14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez by Rony Fernandez
December 23, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Rony Fernandez | Pemakaman, Senja, Persiapan Perang

Rony Fernandez

PEMAKAMAN

tembakan salvo
memecah keheningan
saat peti mati dipeluk bumi

hujan menghujam tanah
derunya menyamarkan tangisan

rampai menyelimuti gundukan
menahan aroma bangkai
dari dalam tanah
agar yang tak boleh dihirup
tetap tak tercium

cahaya lilin menyinari pelataran makam
penerang jalan ke api penyucian

ketika hari ketiga
anak-anak berlarian di luar rumah
membicarakan kematian dengan riang
saat para tetua
merapalkan doa penuh duka

SENJA

senja yang larut
ke pelukan cakrawala
bayangannya masuk ke sela
reruntuhan rumah kita

angin malam menerpa rangka kayu
menjatuhkan sisa abu dan bara api
ke lantai dan dinding muram

telah kita sangsikan kemarahan lidah api
dengan memegang janji
air hidup dari hujan setiap natal

namun tak ada lagi bisa dijadikan
peneduh saat ini
angin melipat caya di malam hari
udara dingin memeluk kita

MERUNCINGKAN BAMBU
: Aloy Zenda

setelah angin barat membawa kabar duka
tentang rumah dilalap kobaran api
yang disulut gerombolan
ia sangkutkan sangkur pada kopel di pinggang
bambu yang runcing erat digenggam

dibacanya kredo masa perang
: ketegangan memantik cahaya keberanian kian terang

tak peduli kematian
selama hulubalang di depan ditikam bambu runcing depan
pasukan di belakang diyakininya berlarian

TANAH KELUARGA
: Aloy Zenda

sehabis perang, kau menetap dari tanah ke tanah
pinjaman tuanmu yang taat perintah atasan

jelang pensiun, dingin mencengkeram lehermu
tak ada emas di saku, hanya uang logam berselimut kertas

anak-anakmu yang terlambat lahir butuh peneduh
dari sengatan matahari dan sayatan pandangan tetangga

kau sadari waktu tak pernah mudah ditawar
meski kau ancam dengan mata sangkur

di tengah kegamangan, mertua datang ketakutan
dikejar pencari utang yang ingin merampas tanah keluarga

agar tanah tak berpindah tangan
kau serahkan sisa-sisa uangmu

kau diberi sepetak tanah
untuk membangun keluarga muda di usia senja

dunia memang tak tertebak
mertuamu mangkat, kau juga ikutan

para keluarga berubah jadi hiena saling bertengkar
merebut tanah yang menyerupa sebongkah daging domba

kelak kau sadar, tak pernah ada undi paling adil
untuk membagi makanan di hadapan perut lapar

PERSIAPAN PERANG

pergantian milenium menghapus jejak ingatan
perang seroja di perbatasan negara
sangkurmu telah kau istirahatkan
ia terlelap di laci lemari baju

“sudah tak ada lagi luka perang!”

batinmu, kala menimang anak terakhir
saat purna hormat bagimu dari barak-barak

ketakutan dan bayangan luka tak lagi hinggap di kepalamu
pada malam-malam sunyi di rumah pinggir sawah ini
yang mengingatkan kenangan terhadap belantara hutan

namun dunia penuh kejutan dan hentakan
musuh datang dari tetangga terdekat
setelah tersiar kabar dan selebaran
penghangusan keturunan

kau harus bangunkan sangkurmu
ada yang perlu dilindungi lagi
walau segalanya akan sia-sia
setelah rumah terakhirmu hangus saat kau
belum menghunus sangkurmu

MIOPIA

orang-orang buruk rupa gemar mengejar
terutama jika kau lengah, lupa memicingkan mata
miopia suka tiba-tiba menghinggap
membuatmu kerap salah menyapa

meski doa-doamu tak selamanya bisa ditera
ada yang selalu sulit ditatap
dari tatapanmu
mulai menumpul

PERAYAAN

ketika anggur dingin dituang
dalam cawan
aromanya menguap perlahan
menyatu bersama dupa dan asap lilin
dari meja doa

segala jerih payah
telah disembahkan
dalam rupa anggur merah

tetua terbatuk-batuk
saat asam anggur
mencengkeram lehernya
yang disesaki doa

DI PENGUNGSIAN

gambar masa silam berkelabat
sebuah petang di barak tentara
di kota sedang terjadi huru hara
gerombolan membakar tempat ibadah

rumah kami turut disatroni
isinya dibagi tanpa undi
angin membawa kabar duka
lidah api menjilati habis rumah kami

di barak tentara ini
langit diselimuti gelap
kami berlindung dalam naungan atap garasi
sembari merapalkan doa
meminta api tidak melalap tempat terakhir kami

TAMU MALAM HARI

malam menyelimuti rumah pinggir sawah
angin meniup batang padi menimbulkan gemerisik
seakan berbisik: sesuatu tak terlihat akan tetap terdengar

lolongan anjing menembus jendela
menghantarkan kain putih melayang
berdiam di atap rumah kami

ada debam terdengar dari pekarangan
seperti buah mangga dan nangka
jatuh bersamaan

kami menyenter keluar
seonggok tubuh bersimpuh di pematang
samar samar di balik pagar tanaman

“tiang numpang liwat.”
ujarnya, udara pecah sesaat

semuanya sunyi kembali
di dada kami ada jemari
terus menggelitik

RUMAH YANG TERENGGUT

kesiur angin tak terdengar lagi
di rumah tepian sawah ini
atap kayu telah dibawa lari angin
dinding terkelupas
bangku bangku luruh
menjadi serbuk di lantai
ranjang besi lesap digerogoti karat
dua kompor minyak tanah di dapur
menghanguskan diri mereka sendiri

rumah ini tak pernah lagi menjadi rumah
jika tak bisa menjaga kepala
dari sengatan matahari
atau jadi perisai
halau gempuran hujan
hanya tersisa dinding muram
tak lagi jadi peraduan

RUMAH TUA

rumah tertua di monjok
memeluk tubuh nenek bermata rabun
angin menembus dinding bedek
menggetarkan badan rentanya

atap rumpang
menjatuhkan jarum air
ke rambut putih nenek saat hujan

jika terik, silau menembus mata rabun
membantu nenek melihat cucu-cicitnya
yang gemar datang pada keheningan siang

lantai semen serupa karpet
tempat nenek merangkak ke jeding

nenek gemar menggaruk-garuk lantai
mengubur giginya yang tanggal semalam
sembari merapalkan doa
agar kehidupan tetap tumbuh

ALMANAK

setiap angka terduduk diam
saat waktu terus berlarian mengejar
tubuh yang tak gemar perayaan

akhir baris serupa oasis bagi para buruh
jeda bagi diri yang letih dicekik
gaji rendah dan daftar utang

upacara kelahiran dan kematian kerap dirayakan
diawali keriangan tak tertebak
diakhiri kegamangan tak tergapai

  • KLIK untuk BACA PUISI-PUISI LAIN
Puisi-puisi Rony Fernandez | Roti di Meja Keluarga
Puisi-Puisi Heza Hara | Menjelang Subuh
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketidakadilan Perayaan Hari Ibu

Next Post

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Rony Fernandez

Rony Fernandez

Bernama lengkap Atanasius Rony Fernandez. Lahir di Mataram, Lombok. Puisinya dimuat di sejumlah media massa antara lain Media Indonesia, Indopos, Sumut Pos, Suara NTB, dan lainnya. Puisinya juga termaktub dalam beberapa antologi bersama. Bekerja sebagai wartawan di Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Dia Sedang Berjuang | Cerpen Putri Santiadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co