modernisasi yang melanda.

I Gusti Raka Bawa, yang akrab disapa Agung Aji Dalang, sebagai salah satu penggagas Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta dirancang untuk merangkum dan menghidupkan tiga kegiatan budaya dan seni. Pertama, Festival Ogoh-Ogoh yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Adat Kuta dalam proses kreatifnya. Kedua, Jegeg Bungan Desa, sebuah ajang pemilihan putri terbaik Desa Adat Kata yang menggambarkan keanggunan dan keelokan perempuan Desa Adat Kuta, serta mendorong penghargaan terhadap perpempuan. Dan ketiga, Pasar Majelangu, sebuah arena di mana berbagai kuliner, hasil seni dan kerajinan tradisional dipamerkan dan mempromosikan ekonomi lokal.

Pemilihan Jegeg Bungan Desa, Desa Adat Kuta

Ketiga kegiatan budaya ini kemudian dikemas menjadi satu event tahunan, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Melalui festival ini, tidak hanya menyajikan hiburan semata, tetapi juga untuk membawa perhatian masyarakat lokal dan wisatawan terhadap kekayaan seni dan budaya Desa Adat Kuta. Dengan cara ini, festival tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan keceriaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya melestarikan dan menghidupkan kembali nilai-nilai seni dan budaya di Desa Adat Kuta.

Festival Ogoh-Ogoh Desa Adat Kuta

Pada tahun 2024, Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta akan sepenuhnya dikelola oleh Sabha Yowana Desa Adat Kuta, hal ini menandakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, dengan kepercayaan penuh kepada generasi muda Desa Adat Kuta untuk mengelola dan mengembangkan acara ini. Sabha Yowana, yang dikenal dengan kreativitasnya, diharapkan dapat memberikan sentuhan segar dan inovatif pada festival ini, membuatnya lebih menarik dan relevan untuk khalayak luas.

Interaksi Sabha Yowana Desa Adat Kuta dengan salah satu wisatawan asing

Dengan jiwa kreativitas dan keahlian dalam manajemen event yang tidak diragukan, Sabha Yowana diharapkan dapat merancang festival ini dengan baik, memastikan kelancaran pelaksanaan setiap aspek, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta dan pengunjung. Keberhasilan festival ini menjadi tanggung jawab mereka, dan diharapkan bahwa peran mereka akan memotivasi pemuda lainnya untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan budaya di Desa Adat Kuta.

Melalui Sabha Yowana, festival seni budaya mendatang di Desa Adat Kuta dapat diharapkan akan menjadi suatu peristiwa yang luar biasa, mempromosikan kekayaan budaya lokal sambil memberikan platform bagi kreativitas dan bakat generasi muda.

Dengan penuh semangat dan kegembiraan, mari kita nantikan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta. Sebuah perayaan yang memukau, menciptakan keajaiban seni dan budaya, serta merangkul setiap aspek keindahan lokal.

Mari kita satukan doa restu untuk kesuksesan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta tahun ini. Semoga setiap aspeknya berjalan lancar, setiap sajian seni memberikan pesan yang mendalam, dan setiap pengunjung merasakan kekayaan budaya yang diwariskan dengan penuh kebanggaan. Doa restu ini menjadi bagian dari semangat persatuan kita untuk menjaga dan merayakan keindahan warisan budaya, memastikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi peristiwa tahunan, tetapi juga jejak yang abadi dalam memori dan tradisi Desa Adat Kuta. [T]

  • Tunggu tulisan berikutnya tentang keunikan festival ogoh-ogoh di Desa Adat Kuta dalam sajian Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta.
  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Gaya Bebadungan: Seharusnya atau Tidak Sebagai Barometer Festival Seni Budaya di Kabupaten Badung?
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental
Tags: BadungDesa Adat Kutafestival budayaKutaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tukang Sulih Suara dan Presiden yang Kehilangan Suaranya | Cerpen Hasan Aspahani

Next Post

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Mengajarkan Siswa Cara Memilah dan Mengolah Sampah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co