24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani

Chusmeru by Chusmeru
November 10, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEJARAH dianggap sebagai peristiwa atau kejadian pada masa lampau yang dipelajari dan menjadi acuan kehidupan di masa datang. Sejarah bukan hanya menyangkut tentang orang, tetapi juga bisa berkaitan dengan tempat, bangunan, maupun peristiwa.

Sejarah juga sering dianggap sebagai produk rezim. Artinya, setiap rezim akan menciptakan sejarah dengan dua alasan. Pertama, agar tercatat dalam rangkaian cerita setiap generasi. Kedua, untuk menujukkan eksistensi rezim. Sejarah yang diciptakan dapat menambah legalitasnya sebagai rezim. Dan torehan sejarah itu akan membuat rezim tercatat sebagai pahlawan di masanya.

Selanjutnya akan diciptakan mitos untuk mengkomunikasikan produk sejarah. Agar mitos menjadi kredibel diperlukan dukungan masyarakat, lembaga sosial, dan industri media. Banyak mitos yang dipercaya sebagai media validasi sejarah.

Mitos Nyai Roro Kidul dianggap sebagai upaya eksistensi dan sejarah bagi masyarakat tentang kekuasaan raja-raja di Jawa. Hanya raja dan representasi raja sajalah yang dapat berkomunikasi dengan Nyai Roro Kidul.

 Dukungan masayarakat secara kelembagaan sosial juga ditunjukkan terhadap mitos ini dengan tradisi sedekah laut oleh nelayan. Mitos Nyai Roro Kidul menjadi semakin kekinian ketika sedekah laut dikomodifikasi menjadi atraksi wisata. Bukan hanya itu, mitos tersebut juga didukung oleh media. Film Ratu Pantai Selatan diproduksi dengan berbagai versi.

Pembangunan, di era Orde Baru juga dianggap sebagai mitos yang diciptakan rezim saat itu. Semua harus mengiyakan perintah rezim demi pembangunan yang konon bertujuan menyejahterakan masyarakat. Komunikasi yang terbangun antara rezim dan rakyat untuk mendukung mitos bersifat instruksional. Penuh dengan petunjuk penguasa.

Tak luput, petani pun kala itu harus menurut instruksi rezim untuk menanam padi varietas tertentu yang ditetapkan rezim. Revolusi hijau dan modernisasi pertanian dianggap membawa cerita sukses Indonesia sebagai negara yang swasembada beras tahun 1984.

 Semua demi mitos pembangunan. Dan hasilnya, sang penguasa pun tercatat dalam sejarah sebagai Bapak Pembangunan. Sementara petani yang bekerja keras di sawah tak tercatat sebagai pahlawan revolusi hijau itu.

Gerakan Reformasi tahun 1998 juga telah menorehkan sejarah politik anyar di Indonesia. Rezim Orde Baru yang berkuasa lebih dari 30 tahun tumbang. Banyak terjadi perubahan kehidupan politik. Rezim politik yang otoriter tergantikan oleh sistem demokrasi yang kini menjadi kebanggaan bangsa.

Banyak pula pihak yang mengklaim diri sebagai pelaku sejarah dan pahlawan dalam reformasi itu. Dan tidak sedikit pula yang lantas dianggap mengkhianati gerakan reformasi demi kepentingan ekonomi dan politik saat ini. Batas antara pahlawan dan pecundang menjadi samar.

Media Komunikasi

Ketika sejarah dikomunikasikan kepada publik, maka peran media menjadi penting untuk dikaji. Hal itu dikarenakan, perlu interpretasi pembuat sejarah dan khalayak. Interpretasi sejarah seringkali bersifat subyektif, tergantung pada perspektif masing-masing.

Komunikasi dalam sejarah memiliki tiga tujuan, yaitu meneguhkan sejarah, mematahkan sejarah, dan membangun sejarah baru atau sejarah alternatif. Sejarah perlu diteguhkan agar orang percaya pada kebijakan maupun tindakan di masa lalu.

Sejarah tidak selamanya mendapat pengakuan. Melalui proses komunikasi yang panjang, sejarah juga dapat dipatahkan maupun diragukan kebenarannya. Sejarah yang terpatahkan akan diganti dengan sejarah baru yang dibangun sebagai sejarah alternatif. Peran media komunikasi sangat penting dalam membangun sejarah baru itu.

Banyak media yang biasa digunakan untuk mengkomunikasikan sejarah. Dokumentasi tertulis yang sederhana dan tradisional untuk komunikasi sejarah dapat ditemukan pada lontar maupun relief. Sedangkan dokumentasi modern yang bersifat tulisan berupa buku. Banyak buku sejarah yang menggambarkan pahlawan, teknologi, sejarah kota, hingga figur publik.

Sejarah dapat dikomunikasikan secara auditif melalui musik. Banyak lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah yang menggambarkan sejarah perjuangan maupun mitos kepahlawanan di suatu daerah.

Secara visual sejarah dikomunikasikan dalam bentuk diorama dan film. Museum biasanya dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan situasi perjuangan maupun tragedi masa lalu. Film yang berkaitan dengan sejarah dapat dalam bentuk dokumenter maupun dikemas dalam film hiburan.

Pro dan kontra terjadi ketika sejarah menjadi bagian dari industri hiburan. Film-film yang mengangkat tema sejarah sering mendapat kritik, bahkan digugat kebenarannya. Film Pemberontakan G30S PKI dan Janur Kuning misalnya, pernah menjadi film yang wajib ditonton di masa lalu. Kini kedua film tersebut ada yang meragukan kebenaran alur ceritanya.

Tren Baru

Menafsirkan sejarah untuk saat ini dimudahkan oleh perkembangan teknologi. Kebenaran sejarah akan mudah ditemukan dengan munculnya media sosial. Orang akan sulit memanipulasi kebenaran atau pun merekayasa sejarah, karena setiap ucapan dan tindakan orang akan terekam dalam jejak digital di media sosial.

Selain itu, muncul tren baru dalam merekonstruksi sejarah dengan bantuan Artificial Intelligent (AI). Melalui AI, sejarah masa lalu yang masih samar-samar dapat divisualisasikan. Sosok Raja Fir’aun yang hidup di abad 13 SM dan Ratu Mesir Kuno, Cleopatra yang lahir tahun 69 SM dapat dibuat rekonstruksi wajahnya melalui bantuan AI.

Beberapa bentuk arsitektur dan kehidupan di masa kerajaan Majapahit dan Padjadjaran juga direkonstruksi lewat teknologi AI. Tren ini bisa jadi akan semakin digemari, mengingat begitu banyak peninggalan sejarah di Indonesia.

Persoalan ke depan dalam menafsirkan sejarah adalah masalah moralitas. Ini erat kaitannya dengan etika AI; meningat AI juga memiliki berbagai keterbatasan. Artificial Intelligent sangat tergantung pada data. Dengan demikian AI sangat rentan bersumber dari data sejarah yang manipulatif.

Selain itu, AI tidak memiliki hati nurani dan emosi; hanya merespons dan mengolah informasi. Tidak ada pertimbangan baik dan buruk dalam AI. Apakah hasil AI akan membuat orang merasa bangga, kecewa, bersalah, atau bersedih; tak pernah menjadi pertimbangan AI.

Saatnya membuat, membaca, menikmati, dan menafsirkan sejarah dengan hati nurani. Jika tidak, maka sejarah hanyalah kebohongan bersama belaka. Sehingga Napoleon Bonaparte berkata: “Sejarah adalah seperangkat kebohongan yang disepakati”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi

Tags: ilmu komunikasikomunikasisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Jawa Kuna Berpeluang Besar Jadi Inspirasi Cipta Sastra Modern

Next Post

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co