14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez by Rony Fernandez
December 23, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez

PEMAKAMAN

tembakan salvo
memecah keheningan
saat peti mati dipeluk bumi

hujan menghujam tanah
derunya menyamarkan tangisan

rampai menyelimuti gundukan
menahan aroma bangkai
dari dalam tanah
agar yang tak boleh dihirup
tetap tak tercium

cahaya lilin menyinari pelataran makam
penerang jalan ke api penyucian

ketika hari ketiga
anak-anak berlarian di luar rumah
membicarakan kematian dengan riang
saat para tetua
merapalkan doa penuh duka

SENJA

senja yang larut
ke pelukan cakrawala
bayangannya masuk ke sela
reruntuhan rumah kita

angin malam menerpa rangka kayu
menjatuhkan sisa abu dan bara api
ke lantai dan dinding muram

telah kita sangsikan kemarahan lidah api
dengan memegang janji
air hidup dari hujan setiap natal

namun tak ada lagi bisa dijadikan
peneduh saat ini
angin melipat caya di malam hari
udara dingin memeluk kita

MERUNCINGKAN BAMBU
: Aloy Zenda

setelah angin barat membawa kabar duka
tentang rumah dilalap kobaran api
yang disulut gerombolan
ia sangkutkan sangkur pada kopel di pinggang
bambu yang runcing erat digenggam

dibacanya kredo masa perang
: ketegangan memantik cahaya keberanian kian terang

tak peduli kematian
selama hulubalang di depan ditikam bambu runcing depan
pasukan di belakang diyakininya berlarian

TANAH KELUARGA
: Aloy Zenda

sehabis perang, kau menetap dari tanah ke tanah
pinjaman tuanmu yang taat perintah atasan

jelang pensiun, dingin mencengkeram lehermu
tak ada emas di saku, hanya uang logam berselimut kertas

anak-anakmu yang terlambat lahir butuh peneduh
dari sengatan matahari dan sayatan pandangan tetangga

kau sadari waktu tak pernah mudah ditawar
meski kau ancam dengan mata sangkur

di tengah kegamangan, mertua datang ketakutan
dikejar pencari utang yang ingin merampas tanah keluarga

agar tanah tak berpindah tangan
kau serahkan sisa-sisa uangmu

kau diberi sepetak tanah
untuk membangun keluarga muda di usia senja

dunia memang tak tertebak
mertuamu mangkat, kau juga ikutan

para keluarga berubah jadi hiena saling bertengkar
merebut tanah yang menyerupa sebongkah daging domba

kelak kau sadar, tak pernah ada undi paling adil
untuk membagi makanan di hadapan perut lapar

PERSIAPAN PERANG

pergantian milenium menghapus jejak ingatan
perang seroja di perbatasan negara
sangkurmu telah kau istirahatkan
ia terlelap di laci lemari baju

“sudah tak ada lagi luka perang!”

batinmu, kala menimang anak terakhir
saat purna hormat bagimu dari barak-barak

ketakutan dan bayangan luka tak lagi hinggap di kepalamu
pada malam-malam sunyi di rumah pinggir sawah ini
yang mengingatkan kenangan terhadap belantara hutan

namun dunia penuh kejutan dan hentakan
musuh datang dari tetangga terdekat
setelah tersiar kabar dan selebaran
penghangusan keturunan

kau harus bangunkan sangkurmu
ada yang perlu dilindungi lagi
walau segalanya akan sia-sia
setelah rumah terakhirmu hangus saat kau
belum menghunus sangkurmu

MIOPIA

orang-orang buruk rupa gemar mengejar
terutama jika kau lengah, lupa memicingkan mata
miopia suka tiba-tiba menghinggap
membuatmu kerap salah menyapa

meski doa-doamu tak selamanya bisa ditera
ada yang selalu sulit ditatap
dari tatapanmu
mulai menumpul

PERAYAAN

ketika anggur dingin dituang
dalam cawan
aromanya menguap perlahan
menyatu bersama dupa dan asap lilin
dari meja doa

segala jerih payah
telah disembahkan
dalam rupa anggur merah

tetua terbatuk-batuk
saat asam anggur
mencengkeram lehernya
yang disesaki doa

DI PENGUNGSIAN

gambar masa silam berkelabat
sebuah petang di barak tentara
di kota sedang terjadi huru hara
gerombolan membakar tempat ibadah

rumah kami turut disatroni
isinya dibagi tanpa undi
angin membawa kabar duka
lidah api menjilati habis rumah kami

di barak tentara ini
langit diselimuti gelap
kami berlindung dalam naungan atap garasi
sembari merapalkan doa
meminta api tidak melalap tempat terakhir kami

TAMU MALAM HARI

malam menyelimuti rumah pinggir sawah
angin meniup batang padi menimbulkan gemerisik
seakan berbisik: sesuatu tak terlihat akan tetap terdengar

lolongan anjing menembus jendela
menghantarkan kain putih melayang
berdiam di atap rumah kami

ada debam terdengar dari pekarangan
seperti buah mangga dan nangka
jatuh bersamaan

kami menyenter keluar
seonggok tubuh bersimpuh di pematang
samar samar di balik pagar tanaman

“tiang numpang liwat.”
ujarnya, udara pecah sesaat

semuanya sunyi kembali
di dada kami ada jemari
terus menggelitik

RUMAH YANG TERENGGUT

kesiur angin tak terdengar lagi
di rumah tepian sawah ini
atap kayu telah dibawa lari angin
dinding terkelupas
bangku bangku luruh
menjadi serbuk di lantai
ranjang besi lesap digerogoti karat
dua kompor minyak tanah di dapur
menghanguskan diri mereka sendiri

rumah ini tak pernah lagi menjadi rumah
jika tak bisa menjaga kepala
dari sengatan matahari
atau jadi perisai
halau gempuran hujan
hanya tersisa dinding muram
tak lagi jadi peraduan

RUMAH TUA

rumah tertua di monjok
memeluk tubuh nenek bermata rabun
angin menembus dinding bedek
menggetarkan badan rentanya

atap rumpang
menjatuhkan jarum air
ke rambut putih nenek saat hujan

jika terik, silau menembus mata rabun
membantu nenek melihat cucu-cicitnya
yang gemar datang pada keheningan siang

lantai semen serupa karpet
tempat nenek merangkak ke jeding

nenek gemar menggaruk-garuk lantai
mengubur giginya yang tanggal semalam
sembari merapalkan doa
agar kehidupan tetap tumbuh

ALMANAK

setiap angka terduduk diam
saat waktu terus berlarian mengejar
tubuh yang tak gemar perayaan

akhir baris serupa oasis bagi para buruh
jeda bagi diri yang letih dicekik
gaji rendah dan daftar utang

upacara kelahiran dan kematian kerap dirayakan
diawali keriangan tak tertebak
diakhiri kegamangan tak tergapai

  • KLIK untuk BACA PUISI-PUISI LAIN
Puisi-puisi Rony Fernandez | Roti di Meja Keluarga
Puisi-Puisi Heza Hara | Menjelang Subuh
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketidakadilan Perayaan Hari Ibu

Next Post

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Rony Fernandez

Rony Fernandez

Bernama lengkap Atanasius Rony Fernandez. Lahir di Mataram, Lombok. Puisinya dimuat di sejumlah media massa antara lain Media Indonesia, Indopos, Sumut Pos, Suara NTB, dan lainnya. Puisinya juga termaktub dalam beberapa antologi bersama. Bekerja sebagai wartawan di Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co