6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani

Chusmeru by Chusmeru
November 10, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEJARAH dianggap sebagai peristiwa atau kejadian pada masa lampau yang dipelajari dan menjadi acuan kehidupan di masa datang. Sejarah bukan hanya menyangkut tentang orang, tetapi juga bisa berkaitan dengan tempat, bangunan, maupun peristiwa.

Sejarah juga sering dianggap sebagai produk rezim. Artinya, setiap rezim akan menciptakan sejarah dengan dua alasan. Pertama, agar tercatat dalam rangkaian cerita setiap generasi. Kedua, untuk menujukkan eksistensi rezim. Sejarah yang diciptakan dapat menambah legalitasnya sebagai rezim. Dan torehan sejarah itu akan membuat rezim tercatat sebagai pahlawan di masanya.

Selanjutnya akan diciptakan mitos untuk mengkomunikasikan produk sejarah. Agar mitos menjadi kredibel diperlukan dukungan masyarakat, lembaga sosial, dan industri media. Banyak mitos yang dipercaya sebagai media validasi sejarah.

Mitos Nyai Roro Kidul dianggap sebagai upaya eksistensi dan sejarah bagi masyarakat tentang kekuasaan raja-raja di Jawa. Hanya raja dan representasi raja sajalah yang dapat berkomunikasi dengan Nyai Roro Kidul.

 Dukungan masayarakat secara kelembagaan sosial juga ditunjukkan terhadap mitos ini dengan tradisi sedekah laut oleh nelayan. Mitos Nyai Roro Kidul menjadi semakin kekinian ketika sedekah laut dikomodifikasi menjadi atraksi wisata. Bukan hanya itu, mitos tersebut juga didukung oleh media. Film Ratu Pantai Selatan diproduksi dengan berbagai versi.

Pembangunan, di era Orde Baru juga dianggap sebagai mitos yang diciptakan rezim saat itu. Semua harus mengiyakan perintah rezim demi pembangunan yang konon bertujuan menyejahterakan masyarakat. Komunikasi yang terbangun antara rezim dan rakyat untuk mendukung mitos bersifat instruksional. Penuh dengan petunjuk penguasa.

Tak luput, petani pun kala itu harus menurut instruksi rezim untuk menanam padi varietas tertentu yang ditetapkan rezim. Revolusi hijau dan modernisasi pertanian dianggap membawa cerita sukses Indonesia sebagai negara yang swasembada beras tahun 1984.

 Semua demi mitos pembangunan. Dan hasilnya, sang penguasa pun tercatat dalam sejarah sebagai Bapak Pembangunan. Sementara petani yang bekerja keras di sawah tak tercatat sebagai pahlawan revolusi hijau itu.

Gerakan Reformasi tahun 1998 juga telah menorehkan sejarah politik anyar di Indonesia. Rezim Orde Baru yang berkuasa lebih dari 30 tahun tumbang. Banyak terjadi perubahan kehidupan politik. Rezim politik yang otoriter tergantikan oleh sistem demokrasi yang kini menjadi kebanggaan bangsa.

Banyak pula pihak yang mengklaim diri sebagai pelaku sejarah dan pahlawan dalam reformasi itu. Dan tidak sedikit pula yang lantas dianggap mengkhianati gerakan reformasi demi kepentingan ekonomi dan politik saat ini. Batas antara pahlawan dan pecundang menjadi samar.

Media Komunikasi

Ketika sejarah dikomunikasikan kepada publik, maka peran media menjadi penting untuk dikaji. Hal itu dikarenakan, perlu interpretasi pembuat sejarah dan khalayak. Interpretasi sejarah seringkali bersifat subyektif, tergantung pada perspektif masing-masing.

Komunikasi dalam sejarah memiliki tiga tujuan, yaitu meneguhkan sejarah, mematahkan sejarah, dan membangun sejarah baru atau sejarah alternatif. Sejarah perlu diteguhkan agar orang percaya pada kebijakan maupun tindakan di masa lalu.

Sejarah tidak selamanya mendapat pengakuan. Melalui proses komunikasi yang panjang, sejarah juga dapat dipatahkan maupun diragukan kebenarannya. Sejarah yang terpatahkan akan diganti dengan sejarah baru yang dibangun sebagai sejarah alternatif. Peran media komunikasi sangat penting dalam membangun sejarah baru itu.

Banyak media yang biasa digunakan untuk mengkomunikasikan sejarah. Dokumentasi tertulis yang sederhana dan tradisional untuk komunikasi sejarah dapat ditemukan pada lontar maupun relief. Sedangkan dokumentasi modern yang bersifat tulisan berupa buku. Banyak buku sejarah yang menggambarkan pahlawan, teknologi, sejarah kota, hingga figur publik.

Sejarah dapat dikomunikasikan secara auditif melalui musik. Banyak lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah yang menggambarkan sejarah perjuangan maupun mitos kepahlawanan di suatu daerah.

Secara visual sejarah dikomunikasikan dalam bentuk diorama dan film. Museum biasanya dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan situasi perjuangan maupun tragedi masa lalu. Film yang berkaitan dengan sejarah dapat dalam bentuk dokumenter maupun dikemas dalam film hiburan.

Pro dan kontra terjadi ketika sejarah menjadi bagian dari industri hiburan. Film-film yang mengangkat tema sejarah sering mendapat kritik, bahkan digugat kebenarannya. Film Pemberontakan G30S PKI dan Janur Kuning misalnya, pernah menjadi film yang wajib ditonton di masa lalu. Kini kedua film tersebut ada yang meragukan kebenaran alur ceritanya.

Tren Baru

Menafsirkan sejarah untuk saat ini dimudahkan oleh perkembangan teknologi. Kebenaran sejarah akan mudah ditemukan dengan munculnya media sosial. Orang akan sulit memanipulasi kebenaran atau pun merekayasa sejarah, karena setiap ucapan dan tindakan orang akan terekam dalam jejak digital di media sosial.

Selain itu, muncul tren baru dalam merekonstruksi sejarah dengan bantuan Artificial Intelligent (AI). Melalui AI, sejarah masa lalu yang masih samar-samar dapat divisualisasikan. Sosok Raja Fir’aun yang hidup di abad 13 SM dan Ratu Mesir Kuno, Cleopatra yang lahir tahun 69 SM dapat dibuat rekonstruksi wajahnya melalui bantuan AI.

Beberapa bentuk arsitektur dan kehidupan di masa kerajaan Majapahit dan Padjadjaran juga direkonstruksi lewat teknologi AI. Tren ini bisa jadi akan semakin digemari, mengingat begitu banyak peninggalan sejarah di Indonesia.

Persoalan ke depan dalam menafsirkan sejarah adalah masalah moralitas. Ini erat kaitannya dengan etika AI; meningat AI juga memiliki berbagai keterbatasan. Artificial Intelligent sangat tergantung pada data. Dengan demikian AI sangat rentan bersumber dari data sejarah yang manipulatif.

Selain itu, AI tidak memiliki hati nurani dan emosi; hanya merespons dan mengolah informasi. Tidak ada pertimbangan baik dan buruk dalam AI. Apakah hasil AI akan membuat orang merasa bangga, kecewa, bersalah, atau bersedih; tak pernah menjadi pertimbangan AI.

Saatnya membuat, membaca, menikmati, dan menafsirkan sejarah dengan hati nurani. Jika tidak, maka sejarah hanyalah kebohongan bersama belaka. Sehingga Napoleon Bonaparte berkata: “Sejarah adalah seperangkat kebohongan yang disepakati”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi

Tags: ilmu komunikasikomunikasisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Jawa Kuna Berpeluang Besar Jadi Inspirasi Cipta Sastra Modern

Next Post

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co