23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez by Rony Fernandez
December 23, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez

PEMAKAMAN

tembakan salvo
memecah keheningan
saat peti mati dipeluk bumi

hujan menghujam tanah
derunya menyamarkan tangisan

rampai menyelimuti gundukan
menahan aroma bangkai
dari dalam tanah
agar yang tak boleh dihirup
tetap tak tercium

cahaya lilin menyinari pelataran makam
penerang jalan ke api penyucian

ketika hari ketiga
anak-anak berlarian di luar rumah
membicarakan kematian dengan riang
saat para tetua
merapalkan doa penuh duka

SENJA

senja yang larut
ke pelukan cakrawala
bayangannya masuk ke sela
reruntuhan rumah kita

angin malam menerpa rangka kayu
menjatuhkan sisa abu dan bara api
ke lantai dan dinding muram

telah kita sangsikan kemarahan lidah api
dengan memegang janji
air hidup dari hujan setiap natal

namun tak ada lagi bisa dijadikan
peneduh saat ini
angin melipat caya di malam hari
udara dingin memeluk kita

MERUNCINGKAN BAMBU
: Aloy Zenda

setelah angin barat membawa kabar duka
tentang rumah dilalap kobaran api
yang disulut gerombolan
ia sangkutkan sangkur pada kopel di pinggang
bambu yang runcing erat digenggam

dibacanya kredo masa perang
: ketegangan memantik cahaya keberanian kian terang

tak peduli kematian
selama hulubalang di depan ditikam bambu runcing depan
pasukan di belakang diyakininya berlarian

TANAH KELUARGA
: Aloy Zenda

sehabis perang, kau menetap dari tanah ke tanah
pinjaman tuanmu yang taat perintah atasan

jelang pensiun, dingin mencengkeram lehermu
tak ada emas di saku, hanya uang logam berselimut kertas

anak-anakmu yang terlambat lahir butuh peneduh
dari sengatan matahari dan sayatan pandangan tetangga

kau sadari waktu tak pernah mudah ditawar
meski kau ancam dengan mata sangkur

di tengah kegamangan, mertua datang ketakutan
dikejar pencari utang yang ingin merampas tanah keluarga

agar tanah tak berpindah tangan
kau serahkan sisa-sisa uangmu

kau diberi sepetak tanah
untuk membangun keluarga muda di usia senja

dunia memang tak tertebak
mertuamu mangkat, kau juga ikutan

para keluarga berubah jadi hiena saling bertengkar
merebut tanah yang menyerupa sebongkah daging domba

kelak kau sadar, tak pernah ada undi paling adil
untuk membagi makanan di hadapan perut lapar

PERSIAPAN PERANG

pergantian milenium menghapus jejak ingatan
perang seroja di perbatasan negara
sangkurmu telah kau istirahatkan
ia terlelap di laci lemari baju

“sudah tak ada lagi luka perang!”

batinmu, kala menimang anak terakhir
saat purna hormat bagimu dari barak-barak

ketakutan dan bayangan luka tak lagi hinggap di kepalamu
pada malam-malam sunyi di rumah pinggir sawah ini
yang mengingatkan kenangan terhadap belantara hutan

namun dunia penuh kejutan dan hentakan
musuh datang dari tetangga terdekat
setelah tersiar kabar dan selebaran
penghangusan keturunan

kau harus bangunkan sangkurmu
ada yang perlu dilindungi lagi
walau segalanya akan sia-sia
setelah rumah terakhirmu hangus saat kau
belum menghunus sangkurmu

MIOPIA

orang-orang buruk rupa gemar mengejar
terutama jika kau lengah, lupa memicingkan mata
miopia suka tiba-tiba menghinggap
membuatmu kerap salah menyapa

meski doa-doamu tak selamanya bisa ditera
ada yang selalu sulit ditatap
dari tatapanmu
mulai menumpul

PERAYAAN

ketika anggur dingin dituang
dalam cawan
aromanya menguap perlahan
menyatu bersama dupa dan asap lilin
dari meja doa

segala jerih payah
telah disembahkan
dalam rupa anggur merah

tetua terbatuk-batuk
saat asam anggur
mencengkeram lehernya
yang disesaki doa

DI PENGUNGSIAN

gambar masa silam berkelabat
sebuah petang di barak tentara
di kota sedang terjadi huru hara
gerombolan membakar tempat ibadah

rumah kami turut disatroni
isinya dibagi tanpa undi
angin membawa kabar duka
lidah api menjilati habis rumah kami

di barak tentara ini
langit diselimuti gelap
kami berlindung dalam naungan atap garasi
sembari merapalkan doa
meminta api tidak melalap tempat terakhir kami

TAMU MALAM HARI

malam menyelimuti rumah pinggir sawah
angin meniup batang padi menimbulkan gemerisik
seakan berbisik: sesuatu tak terlihat akan tetap terdengar

lolongan anjing menembus jendela
menghantarkan kain putih melayang
berdiam di atap rumah kami

ada debam terdengar dari pekarangan
seperti buah mangga dan nangka
jatuh bersamaan

kami menyenter keluar
seonggok tubuh bersimpuh di pematang
samar samar di balik pagar tanaman

“tiang numpang liwat.”
ujarnya, udara pecah sesaat

semuanya sunyi kembali
di dada kami ada jemari
terus menggelitik

RUMAH YANG TERENGGUT

kesiur angin tak terdengar lagi
di rumah tepian sawah ini
atap kayu telah dibawa lari angin
dinding terkelupas
bangku bangku luruh
menjadi serbuk di lantai
ranjang besi lesap digerogoti karat
dua kompor minyak tanah di dapur
menghanguskan diri mereka sendiri

rumah ini tak pernah lagi menjadi rumah
jika tak bisa menjaga kepala
dari sengatan matahari
atau jadi perisai
halau gempuran hujan
hanya tersisa dinding muram
tak lagi jadi peraduan

RUMAH TUA

rumah tertua di monjok
memeluk tubuh nenek bermata rabun
angin menembus dinding bedek
menggetarkan badan rentanya

atap rumpang
menjatuhkan jarum air
ke rambut putih nenek saat hujan

jika terik, silau menembus mata rabun
membantu nenek melihat cucu-cicitnya
yang gemar datang pada keheningan siang

lantai semen serupa karpet
tempat nenek merangkak ke jeding

nenek gemar menggaruk-garuk lantai
mengubur giginya yang tanggal semalam
sembari merapalkan doa
agar kehidupan tetap tumbuh

ALMANAK

setiap angka terduduk diam
saat waktu terus berlarian mengejar
tubuh yang tak gemar perayaan

akhir baris serupa oasis bagi para buruh
jeda bagi diri yang letih dicekik
gaji rendah dan daftar utang

upacara kelahiran dan kematian kerap dirayakan
diawali keriangan tak tertebak
diakhiri kegamangan tak tergapai

  • KLIK untuk BACA PUISI-PUISI LAIN
Puisi-puisi Rony Fernandez | Roti di Meja Keluarga
Puisi-Puisi Heza Hara | Menjelang Subuh
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketidakadilan Perayaan Hari Ibu

Next Post

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Rony Fernandez

Rony Fernandez

Bernama lengkap Atanasius Rony Fernandez. Lahir di Mataram, Lombok. Puisinya dimuat di sejumlah media massa antara lain Media Indonesia, Indopos, Sumut Pos, Suara NTB, dan lainnya. Puisinya juga termaktub dalam beberapa antologi bersama. Bekerja sebagai wartawan di Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co